Sepanjang perjalanan dari Bandung ke Jakarta, ada rasa pilu setelah mendengar cerita dari teman. Cerita yang sangat privasi namun membuat saya merasa bahwa semua orang, hidup dengan kesunyian masing-masing. Tentu dengan porsi yang berbeda sesuai dengan kemampuan seseorang untuk melewatinya dan bagaimana dia merespon apa yang terjadi pada dirinya.
Pernikahan bukan hanya masalah selangkangan, itu yang selalu saya bilang tentang hakikat pernikahan itu. Ada begitu banyak dinamika yang mengiringi kehidupan dua orang yang berbeda dan memutuskan untuk hidup bersama.
Tidak berhenti di situ, di suatu sore menjelang pulang. Salah seorang rekan kerja bercerita tentang istrinya yang tidak pernah menghargai pekerjaannya sebagai seorang pengajar di universitas bahkan mirisnya, si istri menjadikan profesinya sebagai contoh negatif ke anaknya. Rekan saya merasa bahwa selama berumah tangga, istrinya tidak menghargainya.
Saya orang yang tidak terlalu suka menceritakan masalah rumah tangga ke orang lain, namun tentu saya tidak menyalahkan teman dan rekan kerja saya yang menceritakan masalahnya karena setiap orang memiliki mekanisme sendiri untuk mengurangi penderitaan yang dimilikinya selama niatnya untuk memperbaiki.
Saya pun tentu mempunyai persoalan rumah tangga yang harus saya kompromikan setiap saat meskipun dengan energi yang cukup besar tetapi tidak lantas kemudian membuat saya untuk merasa bahwa saya yang paling menderita karena setelah mendengar dua teman saya yang curhat mengenai persoalan rumah tangganya, maka saya merasa apa yang sedang saya jalani masih lebih ringan dari persoalan mereka.
Tidak sedang membandingkan namun hal tersebut merupakan cara saya untuk mensyukuri hidup saya yang sedang saya jalani saat ini.
Pernah suatu waktu sebelum menikah dan sedang menggandarungi bacaan tentang pernikahan, saya begitu optimis untuk mempraktikkan semua teori yang saya baca tentang kehidupan rumah tangga, termasuk bagaimana mendidik anak. Setelah menikah, semua teori yang sudah saya konsumsi menguap tak berbekas dan menjalani rumah tangga adalah proses panjang untuk berkompromi dengan pasangan, tentu dengan batas-batas tertentu.
# 13 2023
No comments:
Post a Comment