May 29, 2023

Masuk Angin (29)

Tubuh memiliki mekanismenya sendiri. Kita tidak bisa melawan hukum alam terkait keseimbangan tubuh bahwa jika capek sebaiknya istirahat, jika lapar maka solusinya makan dan hukum alam lain yang harus dijalani. Hanya sebagian orang yang benar-benar menekuni tirakatnya yang mampu melampaui hukum alam yang sudah ditetapkan.

Minggu lalu, badan saya sudah memberikan tanda-tanda bahwa saya akan mengalami sakit, mulai dari gigi yang ngilu sampai ke ubun-ubun kemudian badan mulai terasa seperti akan demam. Saya minum obat sebagai ikhtiar untuk sembuh dan benar saja, dua kali minum obat, tubuh saya mulai agak ringan dan hanya tersisa gigi yang masih sedikit ngilu namun sudah tidak mengganggu.

Saya balik ke Jakarta malam hari dan sampai di rumah menjelang jam 11 malam. Saya terbiasa mandi sebelum tidur karena jika langsung tidur, biasanya tidak nyenyak. Saya lupa bahwa dua hari sebelumnya badan saya minta jatah untuk diperhatikan namun ternyata saya ceroboh dan mengguyurnya dengan air dingin di malam hari.

Di pagi hari, saya dan keluarga naik motor ke GBK yang berjarak sekitar lebih dari 10 km dari rumah. Saya hanya mengenakan jaket olahraga yang sangat tipis dan tidak layak digunakan ketika naik motor. Badan saya belum merasakan apa-apa pada saat itu. Saya masih tetap dengan santainya jogging.

Esok hari ketika keluar lagi mengantar istri belanja tanpa mengenakan jaket, badan saya benar-benar sudah mulai berontak. Saat berada di mall, saya hampir jatuh karena merasa seperti agak pusing. Saya mencoba bertahan dan kemudian kembali ke rumah. Setiba di rumah, benar saja perut saya bunyi tanpa henti kemudian buang air besar yang keluar hanya air.

Saya masuk angin karena tidak memperhatikan bahwa tubuh butuh penjagaan yang lebih. 

#29 2023

No comments: