Keputusan hidup untuk menjadi seorang pendidik merupakan sebuah keputusan besar dalam hidup saya. Bukan hanya dari sisi finansial yang harus merelakan pendapatan turun setiap bulan dibandingkan dengan pendapatan waktu masih bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta di Jakarta.
Namun lebih dari itu, ada tanggung jawab moral yang harus saya emban karena menjadi pendidik bukan hanya menjadi fasilitator dalam menyampaikan materi ke mahasiswa di kelas. Menjadi pendidik berarti sebelumnya harus mendidik diri sendiri untuk menjadi figur yang pantas untuk didengar atas setiap apa yang keluar dari mulut.
Memantaskan diri tidak hanya terbatas pada bacaan yang menambah pengetahuan umum namun termasuk juga karakter yang ada di dalam diri. Misalnya ketika akan melakukan sesuatu yang tidak mencerminkan sebagai seorang pendidik, timbul perasaan bersalah. Berkata bohon, menonton video yang tidak senonoh, mencemooh orang lain, dan berbagai tindakan lain yang mencederai karakter seorang pendidik.
Beban sebagai seorang pendidik memang lebih berat ketika berstatus sebagai karyawan perusahaan karena dalam proses pekerjaan yang dilakukan, ada manusia lain yang harus dibentuk karakternya melalui diri sehingga ketika kita tidak selesai dengan diri, maka jangan harap mampu membentuk karakter manusia lain.
Pendidikan adalah salah satu upaya untuk memanusiakan manusia dalam berbagai aspek. Ketika pendidikan diarahkan ke sesuatu yang sifatnya kebendaan maka tentu orientasinya hanya bagaimana mengeruk keuntungan dari bisnis pendidikan.
#15 2023
No comments:
Post a Comment