May 6, 2023

Penderitaan dan Kebosanan (6)

Manusia berada di antara dua lubang jarum, perasaan menderita dan kebosanan. Kedua kondisi tersebut silih berganti menyerang perasaan manusia. Jika sedang memperjuangkan sesuatu maka manusia akan berada dalam kondisi menderita, sementara ketika semua ambisi sudah terpenuhi dan berada dalam zona nyaman dalam waktu tertentu, maka rasa bosan akan menjadi teman baik bagi manusia.

Begitulah absurdnya hidup yang sedang dijalani tanpa tahu apa hakikat dari semua itu. Titik temu dari semua itu hanya ajal yang akan mengantarkan manusia ke alam lain. Mungkin bukan akhir namun setidaknya bagi manusia yang masih hidup, mereka merasa bahwa kematianlah yang mengakhiri semua penderitaan dan rasa bosan.

Agama hadir untuk mengantarkan kabar gembira dan solusi atas kedua kondisi tersebut, bahwa dengan rasa syukur dan sabar, maka manusia akan terlepas dari penderitaan dan rasa bosan kemudian akan menghadirkan ketenangan jiwa yang membuat hidup manusia lebih tenang.

Namun tentu rumus syukur dan sabar bukan rumus matematika yang bisa selesai dengan memahaminya namun proses menjalani laku syukur dan sabar yang berat. Tidak jarang manusia  gagal menjalaninya kemudian kembali menderita dan merasa bosan.

Manusia yang bunuh diri hanya disebabkan dua hal, tentu penderitaan dan rasa bosan itu. Manusia yang gagal memenuhi ambisinya dari perasaan menderita, seringkali mengambil jalan pintas untuk bunuh diri. Demikian halnya dengan manusia yang dimudahkan semesta memenuhi semua ambisinya bahkan mungkin tidak ada ambisinya yang tidak terpenuhi, maka dalam kondisi jiwa yang merasa bosan, seringkali juga berakhir dengan bunuh diri.

Begitulah kehidupan manusia yang absurd.

Jika pernah bertemu orang yang meninggalkan semua kekayaannya kemudian hidup sederhana, itu karena mereka mengalami rasa bosan yang tak tertahankan kemudian ingin mencari ketenangan jiwa.

Di lain waktu ketika berjumpa dengan manusia yang melakukan segala cara untuk memenuhi ambisinya, maka dia sedang dalam penderitaan yang berkepanjangan.

Albert Camus bilang bahwa jika ada dua pilihan, bunuh diri atau minum kopi, maka saya lebih baik minum kopi. Seberat dan seabsurd apa pun hidup ini, tetap layak dijalani.

#6 2023

No comments: