May 11, 2023

Gibah (11)

Saya belum menemukan teori kenapa sebagian besar manusia sangat menyukai menceritakan kejelekan orang lain entah itu yang diceritakan sesuatu yang benar dan yang lebih parah ketika cerita tidak sesuai dengan sebenarnya. Mungkin saya juga termasuk dalam golongan manusia yang senang melakukan hal yang sama.

Agama sudah memberikan aturan yang sangat jelas tentang gibah, bahwa kita dilarang untuk menggunjing orang lain dan sangat dianjurkan untuk menutup aib orang lain tetapi yang terjadi kemudian adalah kita para manusia yang bebal, seringkali menyukai apa yang sudah jelas dilarang oleh agama. Manusia selalu mempunyai justifikasi untuk melakukan perbuatannya.

Saya selalu berniat untuk mengurangi perbuatan gibah karena sangat mengganggu ketentraman hati namun seringkali saya terjebak dalam situasi yang membuat saya ikut bergibah.

Di pekerjaan saya kali ini, terjadi saya berada di kondisi yang mengharuskan saya untuk lebih banyak belajar menahan lidah karena rekan kerja terlalu sering saling bergibah d antara mereka sementara saya yang baru masuk merasa bahwa ada yang salah dengan iklim pekerjaan seperti ini di mana mereka tidak berusaha untuk menutupi aib teman sendiri.

Jika ditelusuri lebih dalam, manusia bergibah disebabkan oleh banyak hal namun penyebab utamanya ada dua yaitu iri hati dan dendam.

Ketika orang lain lebih sukses dalam berbagai hal dan kita tidak bisa melihat orang lain bahagia maka seringkali gibah adalah jalan keluar untuk memanifestasikan perasaan iri hati. Tujuannya tentu saja untuk merusak reputasi orang tersebut.

Selain iri hati, dendam juga menjadi penyebab utama gibah. Jika dua orang konflik dan tidak menemukan solusi yang memuaskan antara keduanya maka biasanya di antara mereka mulai melancarkan solusi terburuk yaitu saling menceritakan keburukan mereka kepada orang lain. Itulah pentingnya untuk mencari solusi jika sedang ada masalah dengan orang lain.

Saya pribadi selalu ingin melepaskan diri dari kebiasaan bergibah karena saya sangat yakin bahwa gibah hanya memberikan maka kepada nafsu kita dan semakin kita melakukannya maka semakin besar energi nafsu dalam diri kita.

#11 2023

No comments: