May 3, 2023

Kampungku (3)

Saya ingin sekali menulis tentang perasaan yang saya alami selama di kampung. Bukan tentang rasa rindu namun tentang kondisi kampung yang saya saksikan. Apalagi kalau bukan masifnya pembukaan lahan pertanian bawang. Di satu sisi, saya ikut senang melihat kehidupan ekonomi penduduk kampung yang bergeliat dengan hasil bawang yang membawa dampak baik secara ekonomi untuk berbagai kalangan.

Itu di satu sisi, namun ketakutan terbesar yang saya khawatirkan tentang masa dengan lingkungan kampung halaman. Pembukaan lahan pertanian bawang dilakukan tanpa memperhitungkan efek negatif. Semua lahan dibabat habis bahkan bukit di sepanjang jalan umum pun disulap menjadi lahan kosong yang siap ditanami bawang.

Alhasil, di berbagai sudut kampung, longsor menjadi hal yang sangat umum sementara saat dulu ketika saya masih kecil, jika terjadi longsong maka sudah dianggap sebagai bencana besar.

Saya bingung mau menulis dari mana mengenai kondisi kampung yang di satu sisi secara perekonomian sedikit membaik dengan pertanian bawang merah yang merajalela, namun ancaman kerusakan lingkungan membayangi.

Hanya satu harapan yang selalu saya selipkan adalah adanya sekelompok orang yang sadar akan bahaya masa depan jika tidak ada pendampingan dalam pertanian bawang merah. Dalam artian bahwa pemahaman lahan mana yang aman dan lahan yang tidak boleh digarap. Selain itu, tentu petani bawang harus dewasa dalam menggunakan pestisida.


 #3 2023

No comments: