May 7, 2023

Konsep Rezeki (7)

Kemarin menjadi hari yang penuh pelajaran dalam hidupku. Aku benar-benar memeras otak untuk menangkap semua pesan yang disampaikan semesta kepadaku atas berbagai kejadian yang tidak mampu kuurai secara rasional. Aku sekuat tenaga berdoa agar dihindarkan dari rasa putus asa dan menyalahkan kejadian yang kuhadapi karena di beberapa titik kejadian, aku benar-benar ingin berteriak sekencang-kencangnya atas kenyataan yang tidak sesuai dengan harapanku.

Jadi, sejak turun dari pesawat, aku sudah berniat untuk mencari transportasi yang ramah dompet karena pengeluaran selama liburan sudah banyak. Aku sudah mengecek harga taxi online sejak pesawat landing, ternyata harganya cukup mahal. 

Aku kemudian mengecek perbandingan harga dengan taxi online lain yang ternyata tertera lebih murah. Ketika sampai di tempat penjemputan, aku mengecek kembali harga sebelum memesan dan harganya naik lebih 50%.

Aku memutuskan membatalkan pesanan dan beralih ke bis Damri yang tentu harganya jauh lebih murah meskipun durasi perjalanan lebih lama. Aku memesan Damri jurusan Pasar Minggu. Perjalanan tidak terlalu macet meskipun di beberapa titik, terdapat kepadatan kendaraan.

Masalah terjadi ketika sudah memasuki kawasan Pasar Minggu. Kendaraan padat merayap dan hujan turun dengan sangat deras sementara sebentar lagi aku sudah harus turun dari bis. Aku berharap hujan reda sebelum turun agar bisa pulang dengan ojek online yang lebih murah dari mobil online.

Benar saja, ketika turun dari bis, hujan semakin deras sehingga tidak memungkinkan untuk memesan ojek online. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya aku memutuskan untuk memesan taxi online dengan harga jauh lebih mahal. 

Aku pun harus menunggu cukup lama karena macet sehingga mobil tidak bisa segera datang. Masalah lain muncul ketika mobil tiba, hujan sudah reda yang harusnya saya bisa memesan ojek online. Aku berusaha memaklumi keadaan bahwa memang semakin kita irit maka semakin ada keadaan yang memaksa kita mengeluarkan biaya lebih dari perkiraan kita.

Memasuki kawasan dekat rumah, ternyata tidak ada tanda-tanda hujan sebelumnya, jalanan kering dan tidak ada sisa air hujan. Ternyata hujan hanya di sekitar kawasan Pasar Minggu.

Begitulah mungkin konsep rezeki. Tidak bisa dikuantifikasi dengan kalkulasi manusia karena jika memang bukan rezeki, maka akan keluar sendirinya, namun jika memang itu rezeki maka akan menjadi hak kita.

#7 2023

No comments: