Tulisan ini semata curcol tentang Ibuku. Saya memang seringkali menulis hal-hal yang sentimental ketika dilanda rindu terhadap Beliau. Entah kenapa semakin bertumbuh dewasa dan menua, saya semakin merasakan betapa besar cintanya terhadap anak-anaknya. Saya pun merasa bahwa beliau sama sekali tidak terlalu memperdulikan apa yang ada pada dirinya selama anak-anaknya bahagia.
Semoga saja apa yang saya paparkan selanjutnya bukan membandingkan kasih sayang Ibu yang lain karena menurutku setiap Ibu punya porsi rasa sayang terhadap anaknya masing-masing yang tidak bisa ditakar dengan apapun dan tidak bisa dibandingkan dengan Ibu yang lain.
Saya sudah menikah tentunya punya mertua perempuan. Bukan untuk membandingkan namun harus kuakui bahwa tidak akan pernah yang menyamai perhatian Ibuku terhadapku mungkin begitu pula adanya Ibu yang lain kepada anaknya.
Sampai pada detik ini, Ibu tidak akan pernah kubandingkan dengan siapapun karena bagi saya, beliau adalah semangat, cinta dan apapun yang melandasi gairahku dalam hidup. kalaupun toh ada yang kemudian ingin menyaingi kasihnya, maka itu kuanggap hanya ilusi.
Ibu ada dan kasihnya selalu berlipat. Saya akan merindukannya disetiap sepiku. setidaknya untuk menemani hidupku yang hampa. hidup yang kujalani memang adalah pertaruhan antara materi dan ide-ide yang masih kusimpan rapi. sekarang ada yang mencoba mendobrak idealismeku dengan tuntutan-tuntutan yang datang tak berhenti. Saya tidak ingin mengkonfrontasikannya karena Saya yakin ada celah untuk mendamaikan.
Ibu, tetap sehat selalu dan jangan lupa berbahagia.
Mampang, 3 Februari 2016
Semoga saja apa yang saya paparkan selanjutnya bukan membandingkan kasih sayang Ibu yang lain karena menurutku setiap Ibu punya porsi rasa sayang terhadap anaknya masing-masing yang tidak bisa ditakar dengan apapun dan tidak bisa dibandingkan dengan Ibu yang lain.
Saya sudah menikah tentunya punya mertua perempuan. Bukan untuk membandingkan namun harus kuakui bahwa tidak akan pernah yang menyamai perhatian Ibuku terhadapku mungkin begitu pula adanya Ibu yang lain kepada anaknya.
Sampai pada detik ini, Ibu tidak akan pernah kubandingkan dengan siapapun karena bagi saya, beliau adalah semangat, cinta dan apapun yang melandasi gairahku dalam hidup. kalaupun toh ada yang kemudian ingin menyaingi kasihnya, maka itu kuanggap hanya ilusi.
Ibu ada dan kasihnya selalu berlipat. Saya akan merindukannya disetiap sepiku. setidaknya untuk menemani hidupku yang hampa. hidup yang kujalani memang adalah pertaruhan antara materi dan ide-ide yang masih kusimpan rapi. sekarang ada yang mencoba mendobrak idealismeku dengan tuntutan-tuntutan yang datang tak berhenti. Saya tidak ingin mengkonfrontasikannya karena Saya yakin ada celah untuk mendamaikan.
Ibu, tetap sehat selalu dan jangan lupa berbahagia.
Mampang, 3 Februari 2016
No comments:
Post a Comment