Kayaknya Saya sudah dua kali bercerita tentangmu di masa awal Kau kuliah dan pada saat Kau lulus kuliah. Sekarang Kau sudah meniti karir sebagai Jurnalis berita Online. Pekerjaan yang mungkin sesuai dengan jurusanmu ketika kuliah.
Sebelum memulai bacotanku, saya harus akui bahwa saya bangga melihatmu menjadi Jurnalis. Kau harus tahu bahwa suatu waktu setamat Kuliah, saya pernah bermimpi menjadi seorang Jurnalis. Kau mau tahu apa alasanku waktu itu memilih Jurnalis sebagai Pekerjaan.? oleh karena dari pandanganku, Jurnalis masih punya hak kuasa bagi dirinya saat bekerja seperti halnya Dosen. Maksud saya bahwa ada nilai-nilai dari dalam diri kita yang bisa kita kendalikan tidak seperti ketika menjadi pegawai perusahaan seperti diriku.
Memilih menjadi karyawan perusahaan berarti takluk terhadap semua aturan dan remeh temeh mengenai perusahaan dengan satu tujuan, PROFIT. Etapi harus disadari pula bahwa portal online ataupun media lainnya mengejar profit loh. Iya yah namun setidaknya Para Jurnalis yang masih menjunjung tinggi "Idealisme" Mereka bisa menyesuaikannya dengan berita yang akan diangkat. misalnya benar-benar mengedepankan berita yang sudah diklarifikasi kebenarannya.
Alasan lain kenapa saya senang saat kau memilih menjadi Jurnalis adalah kau bisa terus belajar tentang hidup. Kesempatan belajar dari hidup yang real terbuka lebar. melihat fenomena kehidupan dan bisa mengakses hal-hal yang terjadi di masyarakat. Jurnalis pun dituntut untuk terus membaca dan menulis dan menurutku dua hal tersebut sangat menyenangkan bukan.?
Memilih menjadi karyawan perusahaan berarti takluk terhadap semua aturan dan remeh temeh mengenai perusahaan dengan satu tujuan, PROFIT. Etapi harus disadari pula bahwa portal online ataupun media lainnya mengejar profit loh. Iya yah namun setidaknya Para Jurnalis yang masih menjunjung tinggi "Idealisme" Mereka bisa menyesuaikannya dengan berita yang akan diangkat. misalnya benar-benar mengedepankan berita yang sudah diklarifikasi kebenarannya.
Alasan lain kenapa saya senang saat kau memilih menjadi Jurnalis adalah kau bisa terus belajar tentang hidup. Kesempatan belajar dari hidup yang real terbuka lebar. melihat fenomena kehidupan dan bisa mengakses hal-hal yang terjadi di masyarakat. Jurnalis pun dituntut untuk terus membaca dan menulis dan menurutku dua hal tersebut sangat menyenangkan bukan.?
Saya mungkin tidak harus mengguruimu dari segi etika Jurnalistik karena kau sudah belajar di bangku kuliah tinggal bagaimana kau dengan sepenuh hati mengaplikasikan teori-teori yang sudah kau pelajari. Setidaknya Saya ingin mengingatkanmu bahwa berita yang aktual itu harus benar-benar sudah diverifikasi dari orang pertama sehingga tidak menyebarkan berita yang abal-abal.
Kekhawatiranku saat ini berfokus pada banyaknya berita-berita yang tidak benar. Jurnalis seakan menggampangkan berita yang diperoleh dari sumber yang tidak dipercaya kemudian mengejar deadline akhirnya berita HOAX pun diterbitkan. Saya selalu berharap Kau tidak termasuk dalam barisan Jurnalis yang hanya mengejar target namun melupakan etika Jurnalistik.
Mungkin sebaiknya Kau harus banyak belajar dari Jurnalis senior yang kredibilitasnya sudah tidak diragukan. Kau bisa mengakses cara penyampaian berita mereka melalui tulisan-tulisannya. Tidak perlu lah Saya sebutkan Jurnalis yang seharusnya menjadi rujukanmu karena Saya yakin Kau punya akses untuk mencari sendiri.
Di beberapa kesempatan saat kita bercakap lewat Handphone. Saya selalu mengingatkan supaya jangan sekali-kali menjadikan uang sebagai faktor utama dalam bekerja. okelah uang itu perlu namun jika sudah menjadi target utama maka yassalam, kualitas kerja akan menjadi amburadul dan kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi tidak akan terarah.
Saya tidak munafik masalah uang. saat ini saya sudah berkeluarga dan pastinya butuh uang dan terkadang dalam bekerja pun motivasiku adalah uang namun setidaknya ada saat ketika uang menjadi motivasi maka kembali perbaharui niat dalam bekerja.
Terakhir, selamat meniti karir menjadi Jurnalis yang profesional dan jangan sekali-kali memberitakan sesuatu yang belum Kau verifikasi dari pertama dan kebenarannya sama sekali tidak kau ketahui.
Pulogadung, 2 Februari 2016
No comments:
Post a Comment