March 1, 2016

Lalu Jalan Seperti Apa yang Harus Kutempuh

Aku seperti sesosok zombie yang berlomba dengan waktu. Mengejar Pagi untuk mencapai kantor kemudian berlomba dengan senja bertemu Isteri. Aku tak tahu sampai kapan permainan ini kujalani, memuakkan memang dan seringkali membosankan namun ada janji yang terlanjur diikrarkan untuk tetap memberi sesuap nasi kepada keluarga.

Aku layaknya gerembolan kaum urban yang mencoba menancapkan eksistensinya di kota yang tak berperasaan ini. Mencoba mencari celah untuk tetap bertahan dan perut tetap terisi meski terseok namun kondisi seperti itulah yang terkadang membuat seseoang menjadi tegap berjalan.
"What doesn't kill You will makes You superhero." kata Nietzsche.

Aku seringkali ingkar terhadap prinsip yang kupeluk erat. Masih menggunakan setiap hak kantor untuk kepentingan pribadi, iya hanya browsing, blogging, sosmed dan kepuasan diri yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan, whereas I realize that I hired for working, finishing my job and makes my office profitable.

Aku selalu berdalih bahwa toh pekerjaan sudah beres semua dan tidak ada lagi yang perlu dikerjaan sehingga kupergunakan waktu untuk meningkatkan pengetahuan melalui membaca..! once again, it's just like justify My self.

Datang tiap pagi ke kantor. membaca berita sepuasnya kemudian istirahat. Sesekali menutup jendela berita online ketika big boss lewat dan pura-pura sibuk kemudian menghabiskan sebagian waktu di kantor dengan blogging ataupun menonton tayangan bola.
 
Oh God. what about My Salary..? is still You blessing itu for My family or perhaps I have been given them a bad livelihood?

Memandangi komputer dengan nanar. mencoba untuk meraba hakekat semua ini. Hidup pasti ada tujuannya. tidak mesti berjalan hambar tanpa ada apa-apa.

sedang ngawur tidak ada kerjaan di kantor, 01 03 2016

No comments: