"jika raga ini tidak mendatangimu yang sedang mematung di taman indah kota itu bersama ibumu, jika aku tidak menyatakan rasa ini, mungkin jalinan kasihmu kepada ibumu tetap erat.aku merusak rasa rindumu terhadap ibumu,meruntuhkan semua ikatan bhatin kalian berdua".
aku membenci diri yang tidak tahu malu. meretakkan semua hubungan gadis dan ibunya. aku meredupkan cahaya rindumu terhadap ibumu. aku bagai menggenggam gelas kemudian membanting di sudut ubin yang keras. hancur tak beraturan. itu aku,
sejak aku membawa sebuah cinta kepadamu dan menawarkan untuk kau balas, sejak saat itu adalah awal keretakan hubunganmu dengan ibumu. cintaku mengorbankan semua perasaanmu yang tulus terhadap ibumu. langit mungkin saja suatu saat akan menghukumku dengan seberat-beratnya. memekakkan gendang telingaku dengan petir kedukaan.
Hujan datang tibatiba. merusak semua rindu yang terjalin. jika aku adalah hujan yang datang di penghujung desember ini, kalian adalah keluarga merpati yang sedang berteduh saling menyayangi. aku datang tiba-tiba, merusak dan mengancurkan semua kasih yang kalian jalin. tak tersisa sedikit dari setiap memori yang ada bahkan aku hanyalah makhluk tak berarti untuk kalian.
jika dalam perjumpaan ada bahagia dan di setiap perpisahan ada airmata yang mengalir deras dari sudut mata. itu adalah aku.
kini, semua seakan menjadi kelam tak berarti. sirna dalam tatapan mata yang nanar. aku membenci dengan pertemuan di sudut kota pahlawan. aku meratapi diriku yang mendatangimu bersama ibumu di suatu senja di kediamanmu. awal keresahan bermula dari itu semua.
aku muak dengan kata-kata gombalku yang ingin bersamamu. aku benar-benar jemu karena semua itu merusak indahnya hubungan kalian berdua. pertalian kasih yang terjalin antara seorang gadis sendu dengan ibu yang sabar. kemudian kenapa aku harus datang dan merusak semua itu. ah, ini jejak yang engkau tinggalkan betapa engkau erat dengan ibumu.
pertemuan itu telah terjadi. tidak mungkin waktu berbaik hati kepadaku mengembalikan semua yang telah berlalu. namun perpisahan, entahlah aku tidak berani meyakinkan diriku bahwa itu adalah jalan terbaik mengembalikan jiwa kalian yang retak. aku sama sekali tidak yakin.
harusnya tidak ada aku diantara kalian. mestinya semua rasa yang kupunya kusimpan hingga waktu yang membuatnya sirna. pada setiap hati yang kubuat menangis.
311214
No comments:
Post a Comment