December 11, 2014

Kenangan Itu

Aku harus menulis tentangmu lagi. setelah sekian lama aku mencoba menghapus memoriku tentangmu. Saat luka sudah mulai mengering dan perihnya hati sudah mulai terobati. Aku kembali harus menulis pagi ini, tentangmu dan tentang apa yang telah terjadi diantara kita. Meski cerita itu datang dari sahabatmu namun lumayan membuka luka lama yang sudah aku sembuhkan dengan berbagai caraku, menghapus nomor kontakmu, unfriend akun fb mu dari pertemananku dan semua foto tentangmu kuhapus dari folder laptopku. itulah caraku menyembuhkan semua luka yang engkau tinggalkan di hatiku, namun pagi ini semua terbuka kembali.

Pagi ini aku berkirim kabar lewat line dengan sahabatmu yang sudah engkau anggap saudara sendiri. Persis seperti drama mini AADC yang kembali dipertemukan oleh aplikasi line namun aku sama sekali tidak berharap seperti itu. Kebetulan saja sahabatmu mengirimkan aku pesan line. Aku pun akrab dengan sahabatmu itu sehingga kami tidak canggung bertukar kabar. Hanya itu namun kemudian kami bercerita tentangmu. 

Aku tahu dari dia engkau jadi PR trans studio Makassar, aku tahu engkau pernah hampir dilamar oleh seorang namun tidak jadi karena tidak cocok. Hal yang membuat lukaku kembali basah saat sahabatmu menyarankanku untuk melamarmu. Perih yang kurasa saat mendengar itu dan sejurus semua hal tentangmu memenuhi rongga kepalaku. Bagaimana dulu saat kita masih kuliah selama 4 tahun, aku naksir dirimu namun tidak pernah berani mengatakannya, atau bagaimana 2 tahun lalu saat kita di Jakarta, engkau dan aku sudah berkomitmen lalu kemudian engkau meninggalkanku tanpa alasan apa-apa dan tanpa pesan apa-apa.

Aku mendapat alasan dari sahabatmu tadi tentang kenapa engkau pergi begitu saja. Entah itu alasan yang sesungguhnya ataupun alasan yang ingin meredakan kekecewaaanku. engkau pergi karena takut kita pacaran, engkau pergi supaya saat aku sudah siap aku langsung melamarmu, engkau pergi supaya kita jangan memancing pacaran, terakhir sahabatmu mengatakan bahwa kita hanya miskom.

Entahlah alasan itu murni datang darimu ataukah mungkin dari sahabatmu untuk menenangkan lukaku. Aku sepakat dengan niatmu untuk menjaga supaya tidak pacaran karena setahun terakhir ini akupun sudah dalam keadaan tidak seperti yang kau bayangkan. Semua prinsip yang pernah kuamini sudah kulanggar karena tidak bisa menahan diri namun alasan itupun sepenuhnya tidak bisa kuterima. 

Dulu saat intens komunikasi denganmu, aku hanya ingin menjalin komunikasi di saat aku berjuang namun tidak bagimu, engkau memutus semua. Alasanmu bahwa ketika aku sudah siap maka aku langsung melamar namun engkau harus tahu, dua tahun tanpa kepastian adalah hal yang menyakitkan dan dengan mudahnya engkau melakukan itu bahkan smsku tidak pernah kau balas.

Ada banyak alasanku berusaha melupakanmu. selama 2 tahun belakang, aku mengalami banyak hal yang mungkin aku sendiri tidak bisa membayangkan akan seperti ini. aku bukan laki-laki yang dulu mampu mempertahankan prinsip, aku pun sudah keluar dari jalurku sendiri. Kasihan dirimu yang mampu dengan prinsip semua itu. biarlah kita berjalan di jalan masing-masing. saling mendoakan yang terbaik.

salam

Jkt 121114

No comments: