Seperti kebiasaanku pada subuh dinihari saat selesai melaksanakan kewajiban sembahyang, aku memainkan hp sekedar membaca berita ataupun dengar musik. berselang beberapa saat kemudian, ada telepon masuk dan ternyata dari kakak perempuanku di kampung. aku membatin mungkin hanya urusan biasa saja. kuangkat telepon dan sejurus kemudian, kudengar sesegukan dari suaranya di balik hp. dengan terbata-bata, dia mengatakan bahwa doakan nenek karena sudah berpulang baru saja. itu saja kata-kata yang keluar dari mulutnya kemudian menutup telepon.
Aku terdiam sejenak. perasaan hampa menghinggapi rongga sukmaku paling dalam. kepergian demi kepergian selalu menjemput. aku yakin itu dan kali ini nenek yang mendapat giliran dipanggil oleh Allah. air mataku tumpah. aku tak tahu perasaan apa itu namun harus kuakui bahwa aku hidup dengan barisan jasa dari beliau. sampai akhirnya dia stroke ringan 10 tahun lalu, sebelum itu, beliau menjadi orang tua kedua bagiku. aku ingat dengan amat sangat jelas semua tentangnya dan semua apa yang pernah kujalani selama bersamanya.
Dulu, saat aku masih kecil sampai berumur 17 tahun, sering aku melalui hari-hariku di rumahnya yang berjarak 2 km dari rumahku. setiap 2 kali sehari dalam seminggu, dia ke pasar menjajakan kuenya dan setiap pagi hari sebelum beliau ke pasar, aku dan saudaraku membawakan barang dagangannya ke pasar. beliau pun akan menjadi pelarianku meminta uang jajan tambahan.
Aku ingat dengan jelas kehidupan beliau. begitu kuatnya melalui hidup dengan sendiri setelah ditinggal pergi oleh kakek berapa tahun sebelumnya. beliau ke pasar melewati jembatan gantung. menjalani hidup sendiri di rumahnya. berkebun dan semua dilakukan sendiri. aku ingat kerang kali beliau memberiku uang jajan setelah pulang pasar atau bahkan membelikanku makanan.
Di kampung kami setiap kali bulan ramadhan, pada malam hari sebelum tauziah ramadhan, anak-anak muda disuruh naik mengaji di mimbar. masih ingat dalam ingatanku suatu waktu, aku mendapat giliran untuk tampil. karena malam sebelumnya sudah diumumkan bahwa yang akan membacakan Al-Qur'an besok malam adalah aku, maka sepanjang hari aku sudah deg-degan. bagaimana tidak harus tampil di depan umum dan umurku saat itu mungkin 10 tahun. Alhasil nenek membelikanku sebuah baju baru untuk dikenakan saat tampil dan supaya aku senang. aku ingat sekali itu dan baju itupun sepengetahuanku masih ada di rumah.
Aku pun sering menghabiskan masa kecilku di samping rumahnya sambil mengembala sapi. aku menghabiskan masa kecilku di rumahnya sambil bercerita dengannya. aku menghabiskan banyak cerita bersamanya. entahlah karena semua memang tinggal cerita masa lalu. aku bahkan tidak pernah melewatkan hariku di rumahnya ketika pulang kampung.
selamat jalan nek. damailah disisiNya. semua akan menyusulmu karena hanya waktu yang menjawab
2.12.14
No comments:
Post a Comment