December 17, 2014

Ceritaku Kepadamu #2

Kemarin aku berjanji kepadamu dek. Menceritakan lagi apa yang pernah kutemui. Kemarin aku berjanji kepadamu tentang nasehat sahabatku yang mengingatkanku masalah wanita.

Aku ceritakan sedikit dulu mengenai temanku dek.dia itu seorang perempuan juga dek. Dia sudah berkeluarga dan sudah memiliki seorang puteri. dulu saat masih kuliah, kami satu jurusan dan juga satu angkatan. Dia salah satu temanku yang baik dek. kuingat dulu saat kosku dekat kosnya dek. Saat persiapan ransumku habis maka dia sering mengirimiku mie instant ataupun makanan lain yang dia punya. Dia perempuan yang kuat memegang prinsipnya dek. sampai pada akhirnya dia menikah dan memilih menjadi ibu rumah tangga ketimbang mengejar karir dan pendidikan seperti teman-temanku yang lain.

Kembali ke nasehatnya kepadaku dek. kemarin itu ceritanya seperti ini. Aku iseng mengirim foto cewek di group wa yang dia juga salah satu anggotanya. Singkat banget tanggapannya namun sangat menohok dek. Aku bahkan berpikir bahwa ternyata aku masih punya banyak hal yang harus diperbaiki tentang semua. Dia hanya bilang seperti ini, "kamu kok masih mengoleksi foto cewek padahal kamu sudah punya komitmen dengan seorang perempuan, itu tidak baik". 

Tanggapan yang singkat namun benar-benar membuat kepalaku berputar memikirkan semua tentang itu. Meski engkau tahu dek aku masih sering mengganggu cewek ataupun melirik cewek lain yang lewat namun itu tidak baik. ada hal yang bisa dijadikan bahan candaan dan ada yang tidak. Mungkin bagian ini memang bukan sebuah candaan. Bahkan aku menyesal masih sering menggoda tary yang mungkin saja dia benar-benar berharap sedangkan engkau dek, tidak pernah sekalipun engkau melirik cowok lain setelah berkomitmen denganku bahkan idolamu SJ pun sudah engkau hapus dari daftar idola.

Sejak kemarin dek, aku berusaha untuk lebih berhati-hati masalah wanita karena aku sadar bagian terlemah dari diriku adalah syahwat terhadap wanita. Kemarin aku sudah menghapus semua foto cewek di hpku dan semua hal tentang wanita lain. Bukan apa-apa dek, aku hanya ingin belajar berkomitmen seperti yang engkau lakukan.

Ini ceritaku hari ini dek. cerita tentang nasehat dari seorang kawan untuk bagaimana berkomitmen dari awal dan bagaimana memilah hal yang bisa dijadikan bahan candaan atau tidak. Semoga esok hari masih ada cerita yang bisa kubagi untukmu dek.

rwmngn, 171214

No comments: