December 30, 2014

Ibu Menangis Lagi

kemarin malam, setelah sekian lama tidak mendengar ibu menangis
akhirnya dia meneteskan airmatanya.
meski tak kulihat namun suara dari balik hp tersebut menjelaskan bahwa ibuku sedang menangis
dengan suara parau dan terbata-bata

aku ingat 2 tahun lalu
ibu menangis saat aku pindah kos di surabaya
entah apa yang ada di pikirannya
namun aku yakin saat itu, ibu menangis karena mengkhawatirkanku
lalu kemudian setelah itu, tak pernah lagi ibu menangis saat meneleponku

hingga kemarin malam
saat mengabarkan bahwa aku ingin menikahi gadis di pulau ini
ibu kembali menangis
entah tangisan apa atau bahkan merasa seperti ditinggal nikah anak-anaknya
ibu menangis sesegukan.
aku mendengar kalimat singkat dari mulutnya
"aku tidak bisa menghadiri pernikahanmu karena terlalu jauh"

 aku sesak mendengar ucapan ibu.
sejurus kemudian, aku mengalihkan pembicaraan. mengatakan bahwa itu masih lama
kemudian bercerita tentang cucu-cucunya
ibu kembali tersenyum

aku tahu bagaimana rahasianya membuat ibu tersenyum
hanya menanyakan bagaimana kabarnya maisya.
ibu akan bercerita panjang lebar tentang ponakanku yang cerewet
tentang tingkah polahnya yang selalu membuat orang tertawa terpingkal-pingkal
ibu menceritakan itu dengan hati yang senang
itu rahasianya mengalihkan pikiran ibu dari semua masalah yang ada.

301214

No comments: