"Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali. Bagai sang surya menerangi dunia".
Lantunan lagu tersebut akrab ditelingaku tiga hari ini dari 2 orang ibu sekaligus nenek dari dua orang cucu. Penggalan lagu yang dinyanyikan secara satir oleh kedua ibu yang sudah mulai sepuh. Aku menanggkap dua makna sekaligus ketika kedua ibu tersebut secara bergantian menyanyikan kepada cucunya. Makna pertama ada ungkapan perasaan kedua ibu tersebut yang amat menyayangi kedua anaknya meskipun anak-anaknya berlaku kasar kepada mereka bahkan memperlakukan mereka layaknya pembantu. Makna kedua adalah mereka sedang mencoba menggugah perasaan kedua anaknya dengan sengaja mengeraskan lagu tersebut agar supaya anaknya sedikit lebih mengerti. Entahlah karena hanya kedua ibu tersebut yang tahu.
Berada disini berlibur selama 3 hari benar-benar mengaduk emosiku tentang relasi antara seorang ibu dan anak. Aku pun menyadari bahwa aku bukan seorang anak yang terlalu taat kepada ibu namun aku selalu berjanji tidak akan lagi menyusahkannya setidaknya kalau aku belum mampu memberikan apa-apa kepadanya.
Aku sebenarnya tidak sampai hati menuliskan kisah ini. Kisah tentang kesabaran ibu dalam menghadapi anak-anaknya. Seorang ibu yang dengan tabah merawat cucu dari anak-anaknya meski anaknya tersebut terlihat hampir memperlakukannya seperti seorang pembantu. Ibu yang dengan diamnya saat disuruh memakai masker oleh anaknya ketika mengemong cucunya. Ibu yang dengan sabar mengurus cucunya meski anaknya yang notabene adalah ibu dari cucu tersebut hanya menonton TV. Ibu yang dengan rela mengisap ingus cucunya yang aku sendiri yakin ibu dari cucunya tersebut tidak akan melakukannya.
Emosiku benar-benar terkuras dengan apa yang ada dihadapanku. pemandangan yang begitu memilukan. Aku ingin menangis karena kutahu bahwa tidak selayaknya ibu diperlakukan seperti itu. Aku bahkan harus membayangkan kapan ibu tersebut menikmati hari tuanya. mereka benar-benar merelakan hidupnya untuk kebahagiaan anaknya.
Hidup memang selalu tidak berjalan sesuai harapan. ada saja pemandangan yang membuat kita harus mengambil sisi dari sebaliknya tersebut. aku tersedu dan bayangan tentang ibuku yang mulai sepuh selalu menari-nari indah di kepalaku saat menyaksikan apa yang telah terjadi kepada kedua ibu tersebut.
271214
No comments:
Post a Comment