December 31, 2014

Malam

dari bibir yang tak mampu melafalkan doadoa
pun mata yang sudah tidak awas lagi membedakan setiap hal yang hitam
bahkan raga yang selalu bergelut dengan kelabu dunia

aku menunggu malam. menunggu sampai senja disapu malam yang kelam
aku menunggu gelap
menunggu terang yang diburamkan oleh pekatnya malam

aku ingin bercerita pada sang rembulan yang tenang
aku ingin mendamaikan hati bersamanya
melepaskan semua penat yang melekat

lelah sudah
jalan yang telah kutempuh
mungkin harus duduk sejenak

301214


No comments: