Sebelumnya Saya sudah mengumpulkan kalimat-kalimat yang menurutku baik di novel Bumi Manusia. kali ini kutipan yang ada di novel "Anak Semua Bangsa."
Orang bilang, apa yang ada di
depan manusia hanyalah jarak dan batasnya adalah ufuk. Begitu jarak ditempuh
sang ufuk menjauh. Yang tertinggal jarak itu juga. Tak ada romantika cukup kuat
untuk dapat menaklukkan dan meneggelamkannya dalam tangan-jarak dan ufuk abadi
itu. Hal. 2.
Kau harus bertindak
terhadap siapa saja yang mengambil
seluruh atau sebagian dari milikmu, sekalipun hanya segumpal batu yang
tergeletak di bawah jendela. Bukan karena batu itu sangat berharga bagimu. Azasnya
: mengambil milik tanpa ijin : pencurian ; itu tidak benar, harus dilawan
apalagi pencurian terhadap kebebasan kita selama beberapa hari ini. Hal. 5
Barangsiapa tidak tau
bersetia pada azas dia terbuka terhadap segala kejahatan ; dijahati atau
menjahati. Hal. 5
Tak sampai hati Aku
meninggalkannya dan menyerahkannya pada
jururawat tanpa meninggalinya dengan sejumput doa. Hal. 41
Seperti itulah keadaannya
sewaktu kapal memasuki selat. Aku
semakin banyak berdoa karena hanya itulah yang dapat kuusahakan, berdoa dan
berdoa. Kalau hati dan pikiran manusia sudah tak mampu mencapai lagi, bukankah
hanya pada Tuhan juga orang berseru??? Hal. 43
Pada Manusia kita harus
hadapkan kata-kata kita. Tuhan tidak pernah berpihak pada yang kalah. Hal. 54
Mama tak pernah ada
keberatan, seperti Bunda ia tidak pernah melarang. Juga seperti Bunda ; selalu
merestui asal diri berani memikul resiko dan lebih dari itu : tidak merugikan
orang lain..!! Hal.70
Teringat pada pesan Bunda
agar selalu waspada dan curiga pada siapa saja yang memuji-muji. Hal 82
Pribumi Hindia, Jawa
khususnya,yang terus menerus dikalahkan di medan perang selama ratusan tahun,
bukan saja dipaksa mengakui keunggulan Eropa, juga dipaksa merasa rendah diri
terhadapnya. Hal. 101. Ini mungkin yang mendarah daging di Masyarakat
Indonesia. Selalu merasa inferior terhadap bangsa eropa bahkan ketika ada bule,
mereka senang sekali mengajak foto bareng.
Jangan agungkan Eropa
sebagai keseluruhan. Dimanapun ada yang mulia dan jahat. Hal. 110
Apa artinya pandai kalau
tak berbahagia di rumah sendiri? Belajar bekerja juga penting-belajar membangun
kehidupan sendiri.sekolahan kan Cuma penyempurna saja? Hal. 150
Kehidupan ini seimbang
tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaannya saja, dia orang gila. Barang
siap memandang penderitaannya saja, dia sakit. Hal.265
Nyai, kalau tuan Minke tak
mampu melihat keceriaan kehidupan, bagaimana ia nanti dapat menunjukkan pada
bangsanya ; di sanalah kebahagiaan? Penderitaan ada batasnya, Nyai. Hal. 267
Selama penderitaan datang
dari Manusia, dia bukan bencana alam,dia pun pasti bisa dilawan Manusia. Hal.
271
Dengan hanya memandang manusia pada satu sisi, sisi penderitaan
semata, orang akan kehilangan sisinya yang lain.dari sisi penderitaan saja,
yang datang pada kita hanya dendam,dendam semata…. Hal.272
Mamamu bilang ; Tuhan
selalu berpihak pada yang menang. Hal. 277
Apa harus seperti pohon? Tak
kerja apa-apa tapi terus-menerus menghisap bumi? Hal. 373
Membiarkan orang yang ingin
tahu tetap dalam ketidaktahuan adalah khianat. Hal. 389
Hanya dari jerih payah
sendiri orang bisa merasai kebahagiaan. Hal. 448
Sahabat dalam kesulitan
adalah sahabat dalam segala-galanya. Jangan sepelekan persahabatan. Kehebatannya
lebih besar daripada panasnya permusuhan. Hal. 484
“kalau kemanusiaan
tersinggung,”Kommer meneruskan “ semua orang yang berperasaan dan berpikiran
waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan yang memang berjiwa criminal,
biarpun dia sarjana. Hal. 522
Mampang Prapatan, 22 04 16
