Setelah hingar bingar Piala Oscar akhir februari lalu yang dimenangi oleh Leonardo Dicaprio, gema tentang sosoknya pun ramai dibicarakan di media sosial tak ketinggalan pula film yang dibintangi Leo yang membawanya memenangi Oscar ikut bergema. Saya akhirnya ikut hanyut dalam euforia tersebut dan ingin menonton film The Revenant.
Saya salah satu penyuka Aktor ini. Entah karena dia membuatku larut dalam filmya "Titanic' di mana masa itu, saya masih suka meniru-niru aktor yang menurutku keren sehingga terbawa sampai saat ini, menyukai sosok Leo. Apatahlagi ketika beberapa waktu yang lalu, Leo menyumbangkan sejumlah isi dompetnya untuk penyelamatan hutan di Kalimantan meski hal tersebut sedikit berbau "pencitraan" karena menjelang ajang perhelatan piala Oscar yang dia salah satu menjadi nominasi. Namun lupakan tentang praduga tersebut karena toh tidak ada yang tahu niat seseorang, intinya Leo secara kasat mata peduli terhadap kelangsungan bumi dengan tindakan nyata dan memang Leo sudah dari dulu dikenal concern masalah lingkungan.
Semalam, saya menonton film The Revenant hasil donlotan dengan visual apa adanya. Saya tidak berniat untuk mereviu semua cerita tentang film tersebut karena saya yakin sudah begitu banyak orang yang mereviunya. Saya hanya ingin mengambil beberapa cerita yang menurutku menarik.
Si karismatik Leo yang berperan sebagai Hugh Glass benar-benar menyelami perannya sebagai pribadi yang menyimpan dendam terhadap pembunuh anaknya dan meninggalkannya dalam keadaan sekarat di tengah hutan belantara.
Glass mengajarkan kita bagaimana survive dengan keadaan serba terbatas. Tubuh penuh luka, ransum tidak ada ditambah lagi ancaman dari masyarakat Indian. Ah serasa dalam kandang harimau tanpa pintu keluar. Hanya semangat membalas dendam terhadap John Fitzgerald, si pembunuh anaknya yang membuat Glass tetap bertahan. Beberapa kali Glass dihadap oleh badai yang mematikan namun semangat survive Glass yang berlipat membuatnya tidak bisa dikalahkan oleh alam.
Kisah menarik lainnya adalah sosok Jim Bridger, salah satu teman Glass yang meninggalkannya di tengah hutan karena dibohongi oleh Fitzgerald bahwa Glass sudah meninggal. Anak muda ini terkenal dengan jiwa sosialnya yang tinggi. Saat perjalanan pulang berdua dengan Fizgerald, Mereka melewati pemukiman orang Indian yang sudah hancur terbakar diserang oleh sejumlah kelompok. mayat bertebaran di mana-mana namun salah satu gadis Indian ternyata masih hidup dan kelaparan. Melihat hal tersebut, Jim memberinya makanan kemudian melanjutkan perjalanan. Jim pun menolak pemberian uang sejumlah 300 Dollar karena sadar bahwa Ftzgerald telah memperlakukan secara tidak manusiawi terhadap Glass sehingga meninggal dalam kedinginan.
Jakarta, 03 03 16
Kisah menarik lainnya adalah sosok Jim Bridger, salah satu teman Glass yang meninggalkannya di tengah hutan karena dibohongi oleh Fitzgerald bahwa Glass sudah meninggal. Anak muda ini terkenal dengan jiwa sosialnya yang tinggi. Saat perjalanan pulang berdua dengan Fizgerald, Mereka melewati pemukiman orang Indian yang sudah hancur terbakar diserang oleh sejumlah kelompok. mayat bertebaran di mana-mana namun salah satu gadis Indian ternyata masih hidup dan kelaparan. Melihat hal tersebut, Jim memberinya makanan kemudian melanjutkan perjalanan. Jim pun menolak pemberian uang sejumlah 300 Dollar karena sadar bahwa Ftzgerald telah memperlakukan secara tidak manusiawi terhadap Glass sehingga meninggal dalam kedinginan.
Jakarta, 03 03 16
No comments:
Post a Comment