April 22, 2016

Anak Semua Bangsa

Sebelumnya Saya sudah mengumpulkan kalimat-kalimat yang menurutku baik di novel Bumi Manusia. kali ini kutipan yang ada di novel "Anak Semua Bangsa."

Orang bilang, apa yang ada di depan manusia hanyalah jarak dan batasnya adalah ufuk. Begitu jarak ditempuh sang ufuk menjauh. Yang tertinggal jarak itu juga. Tak ada romantika cukup kuat untuk dapat menaklukkan dan meneggelamkannya dalam tangan-jarak dan ufuk abadi itu. Hal. 2.

Kau harus bertindak terhadap siapa saja yang  mengambil seluruh atau sebagian dari milikmu, sekalipun hanya segumpal batu yang tergeletak di bawah jendela. Bukan karena batu itu sangat berharga bagimu. Azasnya : mengambil milik tanpa ijin : pencurian ; itu tidak benar, harus dilawan apalagi pencurian terhadap kebebasan kita selama beberapa hari ini. Hal. 5
Barangsiapa tidak tau bersetia pada azas dia terbuka terhadap segala kejahatan ; dijahati atau menjahati. Hal. 5

Tak sampai hati Aku meninggalkannya dan menyerahkannya pada  jururawat tanpa meninggalinya dengan sejumput doa. Hal. 41

Seperti itulah keadaannya sewaktu kapal  memasuki selat. Aku semakin banyak berdoa karena hanya itulah yang dapat kuusahakan, berdoa dan berdoa. Kalau hati dan pikiran manusia sudah tak mampu mencapai lagi, bukankah hanya pada Tuhan juga orang berseru??? Hal. 43
Pada Manusia kita harus hadapkan kata-kata kita. Tuhan tidak pernah berpihak pada yang kalah. Hal. 54

Mama tak pernah ada keberatan, seperti Bunda ia tidak pernah melarang. Juga seperti Bunda ; selalu merestui asal diri berani memikul resiko dan lebih dari itu : tidak merugikan orang lain..!! Hal.70
Teringat pada pesan Bunda agar selalu waspada dan curiga pada siapa saja yang memuji-muji. Hal 82
Pribumi Hindia, Jawa khususnya,yang terus menerus dikalahkan di medan perang selama ratusan tahun, bukan saja dipaksa mengakui keunggulan Eropa, juga dipaksa merasa rendah diri terhadapnya. Hal. 101. Ini mungkin yang mendarah daging di Masyarakat Indonesia. Selalu merasa inferior terhadap bangsa eropa bahkan ketika ada bule, mereka senang sekali mengajak foto bareng.
Jangan agungkan Eropa sebagai keseluruhan. Dimanapun ada yang mulia dan jahat. Hal. 110

Apa artinya pandai kalau tak berbahagia di rumah sendiri? Belajar bekerja juga penting-belajar membangun kehidupan sendiri.sekolahan kan Cuma penyempurna saja? Hal. 150
Kehidupan ini seimbang tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaannya saja, dia orang gila. Barang siap memandang penderitaannya saja, dia sakit. Hal.265
Nyai, kalau tuan Minke tak mampu melihat keceriaan kehidupan, bagaimana ia nanti dapat menunjukkan pada bangsanya ; di sanalah kebahagiaan? Penderitaan ada batasnya, Nyai. Hal. 267
Selama penderitaan datang dari Manusia, dia bukan bencana alam,dia pun pasti bisa dilawan Manusia. Hal. 271

Dengan  hanya memandang  manusia pada satu sisi, sisi penderitaan semata, orang akan kehilangan sisinya yang lain.dari sisi penderitaan saja, yang datang pada kita hanya dendam,dendam semata…. Hal.272

Mamamu bilang ; Tuhan selalu berpihak pada yang menang. Hal. 277
Apa harus seperti pohon? Tak kerja apa-apa tapi terus-menerus menghisap bumi? Hal. 373
Membiarkan orang yang ingin tahu tetap dalam ketidaktahuan adalah khianat. Hal. 389
Hanya dari jerih payah sendiri orang bisa merasai kebahagiaan. Hal. 448

Sahabat dalam kesulitan adalah sahabat dalam segala-galanya. Jangan sepelekan persahabatan. Kehebatannya lebih besar daripada panasnya permusuhan. Hal. 484
“kalau kemanusiaan tersinggung,”Kommer meneruskan “ semua orang yang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan yang memang berjiwa criminal, biarpun dia sarjana. Hal. 522

Mampang Prapatan, 22 04 16

No comments: