June 13, 2023

Bahagia (13)

Salah satu kata yang sering menjadi perdebatan panjang adalah "bahagia." Namun apakah kita sudah memahami apa itu bahagia? 

Konsep yang terlalu abstrak untuk didiskusikan karena sangat subjektif dan berdasarkan pengalaman pribadi setiap orang. Mungkin ada yang berpandangan bahwa definisi bahagia harus sesuai dengan ajaran agama namun apakah ada definisi yang jelas dalam pelajaran agama seperti apa bahagia itu.

Suatu waktu, saya dan beberapa teman diskusi tentang topik ini. Salah seorang teman memberikan pandangannya bahwa ketika dicermati dengan baik, padanan kata dalam Al-Quran terkait bahagia sulit ditemukan. Mungkin karena memang bahagia tersebut adalah konsep yang subjektif sehingga aturannya jelas namun perasaan bahagia sendiri itu harus dirasakan oleh masing-masing pribadi.

Menurut wikipedia bahwa kebahagiaan itu a positive and pleasant emotion, ranging from contentment to intense joy. Namun demikian apa bedanya dengan ketenangan atau mungkin konsepnya sama saja? Pertanyaan selanjutnya bahwa kondisi emosi manusia tidak konstan dan ada kalanya mereka dalam keadaan tidak tenang, kemudian apakah kondisi itu disebut tidak bahagia?

Konsep bahagia memang sangat rumit karena menyangkut konsep yang sangat abstrak dan menimbulkan perdebatan panjang antar setiap orang.

Saya sendiri meyakini bahwa hidup ini memang tempatnya berproses terus menerus karena ketika kita mencapai sebuah tujuan atau cita-cita, bukan berarti kita berhenti pada kondisi tersebut namun harus terus berproses lagi. Misalnya seorang anak yang bermimpi menjadi seorang dokter, ketika cita-citanya tercapai, bukan berarti dia berhenti dan menikmati apa yang sudah didapatkan tetapi lebih dari itu, harus bekerja lebih ekstra untuk menjalani cita-cita yang sudah diperoleh.

Hubungannya dengan bahagia apa

Nan, saya beranggapan bahwa seseroang yang mampu menjalani proses dengan baik dan maksimal maka orang itu sedang berbahagia dengan jalan hidupnya. Bahagia bukan berarti diam dan tidak melakukan apa-apa karena menemukan apa yang diimpikan namun bahagia itu menjalani semua proses dengan maksimal dan dengan sungguh-sungguh serta menikmati semua apa yang dijalani.

Bahagia juga mungkin bisa diasosiasikan dengan hati yang tenang. Seberat apapun masalah dan dinamika hidup yang sedang dijalani namun ketika hati tenang dan tidak dalam keadaan gelisah maka kita sudah menemukan kebahagiaan. Saya yakin bahwa semua orang pernah mengalami kondisi ketika hati mereka tenang dan yakin bahwa semua masalah bisa diselesaikan meskipun tetap harus berusaha untuk menyelesaikannya. Kondisi semacam itu menimbulkan kebahagiaan yang mendalam.

Keyword bahagia yaitu pengetahuan dan kesadaran, penerimaan, dan kondisi jiwa. Pengetahuan ditemukan di zaman Yunani kuno. (pak Faiz)

#13 2023

June 12, 2023

Teknik Mencatat (12)

Jangan sesekali mencatat untuk mengarsip ilmu karena pada dasarnya hanya akan membuat bingung sehingga sebaiknya catatan itu seperti percakapan dengan kita. Mencatat adalah cara untuk repositori ilmu untuk membantu kita memahami apa yang kita catat.

Saya sendiri mencoba untuk mencatat apa yang saya pahami setelah membaca buku namun beberapa dari catatan saya tersebut masih dalam bentuk arsip sehingga tidak membantu untuk meningkatkan kemampuan saya memahami apa yang saya baca.

Membaca memang bukan persoalan mudah, tidak hanya sekadar mengeja kata demi kata yang tertulis di buku atau di media apapun yang kita baca. Membaca melibatkan analisis dan pemetaan masalah yang diolah oleh otak. Ketika membaca, kita harus membayangkan dan memikirkan apa pesan yang akan disampaikan oleh penulis.

Selain itu, membaca bukan sesuatu yang tunggal artinya ketika kita membaca, maka kita tidak bisa menyamakan semua jenis bacaan. Membaca novel tidak sama ketika membaca artikel ilmiah atau buku filsafat. Membaca Puisi tidak sama ketika kita membaca buku pelajaran dan berbagai jenis tulisan lain yang harus dibedakan ketika membaca.

Itulah kenapa ketika kita membaca novel, dapat diselesaikan dengan sekali waktu dan pesan yang disampaikan dapat diingat dan tersimpan di memori sementara membaca buku-buku pelajaran harus dilakukan dengan strategi khusus dan tidak bisa dibaca tanpa memikirkan apa inti dari yang akan disampaikan penulisnya.

Seringkali ketika membaca buku pelajaran tanpa memahami pokok pembahasan, maka ketika selesai membaca, tidak ada sama sekali yang tertinggal di memori, hanya seperti angin lalu yang kemudian menguap begitu saja.

Mencatat menjadi salah satu strategi untuk memahami buku pelajaran apalagi buku karya pemikiran seorang tokoh. Ketika kita sedang mencatat poin-poin yang disampaikan maka kita seakan berdiskusi dengan diri tentang bacaan yang sedang dibaca maka tentu akan tersimpan di memori kita.

#12 2023

June 11, 2023

Lima Tahun Ke Depan (11)

Saya sedang mendengarkan ceramah Sabrang di depan para mahasiswa saat menulis ide ini. Ada satu pesan yang disampaikan Sabrang kepada para mahasiswa tentang cita-cita. Polanya bahwa dari sekarang, pikirkan dirimu akan menjadi siapa lima tahun ke depan kemudian tulis. Hal ini yang akan mengarahkan kamu lima tahun kemudian karena semua kerja yang dilakukan akan fokus untuk membentuk dirimu yang kamu bayangkan di masa depan.

Semua fokus akan diarahkan menuju apa yang sudah dibayangkan. Jika melakukan ini, apakah mendukung dirimu di lima tahun mendatang, jika melakukan sesuatu, apakah akan menghambat kamu menemui dirimu yang sudah dibayangkan sebelumnya. Ini perlu karena hanya dengan membayangkan diri di masa depan maka fokus kita akan menuju pada tujuan yang sudah digambarkan.

Saya di usia yang sudah tidak muda lagi dan sedang memulai bidang yang baru, terlalu banyak menghabiskan waktu untuk hal yang sama sekali tidak bermanfaat. saya sangat jarang menginvestasikan waktu saya untuk hal-hal yang bermanfaat sehingga diri saya sekarang merupakan manifestasi dari beberapa tahun sebelumnya.

Saya mencoba untuk memulai hal yang baru. Saat ini saya membayangkan diri saya seorang dosen di sebuah universitas ternama dengan gelar doktor dan jabatan lektor kepala. Saya juga membayangkan diri saya di lima tahun ke depan sudah mampu menerbitkan puluhan buku dengan berbagai jenisnya serta puluhan publikasi penelitian di berbagai jurnal ilmiah serta diundang sebagai narasumber di berbagai acara. Saya juga membayangkan diri saya sudah menyelesaikan kuliah S3 di luar negeri.

Saya juga membayangkan diri saya mengganti kebiasaan memegang hp dengan kebiasaan membaca buku sehingga saya merasa sangat bersalah jika tidak membaca buku setiap hari. Akhirnya di lima tahun kemudian, saya sudah membaca ratusan buku dan memahami dengan baik pesan yang ada dalam buku yang sudah saya baca.

Lima tahun bukan waktu yang lama namun bukan pula waktu yang singkat, tergantung bagaimana saya harus memanfaatkan lima tahun ini untuk benar-benar fokus pada apa yang sudah saya bayangkan saat ini. Kehilangan sedikit saja fokus akan membawa saya melenceng jauh dari apa yang sudah saya bayangkan pada diri saya di lima tahun kemudian.

Saya akan mencoba untuk mengarahkan diri saya mengerjakan semua hal yang mendukung apa yang sudah saya bayangkan saat ini.

#11 2023

June 10, 2023

Favorit Anak (10)

Saya tidak tahu sebabnya kenapa anak saya selalu mengidolakan atau memfavoritkan sesuatu yang berlawanan dengan apa yang saya suka, apapun itu. Dia mendemonstrasikan bahwa apa yang saya suka maka dia ga suka.

Misalnya klub bola. sejak 20 tahun terakhir, saya memang menyukai klub Inter Milan dan itu berlanjut sampai sekarang. Setahun terakhir, anak saya sudah paham tentang bola bahkan pengetahuan tentang bolanya jauh di atas saya ketika saya seumuran dengannya. Tentu menyenangkan ketika dia menyukai olahraga ini karena saya pun demikian, bahkan dulu waktu sma, saya bermimpi menjadi pemain sepakbola namun sama sekali tidak didukung oleh orang tua.

Kesenangannya tentang sepakbola tidak terlepas dari game dan tik-tok yang sering menampilkan apa saja tentang sepakbola. Anehnya, ketika dia mengetahui saya menyukai klub Inter Milan, dia bahkan memiliki AC Milan sebagai klub favoritnya, alasannya aneh, hanya karena saya fans Inter Milan.

Jika anak-anak yang lain selalu meniru bapaknya dalam hal apapun bahkan ada salah seorang pesohor yang anaknya sudah menjadi fans fanatik klub sepakbola yang sama dengan klub favorit bapaknya. Hal tersebut memang lumrah karena biasanya seorang anak akan mencontoh bapaknya, namun tidak demikian dengan anak saya.

Dia pengagum Lionel Messi karena pemberitaan tentang Messi yang sedang di puncak kepopulerannya. Namun sesuka apapun dia terhadap Messi, katanya jika saja Messi pindah ke Inter Milan, dia akan mengganti pemain idola. Dia sepertinya melakukan segala cara agar apa yang saya sukai tidak sama dengan apa yang dia sukai.

Beberapa hari yang lalu, saya membelikannya buku tentang Moh. Salah. Dalam buku tersebut, tertulis beberapa kali Inter Milan dan apa yang terjadi? dia tidak mau membaca bagian yang tertulis Inter Milan. Benar-benar lucu melihat anak saya yang berusaha untuk selalu berbeda dengan saya tetapi sebuah berkah karena sejatinya, anak mempunyai hidupnya sendiri.


Aneh memang. Di saat seorang anak selalu mengikuti idola bapaknya, anak saya malah memilih jalur berbeda. Entah apa sebenarnya yang menjadi alasan dibalik setiap hal yang diambil yang harus berlawanan dengan saya. 

Semoga cuma klub favorit.

#10 2023

June 9, 2023

Kurang Maksimal (9)

Setelah melewati 16 kali pertemuan di kelas, akhirnya hari ini merupakan pertemuan terakhir karena minggu depan sudah masuk jadwal ujian. Pengalaman baru yang saya yakin akan memberikan dampak terhadap perkembangan diri saya dalam berbagai hal termasuk bagaimana bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan meskipun tidak diawasi secara ketat.

Tidak terasa, beberapa bulan yang lalu sebelum masuk semester, saya harus berkutat dengan RPS untuk membuat jadwal pertemuan kelas. Sebuah langkah awal untuk benar-benar menjadi seorang akademisi karena tidak hanya dituntut untuk bisa mengajar namun juga harus bisa menyelesaikan kerja-kerja administratif sebagai penunjang pengajaran.

Saya sadari bahwa masih terlalu banyak kekurangan yang saya lakukan karena berangkat dari pemahaman yang belum mumpuni dalam hal bidang akademisi. Kekurangan tersebut harusnya menjadi motivasi bagi saya untuk lebih bekerja keras mencapai level yang diinginkan oleh dunia pendidikan, selain tentunya sebagai ajang eksistensi diri saya di bidang yang baru saya jalani.

Kekurangan yang saya maksud tentu berawal dari penyusunan schedule yang belum matang dan beberapa kali saya ubah saat proses perkuliahan sudah berlangsung. Filosofi dasarnya masih belum matang sehingga saya hanya meraba-raba apa yang harus saya ajarkan.

Selanjutnya terkait mata kuliah yang sama sekali bukan bidang kajian saya. Mata kuliah tersebut terpaksa saya handle karena kurangnya tim pengajar di prodi ini meskipun saya sadari bahwa tidak ada dasar pengetahuan saya di mata kuliah tersebut. Saya harus mengeluarkan energi yang besar untuk mempelajari bahan mata kuliah sebelum masuk kelas.

Saya juga masih merasa sangat kurang dalam menyampaikan materi perkuliahan. Mungkin karena pengalaman yang masih sangat kurang sehingga saya masih merasa belum menemukan pola untuk menjadi figur pendidik yang benar-benar ideal bagi para mahasiswa. Kekurangan ini yang paling urgen untuk saya perbaiki karena tupoksi saya adalah menyampaikan materi di kelas.

Masih banyak kekurangan lain yang harus saya perbaiki dalam berbagai hal namun saya yakin bahwa ini tidak akan menyurutkan tekad saya untuk tetap bertahan di dunia yang sudah saya pilih. Dunia yang memang sangat berbeda dengan bidang yang saya jalani selama 11 tahun terakhir.

#9 2023

June 8, 2023

Muntah (8)

Sehari setelah berangkat ke Bandung, istri saya mengabari bahwa putra saya muntah beberapa kali bahkan dalam 3 jam sekali. Kemungkinan dia makan sesuatu yang tidak bersih sehingga semua isi perutnya keluar tak tertahankan. Saya yang jauh dari jangkauannya hanya merapalkan doa agar segera pulih.

Ini merupakan kesekian kalinya putra saya sakit ketika saya jauh, bahkan dulu saat masih bekerja sebagai seorang auditor di perusahaan swasta, putra saya seringkali sakit bertepatan ketika saya sedang tugas keluar daerah. Sepertinya dia sakit ketika saya tidak ada di rumah, mungkin merasakan bahkan ketika saya ada, toh yang mengurus segalanya ibunya.

Oh iya, kemarin saat sakit bertepatan juga dengan jadwal istri saya harus keluar kota dalam rangka tugas kantor, alhasil istri saya membatalkan tugasnya dan meminta dispensasi untuk tidak berangkat karena tidak ada yang mengurus putra saya.

Dua hari berlalu, mualnya belum jua berlalu bahkan untuk makan pun hanya sedikit sementara saat kondisi sehat, anak saya doyan makan apa saja. Saya menduga bahwa mungkin masih efek dari kondisi badannya minggu sebelumnya ketika dia diajak liburan ke Bandung dan berenang sepuasnya di kolam renang hotel.

Saat renang, dia beberapa kali dengan tidak sengaja menelan air kolam karena baru belajar renang. Saya kira air tersebut yang baru bereaksi sehingga pada akhirnya dia muntah ketika sudah tiba di rumah.

Mendengar anak sakit ketika jauh merupakan sesuatu yang yang menyiksa karena tidak bisa merawatnya atau sekadar menemaninya untuk memulihkan kondisinya. Jarak memang seringkali menyiksa ketika mengingat keluarga yang ada di rumah.

#8 2023

June 7, 2023

Hanya 1 Mahasiswi (7)

Hari ini saya hanya sekitar lima menit di kelas. Bukan karena malas namun karena hanya ada satu mahasiswa yang hadir di kelas dan itu mahasiswi. Ada rasa bersalah hanya mengajar di kelas 10 menit namun karena dengan pertimbangan yang lain, maka saya putuskan untuk mengakhiri kuliah lebih cepat. Seandainya yang datang seorang mahasiswa meskipun satu, mungkin saya akan tetap melanjutkan perkuliahan sampai selesai.

Memang seharusnya jadwal perkuliahan jam 1 siang namun inisiatif para mahasiswa untuk memajukan jadwal kuliah menjadi jam 10 pagi karena jadwal kuliah pagi hanya diberikan penugasan oleh dosennya. Saya menyepakati usulan mereka agar lebih efektif dan mereka tidak terlalu sore pulang kampus.

Saya tipe orang yang selalu berusaha untuk tepat waktu sehingga sebelum jam 10, saya sudah menunggu di kelas. Selang 10 menit berlalu, ada satu mahasiswi yang datang namun tidak ada tanda-tanda kedatangan mahasiswa lain. Saya menanyakan kepada si mahasiswi tetapi dia juga tidak dikabari oleh teman-temannya.

Saya memberikan kompensasi menunggu 10 menit lagi, jika tidak ada lagi yang datang maka saya hanya akan memberikan kisi-kisi UAS. Sesungguhnya saya ingin tetap mengajar namun pertimbangan hal yang kurang etis ketika hanya berdua dengan seorang mahasiswi di kelas maka saya memutuskan untuk tidak melanjutkan kelas.

Saya juga berpatokan pada pedoman akademik yang sudah ditetapkan dan sudah disosialisasikan kepada seluruh mahasiswa bahwa toleransi keterlambatan hanya 15 menit dari jadwal yang sudah disepakati sementara saya sudah menunggu hampir 30 menit.

#7 2023

June 6, 2023

Jodoh dan Harta (6)

Alkisah seorang ibu paruh baya berasal dari desa kecil di Jawa Timur, memiliki lima saudara kandung yang mayoritas dari mereka sukses dalam ukuran finansial. Kesuksesan tersebut membuatnya seperti kehilangan identitas ke-jawa-annya yang dikenal sederhana bahkan dalam memandang seseorang, patokannya adalah kesuksesan dalam hal materi.

Salah seorang keponakannya, putri bungsu dalam kakak sulungnya, menikah dengan seorang pria yang secara finansial berada di bawah level mereka. Pernikahan mereka sudah berlangsung sejak dua tahun lalu dan sudah dikaruniai seorang anak. Mereka hidup bahagia di kampung dengan seorang putri mereka. Meskipun pekerjaan mereka dianggap tidak selevel dengan saudara-saudaranya yang lain.

Ibu paruh baya yang tinggal di kota besar dengan harta yang melimpah, ternyata masih belum menerima kenyataan kenapa kakak sulungnya sudi menerima pinangan seorang pria yang tidak sederajat dengan mereka dalam hal materi. Dia memendam rasa tersebut dan diceritakan kepada kakak perempuannya yang lain tentang ketidaksetujuannya.

Si ibu paruh baya memang memiliki harta yang lumayan dapat memenuhi kebutuhan maupun keinginannya apalagi tanggungannya hanya satu anak sehingga tentu level ekonominya di atas rata-rata. Dia bisa membeli apa yang disukai tanpa harus mengkalkulasi kebutuhan lain. Mungkin apa yang dia rasakan menjadi standar bagi orang lain sehingga dia memandang orang lain berdasarkan kalkulasi materi sesuai dengan yang dia rasakan.

Sebenarnya tidak ada yang salah ketika si ibu menggunakan standar materi untuk memandang orang lain namun sudah menjadi persoalan ketika standarnya tersebut mulai dipaksakan kepada orang lain termasuk juga keponakannya. Semua orang memiliki standar hidup masing-masing sehingga kita tidak boleh memaksakan standar hidup kita pada kehidupan orang lain.

Semua orang menjalani hidupnya dengan kesunyian masing-masing serta menetapkan standar hidup yang dijalani. Alangkah piciknya kita jika memaksakan standar kita kepada orang lain.

#6 2023

June 5, 2023

Baca Buku (5)

Juni sudah memasuki minggu pertama dan bulan ini juga menandakan separuh tahun ini sudah terlewati dengan berbagai dinamikanya. Berbagai kekhawatiran yang muncul di pikiran pada awal tahun ternyata tidak terjadi. Hidup berjalan dengan baik-baik saja. Kita terlalu banyak memikirkan sesuatu yang belum terjadi sehingga semua nampak seperti tragedi.

Namun demikian, jika tidak menetapkan sebuah target pada bulan yang akan dilalui maka nantinya waktu yang dijalani akan banyak tersita untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Demikianlah di Juni ini, saya sangat ini memaksa diri saya untuk lebih giat lagi membaca buku karena minggu lalu, saya sudah membeli stok buku bacaan di pameran buku BBW.

Baca buku tentu hanya satu dari sebagian hal bermanfaat yang ingin saya capai di bulan ini, termasuk juga produktivitas dalam menulis. Saya masih punya janji pada diri sendiri untuk menyelesaikan buku mandiri yang merupakan kumpulan tulisan reflektif. Selain itu, penelitian saya juga masih dalam tahap awal dan belum ada progres sama sekali.

Saya pernah membaca sebuah cerita tentang seseorang yang mampu membaca sekitar 60 buku dalam setahun. Jumlah yang menurut saya sangat fantasis dan ingin saya tiru. Bukan untuk gaya-gayaan namun saya meyakini bahwa membaca buku pasti akan memberikan dampak positif terhadap seseorang meskipun mungkin hanya sendikit.

Tentu sumber pengetahuan tidak hanya dari buku namun setidaknya bagi saya yang tidak punya kelebihan apa-apa, harus lebih banyak berusaha untuk memperoleh pengetahuan salah satunya dengan membaca buku dan menulis. 

Di minggu pertama, saya sudah menyelesaikan buku berjudul "Dilarang Mengutuk Hujan." Tulisan ringan yang ditulis oleh mentor saya di sebuah kelas kepenulisan. Meskipun hanya sekitar 166 halaman namun setidaknya bisa jadi awal yang baik untuk menuntaskan beberapa buku yang sudah saya beli. Ada beberapa buku prioritas yang harus saya selesaikan seperti bukunya Jared Diamond.

Buku "Dilarang Mengutuk Hujan" merupakan kumpulan tulisan reflektif tentang kehidupan sehari-hari. Sebagian dari tulisan itu sudah saya baca sebelumnya namun ada beberapa tulisan yang belum saya baca. Saya akui kemampuan story telling si penulis mengagumkan. Dulu saat ikut di kelasnya, dia selalu menyarankan untuk membuka sebuah tulisan dengan bercerita karena mayoritas pembaca lebih suka membaca cerita kehidupan sehari-hari.

Selain kemampuan bercerita, sudut pandang yang disodorkan juga selalu tidak terduga. Saya rasa ini yang menjadi keunggulan tulisan-tulisannya sehingga laris manis karena pembaca suka dengan tulisan yang memuat sudut pandang berbeda dengan yang lain. Mungkin saya topik yang diangkat sama namun perbedaan sudut pandang dalam melihat masalah yang membedakannya.

Sudut pandang ini pula yang kemudian saya pelajari dan saya asah di setiap tulisan saya meskipun terkadang masih terjerat di sudut pandang common sense. Memang bukan pekerjaan mudah untuk menemukan novelty dalam menulis sudut pandang.

#5 2023

June 4, 2023

Keringat Bercucuran (4)

Sejak pagi, saya merasa sangat gerah sementara sudah di depan kipas angin. Rasanya angin yang dihembuskan dari kipas juga terasa panas. Ternyata memang Jakarta sedang panas hari ini. Ketika iseng mengecek suhu, ternyata mencapai 33°C di malam hari.

Saya membayangkan betapa tersiksanya masyarakat India beberapa bulan lalu ketika dilanda cuaca ekstrim yang mencapai suhu 47°C. Tidak mengherankan jika suhu bumi yang tidak bersahabat menyebabkan beberapa orang meninggal di India karena tidak kuat menahan panas matahari. Bahkan menurut berita detik.com yang dipublikasikan tanggal 26 April 2023 bahwa setidaknya korban gelombang panas mencapai sekitar 24 ribu jiwa. Sebuah angka kematian yang cukup tinggi.

Gelombang panas semacam itu juga sangat rawan menyebabkan kebakaran di mana saja termasuk di hutan yang ditumbuhi pepohonan. Suhu bumi yang panas tidak serta merta datang begitu saja dari tempat entah berantah namun ada hukum kausalitas yang terjadi antara aktivitas manusia dengan suhu bumi yang sekarang memasuki fase kritis.

Global Warming

Diskursus tentang pemanasan global sudah sangat familiar bagi saya sejak saya kuliah di tingkat sarjana. Global warming memang menjadi kajian paling populer bagi para aktivis lingkungan karena dampaknya yang cukup membahayakan bagi keberlanjutan hidup manusia. Namun tidak dengan kelompok antroposentris yang menganggap bahwa inti kehidupan itu ada pada manusia dan semua yang ada di bumi ini ditujukan untuk kebutuhan manusia.

#4 2023

June 3, 2023

Buku (3)

Entah sejak kapan saya benar-benar terobsesi atas buku-buku meskipun pada dasarnya saya bukan seorang yang kutu buku dan bisa duduk berjam-jam untuk menyelesaikan bacaan. Namun demikian buku selalu mendapat tempat paling utama di setiap prioritas saya sehingga jika ada pameran buku maka saya suka mengunjungi dengan melihat tumpukan buku yang selalu menyisakan pengalaman menyenangkan.

Jika sebagian orang lain menyenangi pakaian branded, handphone terbaru atau barang lain yang mendatangkan kebahagiaan ketika memilikinya, maka saya menaruh perasaan yang sama pada buku. Saya bisa menghabiskan uang untuk membeli buku meskipun nantinya buku tersebut akan berakhir di rak saya dan hanya sesekali disentuh.

Sejak minggu lalu sampai tanggal lima lusa, Book Bad Wolf kembali hadir di BSD Tangerang. Tentu pameran buku ini selalu menjadi tujuan wajib saya setiap tahun meskipun jarak tempuh dari rumah mencapai 30 km. Berbagai jenis buku baik impor maupun lokal berserakan di sana dengan harga yang jauh sangat murah dibandingkan ketika membeli di gramedia.

Pameran BBW merupakan pameran buku terbesar di Asia Tenggara yang diinisiasi oleh pasangan suami istri Andrew Yap dan Jacqueline Ng. Pameran ini pertama kali diadakan pada tahun 2009 di Malaysia. Pameran buku yang membantu pencinta buku untuk menambah koleksi buku mereka.

Entah sejak tahun berapa saya selalu setia mendatangi pameran buku ini setiap tahun dan tentu saya selalu membawa banyak buku sepulang dari sana. Buku-buku incaran saya tentu genre sosial politik yang cukup banyak menyediakan stok. Selain itu, saya selalu membeli buku impor sebagai koleksi dan sesekali untuk mengasah kemampuan literasi bahasa asing.

Tahun ini, BBW hadir lebih cepat karena seingat saya, tahun lalu diadakan pada bulan November artinya belum genap setahun. Tahun lalu, saya lupa membeli berapa buku namun seingat saya bahwa saya berhasil membeli dua buku sejarah Arab pra Islam dan buku impor yang cukup tebal, "Shadow War."

Kali ini, saya kembali ke sana dengan naik motor dengan perjalanan hampir sejam. Saat memasuki aula pameran, saya merasa bahwa suasananya tidak seramai tahun lalu. Saya mengitari setiap tumpukan buku selama hampir 3 jam sebelum membeli beberapa buah buku yang menurut saya menarik. Saya menghabiskan sekitar 475 ribu dengan berhasil membawa buku-buku pilihan. Tentu jauh lebih sedikit dari sebagian orang yang memborong buku dengan jumlah yang banyak.

Sejak pindah kerja dengan gaji yang jauh lebih rendah dari gaji di pekerjaan sebelumnya, saya selalu berusaha untuk berhemat karena tidak ada pemasukan tambahan namun ketika berkunjung ke pameran buku, hasrat membeli buku tidak bisa saya bendung. Saya selalu menghabiskan banyak uang untuk membayar buku-buku yang menarik perhatian saya.

Demikianlah persinggungan saya dengan buku-buku. Semoga tetap ada rezeki untuk melanjutkan membeli buku dan memenuhi rumah dengan tumpukan buku.

#3 2023

June 2, 2023

Goes to Bandung (2)

Libur panjang kali ini saya tidak pulang karena istri dan anak saya yang datang ke Bandung. Kami memang sudah merencanakan jauh hari untuk liburan bersama meskipun memang cuma sehari namun minimal menuntaskan janji kepada anak yang sudah diucapkan. Biasanya bukan pada durasi lama waktunya namun pada momen yang nantinya akan diingat olehnya. 

Kemarin pagi, istri dan anak berangkat dari Jakarta menggunakan travel langganan saya. Pertimbangannya karena pool travel tersebut sangat dekat dari rumah sehingga tidak terlalu tergesa-gesa ketika akan berangkat apalagi tidak ada saya yang menemani mereka. Selain itu, pengalaman saya selama menggunakan travel tersebut selalu berangkat on time karena unitnya banyak dan sudah terjadwal sehingga meskipun penumpang sedikit, tetap berangkat sesuai jadwal.

Perkiraan saya, perjalanan mereka di sepanjang jalan tol akan berjalan lancar karena berhubung hari libur yang tentunya orang-orang sudah berangkat malam sebelumnya. Namun ternyata tidak demikian adanya, mereka menghabiskan empat jam lebih di travel sementara normalnya tiga jam saja. 

Saya berangkat lebih awal ke tempat pemberhentian travel agar mereka tidak menunggu lama. Saat akan menutup pagar, jari saya kejepit pagar yang lumayan membuat jari manis saya menghitam dan nyeri. Saya bahkan harus mengatur nafas sebelum mengunci pagar karena sakitnya terasa di sekujur tubuh bahkan ngilunya seperti menular ke dada.

Setiba di pool travel, ternyata mereka masih di tol dan saat dicek di map, masih sekitar sejam lagi. Saya memutuskan untuk pergi ke Togamas terdekat untuk menunggu sambil melihat-lihat buku. Saya tertarik dengan bukunya Neil Postman yang berjudul "Matinya Pendidikan" sehingga saya memutuskan untuk membelinya dengan harga 65 ribu.

Sekitar sejam menunggu di Togamas, saya kemudian kembali ke pool travel dan menunggu sebentar kemudian travel yang mereka tumpangi tiba. Travel cukup penuh karena ada rombongan mahasiswa dari Jakarta ke Bandung.

Saya sengaja mengikuti jalur yang setiap minggu saya lewati agar istri dan anak saya tahu jalur yang selalu saya lewati. Sebelum ke hotel, kami melewati kos saya kemudian lewat di depan kampus lalu mampir di masjid tempat saya sering salat. Saya sengaja mengelilingi tempat-tempat itu agar istri dan anak tahu rutinitas saya setiap minggu.

Setelah salat zuhur, kami mengitari sepanjang jalan Palasari untuk mencari makan namun ternyata tidak ada yang pas. Kami memutuskan untuk menuju rumah makan ibu Imas yang menjadi favorit wisatawan lokal. Saya menduga bahwa kemungkinan besar akan ada antrian panjang karena biasanya, warung tersebut ramai di waktu makan siang.

Benar saja dugaan saya, jalan menuju warung padat merayap bahkan kendaraan tidak bisa bergerak. Saya memutuskan mengambil jalur trotoar untuk sampai di depan warung. Namun sialnya, ternyata warung penuh dan terlihat antrian pengunjung yang mengular. Kami memutuskan untuk makan di warung depan yang tidak terlalu ramai.

Setelah menuntaskan urusan perut, kami segera menuju hotel golden flower di kawasan jalan Asia Afrika. Dari luar terlihat hotel sudah tua dan kami sudah pesimis padahal harganya di atas standar. Ketika memasuki lobi hotel, kami baru sadar bahwa bangunan yang terlihat tua hanya bangunan samping dan hotelnya cukup baik.

Rutinitas anak saya jika di hotel apalagi kalau bukan renang. Dia sudah menagih janji untuk renang namun kami memutuskan untuk renang setelah salat asar. Selain agar tidak terpotong salat juga agar matahari tidak terlalu panas.

Di kolam renang, dia menemui dunianya dan semua beban hilang. Dia bisa berjam-jam di kolam renang jika dibiarkan apalagi ada kolam buat anak-anak yang tidak mengharuskan saya untuk terus memantaunya. Dia bisa bermain air sendiri sepuasnya.

Malam hari, kami keluar mencari makan dan ujung-ujungnya berakhir di mall tepatnya di TSM. Mereka makan ayam goreng sementara saya hanya makan kentang karena memang di malam hari, saya sudah lama tidak makan nasi. Setelah semua makan malam tandas, kami menyempatkan mampir di rumah salah seorang rekan saya yang dari minggu lalu tidak masuk karena sakit. Ternyata dia sudah mendingan dan sudah bisa duduk. Kami kembali ke hotel sekitar jam sembilan malam.

Rutinitas pagi tentu kembali ke kolam renang. cukup dingin namun karena ini hari terakhir di hotel maka anak saya tetap saja menikmati air yang dingin. Dia bahkan tidak mau berhenti padahal sudah berjam-jam berendam di air.

Setelah renang, kami menikmati sarapan pagi di hotel dengan makanan yang lumayan enak meskipun tidak terlalu variatif. Ada aneka roti dan buah-buahan. Namun lauknya hanya tersisa gorengan, capcay dan ayam kuah. Biasanya dengan harga hotel seperti itu, sarapannya lebih banyak dengan aneka makanan yang tersedia.

Setelah makan, kami kemudian cek out dan bersiap ke toko oleh-oleh untuk membeli beberapa makanan ringan. Jadwal travel pulang masih lama sehingga kami masih memiliki waktu luang untuk mengitari kota Bandung karena banyak spot tempat yang belum kami kunjungi. Tiga tahun lalu, kami pernah ke Bandung namun seingat saya hanya beberapa tempat yang kami datangi.

Setelah membeli oleh-oleh dan sandal untuk anak saya karena sebelumnya sandalnya hilang di hotel, istri saya memberikan ide untuk mereschedule jadwal kepulangan karena waktu masih lama sementara kami sudah tidak punya agenda lagi. Saya setuju dengan usulannya sehingga kami bergegas ke kantor travel untuk menanyakan kursi yang masih tersedia di keberangkatan jam 4 sore. Oh iya, sebelumnya jadwal keberangkatan kami jam setengah tujuh malam.

Ternyata masih ada kursi kosong sehingga kami memutuskan untuk pulang lebih awal. Perjalanan pulang relatif lancar dan kami tiba di rumah tepat jam setengah delapan malam.

#2 2023

June 1, 2023

1 Juni (1)

Pancasila disepakati sebagai dasar negara bangsa ini yang memuat lima poin penting sebagai bentuk kesepakatan bersama untuk menjalankan negara. Maknanya sangat filosofis sehingga jika tidak diseriusi untuk dikaji maka hanya sekadar lima tulisan biasa yang tertera di dengan burung Garuda yang biasanya dipasang di ruang kelas. 

Bicara tentang pancasila maka tidak bisa dilepaskan dari sosok Soekarno yang memang menjadi figur penting dalam meletakkan pancasila sebagai dasar negara dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Dalam beberapa literatur, disebutkan bahwa pidato Soekarno tentang pancasila terjadi spontan meskipun tentu tidak bisa divalidasi karena sosok pemimpin besar seperti Soekarno pasti sudah melakukan refleksi mendalam sebelumnya.

"Saudara-saudara, dasar-dasar negara telah saya usulkan. Lima bilangannya, inikah panca dharma? bukan! nama panca dharma tidak tepat di sini. Dharma berarti kewajiban, sedang kita membicarakan dasar. Saya senang kepada simbolik. Simbolik angka pula. Rukun Islam lima jumlahnya. Jari kita lima setangan."

Untuk menyempurnakan rumusan Pancasila tersebut maka dibentuk suatu panitia yang dikenal dengan panitia sembilan beranggotakan golongan nasionalis antara lain Ir Soekarno, Muhammad Hatta, AA Maramis, Achmad Soebardjo, dan Mohammad Yamin. Sementara golongan Islam diwakili Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim dan  Abdul Kahar Muzakir.

Perdebatan tentang butir-butir pancasila menemui puncaknya ketika redaksi pada poin pertama yang menimbulkan perdebatan panjang, meskipun pada akhirnya kemudian disepakati untuk menghilangkan sebagian redaksi yang dianggap eksklusif terhadap salah satu agama mayoritas di negeri ini.

Sampai saat ini, dihapusnya sebagian redaksi di sila pertama masih menimbulkan perdebatan panjang antara kelompok Islam dan Nasionalis. Sebagian kelompok Islam yang skriptualis menganggap bahwa dihilangkannya redaksi tersebut merupakan upaya dari beberapa kelompok untuk mendelegitimasi peran umat Islam dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan merugikan umat Islam karena tidak bisa menerapkan syariat Islam.

Sementara kelompok nasionalis sepakat dihapuskannya tujuh kata di sila pertama karena terkesan merupakan eksklusivitas bagi umat Islam dan dikhawatirkan akan menjadi alat untuk mendiskriminasi umat agama lain.

Terlepas dari itu, Pancasila sudah disepakati menjadi dasar negara yang kemudian akan selalu dijadikan rujukan meskipun mungkin masih ada kritikan dari kelompok yang tidak sepakat dengan beberapa poin yang ada di Pancasila.

Ada yang menarik tentang Pancasila bahwa kata tersebut muncul dari refleksi Soekarno di bawah pohon ketika diasingkan di Ende dalam kurun waktu 1934-1939, sementara burung Garuda yang dijadikan simbol Pancasila pada dasarnya merupakan hewan fiktif yang sebenarnya tidak pernah ada. Simbolis burung Garuda hanya sebagai sebuah bentuk keperkasaan negara melalui simbolis yang gagah.

Yudi Latif yang merupakan salah seorang pakar aliansi kebangsaan serta merupakan dosen saya di Paramadina, menjelaskan bahwa Pancasila merupakan titik temu antara semua identitas yang ada di Indonesia termasuk titik temu agama dan ideologi. Konsep titik temu sangat akrab di telinga saya sebagai salah seorang alumnus universitas Paramadina karena konsep tersebut sering digaungkan oleh almarhum Cak Nur.

Begitulah sebuah negara berjalan sesuai cerita masing-masing. Generasi muda harus paham bahwa niatan dari para pendiri bangsa adalah bagaimana melihat negeri ini maju sehingga ketika melontarkan kritikan bukan ditujukan kepada sosok namun lebih pada kebijakan publik yang mungkin dianggap tidak sesuai dengan apa yang sudah disepakati.

#1 2023