June 3, 2023

Buku (3)

Entah sejak kapan saya benar-benar terobsesi atas buku-buku meskipun pada dasarnya saya bukan seorang yang kutu buku dan bisa duduk berjam-jam untuk menyelesaikan bacaan. Namun demikian buku selalu mendapat tempat paling utama di setiap prioritas saya sehingga jika ada pameran buku maka saya suka mengunjungi dengan melihat tumpukan buku yang selalu menyisakan pengalaman menyenangkan.

Jika sebagian orang lain menyenangi pakaian branded, handphone terbaru atau barang lain yang mendatangkan kebahagiaan ketika memilikinya, maka saya menaruh perasaan yang sama pada buku. Saya bisa menghabiskan uang untuk membeli buku meskipun nantinya buku tersebut akan berakhir di rak saya dan hanya sesekali disentuh.

Sejak minggu lalu sampai tanggal lima lusa, Book Bad Wolf kembali hadir di BSD Tangerang. Tentu pameran buku ini selalu menjadi tujuan wajib saya setiap tahun meskipun jarak tempuh dari rumah mencapai 30 km. Berbagai jenis buku baik impor maupun lokal berserakan di sana dengan harga yang jauh sangat murah dibandingkan ketika membeli di gramedia.

Pameran BBW merupakan pameran buku terbesar di Asia Tenggara yang diinisiasi oleh pasangan suami istri Andrew Yap dan Jacqueline Ng. Pameran ini pertama kali diadakan pada tahun 2009 di Malaysia. Pameran buku yang membantu pencinta buku untuk menambah koleksi buku mereka.

Entah sejak tahun berapa saya selalu setia mendatangi pameran buku ini setiap tahun dan tentu saya selalu membawa banyak buku sepulang dari sana. Buku-buku incaran saya tentu genre sosial politik yang cukup banyak menyediakan stok. Selain itu, saya selalu membeli buku impor sebagai koleksi dan sesekali untuk mengasah kemampuan literasi bahasa asing.

Tahun ini, BBW hadir lebih cepat karena seingat saya, tahun lalu diadakan pada bulan November artinya belum genap setahun. Tahun lalu, saya lupa membeli berapa buku namun seingat saya bahwa saya berhasil membeli dua buku sejarah Arab pra Islam dan buku impor yang cukup tebal, "Shadow War."

Kali ini, saya kembali ke sana dengan naik motor dengan perjalanan hampir sejam. Saat memasuki aula pameran, saya merasa bahwa suasananya tidak seramai tahun lalu. Saya mengitari setiap tumpukan buku selama hampir 3 jam sebelum membeli beberapa buah buku yang menurut saya menarik. Saya menghabiskan sekitar 475 ribu dengan berhasil membawa buku-buku pilihan. Tentu jauh lebih sedikit dari sebagian orang yang memborong buku dengan jumlah yang banyak.

Sejak pindah kerja dengan gaji yang jauh lebih rendah dari gaji di pekerjaan sebelumnya, saya selalu berusaha untuk berhemat karena tidak ada pemasukan tambahan namun ketika berkunjung ke pameran buku, hasrat membeli buku tidak bisa saya bendung. Saya selalu menghabiskan banyak uang untuk membayar buku-buku yang menarik perhatian saya.

Demikianlah persinggungan saya dengan buku-buku. Semoga tetap ada rezeki untuk melanjutkan membeli buku dan memenuhi rumah dengan tumpukan buku.

#3 2023

No comments: