May 13, 2023

Rumah Tangga (13)

Sepanjang perjalanan dari Bandung ke Jakarta, ada rasa pilu setelah mendengar cerita dari teman. Cerita yang sangat privasi namun membuat saya merasa bahwa semua orang, hidup dengan kesunyian masing-masing. Tentu dengan porsi yang berbeda sesuai dengan kemampuan seseorang untuk melewatinya dan bagaimana dia merespon apa yang terjadi pada dirinya.

Pernikahan bukan hanya masalah selangkangan, itu yang selalu saya bilang tentang hakikat pernikahan itu. Ada begitu banyak dinamika yang mengiringi kehidupan dua orang yang berbeda dan memutuskan untuk hidup bersama.

Tidak berhenti di situ, di suatu sore menjelang pulang. Salah seorang rekan kerja bercerita tentang istrinya yang tidak pernah menghargai pekerjaannya sebagai seorang pengajar di universitas bahkan mirisnya, si istri menjadikan profesinya sebagai contoh negatif ke anaknya. Rekan saya merasa bahwa selama berumah tangga, istrinya tidak menghargainya.

Saya orang yang tidak terlalu suka menceritakan masalah rumah tangga ke orang lain, namun tentu saya tidak menyalahkan teman dan rekan kerja saya yang menceritakan masalahnya karena setiap orang memiliki mekanisme sendiri untuk mengurangi penderitaan yang dimilikinya selama niatnya untuk memperbaiki.

Saya pun tentu mempunyai persoalan rumah tangga yang harus saya kompromikan setiap saat meskipun dengan energi yang cukup besar tetapi tidak lantas kemudian membuat saya untuk merasa bahwa saya yang paling menderita karena setelah mendengar dua teman saya yang curhat mengenai persoalan rumah tangganya, maka saya merasa apa yang sedang saya jalani masih lebih ringan dari persoalan mereka.

Tidak sedang membandingkan namun hal tersebut merupakan cara saya untuk mensyukuri hidup saya yang sedang saya jalani saat ini.

Pernah suatu waktu sebelum menikah dan sedang menggandarungi bacaan tentang pernikahan, saya begitu optimis untuk mempraktikkan semua teori yang saya baca tentang kehidupan rumah tangga, termasuk bagaimana mendidik anak. Setelah menikah, semua teori yang sudah saya konsumsi menguap tak berbekas dan menjalani rumah tangga adalah proses panjang untuk berkompromi dengan pasangan, tentu dengan batas-batas tertentu.

# 13 2023

May 12, 2023

How We Deal the Problem (12)

Masalah merupakan keniscayaan dalam hidup bahkan ada yang mengatakan bahwa hidup itu sendiri adalah masalah. Jika seseorang sudah tidak memiliki masalah maka orang tersebut sudah tidak hidup lain. Sekecil apa pun masalahnya namun yang pasti setiap orang mempunyai masalah yang dihadapinya. Hanya saja masing-masing orang memiliki kemampuan berbeda untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi.

Saya termasuk orang yang tidak terlalu pintar dalam mengatasi masalah karena masih sering terbersit dalam hati untuk lari dari masalah sementara saya meyakini bahwa masalah itu bukan untuk dihindari tetapi dihadapi dan diselesaikan dengan kemampuan yang kita miliki. Semakin dihindari maka biasanya masalah yang lebih besar akan menghampiri.

Salah satu isu umum bagi para karyawan ketika mengajukan resign karena adanya masalah dalam pekerjaan mereka. Resign dengan alasan menghindari masalah merupakan sebuah keputusan yang keliru karena pastinya di setiap pekerjaan yang akan dijalani di lain waktu, masalah selalu muncul dan menghindari masalah bukan keputusan bijak.

Saya menulis tentang masalah karena ingin mengingatkan diri sendiri untuk tidak terlalu sering menghayal lari dari masalah setiap ada masalah yang dihadapi. Saya merasa sangat kerdil ketika terdapat masalah, saya selalu membayangkan untuk kembali ke kampung halaman dan hidup damai sementara tidak demikian adanya. Kita benar-benar kembali pun, mungkin saja masalah yang akan saya hadapi lebih besar lagi.

Lalu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi masalah? Tentu berusaha untuk mencari solusi terbaik dan berdoa semoga diberi kekuatan karena masalah yang ada memang seringkali menguras habis spritual seseorang dan mencampakkan ke kondisi futur.

Saya bisa memastikan bahwa seseorang yang terlalu sering menghindari masalah tidak pantas menjadi pemimpin bahkan di skala terkecil sekali pun. Salah satu ciri orang yang menghindari masalah adalah menyalahkan orang lain ketika ada masalah. Pemimpin yang baik adalah mereka yang berani menghadapi masalah dalam organisasinya tanpa membebankan masalah tersebut ke anggotanya.

Pelajaran pertama untuk menjadi pemimpin dapat dilakukan dengan cara bagaimana menyelesaikan masalah yang ada.

#12 2023

May 11, 2023

Gibah (11)

Saya belum menemukan teori kenapa sebagian besar manusia sangat menyukai menceritakan kejelekan orang lain entah itu yang diceritakan sesuatu yang benar dan yang lebih parah ketika cerita tidak sesuai dengan sebenarnya. Mungkin saya juga termasuk dalam golongan manusia yang senang melakukan hal yang sama.

Agama sudah memberikan aturan yang sangat jelas tentang gibah, bahwa kita dilarang untuk menggunjing orang lain dan sangat dianjurkan untuk menutup aib orang lain tetapi yang terjadi kemudian adalah kita para manusia yang bebal, seringkali menyukai apa yang sudah jelas dilarang oleh agama. Manusia selalu mempunyai justifikasi untuk melakukan perbuatannya.

Saya selalu berniat untuk mengurangi perbuatan gibah karena sangat mengganggu ketentraman hati namun seringkali saya terjebak dalam situasi yang membuat saya ikut bergibah.

Di pekerjaan saya kali ini, terjadi saya berada di kondisi yang mengharuskan saya untuk lebih banyak belajar menahan lidah karena rekan kerja terlalu sering saling bergibah d antara mereka sementara saya yang baru masuk merasa bahwa ada yang salah dengan iklim pekerjaan seperti ini di mana mereka tidak berusaha untuk menutupi aib teman sendiri.

Jika ditelusuri lebih dalam, manusia bergibah disebabkan oleh banyak hal namun penyebab utamanya ada dua yaitu iri hati dan dendam.

Ketika orang lain lebih sukses dalam berbagai hal dan kita tidak bisa melihat orang lain bahagia maka seringkali gibah adalah jalan keluar untuk memanifestasikan perasaan iri hati. Tujuannya tentu saja untuk merusak reputasi orang tersebut.

Selain iri hati, dendam juga menjadi penyebab utama gibah. Jika dua orang konflik dan tidak menemukan solusi yang memuaskan antara keduanya maka biasanya di antara mereka mulai melancarkan solusi terburuk yaitu saling menceritakan keburukan mereka kepada orang lain. Itulah pentingnya untuk mencari solusi jika sedang ada masalah dengan orang lain.

Saya pribadi selalu ingin melepaskan diri dari kebiasaan bergibah karena saya sangat yakin bahwa gibah hanya memberikan maka kepada nafsu kita dan semakin kita melakukannya maka semakin besar energi nafsu dalam diri kita.

#11 2023

May 10, 2023

Setelah ini (10)

Setelah ini semua, apa yang akan kita lalui. Saya berjalan di tempat ini dengan perasaan yang hampa. Saya merasa tidak ada yang kurang namun ada ruang hampa yang terus menganga di dalam diri. Saya belum menemukan apa penyebab dari semua ini.

Setelah ini, 

Kita tidak akan menjadi apa-apa. Terlalu sibuk ingin membuktikan diri kepada orang lain merupakan musibah terbesar dalam hidup. Perjalanan hidup harus direfleksikan setiap saat untuk mengetahui apa sebenarnya yang sedang dijalani, tidak sekadar berjalan di atas tanah tanpa arah.

Setelah ini,

Saya merefleksikan banyak hal tentang hidupku dan tentang apa yang sedang kujalani. Ternyata saya masih berada di lingkaran untuk mencari validasi yang membuat saya menderita dengan semua ini. Sangat melelahkan jika terus berada di kondisi seperti ini.

Manusia memang selalu menanyakan eksistensinya selama masih hidup, meskipun terkadang berbeda-beda bentuk eksistensi yang sedang diperjuangkan.

#10 2023

May 9, 2023

Masuk Kampus (9)

Seharusnya kemarin menjadi hari pertama masuk kampus setelah libur tiga minggu, namun seperti pada tulisan sebelum ini bahwa senin kemarin, saya harus mengurus pajak motor yang sudah off 3 bulan dan harus ganti plat, terpaksa saya izin.

Hari ini saya masuk kampus namun tidak ada kelas. Saya hanya ingin mengembalikan semua energi yang menguap karena libur yang terlalu lama. Saya khawatir ada semangat yang hilang jika terlalu lama meninggalkan suasana kampus padahal setumpuk tugas sudah menunggu. Kuliah yang harus jalan lagi, penelitian yang belum ada kemajuan, dan segudang tugas yang menanti untuk diselesaikan.

Bagaimana pun, energi saya tergerus dengan durasi liburan yang terlalu lama dan membuat saya sedikit lupa atas antusiasme di tempat ini.

#9 2023

May 8, 2023

Pajak Motor (8)

Hari ini saya izin untuk tidak masuk kampus meskipun ada acara halal bihalal setelah libur panjang. Saya harus mengurus pajak kendaraan motor yang sudah tiga bulan off dan harus ganti plat. Sebenarnya saya sudah minta diuruskan oleh tetangga yang  juga calo pengurusan dokumen kendaraan namun dia mematok harga yang menurut saya tidak rasional sehingga saya memutuskan untuk mengurus sendiri. Harga yang dikenakan mencapai 1,5 juta sementara motor ini sudah 10 tahun dan sudah bayar mahal saat cabut berkas di Madiun.

Saat berada di samsat Jakarta Selatan, saya menuju lokasi cek fisik kendaraan yang sudah dipenuhi motor dan mobil yang sedang antri cek fisik ganti plat. Saya menanyakan pada salah satu karyawan yang bertugas bagaimana prosedur mutasi kendaraan dengan menunjukkan dokumen cabut berkas. Dia menjelaskan bahwa kendaraan harus digesek ulang sebagai bukti kehadiran kendaraan kemudian diajukan mutasi.

Sebelum proses gesek fisik kendaraan, si petugas mengatakan dengan jelas kepada saya bahwa saya bantu namun mohon pengertiannya saja. Sebuah pernyataan yang tentu sebagai bentuk meminta imbalan dari pekerjaannya sedangkan sudah jelas tertulis di aturan bahwa cek fisik kendaraan tidak dipungut biaya. Saya merogoh dua lembar lima ribu sebagai bentuk pengertian yang dia maksud.

Saya bandingkan dengan petugas cek fisik di Samsat Jakarta Timur ketika bulan lalu saya mengurus kendaraan di sana. Petugasnya sama sekali tidak mengeluarkan kalimat meminta imbalan dan hanya sibuk menyelesaikan tugasnya dengan baik meskipun begitu, pemilik kendaraan memberikan imbalan sebagai apresiasi atas pekerjaannya.

Setelah cek fisik, dokumen masih harus dicek kembali oleh bagian Tata Usaha (TU) terkait kelengkapan dokumen. Ternyata tidak bisa selesai dalam satu hari dan saya diminta untuk kembali esok harinya. Saya meminta keringanan agar bisa diurus di senin depan karena esok hari saya harus masuk kampus. Petugasnya dengan senang hati mengatakan bahwa saya bisa mengurus senin pekan depan.

Saya juga menanyakan persoalan biaya yang harus saya siapkan namun ternyata estimasinya belum bisa ditentukan karena nomor kendaraan belum terbit. 

#8 2023

May 7, 2023

Konsep Rezeki (7)

Kemarin menjadi hari yang penuh pelajaran dalam hidupku. Aku benar-benar memeras otak untuk menangkap semua pesan yang disampaikan semesta kepadaku atas berbagai kejadian yang tidak mampu kuurai secara rasional. Aku sekuat tenaga berdoa agar dihindarkan dari rasa putus asa dan menyalahkan kejadian yang kuhadapi karena di beberapa titik kejadian, aku benar-benar ingin berteriak sekencang-kencangnya atas kenyataan yang tidak sesuai dengan harapanku.

Jadi, sejak turun dari pesawat, aku sudah berniat untuk mencari transportasi yang ramah dompet karena pengeluaran selama liburan sudah banyak. Aku sudah mengecek harga taxi online sejak pesawat landing, ternyata harganya cukup mahal. 

Aku kemudian mengecek perbandingan harga dengan taxi online lain yang ternyata tertera lebih murah. Ketika sampai di tempat penjemputan, aku mengecek kembali harga sebelum memesan dan harganya naik lebih 50%.

Aku memutuskan membatalkan pesanan dan beralih ke bis Damri yang tentu harganya jauh lebih murah meskipun durasi perjalanan lebih lama. Aku memesan Damri jurusan Pasar Minggu. Perjalanan tidak terlalu macet meskipun di beberapa titik, terdapat kepadatan kendaraan.

Masalah terjadi ketika sudah memasuki kawasan Pasar Minggu. Kendaraan padat merayap dan hujan turun dengan sangat deras sementara sebentar lagi aku sudah harus turun dari bis. Aku berharap hujan reda sebelum turun agar bisa pulang dengan ojek online yang lebih murah dari mobil online.

Benar saja, ketika turun dari bis, hujan semakin deras sehingga tidak memungkinkan untuk memesan ojek online. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya aku memutuskan untuk memesan taxi online dengan harga jauh lebih mahal. 

Aku pun harus menunggu cukup lama karena macet sehingga mobil tidak bisa segera datang. Masalah lain muncul ketika mobil tiba, hujan sudah reda yang harusnya saya bisa memesan ojek online. Aku berusaha memaklumi keadaan bahwa memang semakin kita irit maka semakin ada keadaan yang memaksa kita mengeluarkan biaya lebih dari perkiraan kita.

Memasuki kawasan dekat rumah, ternyata tidak ada tanda-tanda hujan sebelumnya, jalanan kering dan tidak ada sisa air hujan. Ternyata hujan hanya di sekitar kawasan Pasar Minggu.

Begitulah mungkin konsep rezeki. Tidak bisa dikuantifikasi dengan kalkulasi manusia karena jika memang bukan rezeki, maka akan keluar sendirinya, namun jika memang itu rezeki maka akan menjadi hak kita.

#7 2023

May 6, 2023

Penderitaan dan Kebosanan (6)

Manusia berada di antara dua lubang jarum, perasaan menderita dan kebosanan. Kedua kondisi tersebut silih berganti menyerang perasaan manusia. Jika sedang memperjuangkan sesuatu maka manusia akan berada dalam kondisi menderita, sementara ketika semua ambisi sudah terpenuhi dan berada dalam zona nyaman dalam waktu tertentu, maka rasa bosan akan menjadi teman baik bagi manusia.

Begitulah absurdnya hidup yang sedang dijalani tanpa tahu apa hakikat dari semua itu. Titik temu dari semua itu hanya ajal yang akan mengantarkan manusia ke alam lain. Mungkin bukan akhir namun setidaknya bagi manusia yang masih hidup, mereka merasa bahwa kematianlah yang mengakhiri semua penderitaan dan rasa bosan.

Agama hadir untuk mengantarkan kabar gembira dan solusi atas kedua kondisi tersebut, bahwa dengan rasa syukur dan sabar, maka manusia akan terlepas dari penderitaan dan rasa bosan kemudian akan menghadirkan ketenangan jiwa yang membuat hidup manusia lebih tenang.

Namun tentu rumus syukur dan sabar bukan rumus matematika yang bisa selesai dengan memahaminya namun proses menjalani laku syukur dan sabar yang berat. Tidak jarang manusia  gagal menjalaninya kemudian kembali menderita dan merasa bosan.

Manusia yang bunuh diri hanya disebabkan dua hal, tentu penderitaan dan rasa bosan itu. Manusia yang gagal memenuhi ambisinya dari perasaan menderita, seringkali mengambil jalan pintas untuk bunuh diri. Demikian halnya dengan manusia yang dimudahkan semesta memenuhi semua ambisinya bahkan mungkin tidak ada ambisinya yang tidak terpenuhi, maka dalam kondisi jiwa yang merasa bosan, seringkali juga berakhir dengan bunuh diri.

Begitulah kehidupan manusia yang absurd.

Jika pernah bertemu orang yang meninggalkan semua kekayaannya kemudian hidup sederhana, itu karena mereka mengalami rasa bosan yang tak tertahankan kemudian ingin mencari ketenangan jiwa.

Di lain waktu ketika berjumpa dengan manusia yang melakukan segala cara untuk memenuhi ambisinya, maka dia sedang dalam penderitaan yang berkepanjangan.

Albert Camus bilang bahwa jika ada dua pilihan, bunuh diri atau minum kopi, maka saya lebih baik minum kopi. Seberat dan seabsurd apa pun hidup ini, tetap layak dijalani.

#6 2023

May 5, 2023

Mulai dari Mana (5)

Saya benar-benar baru meraba harus mulai dari mana semua ini. Semua seakan tampak samar dan tidak ada kejelasan yang harus saya lalui. Jalanan terlalu berdebu dan menyisakan kabut yang agak rumit untuk diurai. Keputusan hidup yang saya ambil kali ini memaksa saya untuk berada di zona yang lumayan sangat tidak nyaman.

Apakah saya harus melangkah mundur? Tentu tidak

Namun road map yang harus saya lalui di tempat yang baru ini masih terlalu gelap. Ketika saya urai satu persatu, jalanannya ternyata terlalu terjal dan harus berjibaku dengan berbagai keadaan. Kemampuan diri, lingkungan yang kurang mendukung, semangat yang sedikit mulai terkikis dan berbagai hal lain yang harus saya atasi demi sebuah tujuan yang sudah saya tetapkan sebelumnya.

Empat bulan sudah lamanya saya lalui di jalanan ini dan saya masih serasa jalan di tempat tanpa ada pergerakan yang berarti. Saya sedang mencari mentor namun sayangnya belum dipertemukan oleh semesta.

#5 2023

May 4, 2023

Last Day in Village (4)

Sebenarnya saya balik ke Jakarta masih dua hari lagi namun saya memutuskan untuk mampir di Makassar sehari sebelum balik ke Ibu Kota. Maka ini hari terakhir saya di kampung. 

Hari terakhir di kampung selalu meninggalkan perasaan hampa karena menyadari bahwa sebentar lagi harus pergi jauh dari jangkauan Ibu. Saya memandangi semua sudut rumah dan merasakan bahwa ada banyak hal yang akan saya rindukan, mungkin semua.

Dua minggu di kampung serasa hanya sehari, padahal saya hanya menghabiskan sebagian waktu di rumah dan melepaskan semua penat dan kerinduan.

#4 2023

May 3, 2023

Kampungku (3)

Saya ingin sekali menulis tentang perasaan yang saya alami selama di kampung. Bukan tentang rasa rindu namun tentang kondisi kampung yang saya saksikan. Apalagi kalau bukan masifnya pembukaan lahan pertanian bawang. Di satu sisi, saya ikut senang melihat kehidupan ekonomi penduduk kampung yang bergeliat dengan hasil bawang yang membawa dampak baik secara ekonomi untuk berbagai kalangan.

Itu di satu sisi, namun ketakutan terbesar yang saya khawatirkan tentang masa dengan lingkungan kampung halaman. Pembukaan lahan pertanian bawang dilakukan tanpa memperhitungkan efek negatif. Semua lahan dibabat habis bahkan bukit di sepanjang jalan umum pun disulap menjadi lahan kosong yang siap ditanami bawang.

Alhasil, di berbagai sudut kampung, longsor menjadi hal yang sangat umum sementara saat dulu ketika saya masih kecil, jika terjadi longsong maka sudah dianggap sebagai bencana besar.

Saya bingung mau menulis dari mana mengenai kondisi kampung yang di satu sisi secara perekonomian sedikit membaik dengan pertanian bawang merah yang merajalela, namun ancaman kerusakan lingkungan membayangi.

Hanya satu harapan yang selalu saya selipkan adalah adanya sekelompok orang yang sadar akan bahaya masa depan jika tidak ada pendampingan dalam pertanian bawang merah. Dalam artian bahwa pemahaman lahan mana yang aman dan lahan yang tidak boleh digarap. Selain itu, tentu petani bawang harus dewasa dalam menggunakan pestisida.


 #3 2023

May 2, 2023

Hardiknas (2)

Ingatan saya kembali ke masa kuliah belasan tahun yang lalu. Salah satu hajatan akbar untuk turun ke jalan adalah peringatan hari pendidikan nasional. Memang di masa kuliah, setiap peringatan hari besar dijadikan momentum untuk menyampaikan pendapat yang relevan.

2 mei merupakan peringatan hardiknas maka akan disusun berbagai aspirasi yang akan disampaikan ke pejabat terkait. Dunia pendidikan Indonesia memang masih menyimpan begitu banyak persoalan yang harus ditambal, baik dari sistemnya, pelajar, pengajar, fasilitas dan berbagai elemen lain dalam dunia pendidikan.

Sejak lulus kuliah dan sampai beberapa tahun kemudian, tanggal 2 mei saya lewati tanpa perayaan bahkan seringkali saya tidak menyadari bahwa momen tersebut begitu sakral saat mahasiswa dulu. Saya abai karena terlalu sibuk bekerja di dunia korporasi yang merampas sebagian kedaluatan saya untuk menyuarakan apa yang saya rasakan.

Tibalah akhirnya saya kembali ke dunia pendidikan yang lama saya dambakan. Kembali menjadi bagian dari dunia pendidikan tentu memaksa saya untuk memutar kembali memori untuk merefleksikan semua aspek dalam dunia pendidikan dan tanggal 2 mei menjadi momentum paling tepat untuk menakar semua hal tentang pendidikan.

Jika dulu saya sebagai seorang pelajar maka saat ini posisi saya menjadi seorang pengajar yang tentu memiliki kewajiban lebih besar dari sekadar menjadi pelajar. Saya harus memikirkan banyak hal khususnya bagaimana menjadi pengajar yang baik dalam berbagai hal termasuk menjadi contoh yang baik.

#2 2023

May 1, 2023

Evaluasi Diri (1)

April sudah berlalu dengan berbagai dinamika yang sudah dilewati. Salah satunya tentu momen lebaran dan euforia mudik yang sudah berlalu. Ramadan selalu menjadi momen yang paling mengesankan dan selalu dirindukan. Ada rasa yang hilang ketika ramadan terakhir sudah tiba. Ada rasa hampa yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Selain itu, bulan april juga menjadi momen paling menyebalkan karena saya tidak bisa melakukan banyak hal termasuk membaca banyak buku dan menulis lebih sering lagi. Meskipun untuk tulisan, ada beberapa hal yang kusyukuri karena saya merasa lebih sering menulis dari sebelumnya namun seharusnya bisa lebih produktif lagi.

Membaca adalah aktivitas paling saya sesali karena tidak terlalu banyak buku yang saya tuntaskan di ramadan kali ini. Buku yang menumpuk di meja seharusnya bisa saya cicil untuk menambah sedikit wawasan namun ternyata saya tidak mampu produktif dalam membaca.

Setelah mei menjelang, saya ingin menambah produktivitas yang jauh lebih intens dari apa yang sudah saya lakukan di bulan april. Membaca dan menulis masih merupakan target utama untuk  dituntaskan selain tentu kewajiban mengajar dan meneliti.

Semoga

#1 2023