Hari kamis tanggal 19 Mei, kantor mengadakan acara halal bihalal di salah satu hotel di bilangan blok M yang diikuti seluruh karyawan yang ada di wilayah jabodetabek. Kegiatan seperti ini tentunya sangat dinantikan karena sudah 2 kali tidak pernah terlaksana akibat pandemi. Biasanya pada kegiatan halal bihalal, semacam reuni bagi kolega yang sudah lama tidak bertemu yang dulunya pernah satu kantor namun kemudian dimutasi.
Saya termasuk orang yang suka acara seperti ini karena nantinya akan bertemu dengan rekan yang pernah satu kantor. Cerita masa lalu biasanya memang sering menjadi sesuatu yang menarik karena membayangkan diri yang dulu dan perjalanan karir yang sudah dilewati.
Acara dimulai jam setengah 12 siang namun kami baru berangkat ke hotel setelah salat dhuhur karena jarak dari kantor ke hotel hanya sekitar 10 menit dengan kendaraan. Pertimbangan yang lain bahwa akan repot salat di hotel karena tentunya ramai oleh karyawan.
Acara belum dimulai ketika kami tiba di hotel tempat acara dilaksanakan. Beberapa karyawan bercengkerama dengan kawan lama, ada juga yang sedang makan siang sambil menunggu acara dimulai. saya dan beberapa teman yang tiba agak telat kemudian langsung menuju tempat makan untuk menunaikan makan siang. tempat makan sudah tidak terlalu ramai karena sebagian karyawan sudah makan terlebih dulu.
Saya mengambil makanan dan makan di ruangan sambil memandang karyawan dengan berbagai aktivitas, sebagian besar karyawan saya kenal, selain karena memang saya auditor yang tentunya sering beriteraksi dengan semua karyawan, saya juga pernah ditempatkan di salah satu kantor di wilayah jakarta timur sehingga saya mengenal dengan baik semua karyawan di kantor cabang tersebut yang aktif sekitar tahun 2015.
Salah satu karyawan yang tentunya saya akrabi adalah kepala cabang yang sudah dimutasi di daerah jakarta selatan. Beliau adalah pimpinan pertama yang menerima saya di Perusahaan ini. Saya satu tim dengannya dalam waktu singkat hanya sekitar setahun namun menurutku cukup berkesan.
Saat di acara halal bihalal, saya tidak sempat menyalaminya karena beliau duduk paling belakang sedangkan saya berada di tengah, apatahlagi pada saat acara, banyak manager yang datang dan tentunya beliau sibuk bercengkerama dengan koleganya. Saya hanya melihatnya dari jauh dengan peci hitam motif kuning. Beliau tersenyum dengan khas.
Acara selesai tepat waktu sekitar setengah 4 sore. Saya langsung pulang ke rumah setelah acara setelah sebelumnya menjemput isteri di kantornya.
Malam hari karena penat dengan aktivitas seharian, saya tidur agak cepat. Saya memutus jaringan internet handphone supaya tidak terganggu dengan berbagai notifikasi. saya bangun dinihari namun hp tetap saya matikan. Saya menjalani rutinitas sebagaimana mestinya.
Menjelang berangkat ke kantor, saya menyalakan internet hp. puluhan wa masuk di grup kantor dan beberapa teman memasang status duka cita. Saya coba buka satu persatu. dada saya berdebar ketika melihat status teman bahwa mantan bos saya yang masih saya lihat kemarin siang, sudah kembali. Satu hal yang terlintas dalam kepala saya bahwa mungkin saya beliau kecelakaan namun perkiraan saya ternyata meleset. Beliau meninggal karena serangan jantung.
Jadi cerita, ketika selesai acara halal bihalal kemarin siang, beliau langsung pulang ke kantor. beliau menonton sepakbola di tv kantor sebelum pulang ke rumah. sehabis maghrib, beliau pulang namun sesampai di bilangan antasari, kemungkinan beliau merasa tidak enak sehingga mobilnya diparkir di pinggir jalan lalu memesan taxi ke RS Fatmawati. beberapa jam kemudian, ajal menjemput. pihak rumah sakit menelepon ke kantor karena beliau membawa ID card. Proses kematian yang cukup cepat dan satu hal bahwa dia sama sekali tidak merepotkan orang lain, bahkan keluarganya pun belum mengetahui sebelum meninggal.
Saya mengenal beliau sebagai seorang yang tidak pernah mau merepotkan orang. selama menjadi bawahannya, saya tidak pernah mendengar beliau absen karena sakit. beliau tidak manja untuk banyak hal dan tidak pernah mau merepotkan orang lain.
Mungkin benar bahwa kematian seseorang tersebut ditentukan oleh kebiasaannya selama hidup. sebagaimana yang beliau jalani selama ini.
Hidup memang sangat singkat. kita sama sekali tidak pernah mengerti apa yang akan terjadi beberapa menit kemudian. satu hal yang pasti bahwa kita hanya bisa mengontrol apa yang harus kita lakukan saat ini. masa depan adalah sebuah misteri yang sangat gelap.
Dia menulis di status WA nya yang masih terpasang sampai saat ajal menjemput dengan kalimat "berbuat baik ajalah. apapun tantangannya. Ya Allah, matikanlah aku jika sudah tidak berguna untukMu dan sesama"
Selamat jalan. semoga keselamatan selalu menaungi perjalananmu, beh.
20 Mei 2022