April 18, 2019

Bandara Soetta

Menunggu flight yang masih dua jam lagi. duduk di ruang tunggu terminal dua bersama tujuh teman kantor. beberapa TNI dan Polisi hilir mudik menjaga keamanan pasca pemilu kemarin. 

Ruang tunggu lumayan ramai. banyak dari mereka yang duduk bersama namun masing-masing larut dalam layar ponsel, tidak ada pembicaraan diantara mereka meski sangat dekat, termasuk saya. 

Seorang anak mungkin berumur 10 tahun sedang bermain robot, sedangkan bapaknya menunggu di belakangnya. mungkin mereka sebentar lagi akan berangkat. 

Ada keriuhan, ada pelukan dan segala ekspresi dari manusia di bandara yang akan melepas keluarga mereka bepergian atau mungkin juga baru bertemu dengan keluarga mereka yang lama tak bersua. satu ekspresi yang mengartikan dua kondisi.

Di gate F4, agak susah mencari tempat duduk. sangat ramai. sepasang suami isteri yang saya taksir orang arab duduk di depan saya bersama dua puteranya. saya menyukai pemandangan seperti itu, melihat keluarga dengan style kekeluargaannya. ada juga beberapa turis mancanegara, mungkin mereka juga akan berlibur ke Belitung. saya yang tak kuat menahan ngantuk, berusaha memejamkan mata sekian detik namun tak berhasil karena posisi yang nyaman. panggilan untuk boarding belum juga terdengar sedangkan para penumpang diam tak bersuara ditelan layar handphone.

Saya seringkali bepergian dengan pesawat namun lupa mengeja momen seperti ini. terlalu sibuk atau mungkin kepekaan saya sudah tergerus oleh pikiran yang materialis. 

Saya hanya bepergian dua hari ke belitung. sekedar melepas penat yang semu. lusa saya akan pulang ke rumah, membawa pesanan anak saya yang sudah ditunggu, memang setiap kali saya pergi, hal yang paling saya nikmati adalah momen pulang ke rumah dengan membawa oleh-oleh buat anak saya. saya menikmati ekspresinya ketika menerima buah tangan.

18 April 19. 14.00 Wib

April 17, 2019

Tujuh Belas April

Saat orang-orang bergerombolan ke TPS menyalurkan hak mereka memlih calon presiden, saya memilih menghabiskan waktu di kamar sambil menikmati film dokumenter "Sexy Killers." film yang diinisiasi oleh Dendy dwi laksono  dkk mengenai kondisi miris bumi nusantara yang dieksploitasi secara massif oleh kapital birokrat negeri ini. 

Saya memang memutuskan untuk kembali tidak memilih siapa-siapa di pilpres kali ini. harapan saya akan negeri ini membaik tidak tampak pada kedua calon, atau mungkin juga ekspektasi saya yang terlalu tinggi. saya harus akui bahwa lima tahun lalu, saya menaruh harapan besar kepada petahana namun seiring berjalannya waktu, banyak hal yang ternyata tidak terwujud meski saya tidak memungkiri bahwa ada perubahan lima tahun terakhir.

Istri dan mertua saya berangkat ke TPS dan saya di rumah menjaga anak. isteri sudah berkali-kali membujuk untuk ikut dengan alasan tidak enak hati jika ditanya ibu RT. dugaannya tidak meleset, dia ditanya kenapa saya tidak ikut. untungnya dia menjawab diplomatis, saya di rumah menjaga anak. 

Saya sama sekali tidak membanggakan diri karena tidak mencoblos bahkan ada sedikit rasa bersalah saat isteri saya dan mertua saya berangkat tanpa saya temani, atau juga saat mengingat Cak Nun yang mengatakan bahwa beliau setiap pemilu tetap ke TPS karena menghargai mereka yang sudah bekerja keras, atau nasehat dari uztad yang selalu menjadi referensiku yang kutanya kemarin terkait suatu hal tentang pemilih. bahkan saya malu melihat banyak dari mereka yang tetap datang ke TPS dengan berbagai keterbatasan, saya benar-benar malu atas beberapa hal tersebut, namun kenapa saya tetap bersikeras untuk tidak mendatangi TPS hari ini?

Saya tidak tertarik mencoblos bukan berarti saya apatis namun landasan sikap saya adalah melihat realitas sosial yang ada. pilpres benar-benar sudah membunuh akal waras sebagian dari kita yang terlalu fanatik. semua sampah pikiran dihamburkan di mana-mana atas dasar membela junjungan yang sesungguhnya tidak benar adanya. kebangsaan kita terkoyak hanya karena pertaruhan elit politik yang menjadikan kita jualan mereka, lalu dimana kita meletakkan rasionalitas.

Dalam berbagai kesempatan sejak momen kampanye, saya sudah muak dengan model kampanye yang hanya menyerang rival tanpa mengedukasi voters terkait visi misi calon yang diusung, lalu apa alasan saya memilih jika kenyataannya tidak ada harapan yang diberikan? bahkan sesungguhnya jika mereka memberikan harapan pun seringkali diingkari apatahlagi mereka tidak memberikan harapan. hanya ketakutan yang ditebar di setiap kampanye. jangan memilih si A karena jika menang komunis akan bangkit. jangan memilih si B karena jika menang, khilafah berkibar. kampanye model apa ini, memuakkan...!!!!

Berangkat dari kekecewaan proses demokrasi yang tidak pernah dewasa membuat saya memilih untuk menempuh jalan sendiri, tidur di hari pemilihan.!!!

Saya memimpikan negeri ini berdemokrasi dengan sehat. proses yang tercipta mendidik rakyatnya menjadi pemilih yang cerdas. menjatuhkan pilihannya dengan pertimbangan rasional bukan karena ketakutan-ketakutan yang diciptakan oleh elit politik. jika iklim seperti itu sudah tercipta maka saya akan dengan senang hati memilih siapa yang menurutku mampu membawa negara ini menjadi negara yang diimpikan.

Saat tulisan ini saya posting, quick count sementara adalah petahana unggul dengan selisih suara sekitar 8-9% dari beberapa lembaga survey. semoga saja tidak terjadi sengketa atas hasil pilpres ini dan sebagai pemilih yang tidak ikut mencoblos, harapan saya hanyalah sebatas pada keamanan negeri ini dan semoga rakyat kecil tidak menjadi lebih susah dalam segala aspek dari hari ini. semoga, semoga dan semoga...!!!

semoga saya diampuni karena tidak memilih yang berarti tidak menghargai keringat mereka yang sudah bersusah payah menyiapkan proses pemilihan bahkan jauh hari sebelum hari ini. semoga kerja mereka dihitung sebagai amal ibadah.

Aaamiiin!!!

17 April 2019 23.18 wib

Gus Mus dan Perilaku Memaafkan

Beberapa waktu lalu saat video Gus Mus yang diedit. Beliau dan puterinya harus melakukan klarifikasi di beberapa akun sosial media. Gus Mus yang dicintai banyak umat jelas mendapat simpati atas hoaks dirinya yang seakan menyelisih KH. Ma'ruf Amin.

Entah karena mendapat tekanan yang massif atau merasa bersalah atas perbuatannya memproduksi dan menyebarkan hoaks, pelaku yang merupakan remaja berasal dari Batam, sowan ke Gus Mus di Rembang. dalam video tersebut, Gus Mus memberikan nasehat kepada si pelaku dengan sangat santun meski di beberapa momen, Beliau seakan menahan amarah, meski saya yakin bahwa amarah bukan karena dirinya namun mungkin lebih pada rasa iba kepada pelaku yang masih remaja dengan masa depan yang masih panjang.

Kejadian yang menimpa Gus Mus bukan pertama kali, suatu waktu saat momen kasus Ahok mencuat, Gus Mus juga mendapat perlakuan yang sangat tidak elok dari netijen twitter. saya tidak ingat persis apa twit beliau tapi kalau tidak salah tentang shalat jumat di jalanan yang kemudian dibalas oleh netijen yang salah satu kata ditulis "nd*smu." kalimat umpatan dalam bahasa jawa yang sangat kasar apalagi ditujukan pada orang tua dan paling parah kepada seorang Gus Mus yang seharusnya dihormati.

Gus Mus juga memaafkan orang tersebut yang ternyata karyawan Adhi Karya bahkan ketika si pelaku akan dipecat dari kantornya, Gus Mus yang melarang supaya dia tidak dipecat.

Hal yang membuatku sedih pada saat itu karena salah seorang teman baikku di kantor yang notabene juga tumbuh dalam keluarga islami sempat berceloteh bahwa fenomena tersebut disengaja supaya Ahok juga dimaafkan. memang pada saat itu sedang ramai atas tindakan dugaan penistaan agama. teman saya berpendapat bahwa Gus Mus mendukung Ahok.

Ada perasaan sedih saat itu karena melihat sepak terjang Gus Mus yang disepelekan oleh teman yang seharusnya mampu menelaah siapa Gus Mus apalagi dia besar dalam keluarga islami. untungnya Gus Mus sudah berkomitmen dalam hidupnya bahwa dia akan memaafkan semua orang yang dzalim kepadanya.


April 13, 2019

Relasi

Seminggu ini, saya tugas di kantor cabang yang menjadi kantor awal saya bertugas sebagai karyawan di Perusahaan ini. kembali ke kantor tersebut seperti membuka perjalanan waktu lima tahun lalu saat pertama kali diterima di Perusahaan ini. sebagai mantan staff di kantor tersebut, saya mengenal hampir semua karyawan apalagi hanya beberapa penambahan karyawan baru.

Saya menikmati lima hari kemarin karena merasakan sensasi mengulik semua kenangan. setiap sudut kantor tersebut nampaknya tidak terlalu banyak berubah bahkan meski sedikit pun. saya menghabiskan banyak waktu bercanda dengan mereka yang merupakan teman lama.

Salah seorang agen yang lumayan dekat denganku sering menjadi bahan candaan karena dia belum menikah. saban sore sebelum pulang kantor, saya naik ke lantai tiga berkumpul dengan beberapa teman lain dan menjadikan dia sebagai bahan candaan masalah pernikahan. saya tahu bahwa dia sama sekali tidak masalah dijadikan bahan lelucon karena sudah sejak lama kenal denganku meski terkadang dia salah tingkah saat dibercandai tentang perempuan.

Sampai akhirnya di hari jum'at kemarin, kami kembali melancarkan aksi gurauan dan entah ada yang berlebihan atau dia sudah terlalu penat menjadi bahan guyonan, dia bereaksi dengan cara lain. saya dan salah seorang teman yang terlalu sering menggodanya mulai dihindari. saya mengajaknya bersama-sama shalat Jum'at namun reaksinya dingin bahkan saat makan siang, tak ada percakapan yang keluar dari mulutnya. pada akhirnya saya tahu bahwa dia terganggu dan merasa insecure dijadikan bahan guyonan sampai akhirnya diam dan memilih untuk mendamaikan diri.

Pertemanan memang sering seperti itu. saya terutama selalu mengukur diri dalam setiap pertemenan dan sampai dimana batasan yang seharusnya tidak boleh dilewati, namun saya akui bahwa saya terlalu berlebihan menjadikan objek candaan teman saya tersebut karena saking dekatnya padahal seharusnya, semua harus diukur bahkan siapapun jangan sampai loss of control. pertemanan memang mengasikkan namun ketika salah satu insecure dengan apa yang kita lakukan maka seharusnya jangan dilanggar karena toh semua ada batasannya. 

Pada akhirnya, relasi entah dengan siapapun harus diukur dengan akurat dan membuat sebuah komitmen untuk tetap menjaganya.
13 April 219

April 6, 2019

Lalu Lintas

Cerita tentang lalu lintas di Jakarta tidak pernah habis dan selalu saja ada hal yang bisa dikisahkan dari perjalanan di setiap sudut Jakarta. fenomena yang bertebaran di setiap ruang Jakarta terlalu luas dengan berbagai kejadian yang seringkali tidak disangka bahkan terjadi pada diri kita. semua kembali pada sikap masing-masing pribadi dalam menghadapi kejadian yang seringkali tidak mengenakkan di hati.

Senin siang, saya keluar dari kampus UGM di daerah Saharjo setelah melewati ujian yang melelahkan karena minim persiapan. hati yang gundah gulana dan prasangka buruk bahwa kali ini saya tidak akan lulus lagi setelah subjek yang sama sudah saya ikuti selama dua kali dan belum berhasil lulus. bayang-bayang kegagalan tersebut terngiang-ngiang di kepalaku sehingga konsentrasi mengendarai motor sedikit terganggu.

Sesaat setelah keluar dari parkiran dan sudah berada di jalan protokol, saya tidak menyadari ada motor dari belakang yang melaju kencang dan hampir menabrak motorku dari belakang. saya yang menyadari bahwa hal tersebut karena kecerobohanku memotong jalan tanpa memperhatikan kendaraan di belakang, dengan refleks mengangkat tangan sebagai bentuk permintaan maaf. saya kemudian melaju dengan tenang karena sudah menunaikan tugasku sebagai pengendara yang ceroboh paling tidak sudah minta maaf.

Baru beberapa detik kejadian tersebut berlangsung, saya menyadari bahwa pengendara tersebut membuntutiku kemudian tepat saat berada di sampingku, dia memainkan gas motornya sebagai reaksi kekesalan atas kesalahanku sebelumnya. saya yang menyadari hal tersebut kemudian memepetnya dan mengajaknya berbicara. kepala saya yang penat membuat emosiku meluap karena merasa sudah minta maaf namun dibalas dengan tindakan yang tidak menyenangkan.

Saya mencecarnya dengan beberapa pernyataan bahwa saya sudah minta maaf, kenapa dia masih merasa tersinggung. dia membalas dengan retorika yang membuatku semakin muak 
"sebelum berkendara, seharusnya prepare dulu supaya tidak membahayakan orang lain."

Nasehatnya tersebut semakin menyulut emosiku untuk berdebat dengannya sambil tetap berkendara. saya menepuk pundaknya dan berkata bahwa dalam setiap kehidupan jalanan di Jakarta, pasti ada gesekan.
Pada akhirnya, dia mengalah dan dengan nada sedikit kesal memaksaku untuk mendahuluinya "sudah, sudaahhh, silahkan jalan." katanya sambil menutup perdebatan kami.

Meski menerima tawarannya untuk mendahuluinya namun saya tetap mengendarai motor dengan sangat pelan sambil berharap dia menyusulku. saya masih sangat penasaran dengan ekspresinya. sampai pada akhirnya, setelah beberapa jauh ternyata dia tidak jua mencoba menyalipku dan akhirnya saya pulang dengan hati yang tidak karuan.

Entah dari mana keberanian yang muncul dari dalam diriku untuk bersikap agresif di jalanan namun saya khawatir bahwa Ibu kota benar-benar telah menggiringku ke dalam kerumuman masyarakat individualis nan emosional. hal remeh temeh yang seharusnya tidak menjadi masalah besar ternyata harus diselesaikan dengan urat leher.

Ah, saya semakin menua di kota ini sedangkan jiwaku tidak ikut menjadi bijaksana. umurku bertambah dan jiwa raga semakin terbelenggu dalam kehidupan kota yang palsu. mengejar sesuatu yang fatamorgana dan meninggalkan jauh di belakang prinsip yang seharusnya tetap mengiringi langkahku.

25 April 2019

Pilihan Politik

Sebenarnya diskusi politik tidak terlalu menarik perhatian saya bahkan sikap saya selama ini lebih cenderung pada sikap tidak peduli karena sejatinya pilihan politik seharusnya menjadi pilihan masing-masing yang hanya diri sendiri yang tahu tanpa harus mendeklarasikan kepada orang lain atau ikut-ikutan menjadi juru kampanye amatiran hanya sekedar ingin dikatakan melek politik atau tidak ingin disebut kuper politik. sistem demokrasi yang dianut Indonesia mengharuskan kita memilih pemimpin yang diusung oleh partai politik. maka kesimpulan awal saya bahwa pilihan yang ada adalah hasil analisa dari segerombolan partai politik untuk kepentingan mereka tanpa benar-benar ingin bekerja demi rakyat.

Pemilihan Presiden yang sebentar lagi akan dihelat di pertengahan April menjadi fenomena tersendiri. di satu sisi sering membuat saya tersenyum melihat tingkah kedua belah pihak pendukung calon Presiden tetapi di sisi lain membuat saya sering jijik dengan cara mereka mendiskusikan pilihan yang mereka anggap paling baik. seharusnya wacana tentang Pilpres mampu menggiring masyarakat ke arah yang lebih baik dengan terbukanya informasi maupun referensi pembelajaran politik namun harapan selalu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, realitas yang terjadi di tengah masyarakat seakan mundur berpuluh-puluh tahun ke belakang. mereka berdiskusi dengan menyanjung pilihan mereka dan menjatuhkan lawan. tidak ada esensi dari diskusi yang diangkat di hampir semua forum politik baik dari forum politik tingkat atas sebagai politikus maupun kalangan masyarakat umum yang mendiskusikan politik ke setiap sudut Kota bahkan di Desa. perdebatan yang muncul hanya seputar tentang pilihan mereka yang baik dan calon yang lain tidak baik. benar-benar menjijikkan...!!!

Hal yang sama dan membuat saya seringkali muak setiap hari yang kutemui teman-teman saya yang doyan membuka forum politik tentang Pilpres namun argumen yang keluar dari mulut mereka hanya seputar pilihan mereka yang tanpa dosa dan calon yang lain bergelimang dosa. seingat saya, tidak pernah sekalipun saya serius meladeni mereka dalam berdebat meski selalu berusaha mempengaruhi dengan cara apapun hingga suatu waktu di sore hari menjelang jam kantor usai, saya yang sudah penat akhirnya mengeluarkan semua sikap politik yang saya percayai untuk Pilpres kali ini. saya mendeklarasikan bahwa saya tidak akan memilih, bukan karena terpaksa namun dari perenungan panjang tentang iklim politik di Negeri ini yang sama sekali tidak membaik. saya juga mengatakan kepada mereka bahwa biaya politik dalam proses Demokrasi Indonesia sangat besar dan hal tersebut sebagai indikasi bahwa "jarang" sekali politikus yang serius mewujudkan gombal-gombal politik mereka yang dikampanyekan menjelang pemilu.

Argumen saya tentang biaya politik bukan tanpa bukti. pengalaman yang akan saya paparkan di sini juga sebagai pengakuan dosa bahwa saya pernah mengotori proses Demokrasi yang berlangsung di Indonesia dalam skali Pilkada. 

Sebelas tahun yang lalu tepatnya di tahun 2008, Pilkada di daerah saya dilangsungkan. seingat saya adalah Pilkada pertama yang dipilih langsung oleh Rakyat. calon yang maju seorang Petahana didampingi oleh salah satu mantan kepala BKD yang "kebenaran" adalah keluarga dekat saya, nenek saya dan neneknya masih saudara kandung sehingga silsilah keluarga kami adalah "sepupu dua kali"

Saya tidak ingat persis bagaimana awalnya saya masuk dalam lingkaran tim sukses namun yang masih segar di pikiran saya tentang proses menjelang pemilu. saya yang berada di Ibu Kota Provinsi sering berkoordinasi dengan salah seorang Dosen saya yang juga tergabung dalam tim sukses dan berperan sebagai Koordinator. saya beberapa kali harus pergi-pulang ke kampung hanya sekedar mengurus kampanye. Suatu waktu menjelang pemilu sudah dekat. saya dan beberapa tim sukses di panggil ke rumah pemenangan di kota Kabupaten dalam rangka merapatkan konsolidasi. 

Saya menyesal saat menyadari bahwa saya pernah menjadi bagian dari proses Demokrasi yang tidak ideal menurut saya namun setidaknya pengalaman tersebut juga mengajarkan saya di setiap Pemilu bahwa apa yang ada di depanmu, apa yang ditulis oleh para calon di setiap spanduk yang dipasang di pinggir jalan, bukan realitas. jargon tersebut hanya sebagai pemanis yang nantinya akan dicampakkan di comberan setelah mereka terpilih atau jika sial dan gagal, spanduk mereka akan menjadi selimut di rumah sakit jiwa.

Kembali ke wacana Pilpres kali ini bahwa belum tidak ada bedanya dengan perhelatan dari Pemilu sebelumnya yang hanya menjadi rutinitas 5 tahunan dan mengeksploitasi hak suara rakyat kemudian akan diabaikan sesaat setelah pemilihan namun yang membuat saya ikut kasihan karena adanya potensi perpecahan sesama masyarakat. mereka yang sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, telah termakan propoganda politikus sehingga mereka dengan segala energi menjunjung tinggi pilihan mereka bahkan sampai mengorbankan banyak hal termasuk persaudaraan yang seharusnya menjadi prioritas utama.

Sekali lagi pada Pilpres kali ini, saya tidak akan memilih siapa-siapa. saya akan berdiam diri di rumah sambil menikmati kopi tanpa terpengaruh siapa yang akan terpilih namun dengan sebaris doa yang akan saya ucapkan bahwa semoga hasil dari Pilpres tidak membuat masyarakat Indonesia tercerai-berai. semoga mereka kembali bersenda gurau dan menyambung silaturrahim diantara mereka yang berbeda pilihan.

April 2019, dua minggu menjelang tanggal 18 April 2019.

March 19, 2019

Tilang

Sabtu kemarin, saya mengajak anak isteri mengitari kawasan Pasar Minggu. rutinitas sabtu minggu yang wajib dilakukan untuk menyenangkan Damar yang sedang menikmati jika diajak naik motor. saya biasanya tidak membawa dompet setiap kali naik motor di pagi hari, alasannya karena repot. toh jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah.

Perjalanan kemarin benar-benar membuatku sial. saat berangkat masih lancar tanpa halangan namun petaka datang pada saat mau pulang ke rumah. saya melewati rute yang jarang sekali saya lalui. jalan Simatupang menuju Pasar minggu 

sebelum tiba di bawah kolong fly over untuk berbalik arah ke Kebagusan, segerombolan lelaki bertubuh kekar berpakaian cokelat sedang berkumpul di pinggir jalan menyetop kendaraan secara random. saya yang baru menyadari keberadaan mereka langsung menyadari bahwa saya tidak membawa dompet yang berisi sim dan stnk. saya berniat belok ke kiri di pertigaan namun ternyata mereka tidak dungu, sebagian dari mereka sudah menunggu di titik pertigaan tersebut yang artinya saya sudah terjebak.

menyadari tidak ada lagi jalan keluar, saya melaju dengan muka yang pura-pura tidak bersalah. salah seorang dari mereka yang mungkin berumur 45an tahun menyetop saya. 

"maaf pagi, boleh liat surat-suratnya?" pertanyaan mereka yang khas membuatku tidak berkutik.

"saya tidak membawa dompet pak yang berisi surat-surat." saya jujur mengatakan apa adanya karena sudah tidak ada alasan yang pas.

percakapan berikutnya sudah bisa ditebak. sambil menulis di surat tilang, dia mengatakan bahwa motor saya harus disita karena sama sekali tidak membawa surat-surat kelengkapan.

Saya menawarkan untuk mengambil sejenak dompet saya di rumah karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dengan harapan bahwa motor tidak disita, pikirku sim yang dijadikan jaminan sebelum saya menebus kesalahan di pengadilan, toh saya dulu sudah pernah mengurus tilang di pengadilan.

jawaban dari bapak mengejutkanku, "atau mau dibantu di sini saja?"

saya sudah mengetahui arah pembicaraannya bahwa dia meminta uang tebusan supaya tidak harus ke pengadilan. saya tanpa pertimbangan apa-apa mengiyakan dan menyodorkan selembar uang kemudian saya melanjutkan perjalanan pulang.

meski urusannya selesai namun saya merasa kalah. teoriku luntur karena tidak mau repot sehingga saya yang seharusnya menjalani prosedur semestinya dikalahkan oleh tindakan konyol.

saya kalah meski urusan dengan polisi selesai.

16 3 19

March 18, 2019

Pelem

Heist
Luke Vaughn, seorang mantan tentara yang harus bekerja di Kasino untuk bertahan hidup dengan seorang putri. masalah besar muncul ketika sang putri sakit parah dan harus dioperasi sedangkan dia tidak cukup uang untuk membiayai operasinya bahkan asuransi tidak mampu menutupi karena biaya operasi yang mahal. Vaughn mengutarakan niat meminjam unag dalam jumlah besar kepada Pope, bosnya di kasino namun ditolak. 

dalam kekalutan pikiran yang tak terpecahkan, Vaughn mendapat tawaran dari Cox, satpam di kasino untuk merampok uang di kasino tersebut. Vaughn yang sangat mencintai putrinya kemudian menerima tawaran tersebut. Cox membawa dua temannya untuk melancarkan aksi mereka. 

Aksi yang sudah tersusun rapi dijalankan pada suatu malam. seorang teman Cox disuruh menunggu di luar dengan mobil yang harus siap sedia untuk mengnagkut hasil curina mereka.

Saat aksi berjalan, teman Cox yang menunggu di mobil gugup dan akhirnya kabur. Vaughn, Cox dan seorang temannya diburu oleh pengawal Pope. mereka berlari sampai akhirnya tiba di halte busway. tanpa pikir panjang, mereka membajak busway tersebut.

Cerita film kemudian berjalan dalam bus. beberapa kali mereka dibuntuti oleh polisi namun Vaughn yang memang pensiunan tentara sangat cerdas dalam melakukan negosiasi dengan polisi.

Sampai akhirnya bus dikejar oleh anggota Pope namun unag hasil curian sudah tidak ada di bus karena dibawa kabur oleh wanita suruhan Vaughn yang menyamar menjadi wanita hamil.

pada akhir cerita, puteri Vaughn mendapatkan biaya operasi dan Pope memaafkan tindakan Vaughn.

March 5, 2019

Cinta Penuh Air Mata

by: Andrei Akasana

Buku yang sebenarnya sudah lama sekali saya beli, mungkin sekitar tiga atau empat tahun yang lalu namun belum sempat kubaca karena kemalasan yang akut dan dikalahkan oleh godaan handphone. buku yang akhirnya kuselesaikan karena lebih pada rasa kasihan melihat bertumpuk-tumpuk buku di ruang depan yang tidak pernah disentuh. 

Cerita kehidupan yang mungkin sangat mainstream ditemukan di banyak novel asmara yang tersebar di toko buku. alur cerita tentang percintaan, perselingkuhan, perceraian, tawa dan air mata. sejatinya tidak ada yang terlalu mengesankan di novel ini jika seandainya saya membacanya beberapa tahun silam ketika masih di kampung karena sepengetahuanku, tidak ada dinamika kehidupan yang seironi ini namun sejak bermukim di ibu kota, cerita seperti itu benar adanya. saya membayangkan bahwa sesuatu yang mustahil ternyata terjadi. 

Adalah Rana, seorang gadis 20an yang mendekati angka 30. gadis yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah yang pergi bersama wanita lain sejak Rana bahkan belum genap 10 tahun. alhasil dia hanya bertiga bersama ibunya Laksmi dan seorang adiknya Niar. 

Untungnya, Rana dan Niar sangat menyayangi ibunya yang harus banting tulang menafkahi mereka. Rana bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan garmen dan dipercaya penuh oleh bosnya sedangkan Niar masih duduk di bangku sma.

Masalah mulai muncul ketika Rana bertemu dengan Jordy, pemuda yang bekerja sebagai calo tiket di Bandara. perawakan Jordy yang keren membuat Rana jatuh hati. singkat cerita mereka akhirnya menikah meskipun melalui drama yang menyedihkan. uang tabungan Rana yang disiapkan untuk acara pernikahan habis di meja judi oleh Jordy bahkan saat resepsi pernikahan, Jordy sama sekali tidak mengundang keluarganya satu pun. meski pada akhirnya diketahui bahwa Jordy berasal dari keluarga yang berada namun berantakan karena perceraian.

Perjalanan rumah tangga Jordy dan Rana benar-benar memilukan. Jordy semakin ketagihan berjudi sedangkan Rana banting tulang bekerja, bahkan bukan hanya itu saja, Jordy juga sangat ringan tangan terhadap Rana meski demikian, Rana selalu mampu memaafkan Jordy. hingga pada titik klimaks, Rana sudah tidak tahan ketika mengetahui bahwa Jordy menghamili rekan kerjanya. akhirnya mereka berpisah.

Di saat yang lain, Niar akhirnya memutuskan berhenti sekolah dan memilih bekerja sebagai pelayan di sebuah Bar. pilihan pekerjaannya itu pula yang mengantarkannya bertemu dengan seorang pria paruh baya yang bahkan seumuran dengan ibunya.  pria kaya raya yang mempunyai banyak Perusahaan. mereka jatuh cinta dan akhirnya menikah meskipun anak tiri Niar seumuran dengannya. mereka hidup bahagia bahkan ibunya diajak serta tinggal bersamanya.

Sementara itu, kisah asmara Rana semakin menyedihkan. setelah lepas dari Jordy, Rana sering menghabiskan waktu luangnya dan berkenalan dengan Hastar, penyanyi kafe yang kembali membuat hati Rana bergetar. intensitas pertemuan mereka menumbuhkan benih cinta yang kuat, hingga pad akhirnya, Hastar berniat menikahi Rana.

Seakan ditakdirkan menjadi pesakitan dalam urusan asmara, hubungan Rana dan Hastar kembali terbentur pada masalah pelik. Hastar yang ternyata seorang duda dengan satu putra harus mengalahkan cintanya kepada Rana. mantan isteri Hastar memohon rujuk dengan alasan demi kebaikan anak mereka.

Hastar bimbang, cintanya terhadap Rana tak bisa dibendung lagi namun kasih sayangnya kepada anaknya begitu pun adanya. hingga akhirnya Hastar menjemput maut karena sakit dan impian menikahi Rana tidak pernah terwujud.

Di saat rapuh seperti ini, Jordy datang kembali kepada Rana menawarkan cinta masa lalu dengan iming-iming akan memperbaiki perangainya, namun Rana sudah terlanjut menambatkan hatinya kepada Hastar yang sudah dibawah ke alam kubur.

Rana "Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku tidak takut hidup sendiri karena aku percaya cinta memberi kekuatan yang luar biasa, walaupun dipisahkan maut. seperti cinta yang telah dipersembahkan Hastar kepadaku"

February 14, 2019

#OTS 17

Perjalanan kali ini tidak terlalu menggairahkan. mungkin karena daerah yang kutuju sudah pernah kujejak dua tahun lalu dengan tujuan yang sama, tugas kantor. daerah yang notabene tidak terlalu jauh dari Jakarta dan bisa ditempuh via darat dan laut. mungkin perbedaannya hanya alat transportasi yang kugunakan. jika dua tahun lalu, saya menggunakan transportasi Damri dengan waktu tempuh yang cukup jauh nan melelahkan, kali ini saya mencoba menggunakan alat transportasi udara. hanya sekitar 45 menit di atas udara.

setengah 4 subuh dini hari, saya sudah bangun dan mempersiapkan diri untuk perjalanan ini. selepas subuh, saya memesan taxi online ke bandara. tidak butuh waktu lama untuk sampai ke Bandara karena sopir sedikit ngebut ketika kuberitahu bahwa pesawat yang akan kutumpangi berangkat jam 7 lebih 25 menit. saya tiba di bandara jam 6 kurang 10 menit. 

Saya menutuskan sarapan di resto fast food sebelum melakukan chek in. saya sedikit kecewa setelah berada di ruang tunggu dan ternyata pesawat delay sejam. lumayan lama apalagi sebelum ini, saya sudah tergesa-gesa berangkat ke Bandara karena khawatir ketinggalan pesawat.

setelah dua jam menunggu, akhirnya tiba waktu boarding. saya berangkat setengah 9 dan tiba di Tanjung Karang jam 9. pengalaman naik pesawat dengan durasi waktu yang amat sangat singkat. memang jarak dari ibu kota ke kota ini tidak terlalu jauh.

Sesampainya di Bandara, saya sedikit merasa asing di kota ini meskipun dua tahun yang lalu, saya sudah pernah menjejak kaki di kota ini namun perbedaannya karena dua tahun lalu, saya mengunjungi kota ini via darat.

Jarak dari Bandara ke pusat kota ditempuh kurang lebih sejam. kami dijemput oleh teman yang bertugas di kota ini. setelah keluar dari Bandara mengitari jalan di kota ini, saya sudah mulai akrab dengan beberapa sudut kota yang dulu pernah kulewati. satu yang membuatku salut pada kota ini adalah kebersihannya yang terjaga. saya jarang menjumpai kota yang sadar akan kebersihan di negeri ini yang sudah kukunjungi. mayoritas kota yang kusambangi menyisahkan sampai di sudut jalan atau bahkan di trotoar, namun kota ini tidak. sepanjang troatoar bebas dari sampah.

Saya memutuskan untuk kembali menginap di hotel Grand Anugerah dekat dari patung Gajah. pengalaman tahun lalu menginap di hotel ini lumayan mengesankan dengan pelayanan yang baik sehingga saya memutuskan untuk menginap di hotel ini apatahlagi hotel ini dekat dari kantor tempatku beraktivitas selama 5 hari ini kota ini.

Tidak banyak yang ingin kukunjungi di kota ini karena saya sudah pernah mendatangi beberapa sudut kota ini dua tahun lalu. saya hanya ingin menghabiskan waktu ini untuk menyelesaikan tugas dan sedikit merenung bahwa begitu cepatnya waktu berlalu, dua tahun lalu di kota ini serasa baru sebulan yang lalu. ah, waktu sering membuat saya sentimental.

5 hari di kota ini berjalan dengan sangat cepat. pekerjaan sudah harus rampung di hari jumat karena saya akan kembali ke ibukota jumat malam jam 8 menggunakan pesawat yang sama saat berangkat. pengalaman kali ini mungkin tidak terlalu menggairahkan untuk ditulis.

kalau harus ke kota ini suatu saat nanti, semoga bukan karena tugas seperti saat ini. mungkin sekedar liburan bersama keluarga atau perjalanan dinas di kantor yang lain.

14 2 19


January 16, 2019

OTS #16

Tiga jam perjalanan di atas Pesawat benar-benar meremukkan badanku apatahlagi Pesawat Batik Air yang biasanya menyediakan media tontonan namun Pesawat ini ternyata tidak memiliki fasilitas tv kecil yang dilekatkan pada kursi depan penumpang. untungnya saya sudah mendownload film yang saya simpan di HP sehingga ada hiburan membunuh waktu di Pesawat. sebenarnya saya juga membawa buku namun entah kenapa, akhir-akhir ini, saya begitu malas menyelami kata demi kata. saya sedang gandrung menonton film berjam-jam lamanya.

Sesaat sebelum mendarat di kota yang berbatasan dengan Timur Leste, saya sempat mengambil vidio dari atas dan berpikiran bahwa kota ini masih sejuk karena ditumbuhi oleh pepohonan yang rindang meski pada akhirnya saya mendapat cerita bahwa sebenarnya daerah ini kering hanya saja sekarang musim hujan sehingga sedikit hijau. wilayah ini didominasi oleh karang dan bebatuan yang keras. hasil pertanian tidak terlalu maksimal di daerah ini.

Tak terasa, saya kembali menginjakkan kaki di bagian lagi negeri ini. saya merasa bahwa hari demi hari, kaki saya sudah melangkah semakin jauh. saya tidak pernah berpikir sebelumnya bahwa saya akan menjejaki banyak tempat di negeri ini namun kenyataannya, saya diberi kesempatan untuk lebih melebarkan pandangan saya. sejatinya saya harusnya mengambil langkah yang lebih berani untuk meninggalkan jejak di belahan bumi lain selain negeri ini semata-mata demi melihat bahwa luasnya hidup ini maka pandangan kita seharusnya jangan terlalu picik.

Wilayah yang kembali kujejak ini memiliki sejarah panjang sebagai salah satu wilayah di bagian timur yang sebelumnya jarang mendapatkan perhatian. entah kenapa, saya selalu merasa pulang kampung setiap kali bertandang ke wilayah yang masuk kategori bagian timur, mulai dari Papua, Sulawesi, NTT, NTB dan wilayah timur lainnya. saya merasa ada kesamaan diantara kami yang mengalami diskriminasi dan dianggap kasta kedua di negeri ini. saya suka penuturan Ari Kriting yang pernah membawakan materi stand up terkait orang timur yang selalu dianggap kurang pintar, kuat berkelahi dan masalah lainnya yang akrab dengan kelas bawah.

Daerah ini lumayan kering. tanahnya dari tekstur bebatuan yang keras meski pada salah satu penelitian yang belum saya verifikasi bahwa meskipun kontur tanah di wilayah ini batuan karang namun ada rongga di bawah yang menyebabkan wilayah ini rawan gempa.

Saya sudah empat hari di kota ini dan merasa bahwa kota ini layaknya seluas kabupaten di kota lain di Jawa. bisa ditelusuri kurang lebih sejam. hal yang paling sulit menurut saya adalah mencari warung makan. mayoritas masyarakat di daerah ini mengkonsumsi daging babi sehingga di beberapa titik jalan, berdiri warung yang menyediakan daging babi sehingga saya harus selektif untuk melihat warung yang tidak menyediakan daging yang dilarang oleh agama yang saya anut. alhasil alternatif paling aman adalah mencari resto di mall misal KFC, Solaria, CFC, Pizza Hut, D'Cost dan restoran sejenisnya yang bisa diyakini tidak menyediakan daging babi.

Spot untuk mengabadikan jejak di wilayah ini juga terbilang jarang. tidak ditemukan taman yang biasanya disediakan di tengah kota sebagai salah satu simbol khas suatu daerah bahkan daerah ini memiliki pantai namun tidak dikelola dengan baik. alhasil saya terpaksa mengabadikan jejak digital di kota ini dengan mengambil gambar berlatar kantor Gubernur yang didisain seperti alat musik Sasando.

Sebenarnya saya sangat tertarik ingin mengunjungi daerah di perbatasan dengan Timur Leste namun menurut informasi bahwa butuh waktu paling cepat 8 jam ke Atambua dengan medan jalanan yang bisa membuat kepala pusing berminggu-minggu.

Setidaknya saya sudah menghirup udara di daerah yang baru dan meminum airnya sehingga saya bisa lebih respek pada setiap perbedaan yang kutemui karena jejakku sudah jauh dan seharusnya paradigmaku terhadap perbedaan seharusnya sejauh langkahku sudah berjalan.

Hotel Sylvia Premier, 17 1 19

January 13, 2019

Ganti Rugi

beberapa hari ini, kau sudah mulai mau jika diajak shalat di masjid bahkan kau akan merajuk jika tidak diajak meskipun saya tahu bahwa hal yang kau senangi ke masjid karena bisa bermain. saya agak khawatir jika mengajakmu di masjid besar karena kau bermain di teras masjid ketika waktu shalat tiba. pernah suatu ketika saat shalat isya, saya memikirkanmu sepanjang shalatku karena pada saat shalat berlangsung, kau keluar masjid bermain sendirian. teras masjid tersebut agak sepi apatahlagi tidak jauh dari jalan raya. meski demikian, saya bahagia karena kau mau ikut ke masjid.

Hal lain yang membuatku sedikit agak was-was adalah tingkahmu yang agresif.
tanganmu sangat cekatan menyentuh atau pun mengelaborasi apapun yang baru menurutmu, alhasil tanganmu membuahkan hasil kemarin siang saat belanja di Transmart.

Seperti biasa saat weekend, kita berempat sering ke swalayan meski hanya sekedar jalan-jalan. kemarin siang giliran Transmart ITC Kuningan yang kita sambangi.  kau biasanya minta naik di trolly belanjaan. setelah beberapa saat mengitari Transmart, kita tiba di stand piring, saya yang menjagamu tidak menduga bahwa tanganmu akan menyentuh lusinan mangkok. spontan saya berusaha menahan mangkok yang jatuh karena tarikan tanganmu namun tanganku tidak mampu menjangkau.

"Praaakkkk," suara mangkok pecah berhamburan. seorang ibu yang akan melintas tampak terperangah sedangkan saya dengan woles memungut serpihan mangkok dengan dibantu Pramuniaga. saya membatin, untung hanya satu yang pecah, bagaimana jika semua tumpukan mangkok tadi ikut pecah.

Kita harus membayar mangkok yang pecah, namun its oke karena harganya tidak terlalu mahal, 37 ribu.

sesampak di Kasir saat barkode mangkok discan, tertulis harganya 399 ribu. sepersekian detik saya protes ke kasir namun sang kasir mengatakan bahwa ini memang harga lusinan dan harus dibayar semua. seketika saya keringatan meskipun dengan hawa dingin ac. saya protes bahwa itu kan hanya ganti rugi sebagai konsekuensi. untung saya salah seorang pegawai pria berinisiatif menanyakan langsung ke pic. setelah beberapa saat menunggu sambil was-was harus membayar mahal, saya menenangkan diri. tidak lama kemudian, si pria datang dan memberikan catatan bahwa harga yang akan kita bayar cuma 37 ribu. saya segera menghela nafas lega.

Nak, saya tahu bahwa kau sama sekali belum mengerti, itulah sebabnya saya sama sekali tidak marah kepadamu. lagi pula meskipun di beberapa kali kesempatan saat di rumah, saya memarahimu jika berbuat salah namun saya sebisa mungkin menghindari untuk memarahimu di depan orang lain. sebisa mungkin nak karena jika itu terjadi, terkadang seorang anak akan menjadi penakut dan mematikan karakter anak.

ya, berbuat salah lah nak selama masih bisa ditorelir dan tidak melampaui batas, pun jangan melakukan khilaf yang berulang karena sejatinya seseorang akan maju jika melakukan kesalahan namun akan mundur jika kesalahan yang diperbuat adalah kesalahan berulang karena itu artinya dia tidak belajar dari kesalahan sebelumnya.

kebagusan, 13 1 19

January 6, 2019

Film

1. Nazi Overload
meski berlatar belakang film perang dunia namun film fokusnya bukan pada perang terbuka. film ini menceritakan tentang pasukan usa yang ingin menyelamatkan seornag ilmuwan yang ditangkap oleh Nazi. pencarian mereka berakhir di sebuah kastel tempat ujicoba yang dilakukan oleh ilmuwan Eris. mereka tidak menyadari bahwa terrnyata eris sudah memilih bergabung dengan Nazi.

mereka terlambat untuk mencegah penelitian yang dikenal dengan wabah hitam. sebuah virus yang dibawah oleh Serangga dan mampu meledakkan tubuh manusia. bahkan beberapa diantara mereka dijadikan percobaan untuk menguji apakah penelitian tersebut berhasil.

Meski Kapten berhasil lolos dan pulang ke usa namun dalam tubuhnya sudah disuntikkan wabah tersebut sehingga saat menghadap presiden, ribuan seranga keluar dari tubuhnya dan meledakkan tubuh si kapten. Serangga tersebut akhirnya menyebar ke seluruh dunia.

2. Operation Dunkirk.
Kembali bercerita tentang perang dunia antara Nazi melawan pasukan sekutu. titik poinnya adalah menyelamatkan seorang perempuan bernama Anqeluiqe yang mengetahui rumus algoritma. kode yang sebenarnya dirumuskan oleh ilmuwan Jerman namun tidak mau bekerja sama dengan Hitler. sebelum ditangkap, dia memberitahukan kode tersebut kepada Anqelique.

misi penyelamatan ini dipimpin oleh Letnan Calloway dari pasukan Inggris. dia mendpat perintah langsung untuk mendapatkan kode algoritma.

apesnya, tentara Nazi pun sedang mengejar perempuan tersebut untuk mendapatkan kode algoritma. sambungan radio untuk mendapatkan bantuan tidak bisa dilakukan karena radio mereka tercecer saat dikejar pasukan Nazi, hingga mereka tiba di sebuah rumah kenalan Anqelique. mereka meminjam radio untuk menyambung ke markas demi mendapatkan bantuan. setelah tersambunh, mereka diinstruksikan secara detail untuk bergerak ke arah lapangan dan akan dijemput pesawat, sialnya pasukan Nazi menyadap percakapan tersebut dan mengetahui detail rencana pelarian mereka. Pasukan Nazi dengan mudah mengejar mereka sampai di lapangan. setelah dikepung ratusan tentara Nazi di lapangan, sepersekian menit bantuan melalui udara datang dan menyelamatkan mereka.

3. Wunderland
"these Soldiers were the first and last line of defense against hitler's war machine"

Masih tentang perang dunia. entah berapa film yang diproduksi tentang betapa mengerikannya perang dunia. Film ini didedikasikan bagi 20 tentara yang dieksekusi oleh pasukan Nazi dari jarak yang sangat dekat.

musim dingin di momen natal 1944. menjelang kekalahan Nazi namun sisa pasukan mereka memberikan serangan kejutan yang tak terduga. sebuah unit kecil yang dipimpin oleh letnan Cappa harus menahan laju pasukan Nazi yang terus merangsek ke arah pertahanan usa.

sialnya, mereka tidak punya banyak amunisi dan pasukan yang cukup menghadapi pasukan Nazi dalam jumlah besar sehingga pada akhirnya, mereka ditangkap dan dieksekusi tanpa ampun.

Dalam setiap film perang, selalu ditampilkan bahwa serdadu dari pihak yang berperang mengingat keluarga mereka pada saat terancam bahkan banyak dari mereka yang sudah menulis surat sebagai antisipasi jika mereka tewas. sepertinya memang perang bukan untuk mereka namun untuk kepentingan penguasa. mereka melakoni sebagai keterpaksaan atau nasionalisme semu yang didoktrin oleh penguasa.

4. Thousand Yard Stare
lagi-lagi film perang dunia yang mengisahkan betapa mengerikannya dampak dari sebuah perang. film ini diangkat dari kisah nyata salah satu veteran perang, Roland, yang mengalami trauma berat pasca perang.

meski berlatar belakang perang namun sisi yang diangkat dari film ini adalah psikis seorang mantan tentara perang. saya tidak terlalu menikmati film ini karena alurnya yang maju mundur, sangat membosankan karena ketika sudah berada di klimaks adegan peran, alurnya kemudian maju lagi ketika Letnan Roland berada di rumahnya bergelut dengan ingatan kengerian perang.

Roland beruntung masih bisa selamat setelah serbuan tentara Nazi yang membabi buta dan menewaskan banyak sekali tentara usa. Roland selamat karena berlindung di bawah temannya yang sudah meninggal.

setelah itu, dia ditemukan oleh dua prajurit Nazi dan dijadikan tawanan. Roland kemudian di bawah ke clearing station pasukan Nazi. tiba-tiba ada serbuan dari pasukan usa ke tempat dimana Roland ditawan. akhirnya dia diselamatkan oleh pasukan usa yang berhasil menguasai titik aman pasukan Nazi.

Roland beberapa saat tidak mampu menemui keluarganya ketika sudah kemblai. dia menghabiskan banyak sekali minuman bir yang dipesan sambil terus bergelut dengan ingatannya akan perang yang menewaskan banyak sekali temannya. meski pada akhirnya, dia kembali ke rumahnya dan berkumpul dengan keluarganya.

ada adegan menarik ketika Roland hampir ditembak mati oleh salah seorang tentara Nazi namun dia diselamatkan oleh tentara Nazi lainnya. hal ini karena sebelumnya, Roland juga menyelamatkan nyawanya saat terluka oleh tembakan pasukan udara usa.

 5. 22 Chaser
film ini benar-benar memperlihatkan figur seorang bapak yang tak kenal menyerah mencari nafkah buat anak isterinya. berprofesi sebagai sopir derek, Ben harus banting tulang mencari pelanggan namun dia juga tetap menjaga sportifitas dan taat aturan sehingga tak jarang dia tidak mendapatkan customer. oleh teman-temannya, Ben dijuluki sopir pemerintah karena ketaatannya pada aturan dan tidak pernah mau melanggar.

Ben meminjam uang pada salah seorang polisi yang harus dikembalikan pada batas waktu yang sangat singkat. hal tersebut menambah beban Ben karena selain itu, dia juga sudah kadung janji pada anaknya untuk membelikannya sepeda pada hari ulang tahunnya.

Ben sudah berusaha sangat keras namun keberuntungan belum jua menghampirinya hingga pada akhirnya, semalam sebelum jatuh tempo utangnya, dia menempuh jalan yang tak biasa. dia ikut arus dalam mencari customer derek. salah satu kompetitornya yang dulu bermain curang, dirusak lampu mobil dereknya kemudian matanya disemprot oleh Ben.

Malam itu, Ben bertarung dengan salah satu teman lain untuk mendapatkan customer mobil mewah yang sedang tabrakan. mereka berdua mengadu kecepatan untuk saling mendahului di tempat kejadian. Ben sudah tidak punya pilihan selain memenangkan kesempatan terakhir ini demi membayar lunas utangnya dan melunasi janji kepada anaknya. di perempatan lampu merah, ben mampu mendahului temannya dan sialnya, temannya yang berada beberapa meter di belakangnya ditabrak taxi hingga tewas. Ben mendapatkan keberuntungannya malam itu.

pada akhirnya, Ben mampu melunasi utangnya dan membelikan sepeda kepada anaknya. Ben pun mengambil alih perusahaan mobil derek setelah membongkar perselingkuhan bosnya.

"uang ada di jalanan"

6. Den of Thieves
Pihak kepolisian usa harus memburu perampok bank yang sangat ahli. perampok dipimpin oleh Pablo ynag sangat mahir dalam menggunakan senjata sedangkan pihak kepolisian dikomandoi oleh Nick.

beberapa minggu sebelum perampokan, pihak polisi sudah mengendus modus yang dilakukan oleh para perampok bahkan pramuniaga bar yang menjadi bagian dari komplotan perampok, diciduk kemudian dipaksa untuk membongkar strategi perampokan. Donnie, sang pramuniaga yang berperan sebagai sopir perampok, memberitahu detail perampokan namun ada hal yang disembunyikan tentang rencana perampokan bank. dia kemudian dilepas dan tetap bersikap normal saat bersama para perampok supaya tidak dicurigai.

hari jumat saat perampokan berlangsung, Pablo dan komplotannya mampu mengelabui Nick dan anggotanya namun tak lama kemudian, Nick sadar akana hal tersebut kemudian dia mengubah rencana dan menemukan perampok yang sedang melarikan diri. terjadi kemacetan ketika Nick membuntuti para perampok sehingga memaksa mereka turun di jalanan yang ramai sehingga terjadi baku tembak. Nick mampu melumpuhkan Pablo dan komplotannya. salah satu adegan sentimental ketika salah seorang kawan Pablo yang terluka parah akibat tembakan, masih sempat memikirkan keluarganya apalagi dia mempunyai seorang anak gadis yang sangat dicintainya.

Donnie yang diborgol di mobil polisi saat terjadi baku tembak mampu melarikan diri dan membawa semua orang hasil rampokan. dia akhirnya pindah ke London dan memiliki bar di sana.

Januari 19