Beberapa waktu lalu saat video Gus Mus yang diedit. Beliau dan puterinya harus melakukan klarifikasi di beberapa akun sosial media. Gus Mus yang dicintai banyak umat jelas mendapat simpati atas hoaks dirinya yang seakan menyelisih KH. Ma'ruf Amin.
Entah karena mendapat tekanan yang massif atau merasa bersalah atas perbuatannya memproduksi dan menyebarkan hoaks, pelaku yang merupakan remaja berasal dari Batam, sowan ke Gus Mus di Rembang. dalam video tersebut, Gus Mus memberikan nasehat kepada si pelaku dengan sangat santun meski di beberapa momen, Beliau seakan menahan amarah, meski saya yakin bahwa amarah bukan karena dirinya namun mungkin lebih pada rasa iba kepada pelaku yang masih remaja dengan masa depan yang masih panjang.
Kejadian yang menimpa Gus Mus bukan pertama kali, suatu waktu saat momen kasus Ahok mencuat, Gus Mus juga mendapat perlakuan yang sangat tidak elok dari netijen twitter. saya tidak ingat persis apa twit beliau tapi kalau tidak salah tentang shalat jumat di jalanan yang kemudian dibalas oleh netijen yang salah satu kata ditulis "nd*smu." kalimat umpatan dalam bahasa jawa yang sangat kasar apalagi ditujukan pada orang tua dan paling parah kepada seorang Gus Mus yang seharusnya dihormati.
Gus Mus juga memaafkan orang tersebut yang ternyata karyawan Adhi Karya bahkan ketika si pelaku akan dipecat dari kantornya, Gus Mus yang melarang supaya dia tidak dipecat.
Hal yang membuatku sedih pada saat itu karena salah seorang teman baikku di kantor yang notabene juga tumbuh dalam keluarga islami sempat berceloteh bahwa fenomena tersebut disengaja supaya Ahok juga dimaafkan. memang pada saat itu sedang ramai atas tindakan dugaan penistaan agama. teman saya berpendapat bahwa Gus Mus mendukung Ahok.
Ada perasaan sedih saat itu karena melihat sepak terjang Gus Mus yang disepelekan oleh teman yang seharusnya mampu menelaah siapa Gus Mus apalagi dia besar dalam keluarga islami. untungnya Gus Mus sudah berkomitmen dalam hidupnya bahwa dia akan memaafkan semua orang yang dzalim kepadanya.
Entah karena mendapat tekanan yang massif atau merasa bersalah atas perbuatannya memproduksi dan menyebarkan hoaks, pelaku yang merupakan remaja berasal dari Batam, sowan ke Gus Mus di Rembang. dalam video tersebut, Gus Mus memberikan nasehat kepada si pelaku dengan sangat santun meski di beberapa momen, Beliau seakan menahan amarah, meski saya yakin bahwa amarah bukan karena dirinya namun mungkin lebih pada rasa iba kepada pelaku yang masih remaja dengan masa depan yang masih panjang.
Kejadian yang menimpa Gus Mus bukan pertama kali, suatu waktu saat momen kasus Ahok mencuat, Gus Mus juga mendapat perlakuan yang sangat tidak elok dari netijen twitter. saya tidak ingat persis apa twit beliau tapi kalau tidak salah tentang shalat jumat di jalanan yang kemudian dibalas oleh netijen yang salah satu kata ditulis "nd*smu." kalimat umpatan dalam bahasa jawa yang sangat kasar apalagi ditujukan pada orang tua dan paling parah kepada seorang Gus Mus yang seharusnya dihormati.
Gus Mus juga memaafkan orang tersebut yang ternyata karyawan Adhi Karya bahkan ketika si pelaku akan dipecat dari kantornya, Gus Mus yang melarang supaya dia tidak dipecat.
Hal yang membuatku sedih pada saat itu karena salah seorang teman baikku di kantor yang notabene juga tumbuh dalam keluarga islami sempat berceloteh bahwa fenomena tersebut disengaja supaya Ahok juga dimaafkan. memang pada saat itu sedang ramai atas tindakan dugaan penistaan agama. teman saya berpendapat bahwa Gus Mus mendukung Ahok.
Ada perasaan sedih saat itu karena melihat sepak terjang Gus Mus yang disepelekan oleh teman yang seharusnya mampu menelaah siapa Gus Mus apalagi dia besar dalam keluarga islami. untungnya Gus Mus sudah berkomitmen dalam hidupnya bahwa dia akan memaafkan semua orang yang dzalim kepadanya.
No comments:
Post a Comment