April 18, 2019

Bandara Soetta

Menunggu flight yang masih dua jam lagi. duduk di ruang tunggu terminal dua bersama tujuh teman kantor. beberapa TNI dan Polisi hilir mudik menjaga keamanan pasca pemilu kemarin. 

Ruang tunggu lumayan ramai. banyak dari mereka yang duduk bersama namun masing-masing larut dalam layar ponsel, tidak ada pembicaraan diantara mereka meski sangat dekat, termasuk saya. 

Seorang anak mungkin berumur 10 tahun sedang bermain robot, sedangkan bapaknya menunggu di belakangnya. mungkin mereka sebentar lagi akan berangkat. 

Ada keriuhan, ada pelukan dan segala ekspresi dari manusia di bandara yang akan melepas keluarga mereka bepergian atau mungkin juga baru bertemu dengan keluarga mereka yang lama tak bersua. satu ekspresi yang mengartikan dua kondisi.

Di gate F4, agak susah mencari tempat duduk. sangat ramai. sepasang suami isteri yang saya taksir orang arab duduk di depan saya bersama dua puteranya. saya menyukai pemandangan seperti itu, melihat keluarga dengan style kekeluargaannya. ada juga beberapa turis mancanegara, mungkin mereka juga akan berlibur ke Belitung. saya yang tak kuat menahan ngantuk, berusaha memejamkan mata sekian detik namun tak berhasil karena posisi yang nyaman. panggilan untuk boarding belum juga terdengar sedangkan para penumpang diam tak bersuara ditelan layar handphone.

Saya seringkali bepergian dengan pesawat namun lupa mengeja momen seperti ini. terlalu sibuk atau mungkin kepekaan saya sudah tergerus oleh pikiran yang materialis. 

Saya hanya bepergian dua hari ke belitung. sekedar melepas penat yang semu. lusa saya akan pulang ke rumah, membawa pesanan anak saya yang sudah ditunggu, memang setiap kali saya pergi, hal yang paling saya nikmati adalah momen pulang ke rumah dengan membawa oleh-oleh buat anak saya. saya menikmati ekspresinya ketika menerima buah tangan.

18 April 19. 14.00 Wib

No comments: