June 1, 2015

Dunia Anna

DUNIA ANNA
Judul     : Dunia Anna, Sebuah Novel Filsafat Semesta

Pengarang : Jostein Gaarder
Penerjemah : Irwan Syahrir
Penyunting : Esti Budihapsari
Tebal: 244 hlm
Cetakan : 1, Oktober 2014
Penerbit : Mizan





“Umat manusia di Bumi ini tidak selalu hidup secara bersamaan. Keseluruhan umat manusia tidak hidup hanya dalam satu kurun waktu. Telah hidup manusia sebelum kita, lalu kita yang hidup saat ini, dan generasi selanjutnya yang akan hidup sesudah kita. Dan mereka yang hidup sesudah kita haruslah diperlakukan sebagai satu kesatuan. Kita harus memperlakukan mereka seperti perlakuan yang kita harapkan dari mereka jika saja mereka hidup di planet ini sebelum kita.” [hal 62-63].

Perkenalan saya dengan karya Jostein Gaarder hanya sebatas ketika membaca sepintas buku Dunia Sophie, karya paling penomenal dari Jostein Gaarder. Pria yang seumuran dengan ayahku ini memang paiawai dalam membumikan Filsafat. dari novel-novelnya yang dikemas dengan cerita yang sederhana namun mampu membawa pesan yang sebagian dari kita tidak pernah berpikir ke arah kesitu

Novel Dunia Anna adalah karya Jostein Gaarder yang mengandung pesan tentang masalah lingkungan. jostein memang terlihat sangat rapi dalam menceritakan setiap detail isi cerita dengan tidak terlepas dalam menyisipkan setiap pesan yang ingin disampaikan. Dia melihat kehidupan ini secara komprehensif.

Jostein Gaarder nampaknya amat sangat concern dengan masalah lingkungan. di novelnya kali ini, Jostein benar-benar menyusun sebuah cerita yang menggambarkan betapa ia dengan amat sangat khawatir bahwa suatu saat nanti, bumi akan mengalami degradasi yang begitu rusaknya karena ulah perbuatan manusia.

saya berangan-angan seandainya saja Jostein sedikit meluangkan waktunya dan merendahkan hatinya untuk mempelajari Al-Qur'an maka dia akan menemukan ayat yang persis menerangkan seperti kekhwatirannya akan kerusakan bumi yang diungkapkan dalam novelnya tersebut.

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah mengehendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar, katakanlah Muhammad ; Bepergianlah di Bumi lalu lihatlah bagaiman kesudahan orang-orang terdahulu, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan Allah"
(Q.S. Ar Rum (30) : 41-42)

manusia bukan sentra dari kehidupan ini namun ada saling keterkaitan antara semua makhluk hidup meski pada dasarnya manusia sering kali menempatkan dirinya sebagai yang paling berkuasa di muka bumi dan menganggap elemen semesta yang lain adalah objek bagi kepuasaan mereka, alhasil yang terjadi kemudian adalah kerusakan parah di bumi yang juga sebenarnya sangat merugikan generasi berikutnya.

sudah seharusnya manusia mulai berpikir bahwa hidup bukanlah tentang bagaimana mengeksploitasi bumi untuk kemewahan mereka namun hidup adalah tentang merawat bumi demi kelangsungan spesies manusia. jika manusia melakukan kerusakan di bumi maka ada dosa turunan yang akan terus berlanjut ke generasi berikutnya sampai akhirnya bumi hancur karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

seringkali menyalahkan binatang buas yang keluar dari hutan menghabiskan tanaman masyarakat atau mungkin kejadian alam lainnya yang kita anggap tidak biasa namun pernahkah kita mencoba untuk kembali merenungi apa causa proxima dari setiap kejadian tersebut karena tidak mungkin ada fenomena di semesta ini yang ujug-ujug terjadi begitu saja tanpa ada sebab.

ketika kita sudah mampu menempatkan diri kita bagian dari alam semesta maka di situ titik tolak dimana kita mampu merasakan setiap akibat dari apa yang akan kita lakukan di bumi ini. contoh kecil saja ketika kita membuang sampah sembarang maka kita akan merasa risih ketika sudah menjadi bagian dari bumi. kita akan merasakan bagaimana beratnya bumi mengurai sampah plastik yang memakan waktu sampai jutaan tahun lamanya.

Bumi adalah rumah kita dan harus diperlakukan sebagai milik sendiri.  dijaga layaknya kita membutuhkan untuk selamanya dan selalu dibersihkan. mencintai bumi seperti rumah yang akan diwariskan kepada anak-anak kita sehingga tidak ada kerusakan bahkan ketika kita berpikir untuk mewariskan kepada generasi, rumah itu diperbaiki sedemikian rupa dan tanpa cacat sedikitpun





cuap-cuap tentang novel Dunia Anna
Akhir Mei 2015

Mei dan Juni Dalam Waktu

Perjalanan yang cukup melelahkan dari Mei ke Juni. entah apa yang membuat asaku selalu mengepul setiap kali pergantian waktu entah itu bulan ataupun tahun. kali ini tepat pergantian bulan yang memasuki pertengahan tahun 2015 tepatnya bulan juni. aku kembali merapikan kerah bajuku yang acak-acakan di bulan mei. penuh noda dan lumpur. memulai bulan Juni dengan perasaan yang ceria.

Aku bukan pribadi yang terlalu perfeksionis di dalam semua hal meski akupun menyadari bahwa dalam hal tertentu, menjadi pribadi yang perfeksionis sekali-kali dibutuhkan misalnya dalam hal yang prinsipil entah itu pekerjaan ataupun dalam kehidupan sehari-hari. lain halnya ketika hal yang bukan prinsipil seperti penampilan, terkadang aku tidak terlalu ingin menjadi sempurna karena penampilan luar hanyalah berhenti di pandangan mata orang lain, cukuplah saja penampilan yang sopan dan bersih dan tidak perlu terlalu mewah dan mencolok apatahlagi ingin menjadi pusat perhatian.

Juni sedang memasuki langkah awal. aku menyadari bahwa perjalanan bulan ini mungkin sedikit lebih diperlambat dan diisi dengan hal yang baik karena di pertengahan bulan ini pun, Ramadhan akan tiba. tentu saja bahwa momen itu akan merubah beberapa rutinitas di bulan lainnya. aku harus menyusun ulang beberapa schedule yang sudah aku terapkan sebelum Ramadhan menghampiri.

Aku butuh nutrisi lebih untuk mengarungi bulan ini. fisikku yang belum kunjung segar bugar pun terkadang ikut mempengaruhi aktivitas rohaniku meski bukan alasan untuk melemahkan energi rohani karena aku yakin bahwa terkadang keadaan seperti ini pula yang membuat manusia kuat dan mengolah mata batin yang terdalam.

Pekerjaan di kantor pun berjalan seperti apa adanya. tidak ada perubahan signifikan meski terkadang ada pekerjaan yang menumpuk namun hal yang lumrah karena terkadang ada pula momen dimana tidak terlalu padat perkerjaan. Teman kantor pun tidak ada masalah karena seringkali aku berpikir bahwa ketika ada perbedaan maka bukan sebuah masalah.

Aku sedikit harus lebih menebalkan perasaan terhadap hal-hal yang sifatnya sentimental. Membuang perasaan rendah diri kemudian bersabar untuk hal-hal yang orang lain tidak mengerti akan diriku karena disitulah letak memulai menjadi pribadi yang rendah hati. Banyak hal yang mungkin menjadi jalan untuk melawan diri sendiri, disaat orang lain merendahkan kita dan di saat orang lain meremehkan apa yang kita miliki. ingatlah bahwa hidup bukan untuk menyenangkan orang lain dan bukan untuk menjadi terlihat jago di mata orang lain namun hiduplah untuk menjadi diri sendiri.

Masalah utama ketika kita merasa terganggu dengan omongan orang lain adalah karena kemungkinan besar kita masih ada perasaan ingin terlalu sempurna di mata orang lain. Hal yang mungkin harusnya kuperbaiki lagi adalah menjaga mulut menceritakan kejelekan orang lain bahkan meski dalam hal yang sederhana. Aku yakin bahwa menjelekkan orang lain di belakang mereka akan mematikan energi positif dari dalam diri.

Ah, aku ngomong opo toh
tapi lumayanlah untuk memulai juni yang hangat
Pulogadung, 010615 08:18

May 29, 2015

Khutbah Jum'at Hari Ini

Kembali lagi merangkum sari pati dari khutbah jumat hari ini. lain dari hari jumat sebelumnya, tadi saya agak terlambat ke mesjid karena ada nasabah yang datang klaim motor alhasil sampai pukul 12:00, nasabah masih saja menanyakan seputar masalah klaimnya sedangkan adzan sudah dikumandangkan.

Setelah itu, saya dan nasabah tersebut berangkat shalat jumat di mesjid yang berada di belakang kantorku. tiba di mesjid, jamaah sudah meluber sampai halaman mesjid sehingga kami tidak punya tempat. saya bahkan harus mencari cela di setiap jamaah yang mungkin masih kosong namun sial, saya mendapat space yang kena matahari.

Khatib sudah masuk inti ceramah ketika saya baru saja selesai melaksanakan shalat sunnah. sebenarnya inti dari khutbah jumat tadi seputar Al-Qur'an yang dibaca dengan Langgam Jawa. ketidaksetujuannya tersebut diekspresikan dengan meledak-ledak diatas mimbar bahkan dengan sangat keras mengatakan bahwa orang yang sengaja membaca Al-Qur'an dengan Langgam Jawa adalah orang fasik dan tidak diampuni dosanya oleh Allah SWT.

Entah sikap apa yang saya harus ambil hal tersebut namun sampai sekarang, saya masih menganggap bahwa itu hal yang tidak terlalu prinsipil untuk diperdebatkan. bahkan pandangan membaca Al-Qur'an dengan Langgam selain Arab masih ada dua versi. ulama masih berbeda pendapat tentang hal tersebut sehingga kita sebagai orang awam seharusnya tidak ujug-ujug menjustifikasi orang yang berbeda pandangan dengan kita karena ulama saja masih berbeda.

Cara menyikapi perbedaan seperti Khatib tadi sangat tidak saya sepakati. sikapnya yang terlalu cepat mengambil pendapat dan menyalahkan orang yang berbeda pendapat dengannya sangat diluar batas kewajaran. kita seharusnya tidak mengambil wilayah Tuhan untuk menyalahkan manusia masalah perbedaan yang dimana perbedaan itu pun masih menjadi perdebatan diantara para ulama.

Syeikh Ali Bashar menganggap bahwa membaca Al-Quran dengan Langgam jawa itu dilarang sedangkan disisi lain, KH. Prof. Dr. Ahsin Sakho Muhammad, mantan rektor dan guru besar di Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta dan tim pentashih terjemahan Al-Quran di Departemen Agama RI. menganggap bahwa bacaan dengan langgam tradisional dianggap sebagai perpaduan yang baik antara seperti langit kallamullah yang menyatu dengan bumi, yakni budaya manusia. Itu sah diperbolehkan. Hanya saja, bacaan pada langgam budaya harus telap berpacu seperti yang diajarkan Rasul dan para sahabatnya, yakni sesuai dengan kaedah fonologi bahasa Arab al-Quran (tajwid). baca disini beritanya.

Seharusnya kita sebagai orang awam tidak ikut mengeluarkan pendapat serampangan atas perbedaan tersebut.

Rawamangun. 290515

May 28, 2015

Lelaki Dalam Pelukan Senja

Sebenarnya cerpen ini sudah saya 2,5 tahun yang lalu. tepatnya saat saya ke Malang dan menjumpai ironi kehidupan anak jalanan di sini. Cerpen ini pula pernah saya publikasikan disini dengan judul yang berbeda. saya posting kembali karena ada beberapa perubahan setelah saya ikutkan di sebuah lomba cerpen

LELAKI DALAM PELUKAN SEPI
Perkenalkan namaku adalah salafuddin. dari nama tersebut Orang bisa menebak diriku berasal dari timur. namun saat bersama teman-teman, saya lebih sering dipanggil dengan nama pendek " Udding." Hidupku penuh dengan lika-liku yang tak henti mengeja waktu yang keras. aku sering menyanyikan sunyi dan mendebat malam ketika nasib tak kunjung bertemu dengan hal yang baik.
Semua orang mencibirku, mereka bahkan menganggapku tak lebih berharga dari setumpuk sampah. bagaimana tidak, aktivitasku beraneka ragam dan sayangnya tidak ada yang dianggap terhormat bagi manusia-manusia itu. tetapi apa peduliku, yang aku pikirikan adalah bagaimana bisa mengganjal perut hari ini dengan sebungkus nasi atau bahkan sekerat roti basi. aku terkadang mengamen, seringpula jadi pemulung, kernet angkot, tukang angkut barang di terminal sampai saat kepepet, akupun duduk dengan wajah memelas di setiap lampu merah ataupun stasiun kereta untuk meminta belas kasihan manusia.
Setiap bertemu manusia-manusia bermobil dan pakaian yang mengkilap, sering pikiranku ngelantur, sering pula menelan ludah dengan lidah yang kelu. jika saja uang pembeli baju mereka kugunakan untuk membeli nasi bungkus, mungkin bisa sampai berbulan lamanya. 
aku tidak ingin membiarkan pikiranku terlalu larut dalam membayangkan ilusi tersebut karena kenyataannya aku harus banting tulang membeli sebungkus nasi di angkringan. beginilah nasib membawaku ke duni ini.
orang tuaku meninggalkanku sejak kecil entah kemana. jalananlah yang kemudian membentuk karakterku yang keras. tak peduli panas ataupun hujan, aku tetap harus mencari apa yang bisa kutukar dengan uang. pekerjaan yang berat membuat badanku semakin kekar meski umurku baru menginjak 14 tahun namun aku seperti layaknya binaraga.
namun aku seperti layaknya binaraga. Ketika melihat otot-ototku mungkin saja orang-orang akan mengira bahwa aku rutin fitness namun saja rambut kumal, kulit kecoklatan dan rambut pirang akibat terbakar matahari menjelaskan bahwa aku tidak pernah ftness di ruang ber-AC tetapi tidak lebih fitness alami yang membentuk badanku.
Cemohan-cemohan adalah santapan sehari-hariku yang sudah menjadi kata puitis buatku, saat aku menjadi gembel peminta-minta di samping perlintasan rel kereta api, berbagai tatapan sinis harus kuterima, ada yang sama sekali tidak menggubris keberadaanku, ada yang sok bijaksana mengguruiku untuk mencari pekerjaan lain namun yang lebih menyayat hati adalah orang yang memberikan recehan dan kemudian membuang muka seakan jijik melihatku. Mereka seakan menyatakan dalam diamnya bahwa aku tidak lebih dari seonggok sampah. 
Pemerintah yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap kami kaum marginal bahkan mempersulit kehidupan kami dengan menerbitkan Larangan untuk mengemis atau menggelandang diatur dalam Pasal 504 dan Pasal 505 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), Buku ke-3 tentang Tindak Pidana Pelanggaran.
Alhasil pekerjaan sebagai peminta kutinggalkan saat terbitnya peraturan tersebut dan seakan pemerintah sendiri lepas tangan akan penderitaan rakyatnya. Hal yang lebih konyol dan menyebalkan adalah pemuka agama pun ramai-ramai ikut berfatwa haram bagi orang-oranag yang dengan ikhlas memberikan kelebihan rezekinya kepada kami. Sejak saat itu, satpol PP semakin giat menggrebek kami hingga beberapa kali aku harus merasakan perihnya sepatu lars mereka yang tepat mengenai pelipisku. 
Aku kemudian beralih profesi menjadi sedikit terhormat yaitu pengamen, dengan berbekal gitar butut hasil pinjaman temanku, suara yang agak cempreng, aku berpindah dari satu warung ke warung yang lain menyanyikan lagu yang sama karena hanya lagu itulah yang aku hafal selain liriknya pas dengan kondisiku. Lagu iwan fals yang berjudul manusia setengah dewa dan lirik yang paling aku suka bahkan kuulang terus menerus adalah “berikan kami, pekerjaan”. Akupun sering mencipta lagu-lagu yang tak karuan nadanya. Malam menyanyi dalam sepinya, menunggu pagi yang tak sudi bertandang, waktu yang enggan berputar semakin menyiksa harapannya, rindu sesak seakan menaburinya racun namun tak kunjung musnah” sebagian lirik lagu tersebut kunyanyikan untuk menggambarkan perasaanku.
Aku memang penikmat musik dan penyuka musik underground. Band Nirvana menjadi salah satu idolaku dengan Curt Cobain yang sangat Idealisme. Dia yang kemudian memilih mengakhiri hidupnya tepat disaat puncak popularitasnya. Curt menganggap bahwa dia diperalat oleh Industri musik ditambah lagi dengan ketergantungannya pada kokain membuat hidupnya tanpa gairah. Sempalan kata-katanya yang paling kusuka adalah “It’s better to be hated for what you are than to be loved for what you’re not.” kalimat tersebut seakan menjadi sihir bagiku tetap menjalani hidup apa adanya diriku.
Pekerjaan sebagai Pengamen tak lama kugeluti. hasil dari ngamen tidak cukup banyak untuk makan sehari-hari bahkan yang lebih menyedihkan dari kami sebagai pengamen karena banyak warung maupun toko yang memasang tulisan di pintu masuk “tidak menerima sumbangan”, namun itu tidak seberapa dengan salah satu tulisan di sebuah toko yang membuat hati para pengamen merana “Masuk ngamen, gratis”, bahkan tulisan tersebut terpampang di salah satu restoran terbesar di kota ini yang dimiliki oleh anggota DPR. Begitulah nasibku menjadi seorang pengamen.
Aku uring-uringan, namun satu keyakinanku bahwa ketika manusia masih bernafas, maka rezekinya masih ada di bumi ini. Aku berganti profesi yang kesekian kalinya menjadi sopir angkot. Meskipun umurku masih sangat belia, namun aku menjadi sopir tembak yang digaji rendah namun lebih besar dari hasil mengamen. Aku melakukan pekerjaan sebagai sopir angkot dengan senang hati karena tidak terlalu berat bahkan saat malam menjelang, aku mendapat tempat tidur yang lebih layak dari biasanya, aku tidur di angkot. dibanding saat aku masih menjadi pengemis dan pengamen, aku kadang di mesjid, di stasiun, emperan toko, taman kota dan dimanapun tempat yang bisa kubaringkan badanku sambil terlelap dalam mimpi. Seringkali kuberharap sesaat sebelum tidur supaya aku bermimpi indah dan tak terbangun lagi atau bahkan bangun dengan membawa mimpi indah tersebut kedunia nyataku namun ternyata aku harus kembali merenggut kecewa karena kujumpai duniaku yang kelam dan kelabu bahkan yang lebih mengerikan dari yang kubayangkan, setiap kali aku tidur, aku sering mimpi buruk dan saat terbangun dari tidur, mimpi yang lebih buruk lagi telah menjadi kenyataan dalam hidupku.  
Hari-hari menjadi sopir angkot mulai kunikmati dan berfikir bahwa profesi inilah yang akan kutekuni namun sampai akhirnya kenyataan kembali tidak sesuai dengan asaku, aku bahkan harus kembali mengelus dada setelah beberapa bulan menjadi sopir angkot, pemerintah kota ini kembali menerbitkan sebuah kebijakan tentang pengadaan angkutan trans kota, tak pelak lagi, dengan adanya angkutan trans kota tersebut, pendapatan angkutan umum menurun drastis dan imbasnya aku harus ikhlas tidak dipakai lagi sebagai sopir angkot karena para juragan angkot mencoba untuk mengurangi biaya operasionalnya. 
aku semakin tak mengerti dengan pemerintah, dua kali mereka menerbitkan kebijakan yang selalu merenggut pekerjaanku, saat pertama mereka menerbitkan UU tentang pelarangan memberi uang kepada pengemis yang membuatku harus beralih profesi dan kali ini mereka kembali menerbitkan proyek pengadaan bus trans kota yang lagi-lagi mengharuskanku angkat kaki sebagai sopir angkot. Terkadang kuberpikir bahwa pemerintah selalu saja menguntit profesiku dan menciptakan profesi tandingan yang akan membuatku harus kembali menjadi gelandangan. benar-benar harapanku hancur karena aku tidak tahu lagi profesi apa yang harus kujalani bahkan saat menjadi sopir angkot, aku sudah bisa membeli beberapa potongan pakaian untuk mengganti pakaianku yang lusuh nan kumal.
Otakku kerap kali diracuni pikiran negatif untuk menjadi pencuri saja atupun perampok namun selalu gagal. Entahlah, yang pasti bahwa meskipun aku tidak pernah mendapat pelajaran agama sejak kecil namun seakan ada dorongan yang sangat kuat dari dalam hatiku untuk menolak hal-hal yang dilarang agama dan dorongan tersebut tidak pernah sekalipun mampu kulawan. Aku putuskan untuk mendaftar sebagai office boy di salah satu kantor perbankan. Saat mendaftar di perusahaan outsourcing penerima office boy, aku dimintai ijazah SMP. “aku tidak punya sama sekali ijazah pak..!!” Kataku saat itu. Akupun ditolak, dalam hatiku memaki mereka, apakah ijazah itu yang akan membuat kopi atau membersihkan lantai kantor, meskipun aku tidak punya ijazah, namun aku piawai melakukan kerja-kerja office boy. Jangankan SMP, TK saja bahkan aku tidak tamat. Aku hanya bisa membaca dengan terbata-bata karena ikut program belajar gratis yang diadakan oleh sekelompok mahasiswa di samping stasiun buat para gepeng. Saat itu aku masih umur 8 tahun, umur yang cukup tua buat anak yang baru belajar membaca.

Aku tak punya apa-apa sekarang. saat kelaparan, aku mencari sisa-sisa nasi di warteg. Aku tak ingin lagi menjadi pengemis, aku berprinsip bahwa aku tidak mau menjalani pekerjaan yang sebelumnya sudah prnah kujalani.
Aku akhirnya memilih menjadi tukang parkir di sebuah terminal. Meskipun pendapatannya tidak begitu banyak pekerjaannya pun tidak berat. Aku harus jaga malam karena masih baru, menjadi tukang parkir di kota ini bukan tanpa resiko, aksi-aksi curanmor sangat nekat dan tak segan-segan melukai setiap orang yang menghalangi aksi mereka, dan ternyata mereka pulalah yang menggiringku ke takdir berikutnya yaitu jurang kematian, mereka yang akhirnya mengakhiri cerita hidupku di dunia.

Malam itu, tepat malam minggu saat kendaraan ramai, aku ditugaskan untuk jaga malam. menjelang tengah malam, aku melihat sekelompok orang yang mencurigakan. Saat kutegur, mereka gugup dan salah satu dari mereka langsung menyerangku tiba-tiba, aku masih bisa melawan dan namun akhirnya terdengar tembakan dengan senjata rakitan. Dua butir peluru tepat bersarang di dadaku. Aku tersungkur ke tanah, bayang pekat terlintas di kepalaku, setiap potongan hidupku kembali hadir dalam ingatanku dan semua terlihat kabut. Samar-samar kudengar suara masyarakat yang mengejar para curanmor. aku tak sanggup lagi berbuat apa-apa. Kurasakan tubuhku digotong oleh orang-orang ke sebuah mobil pick up menuju rumah sakit. Tak ada orang yang bersedih layaknya ketika orang di bawah ke rumah sakit. Aku memang tak punya siapa-siapa dan takkan ada yang perduli terhadap kondisiku
Di sebuah rumah sakit, aku masih merasakan sakit yang luar biasa. Kudengar bosku yang juru parkir berdebat dengan petugas rumah sakit yang menolak untuk merawatku karena tak punya sepersen pun dana untuk biaya administrasi rumah sakit. Setelah lama berdebat, akhirnya kurasakan juga tubuhku masuk ruang operasi. Pisau operasi mulai membelah dadaku, betapa perih yang luar biasa menghinggapi seluruh tubuhku. dua butir peluru dikeluarkan dari dadaku namun darah seakan tak berhenti menetes. Tubuhku menggigil, pendengaranku kabur dan semakin gelap dan rasa perih tak terhingga ketika ada sesosok bayang putih yang mengajakkku terbang dengan sayapnya kemudian melayang-layang mengitari tubuhku lalu tertunduk sejenak dan bagai roket meluncur ke atas. Tiba-tiba semua menjadi gelap. Bos juru parkir menggoyangkan tubuhku, kusapa dia namun tak bergeming. Semua orang berkerumun dan tubuhku mulai ditutupi dengan bebrapa lembar sarung. Aku kemudian pergi dan menyeberang ke alam sana.

Begitulah potongan hidup yang kujalani. Tulisan ini kurangkai dengan terburu-buru sesaat sebelum menghadapi pengadilan di hadapan Tuhan, pengadilan dimana tak ada saksi selain diriku sendiri dan tulisan ini kutujukan Buat manusia-manusia yang masih berada di alam dunia. entah apa hasil timbangan hidupku nantinya namun aku pasrah menghadapinya karena berbagai ketidakadilan di dunia telah kualami bahkan saat ini mereka tidak adil terhadapku karena para pembunuhku tidak pernah diadili sebab aku tidak punya pengacara untuk menuntut mereka dan tidak punya uang untuk membayar hakim yang haus uang.

Alamat Domisili : Jln Bambu kuning 1, Rawamangun, Jakarta Timur

Mengejar Uang Tanpa Keringat

Saya sungguh tidak bisa lagi menakar pikiran manusia tentang ketergantungan terhadap materi. meski saya sadari bahwa kebutuhan akan materi khususnya uang memang begitu mendesak bahkan untuk diri saya sendiri namun saya masih tetap membatasi diri dalam beberapa hal untuk tidak terlalu menjadi gila dalam mengejar materi, bahkan untuk hal yang diluar nalar pun ditempuh dengan cara pintas demi yang namanya uang.

Begitu banyak orang yang menempuh jalan berbelok demi mendapatkan materi bahkan semua pertimbangan baik moral maupun pertimbangan sosial sudah dicampakkan kedalam got karena sudah tidak berlaku lagi dalam kamus mereka. orientasi hidup mereka adalah uang demi semua kesenangan duniawi.

Saya masih ingat dengan sangat jelas saat masih duduk di bangku SD. ada usaha simpan pinjam koperasi yang sedang booming di kabupaten sebelah kotaku, namanya Koperasi simpan pinjam atau yang lebih akrab disebut Kospin. letak usaha kospin tersebut dijalankan di Kabupaten Pinrang, berjarak 3 jam perjalanan mobil dari kampungku.

Seingat saya dulu bahwa Kospin tersebut menawarkan bunga uang yang sangat besar yaitu 100% dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Kospin tersebut booming seantero Sulawesi Selatan bahkan ke beberapa daerah di luar sulawesi. salah satu sepupu ayahku ikut menginvestasikan uangnya kalau tidak salah ingat 1 juta, sebulan kemudian dia menarik uangnya dengan total 2 juta. banyak dari mereka yang sudah menabung di awal dan menariknya sebulan kemudian, uang berlipat tersebut di kembalikan lagi ke kospin dengan harapan uang tersebut beranak pinak. alhasil beberapa bulan setelah Kospin berjalan, pemiliknya melarikan diri dan membawa uang miliaran Rupiah. saya tidak ingat persis apakah pemiliknya ditangkap atau tidak namun yang masih segar dalam ingatku adalah kantor Kospin dibakar oleh nasabah yang tidak mendapatkan lagi uangnya.

Praktek investasi seperti kospin memang menggiurkan apatahlagi jaman saya masih SD yang masih langka. sampai sekarang pun prakter investasi dengan tawaran uang berlipat bahkan menjamur sampai sekarang ini dan anehnya lagi bahwa sudah banyak yang tertipu namun masyarakat masih saja banyak yang percaya.

Investasi bodong seperti ini sudah menjadi keresahan masyarakat bahkan  Otoritas Jasa Keuangan sudah memperingatkan kepada Masyarakat untuk tidak percaya terhadap tawaran investasi yang tidak masuk akal

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, 
Kusumaningtuti S Soetiono‎ membeberkan beberapa ciri investasi bodong yang bisa Anda perhatikan 
sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk investasi :
  • Produk investasinya selalu Mengemukakan imbal hasil yang menggiurkan, dengan presentase yang mustahil dan tidak rasional sebagai contoh imbal hasil keuntungan 30% per bulan, sedangkan yield tertinggi di bidang investasi saham saja 27% per tahun. reksadana campuran menawarkan imbal hasil 22% per tahun dan produk deposito atau tabungan cuma 6-7% per tahun
  • produk investasi bodong mudah dipahami, sedangkan produk investasi yang sah perlu waktu untuk mencernanya. kalau mudah dipahami, bagaimana menjalankan usahanya itu yang perlu dicurigai.
  • setiap produk investasi bodong yang ditawarkan menggunakan tokoh masyarakat misalnya di sumatera utara, pelaku kejahatan investasi bodong akan menawarkan produknya lewat referensi tokoh masyarakat di wilayah tersebut agar masyarakat respek dan tergerak untuk menanamkan uangnya hingga mengabaikan resikonya
  • produk investasi bodong tanpa booklet atau penjelasan panjang lebar tulisan saat produknya kecil-kecil  sehingga tidak mudah terbaca, ini patut dicurgia terlebih jika tidak jelas siapa lembaga yang mengawasinya. sumber 
secar logika sederhana saja bahwa ketika ada yang menawarkan kepada kita investasi modal untuk diputar di sebuah usaha tertentu dengan keuntungan yang sudah ditentukan waktunya. pertanyaannya adalah orang tidak menggunakan akal saja yang tidak berpikir bahwa mana mungkin sebuah usaha itu sudah pasti berhasil dalam waktu yang ditentukan kemudian keuntungan pun sudah mereka tentukan, kan sebuah kebohongan yang sudah jelas jika seperti itu. namanya usaha pasti ada saatnya untung maupun rugi maka tidak mungkin setiap jangka waktu yang ditentukan akan terus untung dengan keuntungan yang sudah ditentukan.

begitulah uang membuat sebagian dari kita mengabaikan akal sehat kita. entah karena dorongan kebutuhan atau gelap mata memikirkan keuntungan yang fantastis sehingga tidak ada lagi pertimbangan rasional untuk menempuh jalan mendapatkan uang.

ini sebagian prinsip Asuransi yang sesuai syariah. saya kutip dari sini

Prinsip-prinsip Investasi Syariah
Beberapa prinsip yang harus perhatikan dalam investasi menurut Islam :
1. Halal
Suatu bentuk investasi harus terhindar dari bidang bisnis yang syubhat atau haram. Kehalalan juga menyangkut pada penggunaan barang atau jasa yang ditransaksikan. Contoh industri yang dikategorikan haram adalah: industri alkohol, industri pornografi, jasa keuangan ribawi, judi, dll.
Prosedur juga harus terhindar dari  hal-hal yang syubhat atau haram tersebut. Selain itu,  kehalalan juga meliputi niat seseorang saat bertransaksi dan selama prosedur pelaksanaan transaksi.
Kehalalan juga ternyata terkait dengan niat atau motivasi. Motivasi yang halal ialah transaksi yang berorientasi  kepada hasil yang dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
2. Maslahah
Maslahah  (manfaat) merupakan hal yang paling esensial dalam semua tindakan muamalah. Para pihak yang terlibat dalam investasi, masing-masing harus dapat memperoleh manfaat sesuai dengan porsinya. Misalnya, manfaat yang timbul harus dirasakan oleh pihak yang bertransaksi dn harus dapat dirasakan oleh masyarakat pada umumnya.
Manfaat-manfaat investasi itu antara lain :
a. Manfaat bagi yang menginvestasikan Mendapatkan bagi hasil sesuai dengan besar investasi yang ditanamkan dan sesuai dengan akad awal menurut prinsip syariah.
b. Manfaat bagi yang mendapat tambahan investasi
Mendapatkan tambahan modal sehingga memiliki kemampuan untuk meneruskan usahanya.
Untuk melindungi perusahaan dalam lilitan hutang karena tidak mampu mengembalikan modal yang diterima dan tidak mampu memberikan manfaat bagi investor, maka diatur secara syariah oleh DSN (Dewan Syariah Nasional) bahwa perusahaan yang memenuhi syarat untuk dijadikan lahan investasi adalah perusahaan yang:
- mendapatkan dana pembiayaan atau sumber dana dari hutang tidak lebih dari 30% dari rasio modalnya
- pendapatan bunga yang diperoleh perusahaan tidak lebih dari 15%
- memiliki aktiva kas atau piutang yang totalnya tidak lebih dari 50%
Sesuai dengan peringatan Allah dalam firmannya QS. Al-Baqarah:280 bahwa: ”Orang yang berhutang tidak pernah tenang dalam tidurnya”, maka dengan fatwa yang ditetapkan oleh DSN tersebut diharapkan perusahaan debitur dapat mengembalikan investasi sesuai dengan perjanjian yang dilakukan.  QS Al-Maidah:1 bahwa: ”Hai orang-orang yang beriman! Penuhilah akad-akad itu .....”
c. Manfaat bagi masyarakat secara luas
Besarnya investasi yang ditanamkan dalam berbagai bidang haruslah memberi manfaat bagi masyarakat.  Investasi bisa digunakan untuk penelitian dan pengembangan supaya bisa meningkatkan produk-produk baru atau meningkatkan kualitas produksi, selain itu investasi juga dapat bermanfaat dalam mengurangi harga barang sehingga pada akhirnya menguntungkan pelanggan.
Dengan investasi juga menggairahkan sektor industri sehingga mampu mengurangi jumlah pengangguran.
Maka sesuai dengan tafsir Al-Misbah, bahwa pada akhirnya harta yang dimiliki individu memiliki fungsi sosial.
Selain memperhatikan faktor kehalalan dan kemaslahatan, investasi harus terhindar dari  praktek sistem  riba, gharar, maysir (spekulasi)
  1. Transaksi dalam investasi yang dilakukan harus terbebas dari riba (bunga). Karena itu inevstasi kepada perusahaan yang menjalankan sistem riba seperti perbankan, asuransi, pegadaian, dsb, adalah dilarang. Membeli saham bank konvensional juga adalah terlarang karena mengandung riba yang diharamkan.
  2. Setiap transaksi harus bebas dari gharar, yaitu penipuan dan ketidak-jelasan. Dengah demikian  transaksi bisnis harus  transparan, tidak menimbulkan kerugian atau unsur penipuan disalah satu pihak baik secara sengaja maupun tidak sengaja.. Gharar dapat pula diartikan sebegai bentuk jual beli saham dimana penjual belum membeli (memiliki) sahamnya tetapi telah dijual kepada pihak lain.  Karena itu Islam melarang praktek margin trading, short selling, insider trading, Demikian pula najasy (rumor) untuk mengelabui investor.
  3. Setiap transaksi harus terbebas dari kegiatan maysir (spekulasi). Maysir dalam konteks ini bukanlah hanya perjudian biasa, tetapi  adalah segala bentuk spekulasi di pasar uang atau pasar modal. Islam melarang spekulasi uang, karena menurut Islam uang  bukan komoditas. Karena itu Islam melarang spekulasi valuta asing. Uang adalah alat pertukaran yang menggambarkan daya beli suatu barang atau harta. Sedangkan manfaat atau keuntungan yang ditimbulkannya berdasarkan atas aktivitas riil, seperti penjualan harta (bay’) atau pemakaian barang (ijarah).
  4. Risiko yang mungkin timbul harus dikelola sehingga tidak menimbulkan risiko yang besar atau melebihi kemampuan menanggung risiko (maysir).Untuk itu diperlukan ilmu manajemen resiko. Ini adalah aplikasi konsep fath zariah dalam ilmu ushul fiqh. Dalam Islam setiap transaksi yang mengharapkan hasil harus bersedia menanggung risiko sesuai kaedah Al-Kharaj bidh Dhaman dan Al-Ghurm bil ghurmi.
  5. Manajemen yang diterapkan manajemen Islami yang tidak mengandung unsur spekulatif dan menghormati hak asasi manusia serta menjaga lestarinya lingkungan hidup.
semoga saya selalu diingatkan bahwa hidup bukan sekedar kesenangan duniawi mengejar keberlimpahan materi namun lebih dari itu, hidup haruslah lebih bermanfaat dan jika bisa zuhud dunia dalam artian tidak tertipu oleh kemewahan dunia yang absurb.

tulisan ini atas kegelisahanku terhadap suatu masalah
saya saklek terhadap hal-hal yang berkaitan dengan aqidah
ingat itu
280515

May 27, 2015

Sepi yang Beranjak

Senja yang menua, semua memudar kecuali suara hingar bingar kendaraan yang liar di sepanjang jalan yang rela dengan sabarnya menjadi penuntut setiap pejalan tanpa sedikitpun mengeluh menahan beban dari setiap bebal yang tak berperasaan

Kemana harus kurebahkan raga yang semakin penat mengejar mimpi yang tak ada habisnya. ada mereka yang menghabiskan waktunya seperti diriku dan ada mereka yang membagi waktunya dengan jeda dan membuat raga mereka tidak terlalu lelah.

Aku mengeja waktu yang berlalu, aku berpelukan dengan sepi yang selalu saja hadir disaat ramai bahkan hiruk pikuk mereka yang menertawakan dunianya tidak membuatku melirik sedikitpun. Entah dimana ramai itu dan entah sepi kapan beranjak. peluh melumuri seluruh tubuh layaknya sungai yang mengalir dari gunung

Aku membeku. hasrat hidup ingin menepi dan bermimpi menggenggam asa namun tidaklah pantas untuk melepas semua dengan mengejar yang tak pasti.

Dua orang bercengkerama. bercerita tentang keluarga mereka yang menahan lapar. tidak ada beras untuk hari ini dan besok pun masih menjadi misteri. aku gemetar, membayangkan mereka yang meradang karena rakusnya para begal kehidupan. Menganggap mereka adalah hidup yang tak berguna.

Aku menunggu kekasihku di ujung senja ini. waktu bukan lagi soal jarum jam yang berputar karena semua musnah dengan harapan untuk memeluk dalam rindu yang memuncak. perasaan meredakan sakit yang ditanggung raga.

Seorang gadis menatap langit temaram. dari sudut mata meleleh butiran air dan tak henti mengusap dengan sapu tangan lusuh di genggamannya.

Sepi adalah keramaian dalam arti lain karena hanya berupa perasaan yang pada diri setiap orang dirasakan dengan cara yang berbeda. kata-kata hanyalah kamuflase dari ketidaksanggungan membumikan pikiran-pikiran yang sudah semakin berkecamuk.

Rawamangun.270515

Tentang Blog Ini

Blog ini sudah bertahan selama lima tahun. Saya tak ingat pasti sejarah awal saya membuat blog ini namun yang pastinya bahwa dua tahun pertama saat blog ini eksis di dunia maya, saya amat jarang mengisinya dengan tulisan-tulisan karena saat itu, saya masih masuk dalam kategori sok perfeksionis yang hanya ingin menulis tulisan yang  dalam standar baik dalam segala hal.

Akhir 2012 menjadi awal saya lebih intens mengisi blog ini dengan tulisan apa saja yang menurutku bisa untuk dijadikan pelajaran setidaknya untuk diriku sendiri. Saya tidak terlalu ingat nama yang kupilih di alamat blog ini namun seingat, manhaj menjadi yang terlama setelah itu saya ubah menjadi ingat diri kemudian jangan lupa diri. 

Mungkin setelah ini, alamat blogku akan kuubah lagi menjadi ingatdiri.blogspot.com dan display name nya Serenity. Entahlah kenapa saya lebih memilih itu namun setidaknya, untuk beberapa tahun belakang, saya selalu berusaha untuk sadar diri, ingat diri dan berusaha untuk tidak menjauh dari diriku meski kuakui bahwa semakin keras saya untuk tetap ingat diri dan tidak jauh diri namun sekeras itu pula nafsuku menjauhkanku dari diriku sendiri. akibatnya bisa saya rasakan pertengahan tahun 2013 sampai pertengahan tahun 2015. Saya jatuh dalam nista yang mungkin harus kusesali karena itu yang menjadi hijab untuk mengenal diri.

Blog ini telah mengalami berbagai pergeseran nilai saat pertama kali ada. Niat awalnya adalah sebagai wadah penyimpan tulisan materi kuliah dan tulisan ilmiah lainnya yang berhubungan dengan pelajaran kuliah namun kemudian seiring berjalanannya waktu, blog ini hanyalah menampung remeh temeh tentang perjalanan hidup yang kujalani. Entah itu tentang suka maupun duka atau bahkan keadaan sekitar yang menurut saya bisa dijadikan pelajaran.

Saya bukanlah orang yang terlalu pintar memilih diksi dan merangkai menjadi tulisan yang indah meski demikian saya bukan pula yang suka menulis serampangan meski terkadang saya harus memaksa diri menulis satu dua kata demi menjaga libido menulisku.

Saya sudah sering membaca teori menulis dari berbagai penulis besar namun setidaknya tidak ada yang lebih ampuh dari tips yang mereka tawarkan selain terus menulis dan mengasah kemampuan menulis. memang cara paling ampuh untuk menjadi penulis hanya tiga, menulis, kemudian menulis dan yang terakhir jangan pernah bosan menulis. sampai pada saatnya, kita menemukan gaya menulis yang kita sukai.

Satu variabel penting saat menulis yang tidak boleh dinafikan adalah banyak membaca. Instrumen paling penting untuk mengetahui dan mempelajari teknik menulis didapat saat kita banyak membaca buku dan cara penulisan yang baik.

Untuk hari-hari selanjutnya, blog ini akan menjadi wadah bagi banyak kecamuk pikiran di kepalaku yang tak tahu harus kemana saya curahkan. semua seakan sudah semakin abu-abu di dunia ini. Tak ada lagi hitam putih. musuh menjadi teman dan teman menjadi musuh sehingga yang tersisa dari semua itu adalah kata-kata dalam tulisan.

Blog ini semacam pelampiasan yang akan menanggung beban-benan kepalaku.
26 Mei 2015
Pulogadung

May 26, 2015

Doa di Pagi Hari

Tuhan,
sekalipun aku selalu ingin mendekat denganMu
berjalan menuju pangkuanMu
sesering itu aku harus terjungkal kemudian meninggalkan rencana untuk berlari kepadaMu

Tuhan,
dalam setiap perjalanan waktu yang kulalui bersama dengan menuanya umur tak terkendali, aku sudah berapa kali memimpikan kondisi dimana aku akan menjadi orang yang selalu memikirkanMu disetiap waktuku
namun Tuhan
begitulah hidupku

Tuhan,
kalaupun Engkau menghukumku dengan segala salah langkah yang sudah tak terhitung, aku bahkan tidak pernah sama sekali mempunyai kemampuan untuk berlari jauh dari hukumanMu.
kalaupun aku bukanlah orang yang mempunyai standar untuk melihatlMu namun ijinkan aku mencicipi kenikmatan mengenalMu.

Tuhan,
entah apa yang sedang Engkau skenariokan atas hidupku namun aku selalu percaya bahwa semua adalah yang terbaik untukku.

Tuhan,
bahkan jika aku tidak berdoa kepadaMu pun, Engkau tahu apa yang aku butuhkan. doa-doa yang keluar dari mulutku hanyalah kata-kata yang mungkin saja adalah keinginan nafsu dari diriku sendiri namun tahukah Engkau kenapa aku tetap berdoa..? karena doa adalah jalan mengingatMu, jalan menautkan hatiku kepadaMu dan salah satu jalan mengenalMu. doa yang yang Engkau kabulkan hanyalah bonus dariMu.

 Tuhan,
namun tak apalah aku kembali mencurahkan doa-doaku kali ini, aku hanyalah manusia biasa yang masih tetap saja memiliki kekhawatiran dalam hidupku karena dengan begitu, aku menjadikanMu satu-satunya sandaran hidupku.

Tuhan,
ini adalah sebagian kecemasanku untuk saat ini, saya sudah merencanakan untuk menikah di awal oktober tahun ini namun aku rasa persiapan untuk menghadapi hidup yang baru tersebut masih terlalu jauh, aku masih sering mengumbar emosiku tanpa ampun, masih selalu tidak mampu bersabar untuk semua hal yang tidak sesuai dengan keinginanku, itu masalah psikis. masalah fisikku pun terkadang masih mengalami gangguan. aku berdoa dengan penuh harap kepadaMu ya Rabb, sehatkanlah jasmani dan rohaniku untuk bekalku mengenalMu dan memahami semua ketentuanMu, semoga saja permohonanku ini bukan dari nafsuku.
Ridhai dan Mudahkan rencana pernikahanku 4 bulan kemudian. jadikan pernikahanku sebagai jalan untuk lebih dekat kepadaMu bukan malah jadi jalan menjauh dariMu.

Tuhan,
kecemasanku yang berikutnya adalah tentang pekerjaanku. bukan karena aku merasa kurang, sama sekali bukan karena itu ya Rabb. Engkau pastilah tahu tentang keresahanku ini. aku bekerja di sebuah perusahan finance yang menurutku mungkin masih memiliki unsur syubhat, entahlah aku belum terlalu paham namun jika memang pekerjaan ini masih mengandung unsur syubhat yang tidak Engkau ridhai, aku mohon dengan segenap jiwa ragaku, pertemukan aku dengan pekerjaan yang benar-benar lepas dari untuk syubhat dan pekerjaan yang Engkau Ridhai.
ini semata-mata hanya ingin mencari ridhaMu yang Rabb. bukan tentang tingginya gaji yang aku peroleh.

Tuhan,
semoga kali ini Engkau sedang didekatku sehingga Engkau melirik keresahaanku di tulisan ini kemudian Engkau meridhai dari apa yang pantas untukku
Allahumma Amin Ya Rabb

doa di pagi hari sebelum memulai kerja
270515

May 25, 2015

Reuni

Saya sudah pernah menulis tentang seperti apa yang saya rasakan tentang reuni tersebut. Tulisan reuni silaturrahim dan prestise..? mungkin tidak terlalu memaparkan lebih dalam apa yang saya rasakan namun setidaknya sedikit pengingat bahwa kerapkali ketika ada acara kumpul dengan kawan-kawan lama atau istilah kerennya "reuni," hanya akan disambut antusias oleh kawan-kawan yang secara ekonomi sudah masuk dalam kategori kelompok menengah keatas namun bagi mereka yang merasa masih dalam golongan ekonomi bawah, reuni akan menjadi momok menakutkan dan selalu dihindari sebagai topik pembicaraan ketika bertemu dengan teman lama.

Kenapa saya kembali menulis tentang reuni..? ada alasan yang mendasari tulisan ini. sejak saat bermukin di Jakarta, seringkali saya mendapat undangan reuni dengan teman-teman kuliah. entah itu di tempat yang high class maupun di tempat sederhana seperti di Blok M ataupun di Atrium Senen. saya bukanlah pribadi yang parno terhadap acara reuni namun saya juga pribadi yang terlalu suka dengan acara reuni yang terkesan ingin pamer keberhasilan.

Cerita ini mungkin begitu saja terlintas di kepalaku ketika kemarin, saya dan 2 orang teman waktu kuliah dulu menginap di bekasi, rumah salah satu teman. malam harinya, kami menghabiskan waktu untuk bercerita banyak, tentang kabar teman-teman yang sudah lama tidak dijumpai sampai pada pembicaraan mengenai acara kumpul-kumpul alumni yang akhir-akhir ini marak diadakan di Jakarta.

Teman yang kami tempati rumahnya menginap memang belum bekerja. dia menumpahkan keluh kesahnya tentang ajakan reuni selama ini. entah apa yang ada dipikirannya namun dari arah pembicaraannya, dia sedikit sungkan terhadap teman-teman yang lain mengingat dia belum bekerja.

Si kawan tadi mencurahkan semua uneg-unegnya ketika mendapat undangan reuni dan melihat tempat acara reuni. dia bahkan harus berhitung isi dompet setelah melihat menu di acara reuni tersebut meski seringkali acara reuni ditanggung oleh beberapa orang namun tetap saja bahwa isi dompet perlu. 

Terlepas dari masalah tersebut tentang mahalnya tempat reuni dan makanan yang disajikan disana, dia juga risih terhadap mereka yang dulunya mungkin saat masih kuliah hanya berpenampilan sederhana namun setelah mendapatkan dunia, penampilan dan karakter mereka diubah oleh pesona kemewahan dunia ditambah lagi saat acara reuni, pertanyaan tentang pekerjaan sering kali menjadi topik paling sering dibicarakan.

Sebenarnya untuk melihat perubahan teman-teman, tidak harus melihat penampilan mereka saat reuni ataupun arisan namun dari gay bertuturnya saat kita berbicara dengan mereka pun kita bisa mengetahui bagaimana perubahan diri mereka bahkan melihat media sosial mereka, kita bisa menganalisis bagaimana perubahan di diri mereka. saya punya teman-teman SMA ataupun SMP dan dari cara bertuturnya dan media sosialnya yang dipenuhi dengan berbagai foto-foto yang diupload, saya bisa berprasangka tentang perubahan yang mereka alami "setidaknya itu dari sudut pandang saya."

Teman SMA yang dulunya tidak terlalu menonjol dan begitu pendiam bisa saja berubah 180' ketika mereka mendapatkan duniawi. memang seringkali orang menjadikan harta sebagai sebuah senjata untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. meski terkadang saya tidak akan pernah sepakat dengan semua hal yang berbau duniawi.

Beranjak dewasa adalah persoalan bagaimana mengenal diri. bukan bagaimana memamerkan "keberhasilan" yang diperoleh dalam bentuk harta. hidup pun tidak pernah mengenang orang yang kaya tapi tidak perduli namun seringkali dunia mengabadikan manusia yang berguna bagi sesamanya.

ah, saya terlalu idealis bahkan saya pun belum menemukan diriku.
260515

Tumpukan Buku di Atas Rak

Entah saya yang terlalu lapar mata melihat buku ataupun mungkin dengan maksud untuk membangkitkan kembali gairah membacaku yang sudah hilang beberapa tahun belakang. di tahun 2015 ini, saya begitu rajin memburu buku-buku murah di bilangan Blok M dan Pasar Senen bahkan sekali-kali membeli buku di Gramedia satu atau dua buah karena memang harganya yang jauh lebih mahal.

Saya harus mengakui bahwa minat membacaku masih tertinggal jauh karena dari tumpukan buku yang kubeli tersebut, masih banyak yang antri untuk dibaca apatahlagi genre buku yang saya beli tersebut tergolong buku sederhana yang mudah dimengerti, bukan buku-buku yang memerlukan otak bekerja lebih keras untuk memahaminya.

Tercatat hanya ada buku-buku novel meski diantara buku tersebut ada novel sejarah karya Pram, Putu Oka Sukanta. novel karya Jostein Gaarder. Sebenarnya tidak terlalu susah untuk mengerti isi dari buku yang kubaca tersebut namun mungkin tantangannya ada pada diriku yang terlalu memanjakan mata dengan layar HP sehingga terkadang tidak terasa waktu berjalan dan membaca buku hanya rencana semata.

untuk sementara waktu, saya mungkin tidak akan beranjak ke loakan buku untuk menambah koleksi karena masih banyak yang belum kubaca. saya tidak akan mempersepsikan diriku sebagai orang yang gemar mengoleksi buku namun sama sekali tidak dibaca. membeli buku semacam tanggung jawab untuk membaca buku tersebut dan mengerti apa isi dari buku setidaknya dari sudut pandang pembaca. tidak perlu menumpuk banyak buku sebelum semua yang ada selesai dibaca.

buku semacam kenangan masa laluku yang tertinggal jauh. saya masih bisa merasakan kenikmatan membaca saat masih duduk di bangku SD sampai SMA. berbagai buku bahkan majalah kulahap habis. membaca semacam penyejuk dan tidak pernah ada tuntutan saat membaca sehingga yang ada adalah kesenangan semata.

membaca mungkin akan selalu menjadi bagian diriku. dia terlanjur menjadi masa lalu yang tidak bisa kulepaskan begitu saja. secapek apapun aktivitas yang kulakukan namun hal tersebut tidak akan pernah menjadi  alasan untuk berhenti membaca.

250515

May 22, 2015

Khutbah Jumat

Saya terlambat datang ke mesjid di jumat kali ini. bukan karena kesibukan yang mendera namun semata-mata karena menunda waktu alhasil saat tiba di mesjid, khatib sudah memulai khutbahnya padahal saya sudah berhasrat untuk mendengarkan seluruh isi khutbah Jumat namun begitulah adanya, selalu saja hasrat saya rapuh oleh kemalasan yang tidak berujung

Meski agak sedikit terlambat, namun setidaknya inti dari khutbah jumat masih tersisa dan setidaknya saya masih mengambil hikmah dari khutbah Jumat tadi siang. Mungkin bukan hikmah namun lebih kepada nasehat yang saya sepakati.

"ketika Qalbu kita selalu terhubung dengan Allah SWT maka kita akan selalu ditolong olehNya"

Sebaris kalimat itu rasanya sudah cukup bagi saya tentang khutbah jumat tadi. Penjabaran tentang kalimat tersebut mungkin akan memakan banyak paragrap namun disini hanya saripati dan beberapa contoh dari perspektif saya yang mungkin akan saya tuliskan.

Hati yang terhubung dengan Tuhannya senantiasa akan terjaga dalam setiap hal. hati akan menjadi tenang dalam menjalani kehidupan tanpa ada rasa cemas dan khawatir. Di setiap langkah mereka akan mengukur apakah jejak yang ditinggalkan diridhai olehNya ataukah bahkan dimurkai sehingga senantiasa bersikap was-wasa dalam mengambil tindakan dengan dasar cintanya kepada Rabbnya.

Di manapun dan dalam kondisi apapun, ketika qalbu sudah bertaut dengan Ilahi maka semesta akan menyatu dengan semua tindakan tanpa ada yang terdzalim.

Namun jangan menyangka bahwa menautkan qalbu dengan Tuhan adalah perkara mudah karena butuh latihan dan kerja keras yang istiqomah. keadaan bertaut tersebut tidak terjadi dalam sehari dua hari namun bertahun-tahun dan Istoqamah melalui rintangan yang cukup keras.

Hati yang mencapai puncak pertautan dengan Ilahi adalah hati yang sudah melalui cobaan namun tetap dengan tekad yang kuat menjalaninya dengan sabar dan tabah sesuai dengan tuntutan Ilahi sehingga pada akhirnya mencicipi hasilnya.

bertaut dengan Rabb adalah hidup yang tenang.
jumat kali ini.  220515