April 11, 2015

Si Gadis itu

Dia yang selalu setia disampingku
Merapal semua doa yang terbaik
Dia yang kemudian berikrar untuk melengkapi hidupku
Bersama meniti setiap setapak yang basah

Untaian rindu sering kusematkan untuknya ketika kami jauh
Jalinan rasa yang mungkin melebihi bahasa puisi seindah apapun
Dan sesungguhnya,
Rinduku untuknya selalu saja tidak terlunasi.

Bagai sebuah imajinasi dalam diri
Tentang semua taman bunga yang didamba
Dialah yang kemudian melengkapi kebahagiaan itu

Karet pendurenan, 110415

Impian Menetap di Surabaya

Fakta Google "Tragedi kapal Titanic 1912 mempunyai 95% kemiripan dengan Novel fiksi karya Morgan Robertson 'The Wreck of the Titan' tahun 1898."

sekilas tidak ada kaitan antara fakta google yang kukutip seperti diatas dengan apa yang akan aku tulis namun dalam olah pikirku yang masih mengawang, kutipant tersebut bahkan memiliki magnet yang luar biasa dari apa yang hendak kutulis.

Sejak aku yakin bahwa menulis impian adalah cara paling ampuh untuk mengabadikannya maka setiap kali aku punya impian, maka yang kulakukan ada menuliskannya. tulisan mungkin membuat jejak kita tidak akan pernah hilang dari memori.

entah apa yang memang sering terjadi kemudian namun ada yang percaya bahwa semua yang terjadi pada masa kini telah tertuliskan oleh orang di masa lalu bahkan mungkin hanya berupa imajinasi dalam sebuah novel atau cerita pendek.

aku pernah menulis disini tentang keyakinanku bahwa impian yang sebelumnya tertulis kemungkinan besar akan terwujudkan dalam sebuah kenyataan yang benar-benar terjadi. keyakinanku pun tidak berdasar atas asumsi belaka karena berangkat dari beberapa impianku dan adek yang kami rangkai di tulisan ini dan ternyata secara amat nyata, sebagian dari apa yang kami tulis tersebut tercapai di tahun 2014. di penghujung tahun kemarin, kami pun mencatat beberapa impian di artikel ini dan kurasa bahwa sebagian dari apa yang kami tulis sudah tercapai.

kenyataan-kenyataan tersebut diatas menggugah seleraku untuk menuliskan apa saja keinginan baik yang terlintas di benakku kemudian akan kutulis di blog ini sebagai cacatan sejarah dan kemudian diaminkan oleh semesta yang nantinya akan terwujud dikemudian hari.

kali inipun, aku akan menulis sebuah keinginanku di masa yang akan datang yang beberapa hari terakhir ini selalu menari-nari di kepalaku. keinginan untuk menetap di kota surabaya. sebuah kota di ujung timur pulau jawa yang menakdirkan aku dan adek bertemu kemudian menjalin relasi untuk saling melengkapi hidup . 

sejak pertama kali menginjakkan kaki di kota pahlawan, aku sudah jatuh cinta kepada kota tersebut. meski sama halnya dengan kota lain yang padat karena kota tersebut adalah kota terbesar kedua namun entah mengapa, hatiku selalu bermimpi untuk menetap dan menua di kota itu.

hidup bersama windi dan mempunyai rumah di surabaya adalah impianku kali ini yang aku cita-citakan terwujud 5 atau 6 tahun mendatang. entah kenapa aku dan adek memang mengidam-idamkan untuk hidup di kota tersebut. mungkin karena hati kami sudah tertinggal di kota itu semenjak kebersamaan yang kami lalui disana. bayangan akan kota surabaya tidak pernah lepas dari angan-angan sampai sekarang.

aku dan adek amat sangat merindukan suasana di kota itu. mempunyai rumah. mungkin mungkin sekarang atau tahun depan namun tetap saja kami akan terus berdoa semoga Allah memperkenankan kami untuk pindah dan merangkai hidup di kota surabaya.

adek harus bekerja minimal 5 tahun untuk bisa mengajukan mutasi sedangkan aku sampai sekarang masih berkecimpung sebagai karyawan swasta. keinginanku adalah adek bisa pindah ke surabaya dan aku juga bisa mendapat pekerjaan sebagai pegawai BUMN ataupun karyawan media cetak di surabaya.

biarkankah waktu berjalan sesuai adanya dan kami akan menjalani takdir seperti seharusnya sambil tetap menyimpan asa untuk pindah ke kota surabaya. tulisan ini akan tetap kucamkan dan seringkali kubaca supaya semesta benar-benar menyakini kekuatan hati adek dan aku untuk pindah ke surabaya suatu saat nanti.

kantor rawamangun.130415



April 10, 2015

Salat Gerhana

Minggu lalu di mesjid kompleks kosku, aku ikut shalat gerhana. Mungkin kalau ada namanya kebetulan dan keikutsertaanku tersebut adalah salah satu kebetulan.

Ceritanya aku tahu kalau memang akan ada gerhana bulan total malam itu namun jujur aku belum pernah ikut shalat gerhana.

Setelah shalat maghrib, sang Imam kemudian berdiri dan memberikan sedikit kultum tentang gerhana bulan malam itu dan mengajak parah jamaah untuk ikut serta melaksanakan shalat gerhana.

Ada sedikit perbedaan shalat gerhana dengan shalat secara lazimnya. Shalat gerhana itu setelah berdiri kemudian rukuk dan berdiri lagi dan membaca al fatihah dan ayat Al-Quran baru kemudian langsung sujud.

Setelah shalat gerhana, ternyata ada sunnah untuk memberikan kultum seputar fenomena gerhana.

Dalam kultum tersebut, si Imam menjelaskan bahwa fenomena gerhana benar-benar sesuatu yang menakjubkan karena terlambat sepersekian detik akan menyebabkan benturan yang mungkin itulah kiamat.

Anjuran si Imam kemudian adalah sepanjang gerhana, jangan sampai melakukan dosa sekecil apapun bahkan dianjurkan untuk selalu bershalawat dan istighfar.

Tentang Guruku di SMA

kemarin aku menulis disini. di paragrap terakhir tentang janjiku untuk menulis seorang guru SMA ku yang notabene berperan dalam menstimulasi gelora menulisku. sebenarnya aku punya pengalaman yang mungkin bisa dianggap "kelam" saat diajar beliau. semoga saja apa yang kutulis disini bukan sebuah gibah karena sejatinya, aku tetap respek kepada beliau seperti yang kutulis diawal bahwa beliau salah satu yang memacu semangat menulisku.

namanya Ibu H namun kami sering memanggilnya ibu hasna. beliau adalah salah satu guru mata pelajaran di SMA ku dulu. beliau pun termasuk guru senior. seingatku, beliau baru mengajarku saat duduk di kelas II. saat itu aku masuk di kelas IIA yang termasuk dalam kelas unggulan dalam sekolah kami. saat kelas I, semua yang masuk dalam peringkat lima besar dikumpulkan menjadi satu kelas di kelas IIA. kelas tersebut menjadi seperti kelas favorit dan pastinya bahwa saat masuk di kelas tersebut, prestisenya lebih tinggi dari kelas yang lain. perasaanku saat masuk pun tidak terlalu senang karena memang sejak dulu, pengklasifikasian seperti itu sama sekali tidak ada dalam kamusmu yang ada malah perasaan tidak senang saat belajar karena ada perasaan untuk saling menjadi yang terbaik. jujur saja, aku adalah orang yang tidak suka dengan hal yang kompetitif dalam belajar.

di kelas IIA tersebut, hal yang kukhawatirkan benar-benar terjadi atau entah hanyalah ilusiku namun semangat belajarku tidak se militan saat masih SMP. semua orang terlihat ingin menjadi lebih baik sehingga interaksi mereka hanyalah sekadar menanyakan hal seputar pelajaran.

di kelas pun aku menjadi pesakitan. aku dan salah seorang temanku yang bernama si O menjadi siswa underdog yang tidak dilirik oleh guru. aku pun acuh tak acuh dalam setiap pelajaran. klimaksnya saat pelajaran bahasa Indonesia. aku dan s O duduk di deretan bangku paling depan. saat itu Ibu H menerangkan pelajaran. di satu sesi, Dia sempat melucu sehingga kami tertawa namun entah apa yang ada di benaknya, aku dan si O apes karena tiba-tiba saja dia marah dan menyuruh kami keluar kelas.

seingatku, selama 2 minggu aku dan okky tidak boleh mengikuti pelajarannya. ada hal yang lucu karena kami harus ke rumahnya minta maaf bahkan si O membawa bunga sebagai permintaan maaf supaya diikutkan lagi di mata pelajarannya. sedangkan aku, harus meminta jasa dari kakak iparku yang kebetulan adalah sepupu dari ibu Hasna. pengalaman yang mungkin tidak pernah terlupakan.

memasuki semester II, aku dan si O akhirnya terdepak dari kelas IIA ke kelas IIE. saat itu, aku kembali menikmati masa belajar, lepas dari tingginya tensi persaingan di dalam kelas.

masa SMA yang indah
100415


April 9, 2015

Lagi Tentang Menulis

Mungkin menulis memang adalah salah satu jurus ampuh untuk menggoreskan semua jejak yang sudah berlalu bahkan bisa pula menjadi wadah akan seperti apa kita nantinya.  mungkin juga jejak terekam dalam potret namun dia hanya terbatas pada sebuah visual tanpa gambaran dan cerita yang jelas. menulis memang adalah penemuan paling dahsyat yang pernah ada karena semua hal yang tak terlihat bisa dibayangkan dengan jelas melalui cerita tulisan.

Semalam saat iseng mengutak atik media sosial, aku secata tak sengaja membaca status guruku. dia menuliskan sebuah status di media sosialnya secara singkat bahwa "salah satu sebab belum menggapai keinginan karena belum tertuliskan." aku mengamini apa yang beliau tuliskan karena seringkali memang keinginan kita akan tercapai entah beberapa tahun kedepan hanya saja ketika impian itu berkutat di kepala tanpa di tuliskan maka seringkali berganti dan bahkan terhapus oleh perjalanan waktu. menuliskan impian adalah cara untuk mengawetkan impian kita untuk masa depan.

Harus kuakui bahwa ada bukti yang membuatku semakin yakin dengan status guruku diatas karena dua tahun terakhir ini, aku dan adek selalu saja menuliskan semua keinginan kami dalam setahun yang akan berjalan di setiap awal tahun, mungkin sebagian orang menyebutnya resolusi. Entah miracle atau apapun namanya, beberapa keinginanku dan adek yg kami tulis di setiap awal tahun selalu tercapai. kami kerapkali membuka lembaran tulisan kami di akhir tahun yang kami buat pada awal tahun dan nyatanya sebagian besar dari impian tersebut benar-benar tercapai.

Kekuatan menulis memang benar nyata. sesuatu tidak akan pernah usang jika disimpan dalam barisan kata-kata. Kata Om Pram "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang didalam masyarakat dan dari sejarah. menulis adalah bekerja untuk keabadian."

Entah dari mana awalnya aku mulai suka menulis namun satu hal yang kuingat sejak smp bahwa aku suka meniru setiap jenis tulisan dan mencoba semua style memegang pulpen saat menulis. mungkin itu adalah awal dari kesukaanku akan menulis. satu hal pun yang kuingat saat SMA kelas 2 bahwa pernah saat mata pelajaran Bahasa Indonesia, guru kami yang bernama ibu Hasna, aku punya kenangan dengan guru ini namun kapan-kapan aku ceritakan, tiba-tiba saja memberikan kami tugas untuk menuliskan sebuah puisi tentang alam. 

Dalam waktu kurang sejam. tentu saja tugas menulis seperti itu yang tiba-tiba membuat kepala bleng. namun apa yang terjadi pada akhirnya, aku menuliskan sebuah puisi yang mendapat nilai hampir sempurna "9." bahkan puisi tersebut pernah dipakai oleh saudara sepupuku saat dia mendapat tugas juga. ini puisi tersebut yang kemudian kutemukan kembali di media sosial yang di posting oleh adikku.

GUNUNG BURONTONG

Kulihat nan jauh disana
Gunung kokoh menjulang tinggi
dibawah mengalir sungai
Gunung burontong namanya

disana kutinggalkan sebuah kenangan
pernah kulalui masa indah
yang takkan sirna dalam hidupku
menjadi seorang anak gembala

burontong dalam mimpiku
burontong dalam anganku
adalah gunung kenangan
anugerah terindah yang pernah kumiliki

malammalam kuimpikan
harihari kunantikan
kembalinya aku ke burontong
memandang pemandangan alam

kini kududuk di kaki gunung
merenungkan masa lalu
merangkaikan masa depan
betapa hidup ini penuh tantangan
kuberserah diri kepadaMu Ya Ilahi

100415

April 8, 2015

Relasi Anak dan Orang Tua

Suaranya masih khas seperti dulu. Canda tawa kami selalu saja mengiringi percakapan kerapkali ketika kutelepon dirinya. Entah sudah berapa kali aku menulis cerita tentangnya dan tentang semua kebaikannya terhadapku. Memang manusia mengingat dengan baik karena dua hal, pertama karena dijahati dan yang kedua karena kebaikan. hal yang kedua inilah yang membuatku selalu mengingat setiap momen interaksi kami saat masih kuliah.

Kemarin saat sudah terlalu lama menghubunginya. aku akhirnya mencoba menekan nomor teleponnya yang ada di daftar kontak ku. Memang sejak dia sudah bersuami, aku menghormati privasinya karena bagaimanapun juga, dia punya suami yang harus dia hormati. meski kutahu bahwa suaminya pun bukan orang yang terlalu kaku sehingga setidaknya aku bebas meneleponnya sepanjang masih dalam waktu yang bisa ditolerir.

Banyak hal yang kami pebincangkan setiap kali kami mengobrol lewat telepon, mulai dari saling tukar kabar, cerita tentang masa kuliah dulu dan menanyakan kabar teman yang lain sampai pada masalah serius tentang keluarga. kemarin kami bercerita tentang relasi antara anak dan orang tua. Dia mungkin salah satu teman yang masih meneguhkan idealismenya sebagai seorang wanita maupun sebagai seorang isteri sekaligus ibu. dia bercerita bahwa seorang anak itu akan selalu membutuhkan orang tuanya saat masih berusia bocah sampai pada saat SMP.

Berangkat dari obrolan kami tentang relasi anak dan orang tua, dia memaparkan dengan lirih pengalaman masa kecilnya ketika orang tuanya tidak punya waktu menemaninya untuk sekedar mengambil raport di sekolah ataupun bahkan menemaninya ikut cerdas cermat. Dengan suara yang lirih, dia mengatakan bahwa ketika teman-temannya diantar oleh orang tuanya, dia hanya seorang diri.

Entah apa yang terlintas dipikirannya saat itu namun sejatinya dia dan bahkan aku pun percaya bahwa masa disaat bocah sampai ketika kita menginjak masa remaja adalah masa yang selalu terekam di dalam memori bahkan di masa itu, kita selalu ingin ditemani oleh orang tua di momen-momen pengambilan raport di sekolah, momen diantar ke sekolah, momen liburan dan momen lain yang nantinya akan menjadi kenangan masa kecil.

Kawan tadi menambahkan bahwa terkadang orang tua keliru ketika mengatakan bahwa nantinya saat saat menginjakkan dewasa baru aku menemani anakku. satu hal yang harus diamini bahwa ketika anak sudah menginjakkan masa abg maka terkadang mereka lebih memilih untuk mencari orang lain untuk bergaul bahkan terkadang tidak terlalu perduli dengan keluarganya karena masa itu adalah masa pencarian jati diri ataupun aktualisasi dirinya. orang tua punya Quality time sejak anaknya mulai bocah sampai saat memasuki masa ABG karena masa itu anak-anak masih sangat ingin ditemani terus oleh orang tuanya.

Relasi anak dengan orang tua seringkali memang direduksi oleh keinginan dan ambisi yang terlalu merajai. sementara itu, anak tumbuh menjadi pribadi yang membawa memori masa kecil dengan segala pengalaman yang pernah ditemuinya. sampai pada saat ini, aku berkeyakinan bahwa lingkungan keluarga adalah variabel paling berpengaruh dari perkembangan karakter seorang anak. mereka akan tumbuh sesuai dengan pendidikan keluarganya. lingkungan masyarakat hanyalah variabel pelengkap.

Ah, edisi sok tahu. hehe.
kerjo.kerjo.kerjo
050415

Tentang Menunda

Aku masih saja menyimpan kebiasaan lama. ini tentang menunda dan merasa bahwa lain waktu masih bisa dilaksanakan. entah bermula dari mana kebiasaanku namun aku menyadari kebiasaanku tersebut bermula saat kelas 3 SMA kemudian semakin parah sejak kuliah bahkan terbawa sampai pada saat kerja. aku selalu menunda semua hal ketika sedang moody dan merasa bahwa semua harus dilakukan dengan mood yang baik namun ternyata anggapan tersebut salah besar. semua akan menjadi kacau bahkan rentetan-rentetan rencana berikutnya akan terganggu.

Kebiasaan menunda ini pula yang turut andil membuatku tidak terlalu banyak berbuat sesuatu saat masih mahasiswa bahkan akupun merasa kebiasaan jelek ini pula yang membuatku mengubur beberapa impianku saat kecil. kebiasaan sepele yang ternyata berdampak besar.

Seringkali aku berusaha untuk kemudian mengurangi atau bahkan menghilangkan kebiasaan ini namun sesering itu pula dorongan dari dalam begitu kuat untuk kembali menunda sesuatu. satu hal bahwa kebiasaan ini adalah bentukan dari yang remeh temeh sehingga untuk menghilangkannya pun harus bertahap dan konsisten.

Ini beberapa list pekerjaan yang sampai sekarang masih tertunda dalam kuasaku. Memang ada beberapa pekerjaan yang tertunda di divisiku namun sebagian diluar kuasaku karena memang belum di ACC oleh keuangan.

Pekerjaan yang antri untuk diselesaikan
1. OS dari PT. Soho Industri Pharmasi
2. OS supplier Putra Jaya Motor
3. OS dari PT. Mitsubishi
4. OS PT. Yamaha Indonesia Motor Mfg
5. OS Atas nama Ksisi Karyawan dan Sri Dewi

Mungkin ada beberapa lagi list pekerjaan yang tertunda di mejaku. aku tidak ingat secara pasti. yah, ini adalah efek domino dari kebiasaan buruk menunda sesuatu yang dianggap remeh temeh

https://dalecarnegiebandung.wordpress.com/

mulai hari ini tidak menunda pekerjaan lagi
Inshaa Allah
080415

April 7, 2015

Menyapa Malam

malam menerjang siang yang lelah. hingga kabut senja bercucuran dari atap langit yang basah
selalu saja seperti itu

aku duduk menunggumu yang tak jua muncul. entah engkau dihadang rindu yang semakin menyiksa

tiada dua kata yang mampu kuucap. karena para pengejar mentari telah tiba diujung senja

tinggal kita berdua
merangkai katakata yang kemarin tertinggal jatuh
untukku satu dan yang lain untukku

rawamangun.070415

Ada Kesamaan

Ada fenomena yang hampir sama kutemui saat memasuki dunia kerja. fenomena kecil yang terluput dari pengamatan orang-orang. mungkin saja saat menulis hal ini, aku dianggap sedang sensitif namun tidak demikian adanya. memang sudah sejak bekerja, fenomena ini selalu mengikut dalam interaksi setiap orang di kantor, entah itu karakter ataupun candaan semata. aku pun tidak terlalu berani untuk menjustifikasi fenomena tersebut karena mungkin saja hanya sebuah lelucon yang memang sudah umum di masyarakat kita.

Di tempat kerja yang dulu, seorang teman sering kali digodain atau lebih tepatnya disindir karena lebih suka makan yang murah dan tidak menguras isi dompet. entah apa yang ada di benak teman tersebut saat seringkali digodain namun akupun merasa bahwa seringnya digodain seperti itu akan membuat kita risih. orang melihat kita seperti selalu harus makan yang enak dan seringkali pula menghitung-hitung pendapatan kita sehingga tidak lazim jika kita hanya makan murahan.

Di tempat kerja yang sekarang pun, fenomena seperti itu masih saja kutemui. ketika makan siang, mereka saling godain ketika belum makan, ataupun ketika sudah makan namun lauknya hanya tempe tahu maka mereka pun seakan tidak berhenti menyindir apatahlagi bagi sebagian temanku yang membawa bekal di rumah, mereka bakalan di sindir habis-habisan bahwa sedang tidak punya uang atau sedang mengirit.

Mungkin saja itu candaan untuk saling mengakrabkan diri namun aku sendiri tidak terlalu suka dengan candaan seperti itu.  semakin sering hal tersebut menjadi bahan candaan berarti hal itu bukan lagi candaan namun lebih kepada hal yang serius. orang memang seringkali ingin berkata bahwa kita punya pendapatan segini terus kemudian tidak pantas ketika kita hanya makan ini apatahlagi ketika kita tidak makan, mereka seakan tidak rela jika kita tidak makan atau bahkan makan sedikit. entahlah.

Kita memang hidup di tengah manusia dengan berbagai macam kepala. susah untuk membenarkan semua isi kepala yang sudah jelas berbeda. menurutku bahwa selama kita tidak punya tanggungan ataupun utang kepada orang lain, maka sah-sah saja jika kita ngirit ataupun berbuat seperti perencanaan kita. kita hanya butuh dua tangan untuk menutup telinga bagi suara yang tidak mengenakkan

Mulai tidak nyaman dengan candaan setiap siang tentang sindiran masalah makan.

pulogadung, 080415


April 6, 2015

Lagi Galau

Dalam setiap nafas yang tertahan.mulai merasuk dari sukma yang paling dalam kemudian berusaha untuk dipasrahkan dengan konstraksi rongga dada. setiap manusia akan mengikuti alur hidup yang berliku. itu niscaya. mungkin kah manusia hanya akan duduk dalam diam dan kemudian menikmati hidupnya, pastilah tidak seperti itu adanya.

Jerinx sang penabuh SID mengatakan, "kalau dipikir-pikir, hidup itu simpel makanya jangan dipikir supaya seru." benar juga kata si jerinx. hidup itu harus seru dan menantang. namun tidak selalu seperti adanya. terkadang manusia bahkan mungkin aku sering menginkan hidup yang simpel dan mendapatkan banyak keuntungan diri sendiri.

Kalau cuma seperti itu adanya, kenapa tidak tinggal diam saja di rumah, mencari penghasilan yang cukup kemudian menjalani hari-hari seperti adanya kemudian menua lalu mati. namun apa yang ditinggalkan setelah itu ataupun apa sebenarnya tujuan hidup ketika semua dijalani biasa-biasa saja melalui siklus hidup mati. apa kemudian makna dari hidup sebenarnya ketika tidak pernah berani mencoba hal baru kemudian belajar dan bermanfaat kepada alam..?

Untuk hal yang satu ini, mungkin umurku yang sudah 2 tahun melewati seperempat abad, aku masih memiliki banyak sekali penyesalan terhadap semua waktu yang terabaikan. Aku adalah orang yang suka pergi ke daerah baru kemudian mempelajari semua hikmah  yang ada di tempat tersebut sebab itu, aku menyesali kenapa tidak dari dulu aku pergi dan mendulang hikmah di tempat baru, bertemu dengan orang baru sehingga tidak  menilai semuanya secara kontekstual. 

Terkadang membaca bisa menambah pengetahuan terhadap sesuatu namun seringkali pula bacaan meleset dari apa yang menjadi fakta di lapangan sehingga kita harus benar-benar terjun langsung dan melebur dengan kenyataan kemudian memperkuat wawasan yang kontekstual.

Dulu aku bermimpi untuk keluar negeri. itu dulu saat aku baru saja tamat dari sekolah menengah atas. keinginan tersebut kupupuk sampai saat aku mejelang akhir kuliah. sebenarnya alasan keinginanku untuk keluar negeri mengalami perubahan dari masa ke masa. Awal kuliah alasanku benar-benar adalah sebuah ambisi dan ingin menunjukkan kepada orang di kampungku bahwa aku bisa. saat pertengahan kuliah, keinginanku diperkuat oleh banyaknya teman-temanku di komunitas "MAKES" yang lulus ke luar negeri. 

Terakhir saat menjelang selesai kuliah, keinginanku keluar negeri karena ingin belajar banyak hikmah. aku terlalu sering menghujat bangsa barat sebagai bangsa yang hedonis dan kolonialis dalam segala hal meski aku sadar bahwa tidak fair jika aku hanya membaca lewat bacaan kemudian melahirkan asumsi negatif namun tidak pernah berinteraksi langsung dengan mereka. pada akhirnya, setidaknya sampai sekarang, keinginanku ke luar negeri masih sebatas impian. itu satu hal yang aku sesali karena aku yakin jika aku benar-benar serius mempersiapkan segalanya, mungkin jalan takdirku sudah lain.

Hidup adalah tentang bertemu orang dan mengenali orang. bertemu dengan orang baru adalah berkah yang tak ternilai. ketika bertemu dengan orang yang kurang baik, kita bisa menjadi filsuf dan ketika kita bertemu dengan orang baik maka kita akan terikut menjadi baik.

Selalu saja ketika aku menjumpai orang baru, aku terbiasa memperhatikan wajahnya, merasakan energi dari dalam dirinya kemudian berinteraksi. mungkin terkesan sok tahu namun aku yakin bahwa aku bisa merasakan karakter orang lain dari energi yang kuserap dengan cara memperhatikan wajahnya, mengamati kebiasaannya, bagaimana dia memperlakukan orang-orang di sekitarnya kemudian hal terkecil yang selalu dilakukan maupun kebiasaan-kebiasaan setiap hari. ada tarikan pada goresan wajah yang membedakan orang yang energinya positif dengan orang yang energinya negatif. 

Meskipun sama-sama sedang bercanda dan tertawa namun tetap saja bahwa energi setiap orang itu berbeda. Untuk merasakan perbedaannya, kita harus melatih diri, melatih hati dan tidak terlalu banyak omong kosong. sampai pada detik ini bahwa orang yang mampu mengendalikan diri itu akan mampu menguasai semesta.

ah, aku ini ngomong opo to. turu.turu
pulogadung. 070415

April 5, 2015

Senja di Menteng

Di menteng
Menjuntaj senja yang mulai renta
Mereka
Para pemuda yang asyik memanjakan diri
Bercengkerama
Menari bersama alam

Di taman ini
Kerap kujadikan pelarian dari semua kesibukan hari

Alam yang indah.
Taman menteng.050415

April 2, 2015

Menyicil Rindu

merapal asa
membayar janji yang terucap dari mulut
meyicil semua rindu yang tersisa
kenangan masa lalu yang semakin menyiksa
kata Payung teduh
kita adalah sisasisa keikhlasan

ah. aku kembali meracu

020415

Meracu Pikiranku

nafsu benarbenar membuatku tidak berdaya. akal sehat semakin tidak berdaya.
dulu saat masih bocah, aku diajarkan hadist bahwa perang terbesar adalah melawan hawa nafsu
aku tidak mengerti maksudnya. hingga sampai sekarang saat aku terjebak di dalam
aku baru mafhum tentang makna perang terbesar

dulu saat masih ingusan
aku diajarkan bahwa kenali dirimu kemudian engkau akan mengenal Tuhan
aku tidak mengerti bahkan aku berpikir itu mustahil
hingga saat aku bersusah payah mengenali apa yang melekat pada diriku
aku baru mengerti kenapa harus mengenali diri

dulu pun aku diajarkan jika ingin menjadi manusia seutuhnya maka mengendalikan diri dan pikiran
 aku tidak tahu sama sekali maksudnya
hingga hari ini ketika aku terlalu membiarkan pikiranku liar tanpa terkendali
aku merasa hidupku tanpa arah
ketika diriku terlalu permisif terhadap semua dan tidak terkontrol
aku merasa banyak yang keliru dalam hidupku
Siri as-Saqothi berkata, “Kekuatan paling dahsyat ialah hendaknya kau mampu mengendalikan dirimu. Dan barang siapa tidak mampu mengendalikan dirinya, niscaya dia lebih tidak mampu mengendalikan orang lain.” 

Tuhan, sampai pada hari ini
aku terus berjuang mengenali diriku
dan tidak akan pernah sampai pada sebuah pengenalan
sampai Engkau menuntunku

020415