Dalam setiap nafas yang tertahan.mulai merasuk dari sukma yang paling dalam kemudian berusaha untuk dipasrahkan dengan konstraksi rongga dada. setiap manusia akan mengikuti alur hidup yang berliku. itu niscaya. mungkin kah manusia hanya akan duduk dalam diam dan kemudian menikmati hidupnya, pastilah tidak seperti itu adanya.
Jerinx sang penabuh SID mengatakan, "kalau dipikir-pikir, hidup itu simpel makanya jangan dipikir supaya seru." benar juga kata si jerinx. hidup itu harus seru dan menantang. namun tidak selalu seperti adanya. terkadang manusia bahkan mungkin aku sering menginkan hidup yang simpel dan mendapatkan banyak keuntungan diri sendiri.
Kalau cuma seperti itu adanya, kenapa tidak tinggal diam saja di rumah, mencari penghasilan yang cukup kemudian menjalani hari-hari seperti adanya kemudian menua lalu mati. namun apa yang ditinggalkan setelah itu ataupun apa sebenarnya tujuan hidup ketika semua dijalani biasa-biasa saja melalui siklus hidup mati. apa kemudian makna dari hidup sebenarnya ketika tidak pernah berani mencoba hal baru kemudian belajar dan bermanfaat kepada alam..?
Untuk hal yang satu ini, mungkin umurku yang sudah 2 tahun melewati seperempat abad, aku masih memiliki banyak sekali penyesalan terhadap semua waktu yang terabaikan. Aku adalah orang yang suka pergi ke daerah baru kemudian mempelajari semua hikmah yang ada di tempat tersebut sebab itu, aku menyesali kenapa tidak dari dulu aku pergi dan mendulang hikmah di tempat baru, bertemu dengan orang baru sehingga tidak menilai semuanya secara kontekstual.
Terkadang membaca bisa menambah pengetahuan terhadap sesuatu namun seringkali pula bacaan meleset dari apa yang menjadi fakta di lapangan sehingga kita harus benar-benar terjun langsung dan melebur dengan kenyataan kemudian memperkuat wawasan yang kontekstual.
Dulu aku bermimpi untuk keluar negeri. itu dulu saat aku baru saja tamat dari sekolah menengah atas. keinginan tersebut kupupuk sampai saat aku mejelang akhir kuliah. sebenarnya alasan keinginanku untuk keluar negeri mengalami perubahan dari masa ke masa. Awal kuliah alasanku benar-benar adalah sebuah ambisi dan ingin menunjukkan kepada orang di kampungku bahwa aku bisa. saat pertengahan kuliah, keinginanku diperkuat oleh banyaknya teman-temanku di komunitas "MAKES" yang lulus ke luar negeri.
Terakhir saat menjelang selesai kuliah, keinginanku keluar negeri karena ingin belajar banyak hikmah. aku terlalu sering menghujat bangsa barat sebagai bangsa yang hedonis dan kolonialis dalam segala hal meski aku sadar bahwa tidak fair jika aku hanya membaca lewat bacaan kemudian melahirkan asumsi negatif namun tidak pernah berinteraksi langsung dengan mereka. pada akhirnya, setidaknya sampai sekarang, keinginanku ke luar negeri masih sebatas impian. itu satu hal yang aku sesali karena aku yakin jika aku benar-benar serius mempersiapkan segalanya, mungkin jalan takdirku sudah lain.
Hidup adalah tentang bertemu orang dan mengenali orang. bertemu dengan orang baru adalah berkah yang tak ternilai. ketika bertemu dengan orang yang kurang baik, kita bisa menjadi filsuf dan ketika kita bertemu dengan orang baik maka kita akan terikut menjadi baik.
Selalu saja ketika aku menjumpai orang baru, aku terbiasa memperhatikan wajahnya, merasakan energi dari dalam dirinya kemudian berinteraksi. mungkin terkesan sok tahu namun aku yakin bahwa aku bisa merasakan karakter orang lain dari energi yang kuserap dengan cara memperhatikan wajahnya, mengamati kebiasaannya, bagaimana dia memperlakukan orang-orang di sekitarnya kemudian hal terkecil yang selalu dilakukan maupun kebiasaan-kebiasaan setiap hari. ada tarikan pada goresan wajah yang membedakan orang yang energinya positif dengan orang yang energinya negatif.
Meskipun sama-sama sedang bercanda dan tertawa namun tetap saja bahwa energi setiap orang itu berbeda. Untuk merasakan perbedaannya, kita harus melatih diri, melatih hati dan tidak terlalu banyak omong kosong. sampai pada detik ini bahwa orang yang mampu mengendalikan diri itu akan mampu menguasai semesta.
ah, aku ini ngomong opo to. turu.turu
pulogadung. 070415