March 17, 2015

Jejak Langkah di Tanah Pasundan

Satu lagi jejak langkah kutinggalkan di pulau ini. tanah bagian paling barat yang dianggap sebagai suku yang mungkin sedikit berbeda dari suku jawa pada umumnya. aku menarik napas lega saat melangkahkan kaki di daerah ini. mungkin sebagai perayaan bahwa semua bagian pulau ini telah kususuri. Tidak terasa memang langkahku sudah begitu jauh dan entah kemana lagi jejak langkah selanjutnya.

Tepat sabtu 14 Maret 2015, aku dan rombongan dari kantorku meninggalkan jakarta menuju tanah Pasundan tepat pukul 08:00 WIB. 3 mobil yang membawa rombongan kami kesana. masuk di tol Cawang ke arah bekasi dan tiba di Bandung. mungkin perjalanan yang tidak terlalu mengesankan karena melalui jalan Tol sampai tiba di bandung. hanya laju mobil yang kupandangi di perjalanan.

Tiba di Bandung, suasana yang kurasakan seperti berada di Malang. Entahlah namun begitu adanya. Kontur tanah yang berbukit mengingatkan aku tentang kota Malang bahkan ketika melaju ke Lembang di Dusun Bambu, suasana kota seperti memasuki pedesaan yang asri. Memoriku langsung terhempas ke masa lalu ketika aku menghabiskan masa kecil di kampung. seperti itu adanya tentang alam yang asri dan berbukit.

Setelah melepas dahaga tentang pemandangan di Dusun Bambu. kami melaju ke daerah Tebing Keraton. kami melalui tengah kota menuju Dago dan akhirnya berlabuh di Tebing Keraton. mobil harus parkir di ujung jalan setapak menuju tebing tersebut. mungkin sekitar 200 meter kami harus berjalan kaki dengan kondisi jalan yang menanjak dan berbatu. 

Bagi sebagian temanku yang masih sayang kakinya harus pegal dan tidak ingin berkucur keringat, mereka lebih memilih naik ojek dan membayar 25-50 ribu rupiah. sebenarnya ini bukan tentang harga ojek namun tentang menikmati alam. manusia adalah bagian dari alam dan tetaplah harus memijakkan kaki di kerasnya tanah. namun begitulah tentang mereka yang mungkin lebih memilih untuk memanjakan diri dengan tidak mengeluarkan keringat di tengah asrinya alam menuju Tebing Keraton. 

Butuh waktu sekitar 20 menit untuk mencapai puncak keraton. di bukit tersebut, ada tebing yang menjulang dan di bawahnya ada aliran sungai. di seberang sana, kita melihat jelas kota dengan tatanan rumah yang seperti titik-titik berderet dengan semrawut. tebing ini ramai dikunjungi oleh pasangan muda-mudi yang selfie ria tepat di tepi tebing.

setelah menuntaskan perjalanan di Tebing Keraton, kami menuju puncak Caringin Tilu. Mungkin jalanan hampir sama dengan perjalanan ke Tebing Keraton namun jalan ke Caringin Tilu masih bisa dilalui oleh mobil sehingga kami tidak berjalan kaki ke puncak.

Tidak ada yang terlalu istimewa karena semua hampir sama dengan tempat yang kami kunjungi. perjalanan berakhir di Caringin Tilu saat pulul 20:00 wib. Kami bergegas menuju jalan Cipaganti menuntaskan perut yang sudah meminta haknya. 2 kali memutari jalan tersebut baru kemudian menemukan rumah makan Iga Bakar Sijangkung. Diiringi 3 pengamen dengan suara yang pas-pasan, kami menikmati hidangan Iga Bakar yang masih hangat.

Aku tidak lantas pulang ke ibukota saat rombongan temanku sudah pulang. aku memutuskan untuk bermalam di bandung rumah salah satu kawan baikku yang sudah menikah dan menetap di Bandung. dia menjemputku dengan motor suzukinya yang sudah butut dan sering kupinjam dulu saat masih kuliah.

Paginya, kami memutuskan untuk berjalan di sekitar kampus UNPAD, lapangan Gazebu dan gedung sate. Kami memanjakan makanan di samping kampus UNPAD.

Sebenarnya tidak ada yang istimewa dengan beberapa daerah yang kudatangi di Bandung

March 12, 2015

Dia yang Kuanggap Guru

Pernahkah kalian respek kepada manusia yang pernah dijumpai dari berbagai sisi

Untuk pertanyaan ini, aku jawab iya. Mungkin banyak orang yang kujumpai yang membuatku kagum dari satu sudut pandang namun tidak dengan guruku. Beliau mengajarkanku banyak hal tentang kehidupan. bagaimana menaruh kehidupan dunia di tangan bukan di hati.

terlalu banyak hikmah yang mungkin kuramu dari interaksi kami. satu hal yang kupercayai dari setiap tindakannya adalah tidak pernah sekalipun aku menjumpai tindakannya karena ego, semua berdasar pada pertimbangan yang matang. salah satu orang yang tenang menghadapi musibah yang pernah kujumpai.

sekali waktu beliau merintis sekolah dan gagal namun dari raut wajahnya, tidak ada rasa kekecewaan darinya. sekali waktu merintis tempat kursus yang sudah mulai berjalan kemudian berhenti tanpa kutahu sebabnya dan lagi-lagi tak nampak di wajahnya sebuah kekecewaan.

Aku tak mampu meramu tulisan untuk menggambarkan beliau karena kuyakin bahwa semua hal yang kuceritakan tidak akan mampu merepresentasikan pribadi beliau. terlalu dalam untuk sekedar menulis apa yang ada di dalam samudera hikmah yang beliau tunjukkan kepada dunia, entahlah namun jernihnya pikiran beliau membuat beberapa kali aku bermimpi untuk menjadi pribadi seperti beliau.

March 10, 2015

Karena Tuhan Tidak Pernah Melupakan Kita

Jangan berharap tentang petuah yang kutulis dengan sekilas membaca tulisan diatas. Sejatinya bahwa judul di atas adalah tema sebuah lomba menulis cerpen. Aku ingin menguji sedikit nyali untuk mengikuti lomba cerpen tersebut mengingat sejak dulu aku sudah berhasrat untuk ikut lomba menulis namun selalu saja terkendala di persyaratan. 

Pada akhirnya, lomba menulis cerpen ini lumayan tidak memberatkan. Hanya menulis sesuai tema, ditulis di Ms Word A4, spasi 1,5, times new roman font 12, margin 2,54 cm, panjang 2-8 halaman. Biodata ditulis diakhir cerpen minimal nama pena. 

Dikirim ke email oksana.menulis@gmail.com. bisa mengirim 2 karya. Subjek_nama pengirim_judul naskah. Paling lambat 15 april 2015.

Aku cukup antusias untuk menguji kemampuan menulisku kali ini meski sampai sekarang, belum ada setitik ide yang hadir di kepalaku namun tak apalah karena batasnya masih sebulan.

Entahlah apa yang nantinya akan aku tulis namun sejauh ini, ideku masih sebatas tentang pengalaman pribadi bertemu dan bertahan dengan seorang gadis yang berbeda dari banyak segi bahkan perbedaan budaya yang mencolok. 

Hanya persamaan keyakinan yang menguatkan untuk tetap saling berpegang tangan meski dalam perjalanan waktu, banyak khilaf yang terlewati. Mungkin juga akan kusajikan beberapa poin penting dalam mempertahankan hubungan. Hal yang prinsipil misalnya tidak selingkuh, saling mengingatkan dan mungkin bahagia dengan hidup yang diyakini bukan karena pandangan orang lain.

Info lombanya ada disini 

Perayaan Weekend di Sudut Senayan

Setiap hari yang kulewati adalah rutinitas berulang yang terkadang membuatku jenuh meski kuakui bahwa aku adalah orang yang suka dengan pekerjaan terencana dan sedikit agak monoton. Senin selalu menjadi momok memuakkan bagiku dan mungkin bagi sebagian masyarakat urban pada umumnya. Aku bahkan terkadang terlambat beranjak ke kantor saat hari senin menjelang. selalu saja mood yang tidak menyenangkan menyerangku ketika minggu sore dan menyadari besok harus memulai rutinitas yang terus menerus seperti itu

Ketika senin menjadi momok menyeramkan, jumat sore adalah momen meneduhkan. berharap weekend akan berlalu dengan indah. Tak salah jika dalam beberapa tulisanku, aku menyadari bahwa aku termasuk dalam kumpulan masyarakat urban mainstream yang selalu merindukan akhir pekan untuk melepas penat. begitulah setiap jejak langkah yang kuayun di pergantian hari selama di ibukota.

Weekend kemarin lumayan menjemukan. Ketika sabtu menjelang, aku hanya menghabiskan hariku di blok M seperti biasa membeli beberapa novel yang mungkin bisa membunuh rasa sepiku di malam hari. Kemudian setelah itu membela ibukota menuju kramat jati menonton pertandingan bola. aku benar-benar tidak meresapi weekend kemarin dengan sepenuh hati. 

weekend yang berjalan seperti apa adanya.

Hari minggu, aku menuju ke bilangan senayan. aku tahu bahwa di Istora Senayan sedang berlangsung pameran buku-buku Islam yang akan dihadiri oleh penulis tere liye. Entahlah aku tidak terlalu antusias dengan acara tersebut namun kesukaanku melihat buku memaksaku tetap berangkat. memasuki kawasan GBK, ada fenomena yang menarik karena ternyata selain pameran buku di Istora, sedang berlangsung juga pameran electronic di JCC dan disampingnya pun ada pentas musik metal "Hammersonic." 

Pemandangan yang kontras di minggu kemarin. Ketika melewati pentas seni, terlihat sekumpulan orang dengan kostum mayoritas hitam ala anak metal dan bau alkohol yang menyengat. Di depan pintu masuk tersebut, antrian penikmat musik metal hampir 100 meter.

Di samping lain, tepatnya di gedung JCC. gelombang orang pencinta gadget pun sedang berkumpul dan perkiraan hampir sama banyaknya dengan orang yang sedang antri masuk menonton di pameran musik metal. aku tetap melaju ke arah Istora karena memang tujuan utamaku adalah melihat pameran buku.

Di istora pun, aku menemui begitu banyak  kumpulan orang dengan kostum Islami. baju kemeja, celana yang sedikit dipendekkan dan wanita dengan cadar sedang lalu lalang di dalam pameran. mereka asyik memilih buku.

ah, weekend yang kurang menyenangkan
090315

March 7, 2015

Blok M

Di sudut sebuah ruang
Menjulang hutan beton
Aku memilih menyingkir
Mendekap mimpi

Indah bersamamu.
Blok M. 080315

March 6, 2015

Ponakan Ketiga

"Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". (Al-Qur'an dan Terjemah Depag RI : 2005 : 412).

ini pertama kalinya aku menulis tentangmu nak andra. bahkan sekarang umurmu sudah memasuki 3 bulan. begitulah hakekatnya waktu nak. dia tidak pernah berkompromi untuk berhenti sejenak bahkan sedetik pun sehingga manusia lah yang dituntut untuk mempergunakannya agar kelak kita tidak pernah menyesal akan kepergiannya. engkau akan memahami makna waktu ketika berkali lipat dia telah berlari meninggalkanmu. tak seorangpun yang tidak menyesal akan kepergian waktu nak andra bahkan orang yang banyak berbuat baik pun akan menyesal ketika waktu meninggalkannya namun penyesalannya mungkin tetap merasa belum berbuat banyak kebaikan.

aku hanya bisa melihatmu dari beberapa foto yang dijadikan DP BBM oleh ibu dan ayahmu. aku benar-benar selalu berdoa semoga engkau menjadi anak yang berbuat baik kepada sesama. entahlah nak namun manusia memang selalu berbeda dalam pengharapan tentang anak-anaknya. aku pribadi hanya ingin melihatmu menjadi anak yang baik. berguna bagi manusia yang lain.

 Di foto samping. engkau sedang tertawa lepas di dalam pelukan ayahmu. entah apa yang sedang membuatmu begitu renyah tertawa namun aku selalu yakin kepada ayahmu. aku selalu yakin dia mampu menjagamu dengan baik bahkan meski dengan seluruh jiwa raganya. nantilah engkau akan melihat betapa seorang ayah dengan caranya sendiri menyayangi anaknya. engkau patut bersyukur nak dilahirkan dari kedua orang tua yang kuanggap baik bukan karena ayahmu adalah kakakku namun aku memang melihat beberapa kebaikan pada diri ayahmu begitu pun ibumu. aku selalu meyakini sesuatu yang baik terhadap hal yang akan bersentuhan denganmu. dan akhirnya aku ingin bilang nak nikmatilah setiap jengkal masa kecilmu tanpa beban. biarkan dirimu menghirup energi kehidupan yang masih tulus sebelum pada waktunya nanti, engkau akan berjuang tentang hidupmu sendiri. bagaimanapun, waktu akan membawa kita menjadi dewasa dan tua nak. dan disaat itu, kita harus memperjuangkan apa yang menjadi visi hidup kita tanpa harus berkompromi dengan kesusahan yang menghalangi. yakinlah bahwa ada Dzat yang tetap mengiringi setiap jejak langkah yang kita lalui sepanjang niat kita baik dan benar.

ngomong-ngomong tentang ayahmu nak. banyak hal yang mungkin ingin kuceritakan tentangnya. dia adalah abangku sendiri yang hanya berselisih 2,5 tahun denganku. umur yang tidak terlalu jauh sehingga masa kecil kami sering lalui bersama. banyak kenangan sebenarnya yang tercecer diantara kami meski sulit untuk menyulam satu persatu kenangan tersebut.

aku pernah menulis panjang tentang ayahmu ketika menjelang pernikahannya dengan ibumu. aku meneteskan beberapa air mata saat menulis tentangnya waktu itu karena aku sadar bahwa hubungan emosional kami terlalu kuat sebagai saudara. baca disini tentang tulisanku kepada ayahmu saat akan melepas masa lajangnya.

engkau menggemaskan nak. Tapi sejatinya bocah sepertimu memang lucu. Aku mungkin terlalu sok bijak jika harus menulis banyak tentangmu dikala umurmu masih 3 bulan. Semua hal yang engkau lalui nantinya akan mengasyikkan. Pandangan hidupmu pun pastinya akan dipengaruhi oleh refleksi panutan dari orang tuamu. Seperti sepupu yang sudah amat sering kutuliskan sesuatu, engkau pun akan aku ceritakan banyak hal nak tapi nantilah ketika kau sudah bertumbuh.

Pada saat nantinya ketika kalian bertiga, sudah bisa mendengarkan, aku berhasrat untuk mendongengkan kalian cerita lucu sampai kalian terbahak-bahak. Kita duduk di beranda rumah panggung nenek kalian sambil duduk melingkar. Saat itu sudah senja dan gerimis tidak berhenti membasahi bumi sehingga kita berempat masygul dalam forum dongeng.

Ada 3 gelas susu untuk kalian dan aku lebih memilih dibuatkan kopi oleh nenek kalian. Ada pula ubi goreng dan pisang goreng. Kalian bertiga sudah tidak sabar mendengarkan aku membacakan dongeng. Tapi mungkin saat itu nak andra, engkau lebih sibuk menghabiskan susumu dan mencicipi pisang goreng karena kau yang paling muda, nampaknya engkau tidak terlalu peduli dengan dongengku..hehe.

Aku mulai membaca dongeng dari buku yang bersampul merah. Tentang lomba lari siput dan kancil yang dimenangkan oleh siput, tentang kucing yang tidak pernah berhenti berkonflik dengan tikus, dan tentang buaya vs cicak. Kalian tertawa terpingkal-pingkal nak. Namun cerita ketiga tidak kalian mengerti karena aku malah bercerita tentang para pejabat negeri ini. Ah biarkanlah cerita yang ketiga kalian simpan di memori dan suatu saat nanti akan mengerti maknanya makanya rajinlah membaca nak. Baca apa saja dan belajar apa saja. Jangan malas karena semesta membenci orang malas.

Adzan maghrib berkumandang. Aku mengakhiri dongeng untuk kalian dan mengambil air wudhu. Kita berjamaah dan kakek imamnya. Sesekali engkau nak andra menggoyang-goyangkan kaki ketika terlalu lama berdiri bahkan ketika kakek melantunkan ayat terakhir Al-Fatihah, engkau langsung menyahut dengan suara maksimal, Aaaaaamiiiinnn...!! Tidak apa-apa nak. Begitulah memang seorang bocah yang sedang belajar. Tidak ada salahnya.

Kapan-kapan lagi aku bercerita tentangmu nak. Untuk kali ini aku tidak ada pesan untukmu karena engkau masih menikmati hangatnya pelukan ibumu. Keep health and strong. Rayakanlah masa balitamu dengan senyuman tawa dan sesekali merengek karena begitulah hakekatnya menjadi bocah. Semoga ayah ibumu selalu mendampingimu merangkai kenangan yang nantinya engkau bercerita di depan kelas bahwa betapa bangganya engkau memiliki kedua orang tua yang menyayangimu.

Pulogadung.080315

MASIHKAH DIAM

Kukutuk benih kemarahan jiwaku untukmu. menjadikanmu puingpuing asa yang berserakan.
aku memunguti setiap serpihan itu dan menyimpan di hati.
kau tahu tidak?
seperti katamu kita bak drama King dan Queen.

ah iya juga yah, aku baru menyadarinya
aku bak sutradara dan engkau adalah lakonnya
tapi tidakkah engkau tahu bahwa sang sutradara sangat menyayangi semua tokoh dalam ceritanya
meski berlebihan
namun akupun tidak pernah benarbenar menyakitimu
kau tahu kan alasanku setiap aku membentakmu?
itu karena kesalahan yang kita ulangi
dan kau tahu kan apa artinya ketika aku membentakmu?
itu karena aku marah terhadap diriku sendiri.
dan kau tahu kan ketika aku memarahimu.
itu artinya aku marah terhadap diriku sendiri

saat engkau tersedu sedan, akulah yang paling merana dan saat kau tertawa renyah pun aku ikut terbahak.
aku merasakan setiap aliran rasa yang mengalun indah di sukmamu
karena bagian hidupku adalah dirimu

mungkin terlalu dini merayumu dengan syair indah namun kau pun menerawang jauh kebelakang betapa aku tidak pernah benar-benar menyakitimu.

aku memang egois, keras kepala bahkan tak sabar namun tidak menyurutkan sedikitpun kasihku untuk menyayangi setiap apa yang ada padamu.

syair syahdu pagi hari
060315

March 4, 2015

Sebuah Tanya

aku adalah deretan pertanyaan itu
tentang semua rindu dan harapan
aku adalah pertanyaan tanpa titik
hanya koma yang kadang menyelingi.

aku ingin mengores sebuah kesimpulan dari hidup yang kujalani
tentang jawaban-jawaban dari tanyaku
sampai penat

ah, aku adalah tanya tanpa titik
040315

March 3, 2015

Pecundang

Berkecamuk hatiku bahkan semua perasaan yang tak menentu menyerang rongga kepalaku saat tahu tante eny yang mungkin sebentar lagi akan menjadi orang tuaku ternyata memendam perasaan sakit hati terhadapku. namun apapun alasannya, akulah biang dari semua sakit hatinya. Perlakuanku terhadap anaknya memang tidak seperti ekspetasinya dan akulah pesakitan itu. Menyia-nyiakan kepercayaan yang kuemban hingga berujung fatal.

Bukan bermaksud untuk membela diri namun aku kerapkali berpesan kepada anaknya ketika kami sedang dalam perselisihan ataupun ketidakcocokan, jangan sekali-kali ibunya tahu karena akan menimbulkan image negatif terhadapku, namun sesering aku menasehatinya tidak pernah sekalipun dia berusaha untuk tidak bercerita alhasil semua masalah kami diketahui oleh tante dan sialnya aku memang biang dari masalah.

Aku sebenarnya berharap banyak ketika kami sedang selisih paham, tidak ada seorang pun yang tahu hingga kami menyelesaikan sendiri namun tidak baginya. Selalu saja semua masalah diumbar kepada ibunya.

Aku sekalipun tidak pernah menceritakan masalahku kepada orang tuaku seberat apapun itu. Bahkan ketika aku dan anaknya marahan, aku sama sekali tidak ingin keluargaku tahu karena menjaga nama baiknya di depan keluargaku. Sampai pada titik ini, orang tuaku tidak sekalipun tahu kalau kami sering bertengkar. Mereka hanya tahu bahwa kami baik-baik saja.

Ah, setidaknya nasi telah menjadi bubur. Aku telah dianggap loser di pandangan keluarganya. Aku tidak bisa berkelit lagi.

Entah apa yang kurasakan sekarang. Aku hanya merasa seperti seonggok manusia yang mempertahankan janji. Karena menepati sebuah janji adalah salah satu dari prinsip hidupku maka suka ataupun tidak suka, aku harus menjalani semua ini dan mungkin saja bersanding dengannya dengan alasan menepati janjiku. Nothing to loose untuk semua hal yang akan terjadi bahkan aku sudah mempersiapkan kemungkinan terburuk ketika suatu saat rencana kami tidak terlaksana.

Aku bahkan harus berbesar hati untuk semua yang akan terjadi kedepannya meski nama keluarga besarku menjadi taruhannya karena di kampungku nan jauh disana, banyak orang yang sudah mendengar desas-desus bahwa sebentar lagi aku menikah dan ketika itu tidak terjadi, muka keluargaku akan tercoreng. Itu adalah satu dari beberapa alasan kenapa aku masih tetap bertahan dsini.

030315

HINGGA UJUNG WAKTU




Serapuh kelopak sang mawar
Yang disapa badai berselimutkan gontai
Saat aku menahan sendiri
Diterpa dan luka oleh senja

Semegah sang mawar dijaga
Matahari pagi bermahkotakan embun
Saat engkau ada disini
Dan pekat pun berakhir sudah

Akhirnya aku menemukanmu
Saat ku bergelut dengan waktu
Beruntung aku menemukanmu
Jangan pernah berhenti memilikiku

Hingga ujung waktu
Setenang hamparan Samudra
Dan tuan burung camar
Tak kan henti bernyanyi

Saat aku berakhayal denganmu
Dan berjanji pun terukir sudah
Jika kau menjadi istiriku nanti
Pahami aku saat menangis

Saat kau menjadi istriku nanti
Jangan pernah berhenti memilikiku
Hingga ujung waktu

Jika kau menjadi istriku nanti
Pahami aku saat menangis
Saat kau menjadi istriku nanti
Jangan pernah berhenti memilikiku
Hingga ujung waktu




Sheila On 7 – Hingga Hujung Waktu





tiba-tiba saja aku tergerak menulis tentang lagu ini saat mas elly disampingku menyetelnya. di bait yang ada kata-kata "saat kau menjadi isteriku nanti," aku langsung terperangah dan tergugah menuliskannya. entahlah apa musababnya namun aku harus akui bahwa ternyata menyatu dengan seseorang itu tidak segampang dengan mengatakan gombal basi. butuh perjuangan yang amat keras untuk melalui setiap gelombang yang ada.karakter yang berbeda adalah indikasi utama begitu sulitnya untuk selalu bersama.

Lagu-lagu SO7 memang meninggalkan kenangan masa remaja yang mendalam. dia adalah kepingan masa lalu yang mungkin mayoritas remaja seusiaku mempunyai cerita dengan lagu-lagu SO7. begitulah lirik-liriknya merasuk dalam kenangan remajaku dan lagu yang barusan disetel oleh mas Elly mungkin lebih relevan dengan masa yang sebentar lagi akan kujalani.


berangkat dari kebersamaanku dengan windi. meski kami sudah mengikrarkan diri untuk berjuang namun selalu saja ada cela yang membuat kami tidak menemukan titik. aku tidak sanggup mengungkapkan beberapa kali kami tidak cocok atau bahkan beberapa kali aku memarahinya dan membuatnya menangis. aku mungkin egois namun begitulah hakekatnya sebuah jalinan yang akan dibangun.

"Jika kau menjadi istriku nanti,Pahami aku saat menangis,Saat kau menjadi istriku nanti, 
Jangan pernah berhenti memilikiku, Hingga ujung waktu"

 mungkin seharusnya juga yang mengatakan seperti itu adalah windi. akulah yang sering membuatnya menangis. akulah yang sering membuatnya terluka bahkan kerapkali tidak berusaha memahaminya.keputusan untuk bersama memang butuh perjuangan sepanjang hidup. suka duka adalah keniscayaan yang akan terjadi dalam hidup yang akan dijalani sekeras apapun kita berjuang untuk melawannya.






March 1, 2015

AWAL MARET YANG KELABU

“Satu-satunya yang saya perlukan ialah waktu. Alangkahkah hebatnya jika saya dapat membeli waktu-waktu yang terbuang”
“Michael Faraday”

Serasa waktu bagaikan sambaran kilat yang berlalu begitu cepat bahkan terkadang kumpulan usia seperti hanya sehari. aku merenungi semua waktuku yang terbuang sia-sia dan juga yang kuhabiskan untuk maksiat, mendzalimi diriku sendiri. pergantian pagi, senja dan malam hanyalah roda kehidupan yang digenjut begitu cepatnya sehingga tak ada nafas buat mereka yang masih terlelap dalam buaian mimpi. hidup adalah berkejaran dengan kumpulan waktu yang berlalu.

entah bagaimana menceritakan kehidupan setiap manusia namun satu hal yang diyakini bahwa apapun tujuan manusia saat masih di bumi tetaplah harus menggunakan waktu dengan baik. seorang pengejar duniawi yang ingin materi yang berlimpah harus menggunakan waktunya untuk mencapai tujuannya pun demikian dengan orang yang mempersiapkan dirinya untuk bekal di alam berikutnya, mereka pun harus mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk berbuat baik. waktu adalah elemen penting dalam hidup.

aku telah menyia-nyiakan waktu yang kujalani untuk 2 tahun terakhir. entahlah namun apa yang sedang menderaku, inginku menjauh dari kesalahan yang sama namun kembali terjebak dan mengulangi lagi. mungkin untuk hal duniawi, aku sudah tidak memberatkan orang tua dan mampu memenuhi setiap kebutuhan dan sedikit keinginan namun hal yang prinsipil telah aku hancur leburkan selama 2 tahun terakhir. aku goyah dan menghancurkan nuraniku. sering tertunduk dan meresapi setiap helaan nafas panjang hingga menggoreskan setiap kesalahan dan menghapuskan namun benar-benar kembali terulang lagi. ah penat memang.

maret telah datang menjemput. permulaan yang mungkin pedih karena hitam itu tertoreh untuk kesekian kalinya. aku merapalkan beribu doa kepada Sang Khalik, kiranya Dia membantuku untuk menguatkan hati melangkah jauh dari noda hitam tersebut. janji telah terikrar dan dengan izinNya mungkin 7 bulan lagi aku melangkah ke tahap selanjutnya dalam hidupku namun benar-benar aku tidak ingin terlalu jauh memikirkan hal tersebut. aku hanya ingin memperbaiki diri dari setiap kesalahan yang sama. meski pada akhirnya aku sampai namun sebenarnya itu bukanlah sebuah tujuan. pembicaraan yang melekat di memoriku dengan seorang kawan di makassar yang pernah belajar di jepang adalah "bukan masalah tujuannya, kalau tujuan mungkin akan sampai juga namun satu hal yang perlu diingat adalah prosesnya. bisakah engkau menjaga dirimu dan mengecap manisnya saat waktu itu datang. proses yang sedang engkau jalani adalah penentu apakah engkau berhasil atau gagal dalam ujian kesabaran."

aku tertegun saat memutar kembali percakapanku dengan kawan tersebut namun anehnya, ketika aku kembali mendekati hitam tersebut, semua hilang tak bersisa. entahlah apa yang membawanya pergi.aku pun tidak bisa menalar dengan pikiran jernih karena sudah terbutakan oleh nista dan dosa yang menggunung. semua sirna tak berbekas.

010315. aku melaju ke tempat win. entah namun sedari malam kami sudah bertukar sapa dan mungkin dengan berbagai ocehan. hitam itu kembali adanya. meluapkan apa yang menjijikkan. menangisi setelah itu dan kemudian bertengkar. melaju ke cibubur dengan guyuran hujan yang amat deras. tak sedikit pun kuhiraukan hujan itu dan aku tetap melaju melalui TMII menuju kota wisata. hujan pun menyamarkan butiran air yang bercucuran dari sudut mata win. kumaki dia habis-habisan untuk melampiaskan kemarahanku kepada diriku sendiri. rajukannya tak jua meluluhkan hatiku.

sampailah di cibubur dengan kondisi basah kuyup. tujuan selanjutnya adalah arisan keluarga di kota wisata. kami molot sejam namun tak apalah, janji sudah ditepati. bercanda bercengkerama di tempat itu kemudian makan dan mengocok arisan. pak endro dan fais yang mendapat giliran. kami menyelesaikan janji dengan tidak sempurna karena jauh dari jam yang disepakati.

akhirnya kembali memutar haluan menuju hiruk pikuk jakarta. melintas di kramat jati. motor melaju pelan sampai akhirnya singgah di sebuah penjual durian. menghabiskan 1 durian seharga 15 ribu kemudian kembali melaju. melintas di depan kantor tentara, ada hiruk pikuk pertandingan bola. kami menonton selama 2 jam kemudian berputar haluan.

diujung permulaan maret. hitam itu kembali dan berjanji akan membuang hitam tersebut jauh dari kehidupan dalam proses menuju persiapan diri yang lebih baik. begitulah waktu menghanyutkan setiap orang yang tidak mampu mempergunakannya seperti diriku. aku terkadang harus menyerah dengan setiap apa yang ingin kuperbaiki. namun waktu untukku masih ini. meski hitam hari kemarin tetap tertoreh, setidaknya aku punya waktu hari ini dan esok hari untuk memutihkan setiap hariku.

010315-031015

February 28, 2015

TENTANG SEORANG POLISI

Serupa orang yang selalu mengumpat polisi entah institusinya bahkan oknumnya, namun aku selalu berusaha untuk menghindari ketidaksukaan yang terlalu berlebih terhadap entitas polisi. Ada 3 hal mendasar yang menjadi alasanku menghidari hal tersebut, pertama karena kakakku pernah beberapa kali mencoba mendaftar polisi namun selalu gagal. Kedua, aku mengenal banyak oknum polisi, entah itu saudara sepupu bahkan teman sekolahku yang berhasil menjadi polisi dan mereka semua adalah orang baik bahkan mungkin lebih baik dari orang yang sering mengumpat polisi. Hal ketiga yang amat prinsipil adalah manusia tidak punya sama sekali hak untuk membenci manusia lainnya.

aku kembali menemukan polisi yang menurutku baik. meski baru sekali berinteraksi saat itu juga namun dari beberapa hal yang kulihat, dia tidak termasuk polisi yang arogan. entahlah dia menjaga image dengan orang yang baru dikenal atau mungkin memang baik tetapi sama sekali sifat arogannya tidak diperlihatkan ketika berbincang denganku. hanya diselingi canda dan sedikit cerita tentang tanaha kelahirannya di dataran pegunungan kidul.

namanya pak suratman. tinggi besar dan kuperkirakan umurnya sekitar 40an. entahlah tebakanku benar ataupun keliru namun dari guratan di wajahnya kutemukan garis kehidupan yang mungkin sebagian besar dihabiskan di kampung. awal mula aku mengenalnya karena adalah nasabah yang menyerempet mobilnya di samping Mall Artha Graha. dia bertutur saat itu, si Sopir yang menyerempet mobilnya hingga spion kanan rusak membentaknya dan menggebuk bagian belakang mobilnya. si sopir yang belakang aku tahu namanya bernama Tan Rusli sama sekali belum tahu bahwa pak suratman yang diserempet mobilnya adalah seorang polisi. entah apa yang terjadi pada saat itu karena Pak Suratman tidak bercerita lebih detailnya namun yang kutahu bahwa dia hanya menegur tan Rusli.

indikasi dari kesimpulanku bahwa pak suratman baik dan bisa menjaga emosinya karena dia tidak menghadiakan tan Rusli bogem mentah padahal dia sudah dibentak. aku berpikir bahwa seandainya polisi yang lain, maka sudah bisa dipastikan tan rusli akan digebuk habis-habisan.

saat di kantor pak suratman Polsek Metro kelapa Gading. aku dijamu dengan baik saat memperkenalkan bahwa aku dari pihak insurance yang akan mengganti kerugiannya. tidak ada sediktpun keangkuhan di wajahnya seperti yang kutemui di wajah para polisi. saat itu pula ada Tan Rusli yang mengantarkan berkas Polis. terlihat sekali di wajahnya ada rasa gentar bertemu dengan pak suratman. kacamata hitamnya tidak dilepaskan dan juga tangannya gemetar bahkan ketika menyerahkan berkas polis, dia nampaknya bergegas pamit. ah, begitulah setiap orang yang merasa bersalah.

sebenarnya semua cerita diatas adalah pengantar tentang hikmah yang ingin kukatakan bahwa dimanapun dan dengan siapapun kita berinteraksi apatahlagi ketika kita yang salah, maka jangan sekali-kali sok jagoan ataupun angkuh dan merasa paling benar karena kita adalah selemah-lemahnya manusia.

pernah juga sekali aku membaca sebuah berita tentang oknum TNI yang menghajar habis-habisan sopir angkot. kejadiannya hampir sama dengan diatas. mobil angkot dan mobil TNI tersebut bersenggolan di jalanan. menurut cerita TNI saat diwawancarai bahwa si sopir angkot malah memakinya alhasil dia menguber mobil angkot tersebut dan menghajarnya.

mungkin saat berkendara memang kerapkali terjadi hal yang tidak diinginkan namun menunjukkan arogansi adalah sisi lain yang salah. bukan karena kita takut seperti kejadian diatas namun pada dasarnya bahwa memaki adalah perbuatan yang keliru. memperlihatkan arogansi dan sikap sok jagoan malah terlihat menggelikan.

yah, begitulah ibukota. menawarkan pelajaran-pelajaran hidup yang tak berkesudahan.
28 Februari2015

February 27, 2015

PERPISAHAN KAWAN

Teruntuk jumat yang mungkin melelahkan. aku seringkali merindukan jumat dalam setiap perjalanan hari. entahlah, mungkin karena aku adalah bagian dari kaum urban mainstream merindukan setiap akhir pekan untuk merayakan hidup setelah 5 hari diracuni dengan berbagai aktivitas kantor yang hampir seperti robot. Terus menerus mengulang setiap pekerjaan dan kadang melupakan kebahagiaan hidup. Aku adalah bagian dari gerembolan masyarakat urban tersebut yang selalu memimpikan akhir pekan.

Entah bagaimana memulai cerita jumat kemarin. Setidaknya punya 2 kisah yang ingin kubagi dalam kotak ini. Sejatinya masih banyak kisah lain namun mungkin otakku terlalu penat sehingga alur hidup yang kulewati tidak mampu terekam baik dalam memori kepalaku.

Kumulai saja dari 2 orang kawan yang terakhir berkantor yang sama di kantorku karena dimutasi ke tempat lain. Sejujurnya aku membenci perpisahan, ataukah harusnya pertemuan yang salah karena selalu saja perpisahan menyisakan airmata bahkan ketika berpisah dengan masa sulit pun kita terkadang menyisakan begitu banyak haru apatahlagi perpisahan dengan kawan yang baik.

Dua kawan yang akan berpisah jumat kemarin adalah kawan baik. Kuceritakan saja dari kawan yang posisinya sudah pimpinan. Namanya mas d.d. Dia kaspem di kantorku dan kami masuk di kantor cabang hanya berselang seminggu. Aku harus mengamini ucapan ibu T kemarin bahwa meskipun mas d.d baru setengah tahun, namun rasanya sudah lama karena dia supel dan baik. Tidak ada cela bagiku untuk mengingkari pernyataan ibu T karena seperti itulah setiap hal yang aku temui dari pribadi mas d.d selama aku berinteraksi dengannya. tak sekalipun dia ngeyel dalam hal apapun meski dalam keadaan tertekan.

Dalam beberapa edisi interaksi kami, akan tidak salah kalau aku menyimpulkan bahwa mas d.d adalah orang yang suka berbagi. Ini bukan bualan atau omong kosong dariku tentangnya namun banyak indikatorku untuk mengatakan hal tersebut meski tidak harus kusebutkan satu persatu. Dia pun pribadi yang sabar. Sekalipun tak pernah kutemukan mas d.d mengumbar emosi dari setiap tingkahnya, sama sekali tidak.

Terakhir hal yang ingin kuceritakan tentang mas d.d adalah ketenangan dalam menghadapi setiap masalah. meski masih banyak hal baik darinya yang susah kugoreskan satu persatu. Aku beberapa kali melihat dia mungkin sedang punya masalah namun gerak-geriknya tetap tenang. Setiap orang yang mungkin bertemu dengannya pasti mafhum bahwa mas d.d orang baik. Bahkan dari rona wajahnya pun terpancar kebaikan. Aku sangat percaya bahwa orang yang tulus dan baik akan terpancar di wajahnya dan orang akan merasakannya.

Bahkan kemarin senja saat hendak beranjak pulang dari kantor, kami staff teknik, mas d.d dan ibu T masih sempat bercengkerama di lt 2. Jelas terlihat di wajah ibu T keharuan saat mengucapkan beberapa kata kepada mas d.d.

Bel, Kawan lain yang juga kemarin sudah terakhir di kantorku. Dia adalah staff teknik sama sepertiku. Meski dia lebih muda 3 tahun dariku namun dia lebih senior di kantor. Entah apa yang harus kuceritakan tentang bella karena begitu banyak hal dia ajarkan kepadaku. Salah satu kawan yang sering aku repotkan ketika mendapat kesulitan di awal-awal bekerja adalah bel.

Aku tidak berpetensi menceritakan bella karena dia terlalu baik. Bahkan di beberapa hal yang tidak disepakati akan diungkapkan. Aku tahu dia lebih tegas terhadap apa yang menjadi prinsipnya. Bel adalah kawan curhat sekaligus kawan bertanya tentang pekerjaan kantor yang belum kumengerti.

Kepekaannya kepada kawan pun tinggi bahkan kepada orang lain. Pernah suatu waktu, kami dan dua teman lain pulang makan siang. Tepat di pos satpam simpang jalan, ada maling tertangkap basah yang dikeroyok massa. Bel serta merta memaksaku untuk memanggil polisi karena kasihan kepada si maling. Rasa kepeduliaannya memang teramat tinggi.

Mungkin tidak ada habisnya ceritaku tentang bel. Hal lain yang aku tahu darinya adalah dia pekerja keras. Bahkan perjalanan hidupnya yang merantau harus kuakui lebih dari keberanianku. Aku bahkan baru berani memutuskan merantau setelah sarjana namun dia bahkan sudah merantau ke ujung timur pulau ini setelah tamat sma.

Di dua edisi perpisahan yang kemarin diadakan. Pertama kamis sore saat staff teknik mengadakan seremoni pelepasan bel yang akan dimutasi dan jumat siang saat tim marketing mengadakan pula seremoni pelepasan, tak satupun yang aku hadiri. Saat bel bertanya kok aku tidak tidak pernah menghadiri acara pelepasannya, aku hanya berujar singkat, aku tidak mau merasa dia berpisah denganku karena kami adalah kawan. Acara seremonial hanyalah simbol yang mungkin tidak pernah aku sukai sejak dulu ketika ada perpisahan dengan kawan. Begitulah caraku menghargai perkawanan.

Ah, terlalu sentimentil memang kalau mengisahkan setiap perpisahan. Aku yang sedari awal bertemu dengan kenalan baru selalu menancapkan dalam hati bahwa kesan baiklah yang akan aku tinggalkan karena bagaimanapun, semua akan berpisah, hanya persoalan waktu saja. Ketika berpisah itulah, hanya satu hal yang akan ditinggalkan, "kesan". Entah itu kesan baik ataupun buru.

Sukses selalu mas & mb
Keep in touch
Rwmngn 28.0215