Mungkin setiap hal yang kita butuhkan dalam hidup akan datang tanpa diduga entah itu dari nasehat orang ataupun kejadian yang mungkin saja tidak pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya. begitulah semesta mengasihi makhluknya.
begini ceritanya. sudah seminggu ini aku diminta oleh kantor pusat untuk mengirimkan daftar evaluasi bengkel yang ada di Jakarta Timur. berhubung karena ada beberapa bengkel yang belum kutahu pasti track recordnya maka sebelumnya aku koordinasi dengan Eli. alhasil ada 2 bengkel yang masuk dalam catatan hitam evaluasi. pertama adalah bengkel LJM. kasusnya karena beberapa waktu yang lalu, mereka menangani klaim nasabah dengan jumlah klaim yang sangat besar lebih dari 100 Juta. klaim sebesar itu memang lumayan memusingkan. dalam perjalanan waktu pengerjaan, ternyata bengkel LJM tidak bisa menyediakan Spare parts sehingga harus disupply namun sebenarnya itu bukan masalahnya namun intinya dalam pengerjaan, mereka tidak jujur karena ada beberapa panel yang dikerjakan oleh supplier namun mereka melaporkan ke kantor bahwa pekerjaan itu dikerjaan oleh mereka. titik masalah di bengkel ini adalah adanya ketidakjujuran dalam pengerjaan.
Bengkel kedua yang mendapat catatan hitam adalah MJM. sebenarnya bengkel ini dekat dengan kantor kami dan bahkan salah satu petinggi di bengkel tersebut adalah agen di kantor namun sejak aku menangani setiap klaim di kantor, estimasi dari bengkel ini lumayan besar namun aku tidak bisa menjudge bahwa mereka mark up karena si Agen yang bekerja di bengkel tersebut adalah mantan kepala cabang di kantor dan aku berpikir tidak mungkin mereka mengelabui kantor sendiri. kasus mencurigakan kemudian muncul saat ada laporan klaim dari bengkel tersebut dengan estimasi klaim 18 juta. setelah itu, aku dan eli menganalisa kerusakan mobil dan juga kronologis kejadian tersebut. setelah itu aku menyerahkan ke surveyor PT. Sentra Proteksindo untuk di survey lebih lanjut alhasil ketahuan bahwa kejadian yang dilaporkan tersebut tidak sesuai dengan sebenarnya. ada kecurigaan juga bahwa bengkel MJM ikut andil dan ketidakjujuran memberikan laporan ke kantor. maka itu menjadi poin penilaian minus atas bengkel ini.
sebelum mengirimkan hasil evaluasi ke kantor pusat, aku dan eli masuk ke ruangan kacab mengkonsultasikan hasil evaluasi kami. seperti biasa, kacab kantorku memang suka memberikan nasehat. setelah diberi kesempatan mengutarakan hasil evaluasi dia kemudian berbicara panjang lebar tentang segala hal dan tentang pengalaman-pengalamannya. pertama kali yang dia katakan adalah ketika memberikan evaluasi dengan kriteria yang bukan berdasarkan angka maka seharusnya kita harus hati-hati karena seringkali jatuhnya subjektif. dia juga menghubungkan dengan penilaian karyawan yang minggu lalu diadakan bahwa memang lumayan rumit untuk menilai jika patokannya adalah nilai etika. hal yang dia katakan bahwa ketika menilai kinerja karyawan yang diberi target 100 dan dia mencapai target 100 maka bisa diberikan hasil sempurna namun ketika penilaiannya tentang kerajinan ataupun juga tentang integritas maka harus dilepaskan hal yang subjektif kemudian menilai.
hal kedua adalah kacab memberikan wejangan-wejangan tentang rejeki dan berbagi. aku memang mengakui bahwa kacab kantorku termasuk dalam orang yang tidak terlalu pelit bahkan beliau bercerita bahwa setiap kali mendapat bonus maka beliau sama sekali tidak pernah memikirkan berapa yang akan menjadi bagiannya namun yang ada di dalam pikirannya adalah berapa yang harus dikasi ke staff bahkan terkadang ketika sudah memberikan jatah kepada karyawan, beliau masih berpikir bahwa apakah yang diberikan itu sudah pantas. beliau berpesan kepada aku dan eli bahwa ketika mendapat rejeki maka jangan sekali-kali pelit.
banyak analogi yang beliau contohkan tentang berbagi. beliau mengatakan bahwa coba bayangkan ketika kita bahagia dan menceritakan kebahagiaan kita kepada orang lain maka selayaknya kita bertambah bahagia. sedangkan ketika kita sedih dan curhat kepada orang lain maka kesedihan kita berkurang. sama halnya ketika kita mendapatkan rejeki maka itu adalah kebahagiaan dan ketika kebahagiaan dibagi hakekatnya akan bertambah maka seharusnya ketika kita mendapatkan rejeki maka harusnya dibagi. inti dari wejangan ini adalah ketika membagi kebahagiaan kepada orang lain maka kebahagiaan kita bertambah sedangkan ketika kita membagi kesedihan kita kepada orang lain maka kesedihan kita akan berkurang.
hal lain yang beliau ceritakan kepada kami adalah tentang etika. hal ini berada diatas segalanya bahwa sepintar-pintarnya orang ketika tidak beretika maka tidak akan pernah dianggap. semua akan berujung pada apa yang inheren dalam diri manusia dan sesuatu yang inheren dalam hal ini kecerdasan emosional hanya bisa dirasakan melalui hati. kepekaan itu akan serta merta terasah ketika kita selalu mengasah dan mempraktikkannya.
mungkin di kantor ini aku kemudian mendapat banyak hikmah yang berserakan cuma karena kekurangan kata-kata untuk mengoreskannya maka aku tidak sanggup untuk menuliskan satu persatu. biarlah menjadi memori di rongga otakku dan kujadikan pembelajaran di dalam hidup. terlalu sayang memang untuk melewatkan semua hal yang berguna bagi hidup.
di kantor ini pun, aku belajar untuk tidak mengotori hati dengan tetap menjaga lidah karena aku tahu bahwa setiap orang di kantor ini seringkali bercerita tentang aib masing-masing dan itu satu hal yang ingin kujaga dari diriku. sebuah ujian diri untuk memantapkan prinsip bahwa menceritakan aib orang lain adalah sebuah pengkhianatan apatahlagi orang yang sudah dianggap kawan dan anehnya di kantor ini, aku sering menjumpai fenomena seperti itu.
di kantor ini pula, aku belajar tentang keikhlasan. bagaimana bekerja sesuai porsi pekerjaan yang ada dan bagaimana dengan berlapang dada menerima gaji yang memang sesuai kontrak kerja. sampai sekarang ini, aku belum menjumpai karyawan yang benar-benar ikhlas dengan gaji yang mereka dapatkan. seringkali yang kudengar adalah keluh kesah maupun tuntutan untuk kenaikan gaju. ironi sekaligus menyedihkan namun pada dasarnya, aku ingin sekali menemukan orang yang benar-benar ikhlas dalam bekerja supaya aku bisa belajar kepadanya. aku pun ingin bertemu dengan orang yang membenci untuk menceritakan aib orang lain.
entahlah namun sesungguhnya bahwa perjalanan hidup ini masih terus berlanjut sampai pada akhirnya menemukan akhir perjalanan. setiap kali aku harus bersiap menikung ataupun menanjak bahkan menurun. semua perjalanan tidak akan pernah semulus yang dibayangkan namun perjalanan akan seperti dinamika yang tidak ada habisnya. hidup pun begitu bahkan adalah kawan dengan satirnya mengatakan bahwa sebenarnya hidup ini hanyalah perpindahan dari masalah yang satu ke masalah yang lainnya.
banyak-banyaklah merenung tentang hidup
ketika mampu mengendalikan pikiran maka sejatinya kita meniti sebuah kesuksesan dan mampu melawan semua godaan.
kendalikanlah pikiranmu minha kepada hal-hal yang positif
kantorbumidarawamangun.200215
begini ceritanya. sudah seminggu ini aku diminta oleh kantor pusat untuk mengirimkan daftar evaluasi bengkel yang ada di Jakarta Timur. berhubung karena ada beberapa bengkel yang belum kutahu pasti track recordnya maka sebelumnya aku koordinasi dengan Eli. alhasil ada 2 bengkel yang masuk dalam catatan hitam evaluasi. pertama adalah bengkel LJM. kasusnya karena beberapa waktu yang lalu, mereka menangani klaim nasabah dengan jumlah klaim yang sangat besar lebih dari 100 Juta. klaim sebesar itu memang lumayan memusingkan. dalam perjalanan waktu pengerjaan, ternyata bengkel LJM tidak bisa menyediakan Spare parts sehingga harus disupply namun sebenarnya itu bukan masalahnya namun intinya dalam pengerjaan, mereka tidak jujur karena ada beberapa panel yang dikerjakan oleh supplier namun mereka melaporkan ke kantor bahwa pekerjaan itu dikerjaan oleh mereka. titik masalah di bengkel ini adalah adanya ketidakjujuran dalam pengerjaan.
Bengkel kedua yang mendapat catatan hitam adalah MJM. sebenarnya bengkel ini dekat dengan kantor kami dan bahkan salah satu petinggi di bengkel tersebut adalah agen di kantor namun sejak aku menangani setiap klaim di kantor, estimasi dari bengkel ini lumayan besar namun aku tidak bisa menjudge bahwa mereka mark up karena si Agen yang bekerja di bengkel tersebut adalah mantan kepala cabang di kantor dan aku berpikir tidak mungkin mereka mengelabui kantor sendiri. kasus mencurigakan kemudian muncul saat ada laporan klaim dari bengkel tersebut dengan estimasi klaim 18 juta. setelah itu, aku dan eli menganalisa kerusakan mobil dan juga kronologis kejadian tersebut. setelah itu aku menyerahkan ke surveyor PT. Sentra Proteksindo untuk di survey lebih lanjut alhasil ketahuan bahwa kejadian yang dilaporkan tersebut tidak sesuai dengan sebenarnya. ada kecurigaan juga bahwa bengkel MJM ikut andil dan ketidakjujuran memberikan laporan ke kantor. maka itu menjadi poin penilaian minus atas bengkel ini.
sebelum mengirimkan hasil evaluasi ke kantor pusat, aku dan eli masuk ke ruangan kacab mengkonsultasikan hasil evaluasi kami. seperti biasa, kacab kantorku memang suka memberikan nasehat. setelah diberi kesempatan mengutarakan hasil evaluasi dia kemudian berbicara panjang lebar tentang segala hal dan tentang pengalaman-pengalamannya. pertama kali yang dia katakan adalah ketika memberikan evaluasi dengan kriteria yang bukan berdasarkan angka maka seharusnya kita harus hati-hati karena seringkali jatuhnya subjektif. dia juga menghubungkan dengan penilaian karyawan yang minggu lalu diadakan bahwa memang lumayan rumit untuk menilai jika patokannya adalah nilai etika. hal yang dia katakan bahwa ketika menilai kinerja karyawan yang diberi target 100 dan dia mencapai target 100 maka bisa diberikan hasil sempurna namun ketika penilaiannya tentang kerajinan ataupun juga tentang integritas maka harus dilepaskan hal yang subjektif kemudian menilai.
hal kedua adalah kacab memberikan wejangan-wejangan tentang rejeki dan berbagi. aku memang mengakui bahwa kacab kantorku termasuk dalam orang yang tidak terlalu pelit bahkan beliau bercerita bahwa setiap kali mendapat bonus maka beliau sama sekali tidak pernah memikirkan berapa yang akan menjadi bagiannya namun yang ada di dalam pikirannya adalah berapa yang harus dikasi ke staff bahkan terkadang ketika sudah memberikan jatah kepada karyawan, beliau masih berpikir bahwa apakah yang diberikan itu sudah pantas. beliau berpesan kepada aku dan eli bahwa ketika mendapat rejeki maka jangan sekali-kali pelit.
banyak analogi yang beliau contohkan tentang berbagi. beliau mengatakan bahwa coba bayangkan ketika kita bahagia dan menceritakan kebahagiaan kita kepada orang lain maka selayaknya kita bertambah bahagia. sedangkan ketika kita sedih dan curhat kepada orang lain maka kesedihan kita berkurang. sama halnya ketika kita mendapatkan rejeki maka itu adalah kebahagiaan dan ketika kebahagiaan dibagi hakekatnya akan bertambah maka seharusnya ketika kita mendapatkan rejeki maka harusnya dibagi. inti dari wejangan ini adalah ketika membagi kebahagiaan kepada orang lain maka kebahagiaan kita bertambah sedangkan ketika kita membagi kesedihan kita kepada orang lain maka kesedihan kita akan berkurang.
hal lain yang beliau ceritakan kepada kami adalah tentang etika. hal ini berada diatas segalanya bahwa sepintar-pintarnya orang ketika tidak beretika maka tidak akan pernah dianggap. semua akan berujung pada apa yang inheren dalam diri manusia dan sesuatu yang inheren dalam hal ini kecerdasan emosional hanya bisa dirasakan melalui hati. kepekaan itu akan serta merta terasah ketika kita selalu mengasah dan mempraktikkannya.
mungkin di kantor ini aku kemudian mendapat banyak hikmah yang berserakan cuma karena kekurangan kata-kata untuk mengoreskannya maka aku tidak sanggup untuk menuliskan satu persatu. biarlah menjadi memori di rongga otakku dan kujadikan pembelajaran di dalam hidup. terlalu sayang memang untuk melewatkan semua hal yang berguna bagi hidup.
di kantor ini pun, aku belajar untuk tidak mengotori hati dengan tetap menjaga lidah karena aku tahu bahwa setiap orang di kantor ini seringkali bercerita tentang aib masing-masing dan itu satu hal yang ingin kujaga dari diriku. sebuah ujian diri untuk memantapkan prinsip bahwa menceritakan aib orang lain adalah sebuah pengkhianatan apatahlagi orang yang sudah dianggap kawan dan anehnya di kantor ini, aku sering menjumpai fenomena seperti itu.
di kantor ini pula, aku belajar tentang keikhlasan. bagaimana bekerja sesuai porsi pekerjaan yang ada dan bagaimana dengan berlapang dada menerima gaji yang memang sesuai kontrak kerja. sampai sekarang ini, aku belum menjumpai karyawan yang benar-benar ikhlas dengan gaji yang mereka dapatkan. seringkali yang kudengar adalah keluh kesah maupun tuntutan untuk kenaikan gaju. ironi sekaligus menyedihkan namun pada dasarnya, aku ingin sekali menemukan orang yang benar-benar ikhlas dalam bekerja supaya aku bisa belajar kepadanya. aku pun ingin bertemu dengan orang yang membenci untuk menceritakan aib orang lain.
entahlah namun sesungguhnya bahwa perjalanan hidup ini masih terus berlanjut sampai pada akhirnya menemukan akhir perjalanan. setiap kali aku harus bersiap menikung ataupun menanjak bahkan menurun. semua perjalanan tidak akan pernah semulus yang dibayangkan namun perjalanan akan seperti dinamika yang tidak ada habisnya. hidup pun begitu bahkan adalah kawan dengan satirnya mengatakan bahwa sebenarnya hidup ini hanyalah perpindahan dari masalah yang satu ke masalah yang lainnya.
banyak-banyaklah merenung tentang hidup
ketika mampu mengendalikan pikiran maka sejatinya kita meniti sebuah kesuksesan dan mampu melawan semua godaan.
kendalikanlah pikiranmu minha kepada hal-hal yang positif
kantorbumidarawamangun.200215






