Tragedi hotel Sapadia membayangiku di kota ini.
Sejak hari pertama datang di kota ini, saya menyadari bahwa baju kemeja yang akan saya kenakan tiga hari pertama. menyadari akan hal itu, saya berinisiatif untuk meminjam setrika di hotel. biasanya hotel akan memberikan pinjaman setrika untuk digunakan sementara waktu kemudian langsung dikembalikan.
Tragedi sore itu dimulai
Singkat cerita, tiga baju kemeja sudah selesai saya sertika. tanpa pikir panjang, setrika yang masih panas saya letakkan pada kursi sofa dan tidak terpikir bahwa setrika tersebut akan merusak sofa. sepersekian menit ketika saya hendak mengembalikan setrika, saya kaget melihat bekas setrika dengan jelas di sofa.
Tanpa merasa bersalah, saya mengembalikan setrika ke bagian recepsionist, namun selama tiga hari, tragedi bekas setrika selalu terbayang di kepalaku.
Anehnya, petugas kebersihan hotel tidak menegur atau melakukan konfirmasi kepada saya sedangkan bekas tersebut tidak pernah saya tutupi.
hari rabu pagi, kami chek out dari hotel karena beberapa alasan termasuk pelayanan hotel yang tidak terlalu memadai. kebersihan hotel juga jauh dari standar yang baik. di kamar toilet tempat saya menginap, atapnya bocor dan showernya penuh dengan karat. air yang keluar dari shower berbau besi.
Setelah pindah hotel, saya masih tetapa kepikiran dengan bekas setrika. semoga saja memang tidak ada apa-apa.
No comments:
Post a Comment