September 10, 2021

10 September

Saat memulai tulisan ini, saya sedang menimbang hal apa yang menarik untuk diceritakan. aktivitas yang kujalani hari ini hanya pengulangan dari hari-hari sebelumnya atau lebih spesifiknya hanya pengulangan dari jumat kemarin. tidak ada yang terlalu menarik untuk diceritakan.

Mungkin yang beda hanya tentang sebuah acara perpisahan. namun tidakkah dalam sebuah lingkungan kerja, yang namanya perpindahan adalah hal yang biasa. oh tidak, bukan hanya di dalam dunia kerja namun di setiap potongan hidup yang dijalani. kita selama bertemu dan berpisah dengan apa saja dan di mana saja. itu sebuah keniscayaan dalam hukum semesta.

Jika terjadi perpisahan, kita seringkali sentimental kemudian bersedih dan mengingat apa yang telah dilalui. saya selalu berusaha untuk memahami, sebenarnya apa yang membuat seseorang sedih atas sebuah perpisahan?

apakah tentang kenangan-kenangan yang dilalui?

atau memang benar-benar perpisahan itu sendiri yang menyedihkan?

kemungkinan yang kedua bukan jawabannya karena seringkali, dalam hitungan hari kesedihan hilang yang kemudian menjadi normal kembali. 

lalu apa yang membuat kita sedih atas perpisahan?

Tidak lain hanya karena manusia terlalu cinta terhadap masa lalu, tentang apa saja. ketika berpisah, manusia memikirkan kenangan namun seandainya perpisahan sudah terjadi, sebuah akan biasa-biasa saja.

begitu pula dengan perpisahan yang hakiki, ya kematian. manusia berduka teramat dalam ketika terjadi kematian namun duka cita tersebut akan disapu oleh waktu demi waktu dan manusia akan kembali menjalani harinya seperti sediakala.

Setelah memaknai perpisahan, saya selalu menimbang-nimbang, apa yang seharusnya saya lakukan dalam hidup untuk tidak sekedar menjalani hidup secara mekanis. jikalaupun ternyata hidup seperti itu yang sedang kujalani, setidaknya saya tidak berbuat sesuatu yang meninggalkan kenangan buruk pada orang lain, bukankah yang diingat oleh manusia hanyalah kenangan.

Saya merenungi hari yang kujalani sejak pagi tadi sampai malam. mungkin satu hal yang harus dikurangi adalah bercanda yang berlebihan. 

Saya menakar diri bahwa saya terlalu banyak bercanda hari ini. meskipun bukan sesuatu yang dilarang namun saya orang yang meyakini bahwa terlalu banyak bercanda tidak baik untuk ketenangan jiwa apatahlagi jika ada orang lain yang merasa tersinggung. 

esok, lusa dan seterusnya, saya ingin lebih mengontrol diri dalam hal bercanda.

No comments: