Saya sedang dalam proses penyelesaian tugas akhir kampus. tugas pamungkas yang akan menentukan apakah saya bisa lulus dari kampus untuk segera melepaskan predikat sebagai Mahasiswa kemudian menjemput dunia dengan ruang yang lebih besar. tugas yang sejatinya sudah saya mulai kira-kira tiga bulan yang lalu namun progresnya sangat menyedihkan, ya saya baru menyelesaikan bab 2 bahkan masih dalam proses revisi. sebuah kenyataan yang kadang-kadang membuat saya pesimis apakah saya masih memiliki energi untuk berjuang demi gelar yang entah suatu saat akan saya abdikan untuk apa.
kekhawatiran lain adalah minat membaca saya yang berada pada titik terendah, alih-alih membaca diktat kuliah untuk materi tugas akhir, membaca buku-buku ringan pun rasanya begitu berat, padahal sejatinya saya punya banyak waktu yang saya habiskan hanya untuk hal yang sia-sia. saya pun sadar bahwa ketika kemampuan membaca saya tidak terasah dan konsumsi pengetahuan untuk menunjang tesis saya sangat kurang, maka saya sendiri ragu kapan tugas akhir saya ini bisa kelar.
Hal selanjutnya adalah kemampuan saya menulis. sebelum menulis di sini, saya niatkan untuk mencoba merangkai kata demi kata dalam kalimat yang lebih panjang untuk menguji kemampuan menulis saya dalam durasi yang lama dan kuantitas yang panjang namun nampaknya, setelah berhasil menulis tiga paragrap, saya sudah mulai kehilangan ide dan kemampuan untuk mengembangkan tulisan seakan tidak segera menghinggapi otak saya.
kembali ke tugas akhir, saya ingat pesan teman saya yang beberapa tahun lalu menyelesaikan tugas akhirnya. dia berpesan bahwa tugas akhir itu dikerjakan saja dan jangan terlalu perfeksionis karena hal tersebut yang akan menghambat penyelesaian tugasmu. jika sebelum menulis, otak sudah mengkalkulasi hasilnya dengan sangat baik bahkan sudah membayangkan akan menerbitkan tugas akhirmu sebagai sebuah buku maka dapat dipastikan bahwa dalam proses pengerjaan tugas akhir tersebut, akan mengalami kesulitan karena kita akan meragukan kalimat demi kalimat yang ditulis dengan pertimbangan yang ideal.
Tugas akhir saya mengambil tema tentang kawasan Timur Tengah yang tentunya punya referensi yang melimpah. jika seandainya saya telat dalam menyelesaikan tugas tersebut maka persoalannya bukan pada kurangnya referensi namun persoalan bisa saja karena kemampuan saya yang memang di bawah rata-rata termasuk kemampuan membaca dan menulis.
Seringkali dalam proses membaca diktat kuliah, saya jarang sekali berhasil menyelesaikan dengan tuntas bahkan jika ada yang saya selesaikan maka terkadang saya tidak mampu menyampaikan isi diktat tersebut dengan bahasa saya sendiri artinya bahwa hasil dari saya membaca tidak tersimpan di otak.
Setiap malam sesaat sebelum membuka materi kuliah, saya selalu gagal melepaskan godaan untuk menonton film atau sekedar membaca berita yang tidak ada hubungannya dengan tugas saya. setelah itu niat saya hanya berakhir di kepala dan tidak ada satu kalimat pun yang menambah halaman pada tugas saya. ironi sekaligus menyedihkan karena saya begitu boros membuang waktu yang seharusnya bisa saya manfaatkan untuk hal yang lebih bermanfaat.
Dosen pembimbing saya tidak henti-hentinya mengingatkan untuk segera menyelesaikan tugas akhir namun selalu ada alasan untuk menghindar. seringkali juga, pembenaran muncul dari dalam diriku untuk melakukan prokraktinasi, pembenaran yang sangat menyesatkan karena saya sadari bahwa selama ini, saya terlalu memanjakan diriku dengan hal yang absurd, sebuah tindakan yang selalu saya sesali namun tidak pernah mampu saya tinggalkan sampai saat ini.
Sebelum menyelesaikan tulisan ini, saya berjanji akan menyelesaikan tugas akhir saya paling lambat akhir September 2021 namun setelah selesai menulis, saya kembali mengulang hal yang sia-sia dan tidak pernah ada tambahan kata pada lembaran tugas saya.
yassalam.
salam menunda
No comments:
Post a Comment