Sepertinya saya benar-benar penat beberapa bulan terakhir. gelombang kesibukan menerpa dan tidak memberikan ruang untuk sekedar menghela nafas, diperburuk dengan sikap menghabiskan waktu yang sia-sia ketika di rumah,
Tidak hanya fisik, psikis juga terkuras dengan pikiran yang bercabang. berbagai hal harus disolusikan dengan olah pikir yang tidak mudah bahkan seringkali membuat saya berada pada titik nadir keputusasaan. sebuah sikap yang tentunya tidak sehat untuk perkembangan diri karena putus asa adalah toxic bagi manusia yang ingin menembus batas kemampuan dirinya.
Entah kebetulan atau memang semesta sedang memberikan berbagai challange untuk melihat diriku apakah sudah sanggup untuk melangkah ke tahap berikutnya, namun yang jelas bahwa pekerjaan kantor benar-benar menumpuk, tugas akhir kuliah yang tidak ada titik terang dan sebuah impian yang harus saya hadapi di dua minggu ke depan. impian yang tentunya merupakan chance terakhir bagiku dan jika gagal maka mungkin sudah tertutup pintu untuk cita-cita tersebut, sialnya saya tidak pernah bisa memaksa diriku untuk mempersiapkan segalanya dengan baik karena pada dasarnya, keberhasilan adalah sebuah luck yang merupakan perwujudan dari persiapan yang maksimal dan doa yang khusyuk kemudian diamini semesta
No comments:
Post a Comment