Satu hal yang selalu saya tidak sukai di tanah rantau adalah bayangan tentang keadaan ibu. selalu ada perasaan was-was tentang bagaimana kesehatannya dan bagaimana keadaannya di kampung halaman. perasaan itu semakin mencekam ketika di malam yang menua atau di pagi buta, ada telepon dari kampung. satu hal yang pertama terbersit di kepala adalah ketakutan jika ada pesan tidak menyenangkan.
Tadi habis maghrib, kakak saya mengabari bahwa Ibu sedang sakit. badannya ngilu dan seharian tidak mau makan. 2 hari sebelumnya, saya menelepon dan beliau sudah mengatakan bahwa badannya kurang fit, kemungkinan capek setelah idul adha. kabar dari kakak saya lumayan mengganggu pikiran saya karena menurutnya, Ibu tidak nafsu makan.
Pandemi ini juga turut memperburuk pikiran-pikiran saya. berita duka yang berseliweran menambah kecemasan dalam diri saya meskipun selalu saya kuatkan hati bahwa kecemasan itu hanya pikiran yang tidak terkontrol.
Semoga Ibu segera pulih.
Saya merindukannya
No comments:
Post a Comment