September 4, 2021

4 September

Tadi sehabis maghrib, sebagaimana rutinitas saya sebelum-sebelumnya, terkadang saya menelon ibu saya meskipun sekedar menanyakan kabarnya dan kabar bapak serta kabar keluarga yang lain. tidak ada pembicaraan intim, hanya sesekali diselingi pertanyaan seputar makanan, keadaan kampung dan tema pembicaraan template lainnya yang selalu berulang

Ibu saya juga menanyakan kuliah saya yang tak kunjung kelar yang sudah berjalan lebih dari dua tahun. sedikit beban juga karena sampai sekarang, tugas akhir saya sama sekali belum menunjukkan progres yang menggembirakan, bahkan di bimbingan kemarin dengan dosen penguji, tugas akhirku sama sekali belum memenuhi standar yang layak bahkan teknis penulisan pun masih jauh dari kata ideal

Dalam beberapa kali keadaan, saya sering merenungi apakah saya bisa menyelesaikan ini dan pertanyaan yang lebih filosofi, sebenarnya saya sedang menjalani ini untuk apa dan akan saya kemanakan setelah selesai? namun satu prinsip yang selalu saya tanamkan dalam pikiran bahwa tidak ada ilmu yang sia-sia.

Setelah pertanyaan kuliah, ibu menanyakan sesuatu yang tidak saya jawab karena selalu berulang setiap tahun. saya benar-benar tidak sanggup memberikan ibuku jawaban mengingat trauma tahun-tahun sebelumnya yang selalu berakhir dengan kecewa, meskipun demikian saya berharap tahun ini bisa memberikan kabar gembira untuknya. saya berharap semoga ibu selalu mendoakan yang terbaik untukku.

Entah mengapa, ketika membayangkan ibu dan semua suasana kampung, saya selalu menyadari bahwa betapa waktu sudah terlalu jauh membawaku pergi. nenek saya meninggal beberapa minggu lalu membuatku merasa bahwa ketika pulang kampung, ada potongan masa lalu yang hilang karena kebiasaan saya ketika mudik, saya pasti akan mengunjungi rumahnya yang berada di lereng bukit. menjumpainya di bale rumah sambil istirahat siang atau sekedar memberi makan ayam-ayamnya namun situasi seperti itu tidak akan lagi kujumpai. saya sudah semakin jauh berjalan dan waktu berlalu terlalu jauh.

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa semua sedang berjalan ke penghujung waktu termasuk saya. apa yang tersisa hanyalah kenangan-kenangan.

Untuk ibu yang saya tidak menjawab tadi pertanyaannya, saya hanya ingin memberikanmu jawaban menggembirakan tahun ini, entah itu apa. amin

No comments: