Setelah menunaikan kewajiban dua rakaat, seperti biasa saya duduk di sofa kemudian meraih buku agama yang sudah begitu lama saya beli namun belum saya tunaikan secara tuntas. sejurus kemudian, ada bisikan kecil dalam hati bahwa sebelum membaca, alangkah baiknya mengecek notifikasi di hp atau sekedar melihat media sosial. saya tidak mampu melawan godaan untuk kemudian meraih hp ku dan mulai menyusuri dunia maya.
Tidak terasa, sudah hampir sejam saya memegang hp sedangkan buku yang sedari tadi saya raih, masih tergeletak di sampingku. setelah itu, energiku untuk membaca sudah terkuras habis melihat hp sehingga niat untuk membaca kembali terbengkalai dikalahkan oleh media sosial yang sebenarnya saya tidak mengerti apa manfaatnya.
Kejadian seperti itu tidak berlangsung sekali atau dua kali bahkan sudah berlangsung beberapa tahun. libido membacaku terkalahkan oleh ruang maya yang melenakan bahkan bukan hanya itu, banyak impian-impianku yang hanya berakhir pada draft yang tidak pernah terlaksana.
Kebiasaan menunda yang diakibatkan oleh godaan sosial media benar-benar sudah sangat parah dan akut dalam kebiasaanku, bahkan saya merasa bahwa sebagian otakku sudah tidak mampu lepas dari kebiasaan menunda yang menghancurkan banyak sekali impianku yang pada akhirnya mempengaruhi kapasitas diriku.
Setelah menulis ini, saya tidak tahu apakah bisa lepas dari kebiasaan prokraktinasi karena sosial media
entahlah
18 7 2021
No comments:
Post a Comment