Berulang kali aku camkan dalam setiap hariku bahwa relasi yang sedang kujalani harusnya berbarengan dengan sikap memahami perempuan yang sudah resmi menjadi kekasihku namun seringkali pula, ucapan itu hanya berakhir di pembuangan sampah. aku selalu gagal mengerti keadaannya yang dengan letihnya harus ikut mengais rejeki untuk kehidupan kami berdua.
Harusnya aku membiarkan dia memanjakan dirinya untuk sedikit menikmati empuknya kasur kami yang tanpa ranjang namun aku bahkan memintanya untuk menemaniku bercerita. ah, aku adalah pria egois kali ini.
Tapi tak apalah, kami baru saja berlabuh di kehidupan ini dan sedang berjuang untuk mendayung sampan yang sedang berjalan pelan.kami sedang mempelajari cara mendayung yang benar agar sampan ini tidak ambruk dan kami pun belajar untuk saling bergantian supaya kami tidak penat.
Tapi tak apalah, kami baru saja berlabuh di kehidupan ini dan sedang berjuang untuk mendayung sampan yang sedang berjalan pelan.kami sedang mempelajari cara mendayung yang benar agar sampan ini tidak ambruk dan kami pun belajar untuk saling bergantian supaya kami tidak penat.
Kami sedang menyusun arah sampan dan mengarahkannya ke tujuan semula. semua hanyalah riak kecil yang tidak akan melepaskan genggaman tangan kami.
Di Kontrakan kecil Mampang Prapatan VII
25 Oktober 2015 11:01
No comments:
Post a Comment