February 13, 2013

Sebuah Senyuman Untuk Kampungku

Cerita tentang kota ini di perbatasan jawah timur dan jawa tengah. aku sudah berada di kota ini selama sepuluh hari. banyak hal yang ingin kuabadikan tentang kota ini melalui tulisan namun yang paling ingin kutulis adalah tentang salah satu kota ini yang hapir menyerupai kampungku. pekerjaanku di kota ini mengharuskanku untuk mengitari setiap sekolah yang ada di kabupaten ini, alhasil setiap sudut kota ioni harus kutempuh. mulai dari kecamatan bringin, kecamatan karangjati arah ke caruban, kecamatan pangkur dekat madiun, samapi pada kecamatan ngrambe yang berbatasan dengan srangen jawa tengah.

Salah satu sisi kota ini yang sangat kunikmati setiap kali harus mengitarinya adalah sepanjang jalan menuju kecamatan ngrambe. jalanan menuju kearah kecamatan tersebut adalah jalan lintas provinsi ke jawa tengah namun bukan itu alasannya kenapa aku sangat menikmati sepanjang jalan tersebut, aku menikmatinya karena sepanjang jalan tersebut, terhampar luas sawah yang sudah menguning bahkan ada yang sudah di panen, setiap kali melewati jalanan tersebut, serpihan kenangan tentang kampung halamanku di buntu lamba perlahan-lahan merasuk memenuhi sukmaku, bau semerbak padi yang baru dipanen semakin menambah aroma suasana kampungku. 

Tekadang terbersit rasa rindu yang membuncah terhadap kampung halamanku saat merasakan suasana tersbut. lalu lalang para masyarakat yang memikul padi semakin menegaskan persamaan dengan pengalaman masa laluku semasa masih di kampung. saat panen tiba, saat memikul hasil panen ke rumah dan saat-saat ibuku menyuguhkan nasi bakul dan sayur asam sesaat setelah capek bekerja di sawah.

Kenangan itu selalu saja muncul setiap harinya karena mau tidak mau aku harus melewati jalanan tersebut, namun meskipun begitu, walaupun suasananya menyamai kampung halamanku namun sama sekali tidak bisa menggantikan posisi kampung halamanku di jiwaku. dia akan tetap bersemanyam jauh di dalam sana. kenangan masa lalu penuh cerita tak kan begitu saja terhapuskan, jejak kakiku di kampung halaman tak jua terhapus oleh apapun. suasana sisi kampung di kota ngawi ini hanyalah kan menjadi serpihan pengingat tentang kampung buntu lamba yang sama sekali tak kan mampu mengerusnya dari sukmaku.

Entah kapan namun aku tetap berharap bahwa aku kan kembali ke kampungku membaw sejuta senyuman indah buat setiap orang yang mengharapkan kebahagiaan untukku. senyuman buat kampung halamanku yang beitu asri. aku berada di sisi hanya demi sebuah misi hidup bukan untuk berusaha menukar kenangan rindu tentang kampungku..

burontong, malam ini, aku ingat semua tentang cerita masa bocahku di dalam pelukanmu,,,,!

No comments: