siang tadi, kususuri setiap sisi kota ini, dalam terik mentari yang menyapa, namun bukan alasan buatku ciut
aku terus berjalan.
menapaki bebatuan yang sesekali menghadang
aku terus menjejakkan kakiku
mengalahkan kepulan debu yang membumbung tinggi
hingga tak terasa
tiba aku di perbatasan provinsi ini
duduk di sudut warung siang itu
No comments:
Post a Comment