February 16, 2013

Dan Peringatan Itu

Ini tentang sebuah peringatan, tentang teori yang sering kudengungkan di bibirku dan bahkan sering untuk orang lain namun ternyata aku tidak melaksanakannya tadi sore alhasil akupun harus menanggung sebuah peringatan sederhana dari Sang Maha Pencipta.

Tadi sore, sekitar pukul 14.00, Misbah, teman kosku baru tiba di rumah selepas dari acara pertemuan kepala sekolah di Geneng. Aku masih menikmati tidur siang saat itu sambil menonton film india. Selang beberapa saat kemudian, Misbah memintaku untuk mengantarnya ke terminal karena rencananya dia ingin pulang kampung hari ini. 

Memang hari ini adalah hari sabtu dan besoknya libur, kampungnya (Misbah red) dekat dari Ngawi yaitu di Grobokan, jawa tengah. Hanya sekitar dua jam perjalanan dari kota ini. Aku masih asyik dengan film india saat munir sudah berganti pakaian, aku beranjak dari pembaringan dengan bermalas-malasan dan tergesa-gesa mengantar munir ke terminal. Saat sampai di terminal, aku langsung pamit dan balik ke rumah kos.

Saat tiba di pagar kos itulah peringatan ditujukan kepadaku. ceritanya begini, saat di depan pagar, terlihat pagar tersebut agak tertutup rapat, karena motor yg aku kendarai pake kopling, maka aku dengan tergesa-gesa membuka pintu dengan kaki namun pintunya agak keras sehingga aku dengan hati dongkol turun dari motor dan membuka pagar dengan kesal, sesaat setelah itu, aku mulai memasukkan motor ke dalam area parkir rumah kos, sialnya karena jalanannya agak licin, ban depan motor tergelincir dan aku tidak punya keseimbangan menahan motor tersebut sehingga betisku mengenai knalpot motor hingga melepuh.

Itulah pelajaran Semesta hari ini untukku. saat seringkali aku mengamini dalam hatiku bahwa hidup ini harus dijalani dengan tenang hati dan tidak boleh tergesa-gesa namun sering kali pula aku lupa akan hal itu dan peringatan tersebut baru menyadarkanku bahwa setiap hal yang diamini dalam hati akan terwujud di kehidupan nyata hingga akhirnya menguji kita untuk menjalani apakah sesuai dengan hati atau bahkan dengan nafsu. bekas knalpot di betisku ini akan menjadi kenangan betapa au telah ingkar terhadap ikrar diriku sendiri.

No comments: