August 30, 2014

Bmd

Akhir Agustus ini, aku sudah mulai menjalankan aktivitas di sebuah kantor. Ada sedikit hal yang agak aneh kembali harus merubah pola keseharian namun apapun semua patut disyukuri tanpa harus disesali adanya.

Aku seperti manusia lain yang harus bangun pagi berkejaran dengan waktu untuk sampai di tempat kerja. Kebiasaan yang dulu hanya kusaksikan di setiap orang sekitarku namum sekarang akupun harus melakoninya.

Kali ini benar-benar aku membuat diriku fokus pada satu tujuan bahwa rezeki itu tidak mesti dipilah-pilah. Ketika Allah memberikan kita kesempatan maka pergunakanlah kesempatan itu sebaik-baiknya sebelum kesempatan itu berlari menjauh darimu. Alangkah buruk ketika semua telah berlalu dan kita baru menyadari bahwa banyak hal yang disia-siakan selama ini.

Mungkin saja bagi sebagian orang, pekerjaan yang sedang kujalani ini sedikit rendah prestisenya namun bagiku bahwa pandangan orang hanyalah desiran angin yang lalu lalang kemudian hilang tak berarti. Aku berusaha untuk menjadi diriku dan tidak terhalang oleh pandangan orang-orang sekitarku.

Sampai pada suatu waktu bahwa aku menjalani hidupku dengan benar dan tidak ada yang mampu menggagalkan impianku untuk melakukan yang terbaik dalam hidup.

Bmd, 26 Agustus 2014

August 23, 2014

Hidup itu keseimbangan

tiba-tiba saja tadi membaca twit dari sumantri suwarno seperti ini " jokowi menikmati jalan cepat karir politiknya- tentu agar seimbang dan demi penguatannya dia perlu menghadapi masalah, itu hukum alam."

pernyataan diatas sebenarnya bukan tentang jokowi ataupun tentang karir politiknya yang begitu cepat namun inti dari apa yang ingin kutulis adalah hidup itu selalu berjalan dengan seimbang bahkan dalam hal terkecil pun. Hidup selalu berpasangan dalam segala hal yang membuat hidup seimbang jika hukum alam itu dilanggar maka hancurlah kehidupan.

aku ingat pimpinanku di perusahaan sebelumnya mengatakan bahwa energi yang kau keluarkan akan sama dengan energi yang kau hasilkan dalam artian bahwa energi tersebut tidak melulu dalam bentuk materi namun dalam berbagai hal. Ketika kita bekerja maka lakukan secara maksimal, jika saja hasil kerja kita tidak sesuai dengan gaji yang diterima maka Tuhan akan memberikan energi dalam bentuk lain entah itu kesehatan ataupun mungkin rejeki yang berkah.

jangan sekali-kali khawatir bersedakah karena takut miskin karena yakinlah bahwa Tuhan Maha mengetahui semua bahkan tentang sedekah berulang kali dianjurkan dalam Al-Quran.

hidup itu tidak selamanya susah dan juga tidak selamanya senang karena hidup ini harus berjalan seimbang. Hal yang perlu dilakukan adalah menjalani dengan ikhlas dan tetap menyeimbangkan hidup. Ketika senang maka sisipkanlah sedikit ketidaksenangan supaya saat susah datang tidak terlalu susah. Misalnya ketika mendapat rejeki banyak maka sisipkan ketidaksenangan dalam bentuk berbagi rejeki kepada yang lain. Jangan lupa diri ketika senang karena artinya hidup tidak seimbang ketika seperti itu. Selalu menyeimbangkan hidup berarti menjalani hidup dengan bijaksana. Jangan terlalj berlebih-lebihan baik ketika senang maupun ketika sedih.

jak-sel. 23.8.14

August 21, 2014

Bedah buku Anak-Anak Revolusi

Kemarin di Gramedia matraman, saya mengikuti bedah buku "Anak-Anak Revolusi" yang dikarang oleh Budiman Sudjatmiko. Buku yang bisa dikatakan sebagai novel atau mungkin buku sejarah bahkan bisa juga sebagai buku novel sejarah, entahlah namun buku itu menggambarkan perjalanan hidup seorang Budiman Sudjatmiko. Hadir pula Effendy Ghozali dan Maman Suherman sebagai narasumber.

sebenarnya ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kemarin namun waktu yang terbatas bahkan sesi pertanyaan hanya dibuka satu kali dengan 3 penanya alhasil saya tidak mendapatkan kesempatan untuk bertanya. Namun sebelum mengurai pertanyaan saya kemarin, ada beberapa hal yang ingin kuceritakan mungkin sebagai uneg-uneg.

siapa yang tidak mengenal Budiman Sudjatmiko dikalangan aktivis Mahasiswa era 90an sampai sekarang. Dia sebagai aktivis yang juga ketua PRD begitu heroiknya menunjuk hidup penguasa orba sebagai rezim otoriter sehingga membuat dirinya harus masuk keluar penjara dan melihat kenyataan satu persatu temannya dihilangkan.

 Sejarah perjalanannya sebagai aktivis tersebut digambarkan pula di bukunya dengan penggambaran yang kadang menyesakkan dada. Bayangkan saja ketika disekap tanpa baju bahkan dikencingi aparat namun menurut Beliau hal yang paling memilukan adalah kata-kata aparat bahwa mereka bisa saja dibunuh tanpa ada yang tahu dan juga bahwa hidup mereka ada di tangan aparat tersebut. Saya saja yang sering ikut aksi Mahasiswa di era akhir 2000an dan di salah satu aksi menolak UU BHP, saya menggigil kedinginan ketika dikepung aparat di tugu UNHAS Makassar dan tak tahu arah melarikan diri bahkan lemparan batu dari intel tepat mendarat di dadaku sudah begitu perih. Bisa dibayangkan seandainya saya jadi Mahasiswa di Era orba, mungkin saya sudah jadi Mahasiswa yang datang, duduk, diam ke kampus.

saya juga adalah salah satu Mahasiswa yang begitu kecewa setelah mengetahui beberapa aktivis termasuk Budiman Sudjatmiko masuk dalam sistem. Di pikiran saya ketika masih Mahasiswa adalah masuk sistem haram hukumnya karena idealisme akan dikompromikan sana-sini. Meski pertanyaanku ini sudah dijelaskan panjang lebar oleh beliau kemarin.

kembali ke bedah buku kemarin. Menurut saya bahwa kekuatan buku tersebut ada di cara menyajikannya. Diceritakan dengan jujur dan romantis yang begitu kuat. Jangan lupa pula bahwa kutipan lagu-lagu dan kata-kata dari tokoh yang disisipkan kedalam cerita menjadi suatu kekuatan tersendiri. Saya ingat pula novel 5 cm yang sangat digandrungi pun melakukan hal yang sama. Menyisipkan lagu-lagu romantis dan kata-kata yang sudah umum sehingga pembaca seakan ikut larut di dalam cerita.

Effendy Ghazali dan Maman Suherman sebagai narasumber memberikan pandangan dari sudut mereka masing-masing. Daeng Maman dengan kekhasannya memulai dengan puisi yang romatis dan menurutku ini salah satu daya tarik dari beliau yang disukai oleh anak muda sekarang dari gaya penulisannya yang menyentuh hati melalui puisi. Mungkin saja beliau terinsprirasi dari sosok soe hok Gie yang ternyata menjadi idolanya. Di sisi ini, saya tidak sepakat dengan daeng Maman karena menurut pandangan subjektif saya bahwa Soe hok Gie adalah salah satu aktor memberi andil dimulainya orba. Kedua bahwa "mungkin saja" dia terlalu sering mendaki gunung sehingga analisis politik saat itu tidak holistik bahkan terakhir mungkin ini sangat subjektif karena ajal Tuhan yang tahu namun ironi karena seorang demonstran harus meninggal saat mendaki gunung di gunung Semeru.

terakhir dan ini yang ingin saya tanyakan kepada ketiga narasumber kemarin bahwa apa sebenarnya yang keliru saat Reformasi 1998? Kenapa kehidupan "tidak terlalu lebih baik"? Kebebasan berpikir mungkin iya namun ekspektasi saya adalah Bangsa ini seperti Kuba pasca Revolusi 1959 melawan diktator Fulgencio Batista dikomandani oleh Fidel Castro dan seorang dokter keren, Ernesto "che" Guevara. Saya berandai-andai harusnya muncul tokoh yang benara-benar rovolusioner pada masa itu, dipikiran saya mungkin sosok Gusdur.

Nb. Saya belum baca buku 2

jaksel, 21.8.14.
detik-detik menunggu putusan MK

 

August 20, 2014

AKU DIANTARA

aku diantara kumpulan orang-orang. Aku tak terlihat dianatara mereka semua yang seperti berkejaran bersama waktu mengisi hidup penuh asa
aku diantara anak kos yang sering kujumpai di saat aku bersemayam di kamarku yang mini
aku diantara kumpulan ibu pemilik kos yang sering berkumpul bercengkerama di setiap sorenya

aku diantara kumpulan bapak paruh baya yang kujumpai setiap ada kesadaranku melangkahkan kaki ke mesjid
aku diantara lalu lalang manusia di jalanan yang padat dengan berbagai kesibukan

aku diantara para pengamen dan pengemis saat aku mengendarai motor dan harus berhenti karena lampu merah
aku diantara para manusia yang menghabiskan waktunya di beranda supermarket yang dilengkapi dengan wifi gratis

aku diantara para pegawai yang kujumpai di senja hati saat menjemput prigita di kantornya
aku diantara para tukang parkir, pengamen, orang kantoran, ustadz, ibu-ibu pengajian, sopir angkot dan semua jenis manusia

aku diantata perasaan sepi, perasaan suka cita dan duka cita. Aku diantara senang dan sedih dan aku diantara semua perasaan yang datang silih berganti.

aku hidup karena saat aku berada diantara semua itu maka aku masih manusia yang sama dengan mereka sedang menjalani pertunjukkan opera yang sebenarnya yaitu hidup.

aku diantara kekuasaanNya
jaksel 20.8.14

 

August 19, 2014

kajian Tauhid by Aa Gym

ini kedua kalinya saya mengikuti kajian tauhid Aa gym. Sebelumnya saya pernah mengikuti kajiannya di awal Ramadhan yang berlangsung di mesjid Istiqlal.

kajian Tauhid Aa gym tadi dilaksanakan di mesjid Al-Latief pasaraya blok M lt 5. Saya sebenarnya terlambat sejam karena terlebih dahulu saya tes kesehatan di prodia, pukul 10.30 saya baru meluncur ke tempat acara dan sampai disana pukul 11.00.

saat memasuki mesjid, sudah dipenuhi oleh jamaah yang ternyata mayoritas perempuan. Kajian Aa gym kali ini tidak jauh dari kajian sebelum-sebelumnya yang selalu membahas tentang Tauhid. Bagaimana kita menjalani hidup ini dengan ketauhidan yang penuh kepada Allah. Menjalani hidup ini haruslah selalu dikembalikan kepada Allah sehingga tidak ada kekecewaan yang muncul di hati.

ketika mendapat cobaan maka seharusnya kita berpikir positif akan takdir Allah karena mungkin saja melalui ujian tersebut Allah menghapus dosa-dosa kita. Aa gym menambahkan bahwa cara Allah menghapus dosa makhluknya bermacam-macam, ada yang melalui ujian bahkan ada yang melalui hinaan dari orang lain.

di penghujung kajian, ada seorang dari Bali yang diislamkan, kalau saya tidak salah ingat namanya I made gusti agung namun dia lebih suka dipanggil agung. Sebelum dituntut Aa gym mengucaplan syahadat, dia ditanya alasan kenapa memilih Islam sebagai jalan hidupnya dan ternyata dia sudah setahun terakhir belajar tentang Islam beserta sejarah Islam.acara, satu persatu jamaah menyalami Aa gym.

kajian Tauhid Aa gym selanjutnya di mesjid Baitul Ihsan bank Indonesia tanggal 25 Agustus 2014.

19.8.14

August 18, 2014

ketakutan hanyalah ilusi

sebenarnya keyakinan tentang ini " semua yang akan dilewati tidak sesusah dan tidak semenakutkan dengan apa yang ada dipikirkan" sudah lama kucamkan bahkan 2 tahun lalu ketika ada seorang teman yang akan berangkat ke jepang dengan segala kekhawatirannya menceritakan kepadaku semua yang ditakutkan namun kami kemudian bersepakat ketika berdiskusi panjang lebar bahwa ap yang akan terjadi akan normal-normal saja sepanjang kita berada di jalan dan dengan niat yang benar, alhasil sebulan setelah dia disana, kami chat melalui media sosial dan memang benar adanya bahwa semua berjalan normal dan tidak seperti yang ditakutkan. Setelah semua terjadi terkadang muncul pernyataan bahwa "oh, ternyata seperti ini."

kemarin saat windi mendapat undangan arisan dari keluarganya di bilangan bekasi, dia berkeras untuk mengajakku namun aku menolak dengan beberapa pertimbangan. Dia tidak mau ikut seandainya aku juga tidak ikut sehingga mau tidak mau aku ikut. Di perjalanan banyak kekhawatiran yang berkecamuk di kepalanya apalagi salah satu tantenya terang-terangan belum setuju denganku namun aku meyakinkan dalam hatiku bahwa semua akan berjalan normal karena kami berniat baik.

memang ketika acara berlangsung, ada sedikit rasa risih di tengah-tengah keluarga mereka apatahlagi aku belum resmi menjadi keluarga mereka namun setidaknya semua kekhawatiran kami sebelum berangkat tidak seseram dengan apa yang terjadi.

begitulah hakikatnya hidup. Pikiran manusia selalu dipenuhi dengan berbagai kekhawatiran ketika akan melakukan sesuatu bahkan yang dianggap penting dalam hidup meski pada akhirnya bahwa momen-momen tersebut akan berjalan secara normal sepanjang niat dan jalan yang ditempuh adalah jalan benar. Orang yang tunduk pada kekhwatiran-kekhawatiran pikirannya ketika akan melakukan sesuatu akan tidak akan pernah maju dan hanya bermain dalam angan-angan.

sejatinya bahwa kita menjalani hidup dengan niat dan jalan yang baik, lakukan apa saja dengan berlandaskn dua hal tersebut dan abaikan ketakutan-ketakutan yanv sebenrnya hanya ilusi pikiran dan tidak nyata.

yakinkan dalam hati bahwa hidup berjalan sesuai dengan apa adanya tanpa harus berpikiran bahwa ketakutan itu lebih besar dari kenyataan.

jaksel 18.8.14

August 15, 2014

syair cintaku

pada rindu yang tersisa. Aku melantunkan syair-syair kerinduan untukMu. Aku bukanlah penyair dengan rangkaian kata yang indah namun semua seakan menyatu akan kerinduan yang tersimpan untukMu

aku berjalan di setiap jalan yang Engkau tunjukkan. Aku menginginkan satu rindu yaitu kerinduan akan RidhaMu.

Engkau masih saja bertabir dari pandanganku. Kutahu itu karena dzalimku atas diriku. Aku ingin melihat rahasiaMu. Memandang karenaMu, mendengar atas kemauanMu bahkan menghela nafas pun karena ridhaMu.

syair cintaku untukMu hanyalah palsu karena kecintaanku terhadapMu tak tergambar oleh apapun.

dalam hening malam yang pekat bahkan di siang hari yang menyengat, aku yakin Engkau selalu menunjukkan diriMu, kepada setiap yang menginginkannya namun adakah manusia yang tidak dzalim. Mereka ada makhluk yang dzalim dan ketika bukan karena maghfirahMu maka manusia berlumur dosa di setiap kujur tubuhnya bahkan tidak satupun anggota tubuh yanv lepas dari dosa

dunia ini. Diliputi oleh diriMu. Disetiap pandangan ada diriMu, di setiap keindahan ada Engkau. Tidak ada lagi yang tersisa selain diriMu. Hanya laha diriMu yang terlihat.

bumi raya, 15.8.14

August 14, 2014

Ingat Ini

ingat selalu ini
 
Nak, ingat selalu foto-foto kebersamaan kalian berdua. Tentang bergandengan tangan dan saling menjaga saat masih bocah. Ingat kata-kataku nak

begitu banyak saudara yang pada masa kecilnya saling menyayangi. Bergandengan tangan kemanapun mereka pergi bahkan perihnya luka saudaranya adalah perihnya sendiri, namun itu selalu berhenti saat mereka beranjak dewasa.

mereka akan sungkan bergandengan tangan lagi. Mereka sungkan memanggil dengan kata mesra bahwa banyak yang kemudian saling mendiamkan karena masalah duniawi. Betapa anehnya persaudaraan yang di bina seperti itu. Masa kecil memang adalah masa paling murni dalam menjalin relasi keluarga. Saat bocah kita sama sekali tidak risih bergandengan tangan dengan kakak ataupun adek, kita tidak sungkan tidur bersama namun lihatlah ketika manusia beranjak dewasa, mereka melupakan romantika persaudaraan masa kecil.

aku, bapakmu dan saudara kami yang lain pun begitu. Meski tetap saling menyayangi namun kami tidak lagi saling bergandeng tangan bahkan sudah sungkan tidur seranjang tentunya yang sama-sama lelaki.

kuingat kakakku yang 2 tahun diatasku dulu sangat dekat denganku. Bahkan kemana-mana kami bergandeng tangan. Siapapun yang menggangguku maka dialah orang yang pertama akan menjagaku namun sekarang relasi kami tidak seperti itu nak. Kami sudah sungkan bergandeng tangan meski kutahu kami masih saling menyayangi


ingatlah dan pandanglah selalu foto kecil kalian berdua saat masih saling berangkulan, saling bergandengan tangan kemanapun pergi karena ada suatu masa kalian akan sungkan melakukan itu dengan berbagai alasan.

aku pun tidak mengerti tentang relasi apa yang sedang terjadi. Bahkan kita terkadang merasa lebih dekat dengan orang lain yang dianggap sahabat daripada saudara kita sendiri.

kalian tetaplah menjadi seperti ini. Saling menyayangi dan jangan sungkan untuk mengungkapkan rasa sayang. Meski kutahu suatu saat nanti kalian akan sungkam bergandeng tangan atau saling berangkulan namum setidaknya kalian selalu saling menjaga dan saling menyayangi.

ingatlah ini F dan M.

jkt, 14. 8. 14



August 13, 2014

setapak tak berdebu

aku punya tekad untuk bertahan. Aku punya cita yang belum terwujud. Ada segudang janji yang harus kutunaikan untuk siapa yang pernah kutitipkan janji maka aku bertahan di setiap helaan nafas yang tersisa

aku berdiam diri, terkadang berjalan perlahan bahkan berlari dengan sekuat tenaga dan tetap saja aku harus bertahan dengan mimpi dan janji yang masih menggantung di tepi hati yang suci

dalam dekap malam yang gelap. Di setiap perjumpaan terang yang terus saja memanggang raga. Terkadang kuingin melangkahkan kaki ke belakang, menyerah atas semua realitas yang tertawan, namun tidak cita dan mimpi itu lebih besar dari segala onak di setiap proses yang dijejak dan entah sampai kapan akan menghilang dari kenyataan namun bukankah proses seperti itu. Menyimpan waktu yang entah esok atau bahkan 1000 tahun lagi

aku menengadah ke atas langit yang tetap setia memayungi. Aku mencari celah untuk menembus pandang ke langit yang lain namun tidak, kokohnya langit itu mengajarkanku tentang sebuah ketegaran dalam berjuang untuk hidup. Entah seperti apa hasilnya yang diputuskan oleh semesta namun setidaknya proses telah dilalui. Hasil hanya tentang akumulasi realitas dari kumpulan proses yang dilalui dan kadang hasil tidak begitu indah dibanding dengan proses menuju ke tujuan

aku camkan dengan sungguh-sungguh. Bahwa hidip tetap akan berjalan mengikuti alurnya. Orang yang coba-coba untuk membelokkan alur hidup akan hancur. Biarkanlah hidup berjalan sesuai skenario semesta.

setapak tak berdebu

jaksel, 13.8.14

Tafakkurlah

kita terlalu sering mengutuk. Mencela semua yang tidak sesuai dengan hasrat. Kita memaki semuanya dan menyalahkan apa saja.

kita mengutuk hujan. Lalu kemudian panas. Mencela si kurus sesaat kemudian menghina si gemuk.

kita mengutuk macet. Menghujat malam lalu kemudian membenci siang. Gelap dan terang dihina.

kita berjalan dalam ketidaksyukuran. Semua seperti kurang dari kadarnya. Padahal Tuhan telah mencukupkan segalanya

pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri, kapan terakhir kita mengucap syukur atas diri kita yang penuh dosa? Arau bahkan memang rasa syukur sama sekali sudah tak berbekas di hati karena tergerus oleh nafsu yang diumbar.

menyalahkan Tuhan ketika bertemu kesusahan namun tidak mengingatNya sama sekali ketika berada dalam kesenangan. Kita memang manusia yang selalu menyalahkan tanpa menyisakan sedikitpun waktu untuk tafakkur melihat ke dalam diri sendiri.

diri adalah mikro kosmos dan akan menarik semua baik yang terungkap dari hati maupun yang tersembunyi. Diri adalah cerminan dari apa yang sering diswbut nurani. Bersemanyam indah di dalam namun menjadi nakhoda kehidupan manusia.

ketika kita sibuk memperbaiki hati dan membasuhnya dari segala noda yang melekat maka hidup akan menjadi lebih tenang namun ketika kita mengikuti nafsu yang merusak maka ingatlah bahwa nafsu itu adalah musuh utama hati nurani. Jika engkau selalu memberi makan nafsumu maka kotorannya akan melekat di harimu. Semua akan menjadi gelap tak terlihat.

tautkan hati pada pemilikNya. Kelak ketika pemilikNya memintanya kembali maka tidak ada yang menghalanginya. Jika engkau tautkan hatimu pada nafsu maka ketika Sang Pemilik ingin mengambilnya maka nafsu itu menjadi perisainya sehingga sulit melepaskan. Itulah kenapa sering manusia tersiksa di saat sakaratul maut karena dirinya terpaut dengan nafsunya.

jkt 13.8.14
 

August 12, 2014

Hati yg bertaut

aku pernah mendengar guruku mengajarkanku suatu hal. Aku selalu ingat akan hal itu. Pelajaran yang sangat berharga untukku. Beliau berpesan untuk tidak tergantung kepada apapun selain Allah oleh sebab ketika kita tergantung selain kepadaNya maka saat menjelang maut menjemput, roh akan sangat sulit terpisah dari jasad karena ketergantungan tersebut. Serasa roh tidak ingin melepaskannya.

aku pernah membaca suatu kisah. Aku bahkan lupa darimana namun pelajaran yang hampir sama diajarkan oleh guruku. Cerita itu mengisahkan bahwa seorang ustadz berkata ketika kalian menjelang maut, kalian akan merindukan apa yang kalian sering lakukan semasa hidup. Dia mencontohkan seorang yang sakaratul maut amat sangat susah, didoakan pun tidak jua menemui ajalnya, ternyata dia gemar mabuk-mabukan saat masih hidup, ihwal cerita sang ustadz memberi minuman keras kepada orang tersebut sesaat kemudian meninggal.

kita sedang dalam perjalanan yang panjang. hidup adalah roda perputaran waktu yang selalu bergerak mengikuti porosnya hingga suatu saat berhenti. Manusia hanyalah mengulang kejadian-kejadian di dalam hidupnya. Aku pernah mendengar bahwa anak kecil itu kelakuannya seperti orang tua yang sudah renta. Maka waktu yang sangat berguna adalah masa muda.

August 11, 2014

SEDANG BERMIMPI

mungkin sebentar lagi mataku akan terpejam. Lelap dalam mimpi yang entah indah atau bahkan menakutkan. Setidaknya bahwa lelap kali ini mengistiraharkanku dari hiruk pikuk dunia absurd yang penuh kemunafikan

aku ingin mimpi indah, mimpi yang membawaku ke sebuah taman surgawi tanpa ada yang absurd.
mimpi adalah teman tidur yang seperti ilusi namun ketahuilah bahwa hidup di dunia adalah benar-benar mimpi buruk bagi mereka yang menjadikan hidupnya sebagai kesenangan nafsu yang harus dipuaskan.

aku bermimpi. Tentang hidup yang tak dipenuhi keserakahan. Aku bermimpi bahwa hidup adalah buat semua manusia tanpa ada yang saling menyakiti. Aku bermimpi tentang manusia yang bahagia dalam hidupnya.

hidup adalah skenario yang sudah digariskan. Manusia adalah lakon hidup yang sejati. Namun ingat bahwa jangan sekali-kali melakoni hidupmu keluar dari skenario semesta karena pertunjukan hidup akan menjadi hampa dan siapapun yang mengingkari skenario hidup dari semesta, maka dia akan menjadi pesakitan di pengadilan Tuhan.

hiduplah dengan kemauan Tuhanmu bukan atas kehendk nafsumu yang nista.

10.8.14

kisah menjelang malam

aku ingin bercerita tentang kita prigita. Di penghujung malam menjelang tidurku. Aku mencoba membuat ode untukmu namun tidak kali ini, aku hanya ingin bercerita tentang kita sebelum malam beranjak tua.

di tiap senja yang tenang. Aku melawan arus jalan yang padat. Membela jalanan yang dijejali aneka mobih mewah. Kulajukan motor di sela mobil- mobil tersebut. Senja itu kau sudah menunggu di taman kantormu. Selalu saja aku tidak ingin membuatmu menunggu dan biarlah aku yang menunggu namun tidak kali ini. Padatnya kendaraan membuatku telat menjemputmu.

kulihat engkau sudah duduk termangu di taman kantormu menungguku sesaat setelah kumasuki gerbang kantormu. Satpam yang sering kujumpai senyum kepadaku, nampaknya dia sudah mengakrabi wajahku yang setiap senja setia menantimu.

kuarahkan motor ke bilangan kosmu. Kita mampir di indomaret melepas penat dengan sebotol air mineral yang dingin. Sesekali engkau menyeka keringatku yang mengucur deras tanpa henti karena diterpa panas di jalanan nan padat. Sesekali pula memijit lenganku yang pegal meski kau sadar pijatanmu tak kerasa namun cukuplah sentuhannya mendamaikanku.

senja berlalu dan malam menggelayut indah di bibir langit. Suara adzan nan merdu terdengar dari mesjid samping warung kuning langganan kita. Engkau menggamit lenganku menuju mesjid itu. Membasuh wajah dengan air wudhu berharap ridha Sang Ilahi. Kita panjatkan doa masing- masing. Sesaat setelah sujud di bumi Tuhan, engkau mengambil tanganku lalu mencium dengan lembut, entah apa yang terucap dari bibirmu setiap kali engkau mencium tanganku setelah shalat. Aku hanya melihat mulutmu yang terus komat-kamit seperti membaca mantra.

kita memesan makanan di warung kuning langganan kita. Senyum ramah dari sang pemilik warung sambil melayani. Dia bahkan akrab dengan kita. Aku membalas senyumannya dan engkau seringkali menunduk tersipu malu tanpa berkata apa-apa. Entahlah engkau memang benar-benar malu atau bahkan malu berada di sampingku. Kutahu kesukaanmu. Telor asin dan sayur serta kerupuk dan segelas es teh manis.

kita berlalu kemudian. Mengantarku ke kos lalu aku kembali ke kosku. Kembali kususuri jalanan kota ini yang padat merayap. Dengan desiran debu yang beterbangan dan lalu lalang kendaraan yang seakan tak putus.
begitulah cerita kita menjalani hari dengan bahagia

pendurenan, 10.8.14