sebenarnya keyakinan tentang ini " semua yang akan dilewati tidak sesusah dan tidak semenakutkan dengan apa yang ada dipikirkan" sudah lama kucamkan bahkan 2 tahun lalu ketika ada seorang teman yang akan berangkat ke jepang dengan segala kekhawatirannya menceritakan kepadaku semua yang ditakutkan namun kami kemudian bersepakat ketika berdiskusi panjang lebar bahwa ap yang akan terjadi akan normal-normal saja sepanjang kita berada di jalan dan dengan niat yang benar, alhasil sebulan setelah dia disana, kami chat melalui media sosial dan memang benar adanya bahwa semua berjalan normal dan tidak seperti yang ditakutkan. Setelah semua terjadi terkadang muncul pernyataan bahwa "oh, ternyata seperti ini."
kemarin saat windi mendapat undangan arisan dari keluarganya di bilangan bekasi, dia berkeras untuk mengajakku namun aku menolak dengan beberapa pertimbangan. Dia tidak mau ikut seandainya aku juga tidak ikut sehingga mau tidak mau aku ikut. Di perjalanan banyak kekhawatiran yang berkecamuk di kepalanya apalagi salah satu tantenya terang-terangan belum setuju denganku namun aku meyakinkan dalam hatiku bahwa semua akan berjalan normal karena kami berniat baik.
memang ketika acara berlangsung, ada sedikit rasa risih di tengah-tengah keluarga mereka apatahlagi aku belum resmi menjadi keluarga mereka namun setidaknya semua kekhawatiran kami sebelum berangkat tidak seseram dengan apa yang terjadi.
begitulah hakikatnya hidup. Pikiran manusia selalu dipenuhi dengan berbagai kekhawatiran ketika akan melakukan sesuatu bahkan yang dianggap penting dalam hidup meski pada akhirnya bahwa momen-momen tersebut akan berjalan secara normal sepanjang niat dan jalan yang ditempuh adalah jalan benar. Orang yang tunduk pada kekhwatiran-kekhawatiran pikirannya ketika akan melakukan sesuatu akan tidak akan pernah maju dan hanya bermain dalam angan-angan.
sejatinya bahwa kita menjalani hidup dengan niat dan jalan yang baik, lakukan apa saja dengan berlandaskn dua hal tersebut dan abaikan ketakutan-ketakutan yanv sebenrnya hanya ilusi pikiran dan tidak nyata.
yakinkan dalam hati bahwa hidup berjalan sesuai dengan apa adanya tanpa harus berpikiran bahwa ketakutan itu lebih besar dari kenyataan.
jaksel 18.8.14
kemarin saat windi mendapat undangan arisan dari keluarganya di bilangan bekasi, dia berkeras untuk mengajakku namun aku menolak dengan beberapa pertimbangan. Dia tidak mau ikut seandainya aku juga tidak ikut sehingga mau tidak mau aku ikut. Di perjalanan banyak kekhawatiran yang berkecamuk di kepalanya apalagi salah satu tantenya terang-terangan belum setuju denganku namun aku meyakinkan dalam hatiku bahwa semua akan berjalan normal karena kami berniat baik.
memang ketika acara berlangsung, ada sedikit rasa risih di tengah-tengah keluarga mereka apatahlagi aku belum resmi menjadi keluarga mereka namun setidaknya semua kekhawatiran kami sebelum berangkat tidak seseram dengan apa yang terjadi.
begitulah hakikatnya hidup. Pikiran manusia selalu dipenuhi dengan berbagai kekhawatiran ketika akan melakukan sesuatu bahkan yang dianggap penting dalam hidup meski pada akhirnya bahwa momen-momen tersebut akan berjalan secara normal sepanjang niat dan jalan yang ditempuh adalah jalan benar. Orang yang tunduk pada kekhwatiran-kekhawatiran pikirannya ketika akan melakukan sesuatu akan tidak akan pernah maju dan hanya bermain dalam angan-angan.
sejatinya bahwa kita menjalani hidup dengan niat dan jalan yang baik, lakukan apa saja dengan berlandaskn dua hal tersebut dan abaikan ketakutan-ketakutan yanv sebenrnya hanya ilusi pikiran dan tidak nyata.
yakinkan dalam hati bahwa hidup berjalan sesuai dengan apa adanya tanpa harus berpikiran bahwa ketakutan itu lebih besar dari kenyataan.
jaksel 18.8.14
No comments:
Post a Comment