pada rindu yang tersisa. Aku melantunkan syair-syair kerinduan untukMu. Aku bukanlah penyair dengan rangkaian kata yang indah namun semua seakan menyatu akan kerinduan yang tersimpan untukMu
aku berjalan di setiap jalan yang Engkau tunjukkan. Aku menginginkan satu rindu yaitu kerinduan akan RidhaMu.
Engkau masih saja bertabir dari pandanganku. Kutahu itu karena dzalimku atas diriku. Aku ingin melihat rahasiaMu. Memandang karenaMu, mendengar atas kemauanMu bahkan menghela nafas pun karena ridhaMu.
syair cintaku untukMu hanyalah palsu karena kecintaanku terhadapMu tak tergambar oleh apapun.
dalam hening malam yang pekat bahkan di siang hari yang menyengat, aku yakin Engkau selalu menunjukkan diriMu, kepada setiap yang menginginkannya namun adakah manusia yang tidak dzalim. Mereka ada makhluk yang dzalim dan ketika bukan karena maghfirahMu maka manusia berlumur dosa di setiap kujur tubuhnya bahkan tidak satupun anggota tubuh yanv lepas dari dosa
dunia ini. Diliputi oleh diriMu. Disetiap pandangan ada diriMu, di setiap keindahan ada Engkau. Tidak ada lagi yang tersisa selain diriMu. Hanya laha diriMu yang terlihat.
bumi raya, 15.8.14
aku berjalan di setiap jalan yang Engkau tunjukkan. Aku menginginkan satu rindu yaitu kerinduan akan RidhaMu.
Engkau masih saja bertabir dari pandanganku. Kutahu itu karena dzalimku atas diriku. Aku ingin melihat rahasiaMu. Memandang karenaMu, mendengar atas kemauanMu bahkan menghela nafas pun karena ridhaMu.
syair cintaku untukMu hanyalah palsu karena kecintaanku terhadapMu tak tergambar oleh apapun.
dalam hening malam yang pekat bahkan di siang hari yang menyengat, aku yakin Engkau selalu menunjukkan diriMu, kepada setiap yang menginginkannya namun adakah manusia yang tidak dzalim. Mereka ada makhluk yang dzalim dan ketika bukan karena maghfirahMu maka manusia berlumur dosa di setiap kujur tubuhnya bahkan tidak satupun anggota tubuh yanv lepas dari dosa
dunia ini. Diliputi oleh diriMu. Disetiap pandangan ada diriMu, di setiap keindahan ada Engkau. Tidak ada lagi yang tersisa selain diriMu. Hanya laha diriMu yang terlihat.
bumi raya, 15.8.14
No comments:
Post a Comment