May 22, 2015

Gelisahku

aku adalah bimbang yang tak berpudar
aku adalah gelisah tak berakhir
semua menjadi perhatian dan menjelma menjadi beban di kepala

aku tak dapat melanjutkan katakata ini
semua kabur
tak bersisa
musnah
lalu hilang

mei15

May 20, 2015

Tips Membeli Asuransi Property

Setelah sebelumnya saya sudah menulis tentang Tips Memilih Asuransi Kendaraan. Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara membeli Asuransi Property. Sebenarnya perbedaan tips memilih Asuransi kendaraan dan property tidak terlalu banyak hanya saja ada beberapa spesifikasi yang mungkin membedakannya.

Seringkali memang pihak Asuransi menolak klaim dari nasabahnya namun terkadang kesalahan ada pada nasabah yang tidak memahami polis. Maka sebelum memutuskan untuk membeli asuransi khususnya asuransi property, harusnya mencermati beberapa hal karena ada dua jenis asuransi properti, yang pertama adalah Fire standar dimana asuransi ini hanya mengcover kerugian yang disebabkan oleh kebakaran saja sedangkan jenis yang kedua adalah Property All Risks, jenis asuransi ini mengcover semua dengan empat perluasan yaitu :
  • Tempest, Windstorm, Flood, and Water Damage (TSFWD 4.3B), Perluasan jaminan ini meliputi Banjir, kerusakan karena air dan angin topan
  • Riot, Strike, Malicious Damage (RSMD 4.1A). Perluasan jaminan ini meliputi  kerusakan yang disebabkan oleh kerusuhan, pemogokan.
  • Civil Commotion (CC). Perluasan ini menjamin kerusakan yang disebabkan oleh perang sipil
  • Others. perluasan jaminan ini mengcover klaim yang disebabkan oleh hal lain seperti pencurian.
Setelah memahami dua jenis Asuransi properti tersebut diatas maka dengan mudah, calon nasabah menentukan jenis Asuransi Properti yang akan dibeli, apakah kebakaran standar atau PAR. hal yang harus diperhatikan antara lain :
  1.  Melihat lokasi properti yang akan diasuransikan, jika resikonya hanya kebakaran saja maka lebih baik membeli asuransi fire standar.
  2. Jika dalam setahun sering terjadi resiko banjir maka lebih baik ditambah perluasan TSFWD
  3. melihat kondisi demografi Masyarakat indonesia yang aman-aman maka lebih baik tidak menambahkan perluasan RSMD dan CC namun jika lokasi properti dekat dengan area yang sering dijadikan demonstrasi maka lebih baik perluasan CC Ditambahkan.

Senja Idealisme

Senja Idealisme
Judul Buku          : Senja Idealisme
Pengarang            : Ethos AHM
Jumlah Hal          : 245


Negara ini negeri panjat pinang, bagaimana nikmatnya berada diatas sambil menginjak-injak yang lain dan yang di bawah dibiarkan saja menderita, puih!"....

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Diwak, salah satu tokoh sentral dalam novel tersebut ketika berdiskusi dengan teman-temannya. mungkin Diwak bisa merepresentasikan mahasiswa Makassar yang memang terkenal kritis dan tidak ada kompromi terhadap hal-hal yang mereka anggap tidak sejalan dengan prinsip yang diyakini.

Novel tersebut menceritakan tentang sekelompok aktivitis mahasiswa Makassar yang suka berdiskusi apa saja dan gandrung menyuarakan aspirasi mereka di jalanan bahkan dengan taruhan nyawa sekalipun, mereka tidak gentar sama sekali. mereka benar-benar mengimplementasikan bacaan yang mereka baca tentang kepedulian.

Diwak dijadikan tokoh utama yang selalu menjadi panutan teman-temannya bahkan dia selalu saja mampu mengagitasi teman-temannya dalam berjuang seperti para Filsuf. dia menggandrungi buku-buku filsafat dan buku "kiri" sehingga pemikirannya akan selalu mengkritik apa saja yang tidak sesuai dengan pengetahuannya.

Diwak adalah potret Mahasiswa Makassar yang lebih banyak belajar belajar di panggung jalanan daripada di ruang-ruang kuliah. mereka (Mahasiswa Makassar) menganggap bahwa pendidikan tersebut tidak hanya melulu dari buku bacaan namun tersebar di setiap elemen kehidupan bahkan terkadang pendidikan sejati adalah kehidupan itu sendiri.

Di lain sisi, novel tersebut tidak luput pula menceritakan tentang sisi kehidupan Mahasiswa Makassar yang selalu bisa survive di kos berukuran kecil bermodalkan mie rebus, rokok dan kopi. Seringkali pagi adalah waktu paling nyaman bagi mereka terbuai mimpi sementara malam dijadikan waktu berdiskusi sampai menjelang subuh.

Kekecewaanku terhadap novel tersebut adalah tidak ada klimaks dari apa yang diceritakan. Memang di awal cerita, libido keingintahuanku begitu besar bahkan tidak ingin berhenti membaca sebelum selesai namun setelah bab II, ada kejenuhan sendiri karena ceritanya terlalu banyak diselingi dengan kutipan meski pada dasarnya, sebuah novel itu akan menarik ketika banyak mengutip dan bercerita tentang tokoh-tokoh yang sudah mendunia namun di novel ini, kelihatan bahwa hal tersebut terlalu over.

Hal kedua yang membuatku kecewa adalah ending dari novel tersebut. Meski mungkin ini selera dari penulis sendiri untuk mengkreasi ending novelnya namun kembali lagi bahwa tidak ada klimaks dari perjuangan mereka. Ending cerita tiba-tiba saja menceritakan bahwa Diwak memilih DO dan pulang kampung menjadi petani kemudian salah satu temannya memilih aliran keras keagamaan yang menjadi buronan kemudian teman-temannya yang lain memilih menyelesaikan kuliahnya meski dalam waktu yang lama. di novel tersebut, tidak ada keberhasilan kecil yang diceritakan tentang hasil perjuangan mereka di jalanan.

Namun terlepas dari semua itu, apresiasi saya kepada penulis karena mengabadikan memoar kehidupan Mahasiswa Makassar yang seutuhnya.

LongLivePeopleStrungle
Rawamangun. 190515

May 19, 2015

Kemarin Kita Bercerita

kemarin kita bercerita
waktu seakan enggan berputar
menunggu seperti menghitung mundur detik yang berjalan
kita tertegun

kemarin kita berkisah
tentang waktu yang seakan berhenti
katamu sebentar lagi
namun tetap saja hati merontak

kemarin kisah kita
atau mungkin kita yang tidak sabar

waktu itu
190515

May 16, 2015

OJK atau KPK

Selain tentunya instansi kementerian  yang selalu kuimpikan sebagai tempat kerjaku, ada dua instansi yang menjadi pilihan lainku dan mungkin ini yang kuingini sampai sekarang.
OJK atau KPK.
Mulai saat ini, kutanamkan dalam hati paling dalam dengan keyakinan penuh kepada Sang Maha bahwa saya akan berusaha dan memperkuat doa untuk menjadi pegawai di salah satu dari OJK taupun KPK. Semua berawal dari mimpi dan mimpi itu saya abadikan di tulisan ini semoga Allah SWT Dzat yang berkuasa atas semua hal mengabulkan impianku.

May 15, 2015

Ceramah Jumat

Tidak ada tanggapan terhadap ceramah jumat kali ini. khatibnya terlalu tekstual sehingga dalam sesi khutbahnya pun yang keluar adalah bahasa buku yang serasa kita mendengar seorang yang sedang membacakan buku dan sekali-kali menghimbau supaya jamaah lebih meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT.

Menurut sang Khatib bahwa dunia ini adalah ujian bagi manusia untuk mengetahui kadar keimanan seseorang. hidup di dunia amatlah singkat karena perbandingan hidup di dunia seratus tahun dan di akhirat baru sehari.

إِغْتَنِمْ خَمْساًَ قًبْلَ خَمْسٍِ : حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَشَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ
”Manfaatkanlah lima (keadaan) sebelum (datangnya) lima (keadaan yang lain) : Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu” [HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi].


Hadist diatas adalah inti dari khutbah tadi bahwa manusai seharusnya memanfaatkan 5 perkara sebelum datang 5 perkara. Saya pribadi dalam hal ini bahwa sepanjang hidup cukuplah berbuat baik kepada semesta tanpa harus terbebani dengan setiap kondisi yang nantinya menjadi sebuah keniscayaan akan menghampiri kita.

Hidup adalah tentang berkhidmat dan semua tentang ikhlas. Hidup yang pamrih adalah kehidupan yang tidak layak dijalani karena semua akan berdasarkan kalkulasi matematika yang absurd. Lebih baik menikmati hidup dan tetap menjadi baik.

Saya sering memimpikan sebuah Khutbah jumat yang sifatnya analisa dari para Khatib, bukan seperti yang sering saya dengarkan selama ini yang amat sangat kontekstual, Khatib hanya seperti sedang membacakan puisi di mimbar dan para jamaah Jumat duduk, diam sambil berharap Khutbah tersebut cepat kelar karena memang tidak ada yang menarik.

Ceramah Jumat adalah wadah yang tepat untuk mengedukasi para Masyarakat tentang segala hal namun yang terjadi malah tidak seperti harapan.

Hal yang terjadi selama ini adalah ketika Khatib sudah mulai merangkai doa penutup Khutbah jumat maka para Jamaah mulai tersadar dan ikut mengangkat tangan untuk mengaminkan doadoa. Tidak ada yang tersisa di dalam otak tentang isi khutbah jumat

selamat hari jumat
150515

May 12, 2015

Miwin

min dan win mungkin gambaran pasangan yang melengkapi satu sama lain. mereka punya karakter yang berbeda. disatu sisi min memiliki sifat yang kurang baik namun ada win sebagai perempuan yang perkasa dalam hal bersabar. Satu sering mengumbar katakata dan satunya tanpa kata namun direfleksikan dalam setiap langkahnya.

min adalah refleksi seorang pemuda yang dengan mudahnya mengumbar kata-kata bijaksana meski dalam interaksinya dengan win, dia dengan mudah sering marah tanpa sebab bahkan dalam beberapa hal, dia begitu tidak sabar misalnya disuruh menunggu oleh win. disatu sisi, win adalah wanita yang mungkin fisiknya tidak sekuat wanita lain namun dalam setiap interaksinya dengan orang lain terutama dengan min, dia mampu bersabar seribu kali lipat dan semua hal bahkan untuk berbagi pun, tidak ada kata tidak yang terucap dari mulutnya. win adalah perempuan yang susah mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya namun selalu saja langsung diaplikasikan.

dua kepribadiaan yang berbeda membuat min dan win sampai sekarang masih selalu berjalan beriringan.ini mungkin yang disebut dengan pasangan yang saling melengkapi meski terkadang min merasa bahwa dia sama sekali tidak menjadi pelengkap bagi win bahkan dia lebih banyak dilengkapi dengan seabrek kekurangan yang ada pada dirinya.

cerita kedua insan tersebut sudah tercecer selama 2 tahun. awal mula kisah mereka pun seperti cerita yang berjalan begitu saja tanpa terlalu peduli dengan apa yang terjadi disekitar mereka. mereka menyadari bahwa disetiap tikungan hidup yang dilalui, seringkali mereka terlibat dalam perselisihan yang pada ujung-ujungnya membuat win harus menangis sambil meminta maaf kemudian kembali berjalan bersama. satu hal yang mungkin mereka pegang dalam janji hidup bersama adalah perselingkuhan sesuatu yang haram. masalah yang lain mungkin masih bisa ditolerir namun perselingkuhan adalah dosa besar bagi janji suci mereka.

sampai pada tikungan hari ini, mereka membuktikan bahwa tak satupun diantara mereka yang selingkuh.

perjalanan min dan win baru akan memulai babak baru. jalinan kasih yang masih dideklarasikan sebagai proses pacaran belum bisa diperbandingkan ketika keduanya menjalani interaksi sebagai suami isteri. mereka yakin mampu menjalaninya dalam setiap kerikil-kerikil yang nantinya akan menjegal, mereka tidak akan saling melepaskan genggaman tangan disaat yang satu sedang tersandung bahkan mereka lebih baik tersandung berdua daripada harus saling  meninggalkan.

godaan sebelum menuju gerbang pernikahan memang sudah terasa diantara mereka namun mereka lebih memilih menutup telinga dari setiap ocehan yang datang dari orang sekitar. mereka sudah berikrar bahwa kebahagiaan ditentukan oleh mereka sendiri tanpa harus mendengarkan pandangan orang lain.

mereka mungkin sudah cukup untuk menikmati kelebihan pasangan masing-masing. min dan win sekarang sudah mulai untuk merubah mindset bagaimana untuk menerima dengan ikhlas kekurangan masing-masing. memang lebih mudah untuk menerima kelebihan pasangan daripada kekurangannya.

banyak cara yang mereka tempuh pra menikah. mencari model keluarga bahagia, membaca buku tentang nasehat pernikahan sampai pada doa-doa yang menjadi kekuatan mereka disaat kondisi apapun yang terjadi dalam hubungan mereka.

May 11, 2015

Bored

kebosanan meremukkan isi kepalaku
melululantahkan semua yang tersimpan rapi
entah ini yang disebut jenuh ataupun keadaan yang mengharuskanku lepas dari semua
ingin berteriak kemudian lari
menghilang lalu lenyap

menguap dan berhenti bergerak
bosan

Mei 15

Pindah Pekerjaan, Antara Loyalitas dan Prinsip

Kita tentu sudah sering mendengar cerita karyawan yang selalu berpindah kerja dari perusahaan yang satu ke perusahaan yang lain atau bahkan seorang yang tidak pernah sekalipun berpindah pekerjaan dan dia selalu setia pada satu perusahaan. fenomena seperti itu sudah sangat umum dijumpai di dunia kerja. Alasan mereka yang sering berpindah tempat kerja pun bermacam-macam meski pada dasarnya, ada kesamaan saat karyawan memilih resign dan mencari pekerjaan baru.

Saya sebenarnya adalah salah satu karyawan yang sudah 3 kali berpindah tempat perusahaan. Alasan untuk mundur dari perusahaan tersebut pun berbeda-beda. pertama bekerja di sebuah LSM internasional Greenpeace. Perkenalanku dengan LSM ini memang sudah lama sejak awal kuliah. Aku tahu dari bahan bacaanku yang memang tidak jauh dari masalah lingkungan sampai akhirnya saya ikut job fair di Unair dan mendaftar di GP yang kebetulan membuka stand mencari karyawan baru. Posisinya direct dialogue Campaigner. posisi yang lumayan prestise menurutku hingga saya memutuskan untuk mendaftar dan dari 5 orang yang diterima, saya adalah salah satunya.

Kekerja di LSM ini ternyata tidak sesuai dengan ekspektasiku. Saya dan 4 teman lainnya harus disuruh menjadi marketing yang mencari nasabah di Mall-Mall ataupun di jalanan. Pada intinya bahwa kami mengajak para calon nasabah untuk menyumbangkan sebagian uangnya demi kerja-kerja LSM. Saya merasa tidak ada bedanya dengan marketing lainnya yang harus mengejar target penjualan, dan parahnya lagi karena saya harus benar-benar mencari orang yang sadar akan lingkungan karena mereka menyumbang setiap bulan dengan sukarela, itu berarti kerja di LSM ini jauh lebih sulit dari marketing barang yang ada timbal baliknya.

Setelah 2 bulan bekerja, saya mulai mengevaluasi cara kerja di LSM ini dan memutuskan bahwa saya harus mencari pekerjaan lain. Saya masih sepakat dengan cara pandang Greenpeace ataupun visi misinya menyelamatkan bumi namun proses pencarian dana seperti itu sebenarnya amat sangat tidak mengenakkan di hati kecilku. 

Para penyumbang rela menyumbangkan sebagian uangnya dengan niat untuk digunakan dalam hal penyelamatan Lingkungan namun disisi lain, uang tersebut diputar untuk dibayarkan kepada karyawannya. Memilih untuk mundur dari pekerjaan tersebut adalah keharusan yang kutempuh pada saat itu.

Berlanjut ke Perusahaan kedua yang mempekerjakanku sebagai Staff Marketing. Tidak ada yang salah dari mulai proses produksi karena memang perusahaan tersebut adalah penerbit yang menjual buku, hanya saja ada beberapa langkah dalam mencapai target penjualan yang mengganggu idealisme saya. Harus saya akui bahwa ada prinsip yang mendasari saya untuk mengambil setiap tindakan yang melebihi dari hanya sebuah pertimbangan gaji.

Saya masih harus mengurut dada ketika bekerja sebagai marketing. Bagaimana tidak, perusahaan melegalkan setiap cara demi sebuah pencapaian target bahkan proses hanya sebuah jalan entah itu hitam atau putih karena yang penting bagi perusahaan, target penjualan bisa tercapai. Saya bahkan pernah memberikan uang puluhan juta kepada seorang pihak guru supaya sekolah tersebut memesan buku dari perusahaan kami. Berkutat dengan perasaan yang selalu berkecamuk membuatku memutuskan untuk resign dari perusahaan tersebut.

Perusahaan sekarang memang tidak ada yang salah dalam hal pekerjaanku namun masih ada hal yang membuatku sedikit ragu karena perusahaan sekarang tempat saya bekerja bergerak di bidang finance yang sebagian orang masih menganggap bahwa banyak terdapat riba didalamnya. akupun masih dalam proses pembelajaran dan mungkin sampai suatu waktu ketika keyakinanku mengatakan bahwa memang jenis pekerjaan ini mengandung riba yang harus ditinggalkan, mungkin dengan sukarela saya harus kembali mencari pekerjaan yang lain. Saya hanya berharap bahwa Tuhan akan selalu menunjukkan saya jalan menuju keridhaanNya dalam setiap aspek kehidupan yang saya jalani apatahlagi dalam hal pekerjaan.

Membali ke masalah alasan resign dari pekerjaan. semua orang punya alasan masing-masing dan mungkin alasan paling mayoritas adalah masalah gaji, suasana kantor, prestise sebuah perusahaan dan alasan prinsip mungkin salah satu alasan yang paling sedikit jadi dasar bagi karyawan keluar dari sebuah perusahaan

Mei 15

May 8, 2015

Aku Emosi

apa yang terucap dari mulut ketika dalam keadaan spontan terkadang murni berasal dari hati yang paling dalam. seringkali kita tersandung dan selalu saja ada yang mengumpat dan sebagian ada yang mengucapkan istighfar. dalam keadaan seperti itulah kita bisa bisa menilai bahwa orang yang selalu mengasah dirinya dengan mengingat Allah akan mengucapkan kalimat baik ketika tersandung namun bagi orang yang kurang diasah kemungkinan akan mengumpat.

aku mungkin saja adalah orang pada bagian kedua karena semalam saat melintas di depan kokas, ada sedikit insiden yang sebenarnya tidak perlu kusikapi dengan emosi. ceritanya jalanan begitu padat namun tiba-tiba saja motor supra menyenggol stir motorku meski tidak sampai jatuh. pengemudi motor tersebut memelototi aku namun aku pun membalas melotot kepadanya. hatiku emosi entah karena mungkin aku sering tergesah-gesah. untung saja si pengemudi tersebut tidak berhenti karena padatnya jalanan dan akupun melanjutkan perjalanan meski kusadari bahwa hatiku saat itu pun panas dan emosi.

kejadian berulang tadi saat aku akan membeli pulsa di Indomaret depan kantorku. saat menyebarang dan sudah memberi kode supaya mobil yang sedang melaju berhenti namun sebuah mobil yang dikendarai bapak paruh baya melaju kencang ke arahku. aku lantas melotot kepadanya dengan hati panas sambil menggerutu.

aku emosi, yah memang aku masih terkadang emosi terhadap hal yang tidak sesuai dengan keinginanku meskipun aku sudah menyadari bahwa berlalu lintas di ibukota membutuhkan 1001 kali lipat dengan kehidupan lalu lintas di kota lain. betapa tidak mudahnya untuk sekedar menahan diri ketika ada yang tidak menyenangkan di hati. disini, orang terbiasa dengan cara tergesa-gesa dan sok sibuk tanpa sekedar memberi ruang kepada orang lain untuk bergerak.

dulu sejak masih di sulawesi. aku tidak ingat persis apakah saat masih SMA atau sudah kuliah, kami selalu dicekoki bahwa orang di pulau ini khususnya yang ada di ibukota adalah orang produktif karena selalu menghargai waktu dan tidak pernah bersantai ria, mereka kerap bekerja keras. aku pun dulu sempat mengamini doktrin dari para Guruku namun semenjak tinggal dan bekerja di Ibukota, semua stereotipe tersebut buyar bahkan aku masih lebih percaya bahwa kehidupan dan relasi sosial di sulawesi masih lebih baik karena mereka masih punya banyak waktu luang hanya sekedar bercanda dengan keluarga atau bahkan bergurau bersama kawan-kawannya.

disini hal seperti itu layaknya sesuatu yang sia-sia. waktu dihargai sebagai kalkulasi matematika untuk menghasilkan uang lebih banyak. tidak mengherankan ketika orang kemudian merasa akan sangat terganggu ketika ada hal-hal yang membuat waktunya terbuang begitu saja.

ah, aku emosi
akhir pekan 080515

Ilusif

demi sebuah hal yang masih samar-samar
atau cita yang terlalu ilusif
aku adalah pencari kebahagiaan
yang tak kunjung menampakkan bayangannya di depan mataku

lunglai seperti tak bertenaga
tulangtulang tak lagi menopang jasad
ingin semua hancur
karena hampa hanyalah yang terisa.

mei 2015

Khutbah Jumat

Minggu lalu saya tidak sempat menulis kembali khutbah jumat karena berhubung saya shalat jumat di Madiun dan tidak punya kesempatan untuk membuka blog. kali ini saya kembali pada aktivitas menuliskan intisari dari khutbah Jumat tadi di Mesjid Sakinah.

Saya tiba di Mesjid tepat saat Muadzin selesai mengumandangkan Adzan, memang kebiasaan saya akhir-akhir ini selalu terlambat datang ke Mesjid namun untunglah tadi semua sesi Khutbah masih bisa kudengarkan.

Khatib membuka Khutbahnya dengan mengulas tentang Isra Mi"raj. Menurutnya polemik tentang bulan apa tepatnya Nabi Muhammad menjalani Isra Mi'raj masih menjadi pertentangan di kalangan para sejarahwan Islam. namun begitu khatib menutup pembuka Khutbahnya dengan bijaksana bahwa kita tidak perlu larut dalam perbedaan pendapat kapan Isra Mi'raj terjadi yang penting bagi kita adalah mengambil hikmah dari peristiwa Isra Mi'raj tersebut.

Khatib melanjutkan Khutbahnya bahwa salah satu tujuan Isra Mi'raj adalah meyakinkan Rasulullah akan Ayat-Ayat Allah.  dia kemudian melanjutkan bercerita tentang kehidupan Nabi Muhammad saat dilanda kesedihan ketika berturut-turut, keluarga yang sangat dicintainya meninggal dunia. Khatib melanjutkan bahwa ketika para pendakwa mengalami kejenuhan dalam berdakwa maka disarankan untuk melakukan refreshing dan melihat penciptaan Tuhan sehingga kita merasa kebesaran Tuhan dan menyadari bahwa kitalah yang memerlukan Tuhan, bukan sebaliknya.

Entah kenapa tiba-tiba Khatib membahas tentang shalat atau mungkin saya yang ketiduran. hehe. Khatib menjelaskan bahwa hanya ada dua alasan yang dibolehkan dalam meninggalkan shalat, lupa dan ketiduran. orang yang berani meninggalkan shalat harus bertobat dan ketika masih tidak mau bertobat maka dia dikategorikan sebagai kafir dan wajib dipancung. lumayan keras pandangan dari Khatib tadi tanpa mempertimbangkan psikologi jamaah dan juga keadaan demografi Indonesia.

satu hal yang mungkin tidak terlalu saya sepakati dengan Khatib tadi meski mungkin ketidaksepakatanku subjektif namun begitulah adanya bahwa si Khatib tersebut terlalu meninggikan suaranya dalam menyampaikan Khutbahnya sehingga sedikit menggangu pendengaran.
sebenarnya banyak hal yang ingin kukritisi namun tidak baik untuk terlalu banyak mengeluarkan pendapat tapi ilmunya masih samar-samar.

Rawamangun.08.0515

May Day

Apa pula aku ini. May Day berlalu tanpa ada apa-apa yang bisa kurayakan bahkan aku malah mengasingkan diriku menyingkir ke madiun ketika perayaan tersebut berlangsung. mungkin benar anggapanku bahwa aku memang sudah moderat terhadap semua yang pernah menjadi idealisku semasa kuliah dulu. bagaimana tidak, saat masih duduk di bangku kuliah, 1 Mei seakan menjadi Lebaran bagi Mahasiswa yang memilih untuk melebur bersama kaum proletar apatahlagi para buruh yang terhampar di seluruh tanah air yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. May Day selalu menjadi momentum untuk menentukan langkah dan menyampaikan semua aspirasi dari lapis bawah ke kaum kapital birokrat.

setelah 4 tahun meninggalkan bangku kuliah, hari Buruh seakan menjadi seperti hari biasa bagiku dan tidak ada yang istimewa. aku selalu menghardik diriku yang benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa ketika di berbagai daerah negeri ini, ribuan buruh turun ke jalan menuntut hak hidup mereka. aku tidak ingin mengklasifikasikan kelompok buruh yang turun karena suruhan ataupun benar-benar karena idealismenya namun yang pasti bahwa mereka memang layak menuntut hak-hak mereka yang selama ini dikebiri. harus diakui bahwa fondasi dasar dari kehidupan ekonomi dunia adalah para buruh dan petani.

aku tidak bisa menceritakan setiap detail dari perayaan May yang kulewatkan saat masih kuliah namun yang pastinya bahwa gairahku selalu saja meningkat diatas rata-rata ketika bulan mei tiba. momentum banyak terjadi di bulan mei dan itu menjadi sebuah titik balik bagi kami untuk menyusun rencana menyampaikan semua keluhan kami para Mahasiswa, Buruh dan Tani kepada para Kabir yang masih saja selalu menutup telinga dari suara-suara sumbang kaum proletar.

1 Mei kemarin, aku duduk manis di depan TV sambil menonton di layar kaca ribuan buruh yang memadati ibu kota sambil membawa pamflet yang bertuliskan tuntutan mereka. perayaan puncak mayday kemudian ditutup dengan pentas musik di GBK. ada kejadian yang mungkin sedikit mengalihkan perhatian pada puncak perayaan May Day yang berlangsung di GBK. seorang Buruh PT Tirta Alam Segar bernama Sebastian (32) memilih mengakhiri hidupnya dengan cara membakar diri kemudian melompat dari atap stadion.

setelah kematian Sebastian, banyak yang kemudian menduga apa sebenarnya alasan Sebastian nekat mengakhiri hidupnya dengan cara membakar diri. mayoritas media menarik kesimpulan bahwa Sebastian bunuh diri karena Idealismenya. dia kecewa karena kehidupan buruh masih sangat memprihatinkan. adapula yang menyimpulkan bahwa dia bunuh diri supaya pemerintah memperhatikan kehidupan para buruh.

terlepas dari sebuah idealisme Sebastian yang amat mulia ingin mengangkat mengangkat derajat hidup para buruh, namun pilihan bunuh diri mungkin sesuatu hal yang tidak terlalu tepat. mungkin saja sebastian merasa bahwa kematiannya yang tragis akan dijadikan momentum oleh Pemerintah untuk lebih memperhatikan kehidupan para buruh namun lihat kenyataan setelah seminggu berlalu, kematiannya seakan berlalu begitu saja seakan ditiup oleh waktu yang beranjak dan tidak ada lagi media yang kemudian memberitakan kematiaannya tersebut apatahlagi pemerintah yang dia harapkan untuk memperhatikan para buruh bahkan pemerintah sama sekali tidak bergeming. sebagian orang berempati terhadap kematiannya sekedar menulis status di media sosial dan tidak sedikit orang yang nyinyir karena menganggap bunuh diri yang dipilih adalah hal yang konyol.

Pilihan berjuang memang adalah sebuah keniscayaan bagi mereka yang tertindas ataupun bagi mereka yang memilih hidup untuk membagi kebahagiaan dengan orang lain namun varian perjuangan tersebut harus cerdas dan tidak mengikuti trend ataupun emosi karena semua akan menajdi tidak ada artinya ketika pilihan yang ditempuh ternyata salah, mungkin bunuh diri adalah salah satu pilihan yang salah dalam berjuang karena otomatis setelah mati, semua perjuangan telah berakhir dan ide-ide di kepala pun akan menguap bersamaan dengan dikuburnya jasad.

May Day memang selalu meninggalkan kesan yang mendalam bagiku.
PuloGadung.080515