May 12, 2015

Miwin

min dan win mungkin gambaran pasangan yang melengkapi satu sama lain. mereka punya karakter yang berbeda. disatu sisi min memiliki sifat yang kurang baik namun ada win sebagai perempuan yang perkasa dalam hal bersabar. Satu sering mengumbar katakata dan satunya tanpa kata namun direfleksikan dalam setiap langkahnya.

min adalah refleksi seorang pemuda yang dengan mudahnya mengumbar kata-kata bijaksana meski dalam interaksinya dengan win, dia dengan mudah sering marah tanpa sebab bahkan dalam beberapa hal, dia begitu tidak sabar misalnya disuruh menunggu oleh win. disatu sisi, win adalah wanita yang mungkin fisiknya tidak sekuat wanita lain namun dalam setiap interaksinya dengan orang lain terutama dengan min, dia mampu bersabar seribu kali lipat dan semua hal bahkan untuk berbagi pun, tidak ada kata tidak yang terucap dari mulutnya. win adalah perempuan yang susah mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya namun selalu saja langsung diaplikasikan.

dua kepribadiaan yang berbeda membuat min dan win sampai sekarang masih selalu berjalan beriringan.ini mungkin yang disebut dengan pasangan yang saling melengkapi meski terkadang min merasa bahwa dia sama sekali tidak menjadi pelengkap bagi win bahkan dia lebih banyak dilengkapi dengan seabrek kekurangan yang ada pada dirinya.

cerita kedua insan tersebut sudah tercecer selama 2 tahun. awal mula kisah mereka pun seperti cerita yang berjalan begitu saja tanpa terlalu peduli dengan apa yang terjadi disekitar mereka. mereka menyadari bahwa disetiap tikungan hidup yang dilalui, seringkali mereka terlibat dalam perselisihan yang pada ujung-ujungnya membuat win harus menangis sambil meminta maaf kemudian kembali berjalan bersama. satu hal yang mungkin mereka pegang dalam janji hidup bersama adalah perselingkuhan sesuatu yang haram. masalah yang lain mungkin masih bisa ditolerir namun perselingkuhan adalah dosa besar bagi janji suci mereka.

sampai pada tikungan hari ini, mereka membuktikan bahwa tak satupun diantara mereka yang selingkuh.

perjalanan min dan win baru akan memulai babak baru. jalinan kasih yang masih dideklarasikan sebagai proses pacaran belum bisa diperbandingkan ketika keduanya menjalani interaksi sebagai suami isteri. mereka yakin mampu menjalaninya dalam setiap kerikil-kerikil yang nantinya akan menjegal, mereka tidak akan saling melepaskan genggaman tangan disaat yang satu sedang tersandung bahkan mereka lebih baik tersandung berdua daripada harus saling  meninggalkan.

godaan sebelum menuju gerbang pernikahan memang sudah terasa diantara mereka namun mereka lebih memilih menutup telinga dari setiap ocehan yang datang dari orang sekitar. mereka sudah berikrar bahwa kebahagiaan ditentukan oleh mereka sendiri tanpa harus mendengarkan pandangan orang lain.

mereka mungkin sudah cukup untuk menikmati kelebihan pasangan masing-masing. min dan win sekarang sudah mulai untuk merubah mindset bagaimana untuk menerima dengan ikhlas kekurangan masing-masing. memang lebih mudah untuk menerima kelebihan pasangan daripada kekurangannya.

banyak cara yang mereka tempuh pra menikah. mencari model keluarga bahagia, membaca buku tentang nasehat pernikahan sampai pada doa-doa yang menjadi kekuatan mereka disaat kondisi apapun yang terjadi dalam hubungan mereka.

1 comment:

Windi said...

min dan win saling membutuhkan. ketika win selalu tampil apa adanya hanya min yg mau menerima segala kekurangan win :P