May 8, 2015

May Day

Apa pula aku ini. May Day berlalu tanpa ada apa-apa yang bisa kurayakan bahkan aku malah mengasingkan diriku menyingkir ke madiun ketika perayaan tersebut berlangsung. mungkin benar anggapanku bahwa aku memang sudah moderat terhadap semua yang pernah menjadi idealisku semasa kuliah dulu. bagaimana tidak, saat masih duduk di bangku kuliah, 1 Mei seakan menjadi Lebaran bagi Mahasiswa yang memilih untuk melebur bersama kaum proletar apatahlagi para buruh yang terhampar di seluruh tanah air yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. May Day selalu menjadi momentum untuk menentukan langkah dan menyampaikan semua aspirasi dari lapis bawah ke kaum kapital birokrat.

setelah 4 tahun meninggalkan bangku kuliah, hari Buruh seakan menjadi seperti hari biasa bagiku dan tidak ada yang istimewa. aku selalu menghardik diriku yang benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa ketika di berbagai daerah negeri ini, ribuan buruh turun ke jalan menuntut hak hidup mereka. aku tidak ingin mengklasifikasikan kelompok buruh yang turun karena suruhan ataupun benar-benar karena idealismenya namun yang pasti bahwa mereka memang layak menuntut hak-hak mereka yang selama ini dikebiri. harus diakui bahwa fondasi dasar dari kehidupan ekonomi dunia adalah para buruh dan petani.

aku tidak bisa menceritakan setiap detail dari perayaan May yang kulewatkan saat masih kuliah namun yang pastinya bahwa gairahku selalu saja meningkat diatas rata-rata ketika bulan mei tiba. momentum banyak terjadi di bulan mei dan itu menjadi sebuah titik balik bagi kami untuk menyusun rencana menyampaikan semua keluhan kami para Mahasiswa, Buruh dan Tani kepada para Kabir yang masih saja selalu menutup telinga dari suara-suara sumbang kaum proletar.

1 Mei kemarin, aku duduk manis di depan TV sambil menonton di layar kaca ribuan buruh yang memadati ibu kota sambil membawa pamflet yang bertuliskan tuntutan mereka. perayaan puncak mayday kemudian ditutup dengan pentas musik di GBK. ada kejadian yang mungkin sedikit mengalihkan perhatian pada puncak perayaan May Day yang berlangsung di GBK. seorang Buruh PT Tirta Alam Segar bernama Sebastian (32) memilih mengakhiri hidupnya dengan cara membakar diri kemudian melompat dari atap stadion.

setelah kematian Sebastian, banyak yang kemudian menduga apa sebenarnya alasan Sebastian nekat mengakhiri hidupnya dengan cara membakar diri. mayoritas media menarik kesimpulan bahwa Sebastian bunuh diri karena Idealismenya. dia kecewa karena kehidupan buruh masih sangat memprihatinkan. adapula yang menyimpulkan bahwa dia bunuh diri supaya pemerintah memperhatikan kehidupan para buruh.

terlepas dari sebuah idealisme Sebastian yang amat mulia ingin mengangkat mengangkat derajat hidup para buruh, namun pilihan bunuh diri mungkin sesuatu hal yang tidak terlalu tepat. mungkin saja sebastian merasa bahwa kematiannya yang tragis akan dijadikan momentum oleh Pemerintah untuk lebih memperhatikan kehidupan para buruh namun lihat kenyataan setelah seminggu berlalu, kematiannya seakan berlalu begitu saja seakan ditiup oleh waktu yang beranjak dan tidak ada lagi media yang kemudian memberitakan kematiaannya tersebut apatahlagi pemerintah yang dia harapkan untuk memperhatikan para buruh bahkan pemerintah sama sekali tidak bergeming. sebagian orang berempati terhadap kematiannya sekedar menulis status di media sosial dan tidak sedikit orang yang nyinyir karena menganggap bunuh diri yang dipilih adalah hal yang konyol.

Pilihan berjuang memang adalah sebuah keniscayaan bagi mereka yang tertindas ataupun bagi mereka yang memilih hidup untuk membagi kebahagiaan dengan orang lain namun varian perjuangan tersebut harus cerdas dan tidak mengikuti trend ataupun emosi karena semua akan menajdi tidak ada artinya ketika pilihan yang ditempuh ternyata salah, mungkin bunuh diri adalah salah satu pilihan yang salah dalam berjuang karena otomatis setelah mati, semua perjuangan telah berakhir dan ide-ide di kepala pun akan menguap bersamaan dengan dikuburnya jasad.

May Day memang selalu meninggalkan kesan yang mendalam bagiku.
PuloGadung.080515

No comments: