May 8, 2015

Khutbah Jumat

Minggu lalu saya tidak sempat menulis kembali khutbah jumat karena berhubung saya shalat jumat di Madiun dan tidak punya kesempatan untuk membuka blog. kali ini saya kembali pada aktivitas menuliskan intisari dari khutbah Jumat tadi di Mesjid Sakinah.

Saya tiba di Mesjid tepat saat Muadzin selesai mengumandangkan Adzan, memang kebiasaan saya akhir-akhir ini selalu terlambat datang ke Mesjid namun untunglah tadi semua sesi Khutbah masih bisa kudengarkan.

Khatib membuka Khutbahnya dengan mengulas tentang Isra Mi"raj. Menurutnya polemik tentang bulan apa tepatnya Nabi Muhammad menjalani Isra Mi'raj masih menjadi pertentangan di kalangan para sejarahwan Islam. namun begitu khatib menutup pembuka Khutbahnya dengan bijaksana bahwa kita tidak perlu larut dalam perbedaan pendapat kapan Isra Mi'raj terjadi yang penting bagi kita adalah mengambil hikmah dari peristiwa Isra Mi'raj tersebut.

Khatib melanjutkan Khutbahnya bahwa salah satu tujuan Isra Mi'raj adalah meyakinkan Rasulullah akan Ayat-Ayat Allah.  dia kemudian melanjutkan bercerita tentang kehidupan Nabi Muhammad saat dilanda kesedihan ketika berturut-turut, keluarga yang sangat dicintainya meninggal dunia. Khatib melanjutkan bahwa ketika para pendakwa mengalami kejenuhan dalam berdakwa maka disarankan untuk melakukan refreshing dan melihat penciptaan Tuhan sehingga kita merasa kebesaran Tuhan dan menyadari bahwa kitalah yang memerlukan Tuhan, bukan sebaliknya.

Entah kenapa tiba-tiba Khatib membahas tentang shalat atau mungkin saya yang ketiduran. hehe. Khatib menjelaskan bahwa hanya ada dua alasan yang dibolehkan dalam meninggalkan shalat, lupa dan ketiduran. orang yang berani meninggalkan shalat harus bertobat dan ketika masih tidak mau bertobat maka dia dikategorikan sebagai kafir dan wajib dipancung. lumayan keras pandangan dari Khatib tadi tanpa mempertimbangkan psikologi jamaah dan juga keadaan demografi Indonesia.

satu hal yang mungkin tidak terlalu saya sepakati dengan Khatib tadi meski mungkin ketidaksepakatanku subjektif namun begitulah adanya bahwa si Khatib tersebut terlalu meninggikan suaranya dalam menyampaikan Khutbahnya sehingga sedikit menggangu pendengaran.
sebenarnya banyak hal yang ingin kukritisi namun tidak baik untuk terlalu banyak mengeluarkan pendapat tapi ilmunya masih samar-samar.

Rawamangun.08.0515

No comments: