April 9, 2015

Lagi Tentang Menulis

Mungkin menulis memang adalah salah satu jurus ampuh untuk menggoreskan semua jejak yang sudah berlalu bahkan bisa pula menjadi wadah akan seperti apa kita nantinya.  mungkin juga jejak terekam dalam potret namun dia hanya terbatas pada sebuah visual tanpa gambaran dan cerita yang jelas. menulis memang adalah penemuan paling dahsyat yang pernah ada karena semua hal yang tak terlihat bisa dibayangkan dengan jelas melalui cerita tulisan.

Semalam saat iseng mengutak atik media sosial, aku secata tak sengaja membaca status guruku. dia menuliskan sebuah status di media sosialnya secara singkat bahwa "salah satu sebab belum menggapai keinginan karena belum tertuliskan." aku mengamini apa yang beliau tuliskan karena seringkali memang keinginan kita akan tercapai entah beberapa tahun kedepan hanya saja ketika impian itu berkutat di kepala tanpa di tuliskan maka seringkali berganti dan bahkan terhapus oleh perjalanan waktu. menuliskan impian adalah cara untuk mengawetkan impian kita untuk masa depan.

Harus kuakui bahwa ada bukti yang membuatku semakin yakin dengan status guruku diatas karena dua tahun terakhir ini, aku dan adek selalu saja menuliskan semua keinginan kami dalam setahun yang akan berjalan di setiap awal tahun, mungkin sebagian orang menyebutnya resolusi. Entah miracle atau apapun namanya, beberapa keinginanku dan adek yg kami tulis di setiap awal tahun selalu tercapai. kami kerapkali membuka lembaran tulisan kami di akhir tahun yang kami buat pada awal tahun dan nyatanya sebagian besar dari impian tersebut benar-benar tercapai.

Kekuatan menulis memang benar nyata. sesuatu tidak akan pernah usang jika disimpan dalam barisan kata-kata. Kata Om Pram "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang didalam masyarakat dan dari sejarah. menulis adalah bekerja untuk keabadian."

Entah dari mana awalnya aku mulai suka menulis namun satu hal yang kuingat sejak smp bahwa aku suka meniru setiap jenis tulisan dan mencoba semua style memegang pulpen saat menulis. mungkin itu adalah awal dari kesukaanku akan menulis. satu hal pun yang kuingat saat SMA kelas 2 bahwa pernah saat mata pelajaran Bahasa Indonesia, guru kami yang bernama ibu Hasna, aku punya kenangan dengan guru ini namun kapan-kapan aku ceritakan, tiba-tiba saja memberikan kami tugas untuk menuliskan sebuah puisi tentang alam. 

Dalam waktu kurang sejam. tentu saja tugas menulis seperti itu yang tiba-tiba membuat kepala bleng. namun apa yang terjadi pada akhirnya, aku menuliskan sebuah puisi yang mendapat nilai hampir sempurna "9." bahkan puisi tersebut pernah dipakai oleh saudara sepupuku saat dia mendapat tugas juga. ini puisi tersebut yang kemudian kutemukan kembali di media sosial yang di posting oleh adikku.

GUNUNG BURONTONG

Kulihat nan jauh disana
Gunung kokoh menjulang tinggi
dibawah mengalir sungai
Gunung burontong namanya

disana kutinggalkan sebuah kenangan
pernah kulalui masa indah
yang takkan sirna dalam hidupku
menjadi seorang anak gembala

burontong dalam mimpiku
burontong dalam anganku
adalah gunung kenangan
anugerah terindah yang pernah kumiliki

malammalam kuimpikan
harihari kunantikan
kembalinya aku ke burontong
memandang pemandangan alam

kini kududuk di kaki gunung
merenungkan masa lalu
merangkaikan masa depan
betapa hidup ini penuh tantangan
kuberserah diri kepadaMu Ya Ilahi

100415

April 8, 2015

Relasi Anak dan Orang Tua

Suaranya masih khas seperti dulu. Canda tawa kami selalu saja mengiringi percakapan kerapkali ketika kutelepon dirinya. Entah sudah berapa kali aku menulis cerita tentangnya dan tentang semua kebaikannya terhadapku. Memang manusia mengingat dengan baik karena dua hal, pertama karena dijahati dan yang kedua karena kebaikan. hal yang kedua inilah yang membuatku selalu mengingat setiap momen interaksi kami saat masih kuliah.

Kemarin saat sudah terlalu lama menghubunginya. aku akhirnya mencoba menekan nomor teleponnya yang ada di daftar kontak ku. Memang sejak dia sudah bersuami, aku menghormati privasinya karena bagaimanapun juga, dia punya suami yang harus dia hormati. meski kutahu bahwa suaminya pun bukan orang yang terlalu kaku sehingga setidaknya aku bebas meneleponnya sepanjang masih dalam waktu yang bisa ditolerir.

Banyak hal yang kami pebincangkan setiap kali kami mengobrol lewat telepon, mulai dari saling tukar kabar, cerita tentang masa kuliah dulu dan menanyakan kabar teman yang lain sampai pada masalah serius tentang keluarga. kemarin kami bercerita tentang relasi antara anak dan orang tua. Dia mungkin salah satu teman yang masih meneguhkan idealismenya sebagai seorang wanita maupun sebagai seorang isteri sekaligus ibu. dia bercerita bahwa seorang anak itu akan selalu membutuhkan orang tuanya saat masih berusia bocah sampai pada saat SMP.

Berangkat dari obrolan kami tentang relasi anak dan orang tua, dia memaparkan dengan lirih pengalaman masa kecilnya ketika orang tuanya tidak punya waktu menemaninya untuk sekedar mengambil raport di sekolah ataupun bahkan menemaninya ikut cerdas cermat. Dengan suara yang lirih, dia mengatakan bahwa ketika teman-temannya diantar oleh orang tuanya, dia hanya seorang diri.

Entah apa yang terlintas dipikirannya saat itu namun sejatinya dia dan bahkan aku pun percaya bahwa masa disaat bocah sampai ketika kita menginjak masa remaja adalah masa yang selalu terekam di dalam memori bahkan di masa itu, kita selalu ingin ditemani oleh orang tua di momen-momen pengambilan raport di sekolah, momen diantar ke sekolah, momen liburan dan momen lain yang nantinya akan menjadi kenangan masa kecil.

Kawan tadi menambahkan bahwa terkadang orang tua keliru ketika mengatakan bahwa nantinya saat saat menginjakkan dewasa baru aku menemani anakku. satu hal yang harus diamini bahwa ketika anak sudah menginjakkan masa abg maka terkadang mereka lebih memilih untuk mencari orang lain untuk bergaul bahkan terkadang tidak terlalu perduli dengan keluarganya karena masa itu adalah masa pencarian jati diri ataupun aktualisasi dirinya. orang tua punya Quality time sejak anaknya mulai bocah sampai saat memasuki masa ABG karena masa itu anak-anak masih sangat ingin ditemani terus oleh orang tuanya.

Relasi anak dengan orang tua seringkali memang direduksi oleh keinginan dan ambisi yang terlalu merajai. sementara itu, anak tumbuh menjadi pribadi yang membawa memori masa kecil dengan segala pengalaman yang pernah ditemuinya. sampai pada saat ini, aku berkeyakinan bahwa lingkungan keluarga adalah variabel paling berpengaruh dari perkembangan karakter seorang anak. mereka akan tumbuh sesuai dengan pendidikan keluarganya. lingkungan masyarakat hanyalah variabel pelengkap.

Ah, edisi sok tahu. hehe.
kerjo.kerjo.kerjo
050415

Tentang Menunda

Aku masih saja menyimpan kebiasaan lama. ini tentang menunda dan merasa bahwa lain waktu masih bisa dilaksanakan. entah bermula dari mana kebiasaanku namun aku menyadari kebiasaanku tersebut bermula saat kelas 3 SMA kemudian semakin parah sejak kuliah bahkan terbawa sampai pada saat kerja. aku selalu menunda semua hal ketika sedang moody dan merasa bahwa semua harus dilakukan dengan mood yang baik namun ternyata anggapan tersebut salah besar. semua akan menjadi kacau bahkan rentetan-rentetan rencana berikutnya akan terganggu.

Kebiasaan menunda ini pula yang turut andil membuatku tidak terlalu banyak berbuat sesuatu saat masih mahasiswa bahkan akupun merasa kebiasaan jelek ini pula yang membuatku mengubur beberapa impianku saat kecil. kebiasaan sepele yang ternyata berdampak besar.

Seringkali aku berusaha untuk kemudian mengurangi atau bahkan menghilangkan kebiasaan ini namun sesering itu pula dorongan dari dalam begitu kuat untuk kembali menunda sesuatu. satu hal bahwa kebiasaan ini adalah bentukan dari yang remeh temeh sehingga untuk menghilangkannya pun harus bertahap dan konsisten.

Ini beberapa list pekerjaan yang sampai sekarang masih tertunda dalam kuasaku. Memang ada beberapa pekerjaan yang tertunda di divisiku namun sebagian diluar kuasaku karena memang belum di ACC oleh keuangan.

Pekerjaan yang antri untuk diselesaikan
1. OS dari PT. Soho Industri Pharmasi
2. OS supplier Putra Jaya Motor
3. OS dari PT. Mitsubishi
4. OS PT. Yamaha Indonesia Motor Mfg
5. OS Atas nama Ksisi Karyawan dan Sri Dewi

Mungkin ada beberapa lagi list pekerjaan yang tertunda di mejaku. aku tidak ingat secara pasti. yah, ini adalah efek domino dari kebiasaan buruk menunda sesuatu yang dianggap remeh temeh

https://dalecarnegiebandung.wordpress.com/

mulai hari ini tidak menunda pekerjaan lagi
Inshaa Allah
080415

April 7, 2015

Menyapa Malam

malam menerjang siang yang lelah. hingga kabut senja bercucuran dari atap langit yang basah
selalu saja seperti itu

aku duduk menunggumu yang tak jua muncul. entah engkau dihadang rindu yang semakin menyiksa

tiada dua kata yang mampu kuucap. karena para pengejar mentari telah tiba diujung senja

tinggal kita berdua
merangkai katakata yang kemarin tertinggal jatuh
untukku satu dan yang lain untukku

rawamangun.070415

Ada Kesamaan

Ada fenomena yang hampir sama kutemui saat memasuki dunia kerja. fenomena kecil yang terluput dari pengamatan orang-orang. mungkin saja saat menulis hal ini, aku dianggap sedang sensitif namun tidak demikian adanya. memang sudah sejak bekerja, fenomena ini selalu mengikut dalam interaksi setiap orang di kantor, entah itu karakter ataupun candaan semata. aku pun tidak terlalu berani untuk menjustifikasi fenomena tersebut karena mungkin saja hanya sebuah lelucon yang memang sudah umum di masyarakat kita.

Di tempat kerja yang dulu, seorang teman sering kali digodain atau lebih tepatnya disindir karena lebih suka makan yang murah dan tidak menguras isi dompet. entah apa yang ada di benak teman tersebut saat seringkali digodain namun akupun merasa bahwa seringnya digodain seperti itu akan membuat kita risih. orang melihat kita seperti selalu harus makan yang enak dan seringkali pula menghitung-hitung pendapatan kita sehingga tidak lazim jika kita hanya makan murahan.

Di tempat kerja yang sekarang pun, fenomena seperti itu masih saja kutemui. ketika makan siang, mereka saling godain ketika belum makan, ataupun ketika sudah makan namun lauknya hanya tempe tahu maka mereka pun seakan tidak berhenti menyindir apatahlagi bagi sebagian temanku yang membawa bekal di rumah, mereka bakalan di sindir habis-habisan bahwa sedang tidak punya uang atau sedang mengirit.

Mungkin saja itu candaan untuk saling mengakrabkan diri namun aku sendiri tidak terlalu suka dengan candaan seperti itu.  semakin sering hal tersebut menjadi bahan candaan berarti hal itu bukan lagi candaan namun lebih kepada hal yang serius. orang memang seringkali ingin berkata bahwa kita punya pendapatan segini terus kemudian tidak pantas ketika kita hanya makan ini apatahlagi ketika kita tidak makan, mereka seakan tidak rela jika kita tidak makan atau bahkan makan sedikit. entahlah.

Kita memang hidup di tengah manusia dengan berbagai macam kepala. susah untuk membenarkan semua isi kepala yang sudah jelas berbeda. menurutku bahwa selama kita tidak punya tanggungan ataupun utang kepada orang lain, maka sah-sah saja jika kita ngirit ataupun berbuat seperti perencanaan kita. kita hanya butuh dua tangan untuk menutup telinga bagi suara yang tidak mengenakkan

Mulai tidak nyaman dengan candaan setiap siang tentang sindiran masalah makan.

pulogadung, 080415


April 6, 2015

Lagi Galau

Dalam setiap nafas yang tertahan.mulai merasuk dari sukma yang paling dalam kemudian berusaha untuk dipasrahkan dengan konstraksi rongga dada. setiap manusia akan mengikuti alur hidup yang berliku. itu niscaya. mungkin kah manusia hanya akan duduk dalam diam dan kemudian menikmati hidupnya, pastilah tidak seperti itu adanya.

Jerinx sang penabuh SID mengatakan, "kalau dipikir-pikir, hidup itu simpel makanya jangan dipikir supaya seru." benar juga kata si jerinx. hidup itu harus seru dan menantang. namun tidak selalu seperti adanya. terkadang manusia bahkan mungkin aku sering menginkan hidup yang simpel dan mendapatkan banyak keuntungan diri sendiri.

Kalau cuma seperti itu adanya, kenapa tidak tinggal diam saja di rumah, mencari penghasilan yang cukup kemudian menjalani hari-hari seperti adanya kemudian menua lalu mati. namun apa yang ditinggalkan setelah itu ataupun apa sebenarnya tujuan hidup ketika semua dijalani biasa-biasa saja melalui siklus hidup mati. apa kemudian makna dari hidup sebenarnya ketika tidak pernah berani mencoba hal baru kemudian belajar dan bermanfaat kepada alam..?

Untuk hal yang satu ini, mungkin umurku yang sudah 2 tahun melewati seperempat abad, aku masih memiliki banyak sekali penyesalan terhadap semua waktu yang terabaikan. Aku adalah orang yang suka pergi ke daerah baru kemudian mempelajari semua hikmah  yang ada di tempat tersebut sebab itu, aku menyesali kenapa tidak dari dulu aku pergi dan mendulang hikmah di tempat baru, bertemu dengan orang baru sehingga tidak  menilai semuanya secara kontekstual. 

Terkadang membaca bisa menambah pengetahuan terhadap sesuatu namun seringkali pula bacaan meleset dari apa yang menjadi fakta di lapangan sehingga kita harus benar-benar terjun langsung dan melebur dengan kenyataan kemudian memperkuat wawasan yang kontekstual.

Dulu aku bermimpi untuk keluar negeri. itu dulu saat aku baru saja tamat dari sekolah menengah atas. keinginan tersebut kupupuk sampai saat aku mejelang akhir kuliah. sebenarnya alasan keinginanku untuk keluar negeri mengalami perubahan dari masa ke masa. Awal kuliah alasanku benar-benar adalah sebuah ambisi dan ingin menunjukkan kepada orang di kampungku bahwa aku bisa. saat pertengahan kuliah, keinginanku diperkuat oleh banyaknya teman-temanku di komunitas "MAKES" yang lulus ke luar negeri. 

Terakhir saat menjelang selesai kuliah, keinginanku keluar negeri karena ingin belajar banyak hikmah. aku terlalu sering menghujat bangsa barat sebagai bangsa yang hedonis dan kolonialis dalam segala hal meski aku sadar bahwa tidak fair jika aku hanya membaca lewat bacaan kemudian melahirkan asumsi negatif namun tidak pernah berinteraksi langsung dengan mereka. pada akhirnya, setidaknya sampai sekarang, keinginanku ke luar negeri masih sebatas impian. itu satu hal yang aku sesali karena aku yakin jika aku benar-benar serius mempersiapkan segalanya, mungkin jalan takdirku sudah lain.

Hidup adalah tentang bertemu orang dan mengenali orang. bertemu dengan orang baru adalah berkah yang tak ternilai. ketika bertemu dengan orang yang kurang baik, kita bisa menjadi filsuf dan ketika kita bertemu dengan orang baik maka kita akan terikut menjadi baik.

Selalu saja ketika aku menjumpai orang baru, aku terbiasa memperhatikan wajahnya, merasakan energi dari dalam dirinya kemudian berinteraksi. mungkin terkesan sok tahu namun aku yakin bahwa aku bisa merasakan karakter orang lain dari energi yang kuserap dengan cara memperhatikan wajahnya, mengamati kebiasaannya, bagaimana dia memperlakukan orang-orang di sekitarnya kemudian hal terkecil yang selalu dilakukan maupun kebiasaan-kebiasaan setiap hari. ada tarikan pada goresan wajah yang membedakan orang yang energinya positif dengan orang yang energinya negatif. 

Meskipun sama-sama sedang bercanda dan tertawa namun tetap saja bahwa energi setiap orang itu berbeda. Untuk merasakan perbedaannya, kita harus melatih diri, melatih hati dan tidak terlalu banyak omong kosong. sampai pada detik ini bahwa orang yang mampu mengendalikan diri itu akan mampu menguasai semesta.

ah, aku ini ngomong opo to. turu.turu
pulogadung. 070415

April 5, 2015

Senja di Menteng

Di menteng
Menjuntaj senja yang mulai renta
Mereka
Para pemuda yang asyik memanjakan diri
Bercengkerama
Menari bersama alam

Di taman ini
Kerap kujadikan pelarian dari semua kesibukan hari

Alam yang indah.
Taman menteng.050415

April 2, 2015

Menyicil Rindu

merapal asa
membayar janji yang terucap dari mulut
meyicil semua rindu yang tersisa
kenangan masa lalu yang semakin menyiksa
kata Payung teduh
kita adalah sisasisa keikhlasan

ah. aku kembali meracu

020415

Meracu Pikiranku

nafsu benarbenar membuatku tidak berdaya. akal sehat semakin tidak berdaya.
dulu saat masih bocah, aku diajarkan hadist bahwa perang terbesar adalah melawan hawa nafsu
aku tidak mengerti maksudnya. hingga sampai sekarang saat aku terjebak di dalam
aku baru mafhum tentang makna perang terbesar

dulu saat masih ingusan
aku diajarkan bahwa kenali dirimu kemudian engkau akan mengenal Tuhan
aku tidak mengerti bahkan aku berpikir itu mustahil
hingga saat aku bersusah payah mengenali apa yang melekat pada diriku
aku baru mengerti kenapa harus mengenali diri

dulu pun aku diajarkan jika ingin menjadi manusia seutuhnya maka mengendalikan diri dan pikiran
 aku tidak tahu sama sekali maksudnya
hingga hari ini ketika aku terlalu membiarkan pikiranku liar tanpa terkendali
aku merasa hidupku tanpa arah
ketika diriku terlalu permisif terhadap semua dan tidak terkontrol
aku merasa banyak yang keliru dalam hidupku
Siri as-Saqothi berkata, “Kekuatan paling dahsyat ialah hendaknya kau mampu mengendalikan dirimu. Dan barang siapa tidak mampu mengendalikan dirinya, niscaya dia lebih tidak mampu mengendalikan orang lain.” 

Tuhan, sampai pada hari ini
aku terus berjuang mengenali diriku
dan tidak akan pernah sampai pada sebuah pengenalan
sampai Engkau menuntunku

020415

March 31, 2015

Ibuku dan Pisang Goreng

Begitu banyak hikmah yang tertinggal di masa lalu yang kulalui dengan bahagia. Aku terlahir dari keluarga yang sangat sederhana dan aku melewati masa kecilku sesederhana itu. Ketika teman yang lain sudah punya TV masing-masing di rumah, aku dan saudaraku harus numpang di rumah tetangga kalau ingin menonton TV, begitu pula ketika temanku punya sepeda, aku harus mengelus dada karena memang ibu ayahku saat itu belum mampu membelikan sepeda yang masih menjadi barang mewah pada masa kecilku. Ada banyak hal yang harus ku kompromikan ketika aku masih bocah bahkan seringkali aku mengorbankan waktu bermain dengan teman-teman karena harus membantu orang tua, entah itu ke kebun, mengambil makanan kambing, sapi atau bahkan sekedar mengangkut air dengan ember dari sungai yang jaraknya sekitar 100 meter ketika musim kemarau melanda kampung kami. Di satu sisi, beberapa kawanku yang terlahir dari orang berpunya tidak perlu bersusah payah mengangkut air karena mampu  membeli pompa air bahkan seringkali aku menumpang ke rumah tetangga untuk mengambil air yang dipompa dari sungai.

Kenangan lain yang tidak bisa kulupakan adalah tentang wc. Orang tuaku sama sekali belum punya dana untuk membangun wc sehingga pada saat itu, aku dan saudaraku harus lari terbirit-birit ke sungai ketika ada yang akan dikeluarkan dari perut. pada saat itu memang sungai masih lazim digunakan sebagai wc umum. terkadang pula ketika tengah malam dan kebelet BAB, aku takut ke sungai sehingga harus ke belakang rumah menggali lubang dan menanam kotoran. kenangan masa kecilku yang lumayan berat kulalui meski kuakui aku bersyukur untuk semua hal yang pernah kulalui.

Serpihan hikmah demi hikmah pun sering kupungut dari kedua orang tuaku. Meski sudah begitu banyak yang tertinggal dan terlupa namun masih ada sisa dari hikmah tersebut yang kurawat di dalam hatiku. Ayahku terutama sangat keras terhadap apa yang bukan milik kami. Beliau sangat menjaga perut kami dari hal-hal yang syubhat. saat adikku yang paling bungsu dilahirkan, ibuku di caesar sehingga dia tidak bisa menyusui. Ada sepupu ayahku yang dengan sukarela ingin menyusui adikku namun ayahku berkeras untuk tidak menerima bantuannya. belakangan aku tahu bahwa ayahku tidak tahu sumber makanan yang dimakan oleh sepupunya yang kemudian menjadi air susu. 
 
Hal kedua yang masih kuingat adalah ayahku mengerjakan sawah pamanku kemudian pada saat panen, hasilnya dibagi. ayahku seringkali mengurangi takaran untuk keluarga kami karena takut jangan sampai ada kelebihan bagian untuk kami.

Mengenai ibuku, aku pun memungut semua serpihan kasih sayang darinya yang mungkin tidak pernah ada habisnya sampai sekarang. aku ingat saat masih bocah, jajanan paling kami sukai adalah pisang goreng. ayahku sering membawa pisang dari kebun yang kemudian digoreng oleh ibuku. Seringkali ketika ada salah satu dari saudaraku yang tidak ada di rumah ketika ibu menggoreng pisang maka otomatis ibu akan menyimpankan bagian untuknya. seringkali ketika ada diantara saudara kami ada yang ketahuan mengambil secara diam-diam bagian yang lain, maka ibuku akan dengan sangat marah. begitulah ibuku mengajarkan keadilan dan totaliter diantara saudara kami.

Entah hikmah apalagi yang diajarkan oleh kedua orang tuaku yang sudah luput dari ingatanku. aku hanya mengingat sebagian dari serpihan yang masih segar dalam ingatanku meski kutahu masih banyak yang hilang.

Nothing to Lose

penerimaan yang ikhlas adalah bahasa tubuh paling paripurna
tentang apa yang ada dan tentang siapa yang ada di hadapanmu
kuantitas hanyalah pandangan mata yang menipu namun kualitas terdapat di nurani

mari berbahagia dengan semua
menahan diri dari setiap yang absurd
aku pun begitu adanya

aku ingin senang dengan apa yang kumiliki
tentang siapa aku
tentang dimana aku sekarang
dan tentang siapapun keluargaku

aku ingin berkhidmat
terhadap penjual tanpa menawar banyak
terhadap pembeli tanpa menaikkan harga
pada kawan untuk memberi tanpa berharap apapa
terhadap pekerjaan yang tulus tanpa mendamba sesuatu

begitulah mungkin sebuah penerimaan yang tulus

310315

March 30, 2015

Survei PT. Garansindo Inter Global

Sesekali sering kuamini bahwa menjadi staff survey benar-benar melelahkan. Bayangkan saja ketika proses penutupan sebuah produksi, kita harus survey kemudian ketika terjadi klaim maka surveyor pun bertanggung jawab terhadap liable tidaknya sebuah klaim. seringkali pula kuteguhkan dalam hati bahwa menjadi staff klaim memiliki banyak pelajaran bermakna.

Ada banyak hal yang membuatku menikmati pekerjaan di divisiku sebagai salah satu tim survey. Aku bisa berinteraksi dengan banyak orang yang otomatis membuatku menambah kenalan dan mengais hikmah dari mereka. Aku bisa melihat betapa memang hidup di kota ini mengalami jurang pemisah yang curam antar kelas sosial. minggu lalu aku survey puluhan mobil dari PT. Andrinusa dan beberapa diantara mobil tersebut hanya terparkir begitu saja seakan itu adalah mobil mainan. terlintas di kepalaku bagaimana masyarakat di pinggir rel, pasar-pasar dan tempat kumuh lainnya yang jangankan memiliki mobil, untuk makan pun mereka harus berpikir dimana mendapatkan penghasilan. 
 
Aku kembali berpikir seandainya mobil tersebut dijual dan dibagi-bagikan kepada mereka yang kurang beruntung menjalani hidup. Aku sekali lagi percaya bahwa bumi ini menyiapkan makanan yang cukup untuk semua penghuninya namun sebagian orang yang memonopoli kekayaanlah yang membuat beberapa orang tidak bisa mengakses sumber makanan.

Kemarin aku kembali survei sebuah perusahaan besar yang memperlihatkanku betapa sebenarnya kekayaan banyak di kota ini namun aku tidak habis pikir masih banyak orang yang kelaparan. Sebuah showroom mobil mewah yang mungkin untuk memiliki satu mobil di showroom tersebut hanyalah dalam angan-angan. Pemilik showroom tersebut adalah orang Arab. Mobil Jeep berjejer rapi di dalam showroom tersebut. Selalu saja yang ada dalam pikiranku ketika survei adalah kemewahan yang benar-benar membuat hatiku terenyuh tentang perbedaan status sosial di kota ini.

PT. Garansindo cab. Pondok Indah
 
Survey pertama di PT. Garansindo Cabang Pondok Indah. Pertama kali melihat kantor ini yang terlintas di kepala adalah kantor yang mega dan lux. kami ditemui oleh pak Anwar, staf SDM di kantor tersebut. Kami ditemani mengelilingi setiap kantor ini dan aku sibuk mengambil gambar setiap sisi kantor ini maupun stok mobil yang ada di dalamnya. kantor ini ada dua lantai. Lantai pertama digunakan sebagai showroom dan juga sebagai ruang customer sedangkan di lantai dua diperuntukkan sebagai ruang karyawan, ruangan SDM dan juga ruangan Managing Director.

Saat akan mengambil foto di ruangan Manager, terkesan si managernya tegas dan menanyakan kami dari mana. Barulah saat dijelaskan semua, dia mempersilahkan aku mengambil sisi dari ruangannya. Di depan ruangan manager terdapat taman yang didesain dari papan.

Kantor kedua yang kami survei terletak di jalan Maruya Jakarta Barat. Aku terkesan agak asing di daerah ini karena aku memang jarang plesiran ke daerah Jakarta Barat. Cabang di Jakarta Barat ini lumayan lebih besar dari cabang pondok indah. cabang Maruya terdapat bengkel body repair dan engine. Luas tanah di kantor Garansindo Cabang Maruya pun lebih luas karena selain bangunan, terdapat halaman di belakang gedung yang dipergunakan sebagai halaman untuk stok mobil.

Mobil Jeep
 
Cabang Maruya memang terlihat kecil dari depan karena bangunan tersebut memanjang ke belakang. Mayorita karyawan di PT. Garansindo ini terlihat elitis bahkan di sebuah kantor cabang Garansindo, hal yang biasa bagi karyawati merokok di dalam kantor. Aku sering menjumpai karyawati di kota ini merokok dan bahkan sudah menjadi hal yang lumrah namun menurutku masih tidak lumrah ketika mereka merokok di dalam kantor.

Kota ini menawarkan berbagai macam fenomena yang tidak biasa. Aku yang jauh dari kampung sana harus tertatih-tatih mengikuti arus kehidupan di kota ini yang seringkali kuanggap sudah di luar batas kewajaran. Bagaimana tidak, ketika semua fenomena yang merenggut akal sehatku sehingga menuntut harus belajar banyak, belajar menerima dan belajar memahami.

Kantor ketiga yang kami survei terletak di Bilangan Gatot Subroto. Kantor ini paling kecil dari dua kantor yang sebelumnya sudah kami survei

March 27, 2015

Cepatlah Sembuh

cepatlah sembuh dek
jangan tergolek lemah, aku sedih memikirkan engkau tidak bisa apapa
semesta merindukan senyummu

dek, katakataku tak bermakna
tulisanku hanyalah debu berlalu
engkau sakit dan semua menjadi hampa

ah, tidak kah engkau merindukan weekend kita yang ceria
menikmati duku 2 kilo di taman menteng yang dibeli di kramat jati
menghabiskan senja yang syahdu di TIM sambil duduk di bawah pohon
membeli buku kw 10 Tere Liye di Blok M
menikmati lele penyet di ibu langganan kita
membawakan makanan kepada ibu kucing di samping mall Ambassador
hingga akhirnya saat minggu malam tiba, kita mengakhiri weekend di carrefour ambbassador
belanja keperluan sehari-hari

dek, tidakkah engkau merindukan weekend kita yang ceria
cepatlah sembuh dek

pulogadung.270315